<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141</id><updated>2011-12-03T21:01:04.605-08:00</updated><category term='tips mendapat tante girang'/><category term='suami selingkuh'/><category term='cerita seks ibu kost'/><category term='cerita seks tante girang'/><category term='tukar pasangan'/><category term='seks dokter'/><category term='tante jilbab'/><category term='bercinta dengan istri bos'/><category term='cerita gadis smp'/><category term='cerita setengah baya'/><category term='bercinta dengan ibu mertua'/><category term='ngentot ketahuan'/><category term='foto tante girang'/><category term='ngeseks dengan dokter'/><category term='cerita tante Girang'/><category term='bercinta dengan ibu kost'/><category term='Info tante Girang'/><category term='janda seksi'/><category term='mbak cantik'/><category term='Tante chyntia bina'/><category term='dapet mobil dari tante'/><category term='cerita gigolo'/><category term='tante girang yang nakal'/><category term='istri selingkuh'/><category term='tante cantik'/><category term='cerita seks ibu muda'/><category term='tante girang bugil'/><category term='gigolo cakep'/><category term='gigolo bersih'/><category term='bercinta dengan mama tiri'/><category term='ibu kost ku binal'/><category term='brondong'/><category term='tante girang kesepian'/><category term='nikmatnya tubuh pembantu'/><category term='cerita seks kost'/><category term='Cerita sex ibu'/><category term='istri dijual'/><category term='bercinta dengan mertua'/><category term='ngetot mama tiri'/><category term='Cerita sex'/><category term='tante ku nakal'/><category term='ML dengan tante sendiri'/><category term='sex Jilbab'/><category term='cerita seks brondong'/><category term='cerita tante dan keponakan'/><category term='tips mencari tante girang'/><category term='ibu binal'/><category term='tante kaya'/><category term='tante kesepian'/><category term='birahi seorang janda'/><category term='penis'/><category term='pemerkosaan enak'/><category term='seks dengan ibu kost'/><category term='ml dengan atasan'/><category term='tante cari gigolo'/><category term='cerita seorang gigolo'/><category term='cerita seks ibu'/><category term='cerita seks'/><category term='bercinta dengan bu vivien'/><category term='kenalan tante'/><category term='ngentot anak kecil'/><category term='seks kost-kost an'/><category term='ngetot istri teman'/><category term='certia sex'/><category term='sex dengan bos'/><category term='bos cantik'/><category term='selingkuh'/><category term='gigolo ganteng'/><category term='film bokep'/><category term='tips mendapatkan tante girang di internet'/><category term='cerita pembantu dengan majikan'/><category term='aku dan atasanku'/><category term='brondong sma'/><category term='wanita setengah baya'/><category term='cerita selingkuh'/><category term='ngentot adik'/><category term='memek'/><category term='ngentot keponakan'/><category term='ml dengan pembantu'/><category term='bersetubuh'/><category term='tante girang foto'/><category term='sex dengan ipar'/><category term='seks dengan pembantu'/><category term='info gigolo'/><category term='seks mbak mbak'/><category term='cerita STW'/><category term='Cerita sex Gigolo'/><category term='bercinta dengan sopir'/><category term='bercinta dengan dosen'/><category term='kanda muda'/><category term='bugil'/><category term='tante girang cantik'/><category term='mbak binal'/><category term='kontol'/><category term='cewek kost'/><category term='bercinta dengan pembantu'/><category term='seks stw'/><category term='ngeseks dengan pembantu'/><category term='sex party'/><category term='tante maya'/><category term='vagina'/><category term='bercinta dengan ipar'/><category term='ibu kost genit'/><category term='tante'/><category term='bercinta dengan guru'/><category term='janda cantik'/><category term='bercinta dengan tante sendiri'/><category term='payudara'/><category term='ml dengan guru les'/><category term='cerita sex janda'/><category term='tante sintal'/><category term='janda muda binal'/><category term='sex pembantu'/><category term='perselingkuhan'/><category term='cerita tante'/><category term='pembantu binal'/><category term='cerita seks gadis smp'/><category term='cerita dewasa'/><category term='ngintip ibu guru'/><category term='istriku selingkuh'/><category term='sex dengan ibu'/><category term='tante girang'/><category term='cari tante di internet'/><category term='Cerita sex anak kost'/><category term='nikmatnya tubuh tante'/><category term='cerita sex tante'/><category term='cerita perselingkuhan'/><category term='tante internet'/><category term='ngentot ibu guru'/><category term='bercinta dengan mama'/><category term='cerita tante selingkuh'/><category term='Cerita'/><category term='girang'/><category term='bercinta dengan bapak kost'/><category term='gigolo cari tante'/><category term='Ml dengan bos'/><category term='jual istri'/><category term='janda binal'/><category term='bercinta dengan adik'/><category term='bercinta dengan tetangga'/><category term='cerita daun muda'/><category term='bercinta dengan mbak'/><category term='cerita sex setengah baya'/><category term='bercinta dengan anak kost'/><category term='pesta sex'/><category term='cerita seks abg'/><category term='toket ibu guru'/><category term='pembantuku sayang'/><category term='bercinta dengan ibu guru'/><category term='janda kembang'/><category term='ngentot pembantuku'/><category term='dokter seks'/><category term='ngentot tante sendiri'/><category term='memek ibu guru'/><category term='bercinta dengan majikan'/><category term='ngetot kepergok'/><category term='gadis smp bugil'/><category term='Istri Bos'/><category term='tante binal'/><category term='ngeseks mama tiri'/><category term='cerita seks janda'/><category term='tante girang selingkuh'/><category term='tante china'/><category term='pembantuku binal'/><category term='setengah baya'/><category term='Gigolo'/><category term='sex setengah baya'/><category term='atasanku'/><category term='cerita tante yeni'/><category term='cerita tukar pasangan'/><category term='bercinta dengan anak majikan'/><category term='pesta seks'/><category term='cerita sex tante girang'/><category term='cerita tante kesepian'/><title type='text'>Komunitas Tante Girang | Cerita Tante Girang</title><subtitle type='html'>Tempatnya Kumpulan Komunitas tante girang yang tukar no hp brondong, tukar info brondong, tukar info Tante girang seluruh Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>75</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-1848345883777542948</id><published>2011-03-11T18:50:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T19:11:35.156-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita gigolo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info tante Girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info gigolo'/><title type='text'>Lelaki Pemuas tante Girang Bag II</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ieZhjrI78bM/TV0FZ8qQJZI/AAAAAAAAA_0/ErWVQycKyWA/s1600/aa6.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 280px; height: 337px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ieZhjrI78bM/TV0FZ8qQJZI/AAAAAAAAA_0/ErWVQycKyWA/s1600/aa6.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini adalah lanjutan dari &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2011/03/lelaki-pemuas-tante-girang-bag-i.html"&gt;cerita gigolo&lt;/a&gt; sebelumnya yang menjadi pemuas seks tante girang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemarin, saya benar-benar lelah, karena saya harus melayani Ci Virra. Siapakah Ci Virra? Ia adalah seorang warga keturunan. Ia seorang wanita karir. Umurnya sekitar 42 tahun. Tubuhnya gemuk dan nafsu seksnya sangat tinggi. Saya benar-benar kewalahan melayaninya. Tapi dia benar-benar kagum dengan kehebatan saya. Ia ketagihan, kapanpun kalau ia sedang horny, ia minta saya harus siap melayaninya.&lt;br /&gt;Saya pasti akan menceritakan bagaimana hubungan saya dengan Ci Virra di lain waktu. Sekarang saya akan melanjutkan kisah saya dengan Mbak Ella. Masih ingat kan?&lt;br /&gt;Seminggu sudah berlalu. Saya benar-benar merindukan Mbak Ella. Setiap hari kalau saya lagi horny, saya cuma bisa beronani dengan membayangkan tubuh seksinya. Entahlah, semenjak usia 12 tahun saya sudah sering beronani, dan yang menjadi fantasi seks saya pasti wanita-wanita dewasa. Saya lebih bergairah bila mengkhayalkan mereka. Dan khayalan itu pertama kali terwujud dengan Mbak Ella. Saya memang memiliki beberapa pacar, tapi tak ada gairah sedikitpun untuk ngeseks dengan mereka. Mungkin saya mengidap penyakit sindroum complex, kalau tidak salah.&lt;br /&gt;Hari itu sekitar pukul 6 sore. Aku sedang di toko, sepi sekali, benar-benar BT. Tiba-tiba HPku berdering.&lt;br /&gt;“Hallo sayang, apa kabar? Kangen ga sama Mbak? Kamu lagi ngapain?”, suara merdu yang sedang kutunggu-tunggu.&lt;br /&gt;“Ah enggak kangen kok. Biasa aja tuh. Mbak lagi dimana?”&lt;br /&gt;“Ih kamu jahat deh. Mbak lagi di Jakarta, di kafe XX. Mbak juga enggak kangen sama kamu, Mbak cuma kangen sama burung kamu. Apa burung kamu gak rindu sama sarangnya? Kesini yah? Mbak tunggu!”&lt;br /&gt;“Ok deh Mbak, nanti saya suruh burung saya terbang kesana.”&lt;br /&gt;Mbak Ella hanya tertawa. Aku pun segera menutup toko lalu bergegas mandi. Aku mambayangkan betapa indahnya malam nanti. Aku akan bertempur habis-habisan dengan Mbak Ella. Membayangkannya saja sudah nikmat, apalagi mencicipinya.&lt;br /&gt;Sebelum jam 8 malam aku telah sampai di kafe itu. Setelah masuk ke dalam dari sudut kafe ada wanita sedang melambaikan tangan. Itulah Mbak Ella, wanita yang kurindukan selama ini. Dia tidak sendiri, disebelahnya ada seorang wanita lagi. Dari raut wajahnya terlihat kalau dia sudah berumur, mungkin hampir 50 tahun. Namun begitu ia terlihat begitu anggun dan berwibawa dengan menggunakan kemeja biru dan rok panjang.&lt;br /&gt;Mbak Ella memperkenalkanku padanya. Ibu Lis namanya. Beliau adalah direktur utama di tempat Mbak Ella bekerja. Pantas saja kalau Mbak Ella terlihat begitu hormat padanya. Setelah lama berbincang-bincang, tiba-tiba saja Mbak Ella pamit pergi.&lt;br /&gt;“Wan, Mbak pergi dulu ya, ada urusan mendadak, kamu tolong temani Ibu Lis ya!” Aku hanya menganggukkan kepala.&lt;br /&gt;Setelah mencium keningku ia langsung pergi. Aku hanya terdiam dan menunduk karena kulihat Ibu Lis memperhatikanku dengan serius.&lt;br /&gt;“Hey, kok diam aja. Jangan takut donk, memangnya Ibu mau menerkam kamu. Kita jalan yuk, cari udara segar.”&lt;br /&gt;Aku hanya tertawa kecil ketika ia mencubit pipiku kemudian menggandeng tanganku keluar dari kafe itu. Selama dua jam kami keliling kota. Ibu Lis menceritakan pengalaman hidupnya, dari bisnis sampai keluarga. Kini ia telah menjanda dengan dua orang anak yang tinggal di luar negeri dan sudah menikah. Menurutnya semua telah diraihnya, kecuali satu, belaian hangat dan kasih sayang dari seorang pria. Suaminya telah meniggalkannya lima tahun yang lalu. Ah seperti yang kuduga akhirnya ia megutarakan maksudnya. Ia ingin malam ini aku mengobati kesepiannya, memuaskan hasrat biologis yang selama ini tersimpan. Ia akan memberikan apa yang kuminta asal aku dapat memuaskannya. Aku hanya mengganggukkan kepala, tak kusangka wanita yang sebelumnya terlihat begitu tegar, angkuh, kini menangis di depanku.&lt;br /&gt;Tepat jam 12 kami check in di sebuah hotel mewah di kawasan kota. Begitu sampai di kamar, tak kusangka bagaikan macan kelaparan ia langsung menerkamku, menjatuhkanku diatas kasur. Dengan kasar ia melepas pakaianku, membuka celanaku, dan langsung memakan kontolku.&lt;br /&gt;“Ah.. ohh pelan-pelan Bu, sakit nih, ohh.. hisap Bu, hisap!”&lt;br /&gt;“Maaf Wan, ahh Ibu sudah lama gak ngemut barang yang enak ini. Kontolmu gede, panjang lagi, ohh beruntung sekali istri kamu nanti. Ehmm enak Wan.”&lt;br /&gt;Ibu Lis memang hebat memanjakan kontolku. Baru sepuluh menit, sudah kurasakan lahar panas akan keluar. Kutekan kepalanya kedalam ketika pejuku keluar dan langsung masuk ke dalam mulutnya. Ia meminum seluruhnya, lalu membersihkan kontolku dengan lidahnya.&lt;br /&gt;“Ahh enak Wan. Peju kamu nikmat sekali. Nanti kasih Ibu lagi ya?”&lt;br /&gt;Kemudian ia berdiri dan melepaskan seluruh pakaiannya. Wow hebat juga, walaupun usianya hampir setengah abad, terlihat payudaranya yang besar hanya sedikit mengendur, kulit tubuhnya pun masih kencang, bulu-bulu kemaluannya juga terlihat rapi. Sepertinya ia merawat tubuhnya dengan baik.&lt;br /&gt;Aku langsung menarik tangannya, kurebahkan ia, kuciumi senti demi senti tubuhnya. Kulumat vaginanya, kusedot, hisap, kadang kumainkan lidahku di itilnya. Sementara kedua tanganku memijat halus payudaranya. Belum sampai lima menit, ia menekan-nekan kepalaku, ia hendak orgasme, kutekan pangkal pahanya keras-keras. Ahh keluarlah cairan kenikmatannya, ia mengerang keras, kemudian kusedot habis cairan itu dan kubersihkan memeknya dengan lidahku.&lt;br /&gt;Aku kemudian bangkit dan pergi ke kamar mandi. Entah kenapa, diruangan ber-AC itu badanku terasa panas, mugkin karena lelah berkeliling kota tadi. Aku pun mandi, kupikir sekalian memberi waktu bagi Ibu Lis untuk istirahat sebentar. Begitu keluar dari kamar mandi, kulihat tubuh mulus terpampang di depanku. Gairahku bangkit lagi, kudekati ia. Alamak, ternyata ia sudah tertidur, mungkin ia benar-benar lelah, tak tega hatiku untuk membangunkannya. Aku berpikir keras, gairahku makin memuncak. Akhirnya aku teringat Mbak Ella, aku menelponnya dan kuceritakan kejadiannya.&lt;br /&gt;Ternyata ia sedang berada di sebuah apartemen di Jl.Gotot Subroto. Aku segera berpakaian dan meluncur kesana. Setengah jam kemudian aku sudah sampai disana. Aku benar-benar sudah tak tahan, ingin segera kulumat habis setiap jengkal tubuh mulus Mbak Ella.&lt;br /&gt;Kuketuk perlahan kamar nomor 634. Terdengar langkah orang mendekat. Pintu pun dibuka, di depanku berdiri seorang wanita bertubuh gemuk berumur kira-kira 40 tahun. Ia hanya mengenakan daster tipis, dibalik dasternya itu terlihat kedua payudaranya, sangat besar tapi sudah kendur.&lt;br /&gt;Aku dipersilahkan masuk. Ketika berjalan kedua belah pantatnya juga terlihat jelas, besar sekali.Sampai di dalam kulihat seorang wanita lagi kira-kira berumur sama sedang tidur telanjang di kasur.Ya ampun, ia tengah memainkan memeknya dengan tangan kanannya. Kedua jarinya disodok-sodok ke dalam lubang memeknya. Sementara tangan kirinya memeras kencang payudaranya sendiri.&lt;br /&gt;Aku begitu terkesima melihatnya. Tiba-tiba saja wanita bertubuh gemuk yang tadi langsung mendorongku dan menjatuhkanku ke atas kasur. Ternyata ia sudah telanjang bulat. Sedikit ngeri dan takut, tapi juga lucu melihat tubuh gemuk telanjang di depanku. Lucu sekali, kedua pahanya begitu lebar, sampai-sampai memeknya tidak terlihat.&lt;br /&gt;Wanita gemuk itu menindihku. Kemudian membuka paksa baju dan celanaku. Setelah telanjang, dengan rakus ia menciumi seluruh tubuhku. Ia memijat halus kontolku. Ah nikmat sekali pijatannya. Dengan cepat kontolku menegang keras. Ia pun langsung menelan habis, terkadang mengulum, menyedot, dan mengocok-ngocok kontolku.&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian ia bangkit dan mengangkangiku. Perlahan-lahan kontolku dibimbing masuk ke memeknya. Setelah masuk, ia diam saja, hanya matanya terpejam menikmati sesuatu barang yang besar memenuhi lubang kenikmatannya. Kemudian ia mulai memainkan pantatnya, turun naik perlahan, terkadang pinggulnya digoyang-goyang.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja wanita kurus disampingku bangkit, dan langsung mengangkangiku diatas. Memeknya tepat berada di depan mukaku. Ia menunjuk kearah memeknya. Tanpa dikomando, aku langsung melumat memek yang ternyata sudah basah itu. Kusedot habis, sementara kedua tanganku meremas-remas payudaranya.&lt;br /&gt;Badanku terasa remuk ditindih oleh dua orang wanita. Beberapa menit kemudian wanita gemuk itu mengerang hebat, kedua tangannya mencengkram keras badanku. Ia mendapatkan orgasmenya yang pertama. Bersamaan dengan itu laharku juga meletus di rongga rahimnya. Ah nikmat sekali. Ini yang kutunggu-tunggu karena tadi sempat tertunda.&lt;br /&gt;Mulutku masih memainkan memek wanita kurus diatasku. Semenit kemudian ia juga mengerang keras sambil menjambak rambutku. Keluarlah cairan kenitmatannya, dan langsung kusedot habis, kubersihkan memeknya dengan lidahku. Kemudian ia berbaring disebelah kiriku, sementara wanita gemuk itu berbaring di sebelah kananku.&lt;br /&gt;Kemudian aku bangkit dan berjalan menuju dapur. Haus sekali rasanya setelah bertempur tadi. Yah baru pertama kali aku melawan dua wanita sekaligus. Aku duduk di kursi dapur, meminum segelas jus jeruk dingin. Lama aku terdiam membayangkan kejadian tadi. Sampai tiba-tiba gairahku bangkit lagi. Aku segera bergegas kembali ke ranjang. Ternyata kedua wanita itu sudah tertidur pulas. Aku bingung harus memilih yang mana.&lt;br /&gt;Akhirnya kuhampiri wanita yang bertubuh kurus karena belum kurasakan kehangatan memeknya dan ia pun belum mencoba kehebatan kontolku. Kusibakkan kedua pahanya. Terlihat memeknya sudah kering, kubasahi dengan air liurku. Perlahan tapi pasti, kuhujamkan batang kejantananku. Ia terbangun dan merintih, kemudian hanya tersenyum kecil dan memejamkan matanya lagi. Kubiarkan sebentar kontolku di dalam. Aku ingin merasakan kehangatan memeknya. Perlahan-lahan kumaju-mundurkan pantatku, sambil sesekali menggoyangkan pinggulku.&lt;br /&gt;“Ahh.. ohh. Terus Mas, enak Mas, ohh.. ohh. nikmat sekali. Ayo Mas, sekalian cobain susuku donk!”&lt;br /&gt;Sesuai perintahnya, segera kusedot payudara kirinya, sementara tanganku memelintir puting payudara kanannya. Ia mengerang kecil ketika kugigit putingnya. Pinggulku tetap menggenjotnya. Semakin lama semakin kupercepat ketika aku tahu ia akan orgasme. Bibir memeknya terasa menjepit keras kontolku ketika ia orgasme. Kuperlambat genjotanku, kemudian kucabut kontolku. Ia berbaring lemas.&lt;br /&gt;Kulirik wanita gemuk disampingku. Ternyata ia telah terbangun dan sedang memainkan memeknya dengan tangannya. Rupanya dari tadi ia melihat permainanku dengan wanita yang kurus. Ia menatapku dan menunjuk-nunjuk memeknya.&lt;br /&gt;“Ayo Mas, masukin dong, aku sudah gak tahan nich. Memekku sudah gatel lagi kepengin ngerasain kontol Mas yang gede.”&lt;br /&gt;“Sabar sayang, enak yah kontolku ini, kepingin lagi yah?”&lt;br /&gt;“Ayo dong Mas, jangan bercanda ah.”&lt;br /&gt;Kontolku masih meneras dan tegang. Segera kuhujamkan ke liang kenikmatan wanita gemuk itu. Ternyata ia memang lebih pintar dari wanita yang kurus. Sambil kugenjot, ia memainkan sendiri pinggulnya memutar berlawanan dengan pinggulku.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia mengangkat kedua kakinya dan disenderkan di pundakku. Aku pun duduk mengangkang, namun kontolku tetap menancap di lubang memeknya. Ah pintar sekali ia memilih gaya. Secara perlahan aku mulai menggenjot lagi.&lt;br /&gt;Wanita yang kurus tiba-tiba bangkit dan langsung melumat payudara wanita yang gemuk. Pandai juga ia memainkan payudara itu satu persatu. Aku senang karena ada yang membantuku agar wanita gemuk ini cepat mencapai klimaks. Yah saat itu memang kurasakan laharku akan keluar, sementara wanita gemuk ini masih asyik menggoyang-goyang pinggulnya.&lt;br /&gt;Kemudian kepalaku dicengkram keras oleh kedua kaki wanita yang gemuk. Ah rupanya ia akan orgasme. Kedua tangannya menjambak keras rambut wanita yang kurus.&lt;br /&gt;“Ayo Mas, goyang yang kencang, ayo cepat, ohh.. ohh.. aahh”&lt;br /&gt;“SAya juga sayang, dikeluarin di dalam aja yah, biar lebih enak.”&lt;br /&gt;“Tersserraahh kammuu.. ahh.”&lt;br /&gt;Ia mengerang hebat. Sampai-sampai wanita yang kurus berteriak juga menahan sakit sambil memegang rambutnya yang dijambak. Kepalaku juga sakit oleh jepitan kedua kakinya.&lt;br /&gt;Aku segera mencabut kontolku. Laharku belum keluar. Segera kutarik kepala wanita yang bertubuh kurus. Kupaksa ia untuk mengoralku. Ternyata pintar juga ia memakan kontolku. Semenit kemudian meletuslah laharku di dalam mulutnya. Ia langsung meminum habis sampai bersih. Aku langsung terlentang lemas sampai akhirnya tertidur.&lt;br /&gt;Aku baru terbangun kira-kira jam 8 pagi. Benar-benar lemas badanku ini, serasa mau copot tulang-tulangku. Aku segera berpakaian dan menuju dapur karena kudengar suara kedua wanita itu sedang bercakap-cakap.&lt;br /&gt;“Selamat pagi sayang, cape yah. Ini Tante sudah buatkan susu dan nasi goreng untuk kamu.”, Wanita yang gemuk ini menggandeng tanganku untuk duduk.&lt;br /&gt;“Perkenalkan nama saya Erna, panggil saja Tante Erna. Nah, yang ini Tante Dian. Kami berdua adalah teman bisnisnya Ella.”&lt;br /&gt;Ya ampun, aku baru teringat kalau tujuanku kesini unuk bertemu dengan Mbak Ella. Karena nafsuku yang tertahan semalam aku jadi lupa.&lt;br /&gt;Kami pun sarapan bersama. Tante Erna menceritakan kalau mereka suka berjudi, siapa yang menang harus menghadiahkan seorang gigolo sebagai pembayaran pajak kepada yang kalah. Mungkin maksudnya agar yang kalah tidak terlalu emosi karena kekalahannya. Dan semalam Mbak Ella telah menang besar, dan menjadikanku sebagai pajaknya. Selain mereka bertiga sebenarnya masih ada dua orang lagi, namun tidak bisa datang. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika kedua orang itu datang, berarti aku harus bertempur habis-habisan dengan empat orang. Wah mana tahan.&lt;br /&gt;Tepat pukul 10 aku pamit pulang. Mereka mengucapkan banyak terima kasih. Mereka benar-benar puas dengan pelayananku semalam. Mereka memberiku uang dalam sebuah amplop. Aku menolaknya, karena dipaksa aku menerimanya juga.&lt;br /&gt;Ingin rasanya cepat tiba di rumah, badanku benar-benar remuk, aku ingin segera dipijat oleh Bik Inah pembantuku. Di perjalanan kubuka amplop itu. Wow isinya satu juta rupiah. Kupikir tak sia-sia perjuanganku semalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;Cerita tante girang&lt;/a&gt; bersambung ini dan Selesai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-1848345883777542948?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/1848345883777542948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/1848345883777542948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2011/03/lelaki-pemuas-tante-girang-bag-ii.html' title='Lelaki Pemuas tante Girang Bag II'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ieZhjrI78bM/TV0FZ8qQJZI/AAAAAAAAA_0/ErWVQycKyWA/s72-c/aa6.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-14951056773414321</id><published>2011-03-11T18:05:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T18:16:10.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gigolo ganteng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita gigolo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info gigolo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gigolo bersih'/><title type='text'>Lelaki Pemuas tante Girang Bag I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.meremmelek.net/images/szbs765n3ddeoq1c1t5b.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 241px; height: 189px;" src="http://images.meremmelek.net/images/szbs765n3ddeoq1c1t5b.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;Tante girang&lt;/a&gt; disatu sisi membawa keuntungan bagi sebagian orang, banyak pria yang biasa disebut brondong bergantung hidup pada komunitas tante girang, Ada banyak faktor yang membuat brondong ataupun pria dewasa terjun sebagai penikmat tante girang, diantaranya karena materi, itu juga sebabnya banyak yang mencari tante girang kaya, dan anehnya tante girang banyakan sih kaya kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Ridwan, umurku 25 tahun, wajahku biasa-biasa saja, postur tubuhku juga standar, tinggi 168 cm dan berat 55 kg. Tapi entah kenapa sejak sekolah dulu banyak sekali wanita yang mengejar-ngejarku. Mungkin karena otakku yang cerdas dan kepandaianku bergaul atau karena aku memang memiliki daya tarik sendiri. Aku tinggal di suatu daerah strategis di jakarta selatan. Aku seorang wiraswastawan. Aku membuka sebuah toko handphone (HP) di wilayah perkantoran di Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Kisahku berawal kurang lebih 2 tahun yg lalu. Dengan kepandaianku berdagang, saat itu aku telah memiliki banyak pelanggan di tokoku. Kebanyakan dari mereka adalah para karyawan yg bekerja di wilayah perkantoran itu. Salah satunya sebut saja Mbak Ella, usianya 37tahun. Ia adalah seorang manager di suatu perusahaan. Wajahnya cukup menarik, dengan kulit putih bersih. Tubuhnya sangat seksi, padat, dan berisi. Maklum karena dia sering aerobik dan olahraga. Yang menjadi pusat perhatianku adalah payudaranya. Bentuknya tidak terlalu besar, tapi terlihat serasi dengan postur tubuhnya. Aku sering membayangkan jika suatu saat bisa meremas bahkan meminum susunya.&lt;br /&gt;Setiap jam makan siang Mbak Ella selalu mampir ke tokoku. Terkadang membeli voucher, cashing HP, atau sekedar ngobrol denganku. Mungkin karena wawasanku yg luas, aku bisa mengimbangi pembicaraannya. Karena itulah ia senang menghabiskan jam istirahatnya di tokoku. Aku akui, aku sering grogi bila dekat dengannya. Gayanya sedikit centil dan genit. Tapi yg membuatku salah tingkah adalah postur tubuhnya. Kadang aku tak tahan untuk melahap tubuh yg seksi itu. Apalagi bentuk bibirnya ketika berbicara, uhh aku ingin segera mengulumnya. Mbak Ella adalah fantasi seksku ketika beronani.&lt;br /&gt;Aku masih ingat betul, hari itu adalah hari minggu, kurang lebih jam 5 sore. Aku sedang istirahat di rumah ketika HPku berdering.&lt;br /&gt;“Hallo Ridwan, selamat sore. Maaf mengganggu, kamu lagi sibuk gak?” ternyata Mbak Ella yang menelponku.&lt;br /&gt;“Enggak kok Mbak. Saya sedang istirahat. Kalo boleh tahu, ada apa nih sore-sore telepon, mau ngajak makan apa nonton. He.. he..?” candaku.&lt;br /&gt;“Ah kamu, kalo masalah itu sih gampang. Tapi ada yg lebih penting nih?”&lt;br /&gt;“Ada apa Mbak?” aku jadi penasaran.&lt;br /&gt;“Begini, tadi tiba-tiba saja HPku rusak, tidak ada suaranya. Kamu bisa gak ke rumahku sekarang? Masalahnya besok pagi-pagi aku harus berangkat ke luar kota, kalo gak ada HP, wah bisa kacau dong. Kamu bisa kan?”&lt;br /&gt;“Ok deh, demi Mbak saya selalu siap. Tapi dimana alamat rumah Mbak?”&lt;br /&gt;Setelah mendapat alamat yg diberikan aku segera berangkat kesana.&lt;br /&gt;Jam tujuh tepat, aku telah sampai di depan sebuah rumah mewah di suatu kawasan elit di jakarta selatan. Hujan turun rintik-rintik. Setelah diperbolehkan masuk oleh satpam, aku segera memasuki rumah itu. Mbak Ella menyambutku dengan senang hati. Aku benar-benar terpesona melihat bentuk tubuhnya. Saat itu ia mengenakan pakaian senam yg sangat seksi, buah dadanya terlihat begitu menonjol, seperti mau keluar dari tempatnya, dan bongkahan pantatnya benar-benar menggiurkan.&lt;br /&gt;“Hallo keren, silahkan masuk. Kamu santai aja dulu disini, Mbak mau mandi dulu, panas bangat nih!”&lt;br /&gt;Ketika ia berjalan, mataku tak terpejam melihat bentuk tubuhnya dari belakang. Indah sekali. Sampai kemudian pembantunya datang membawa segelas jus jeruk. Aku langsung meminumnya. Ah segar sekali.&lt;br /&gt;Lima belas menit kemudian Mbak Ella keluar lagi dari kamarnya. Wow, benar-benar pemandangan yg luar biasa. Kali ini Mbak Ella hanya mengenakan daster yg sangat tipis. Dengan daster itu sampai-sampai aku bisa mengetahui kalau ia tidak memakai BH lagi dan mengenakan CD warna pink. Kemudian ia duduk di depanku dan menyerahkan HPnya.Aku langsung membukanya.&lt;br /&gt;Saat aku menservis HPnya, sering kali badannya membungkuk melihat apa yg sedang kukerjakan. Ketika aku menoleh, ya ampun kedua bukit kembarnya terlihat begitu jelas, begitu menantang. Sepertinya ia sengaja memperlihatkan bukit kembarnya itu. Kemudian ia duduk disebelahku untuk melihat lebih jelas apa yg sedang kukerjakan. Ia masih juga suka membungkuk. Sampai suatu saat lenganku refleks menyenggol buah dadanya.&lt;br /&gt;“Aduh, maaf Mbak, gak sengaja.”&lt;br /&gt;“Oh, gak apa-apa kok. Aku yg sorry nih udah ngeganggu”. Ia pun sedikit menjauh.&lt;br /&gt;Jam 21.00, HP Mbak Ella telah selesai kuservis. Setelah basa-basi aku pamit pulang tapi ia melarangku karena hujan diluar deras sekali. Mbak Ella kemudian mengajakku makan malam. Kebetulan sekali, perutku memang sudah lapar. Sambil makan kami mengobrol kesana kemari, sampai Mbak ella menceritakan kehidupan pribadinya. Ternyata ia adalah seorang istri nahkoda kapal. Tapi entah kenapa sudah 5 tahun lebih suaminya tak memberi kabar apapun. Selesai makan kami kembali ke ruang tamu.&lt;br /&gt;“Wan, Mbak merasa kesepian. Maukah kamu menolong Mbak?” Bagai disambar petir aku kaget sekali dengan kata-katanya itu, walaupun aku sudah faham maksudnya.&lt;br /&gt;“Menolong gimana maksud Mbak?”&lt;br /&gt;“Ya mengobati rasa sepi Mbak, kamu mau kan Wan, please?”&lt;br /&gt;“Iya, tapi bagaimana ya Mbak, saya belum pernah melakukannya, saya gak bisa”&lt;br /&gt;“Gak usah khawatir, nanti akan Mbak ajarkan.”&lt;br /&gt;Sambil berkata begitu ia langsung menghampiriku dan mulai mencium bibirku. Sebagai lelaki normal, akupun langsung membalas ciumannya. Bibir kami saling berpagut, lidah kami saling menggigit, saling sedot. Cukup lama kami menikmatinya.&lt;br /&gt;“Ayo puaskan Mbak sayang.. ah.. ah.” suaranya hanya mendesis ketika ciumanku berpindah ke pipi, kening, turun ke leher dan telinganya.&lt;br /&gt;Akupun gak mau ketinggalan. Tangan kiriku mulai menjalar di pahanya. Kusingkapkan dasternya, benar-benar mulus sekali pahanya. Kuremas-remas sampai ke pangkal pahanya. Ketika sampai ke CD-nya, kumasukkan kedua jariku, dan ku garuk-garuk memeknya.&lt;br /&gt;“Ah sayang. Kamu nakal ya”&lt;br /&gt;Aku tidak menghiraukannya. Sementara itu tangan kananku memeras halus buah dadanya dari luar. Tangannya pun tak mau ketinggalan memegang bahkan mencengkram keras kontolku dari luar. Terasa sakit tapi aku menikmatinya.&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba ia melepaskan pelukannya dan memegang tanganku.&lt;br /&gt;“Jangan disini, gak enak kalo terlihat pembantuku, di kamarku aja.”&lt;br /&gt;Setelah menutup pintu kamar, ia langsung menarikku dan menjatuhkanku di ranjangnya. Dengan ganasnya ia menciumiku, seperti seekor macan yg sedang melahap mangsanya. Terus ke bawah dan ke bawah. Setiap jengkal tubuhku tak luput dari ciumannya. Kemudian ia membuka resleting celanaku dan langsung mencengkram rudalku.&lt;br /&gt;“Wan, punya kamu boleh juga. Apa ada wanita lain yg pernah memegang kontol kamu ini Wan?”&lt;br /&gt;“Belum Mbak, kecuali ibuku waktu kecil dulu. Apa Mbak mau..”&lt;br /&gt;Belum selesai kata-kataku, ia telah mengulum, menghisap, kadang meremas kontolku. Pintar sekali ia memainkan adik kecilku. Beberapa menit kemudian, aku sudah merasakan seperti ada lahar panas yg mau keluar.&lt;br /&gt;“Mbak, aku mau keluar.. ohh.. ohh.. ahh.. nikmat sekali Mbak”.&lt;br /&gt;Aku pegang kepalanya dan aku tahan agar ia tidak melepaskan kulumannya. Crot.. crot.. crot keluarlah air pejuku di dalam mulutnya.&lt;br /&gt;“Terus sayang, terus.. ah.. Peju kamu enak sekali, keluarin terus, ah peju kamu asin tapi uenak tenan”&lt;br /&gt;Dengan rakusnya ia meminum habis pejuku. Kemudian kami istirahat sejenak.&lt;br /&gt;“Mbak, sekarang giliran saya yg akan puaskan Mbak” Kemudian akupun langsung menerkam tubuhnya.&lt;br /&gt;“Sabar sayang, buka bajunya dulu donk.”&lt;br /&gt;Kamipun membuka pakaian kami masing-masing. Setelah telanjang bulat, langsung kubaringkan ia. Kuciumi senti demi senti tubuh mulusnya. Dari atas ke bawah sampai kepada memeknya. Kurenggangkan kedua pahanya.&lt;br /&gt;“Ayo sayang.. puaskan.. Mbak.. ya.. ohh.. oohh.” Kata-katanya terus meracau, apalagi ketika aku melahap habis memeknya dengan mulutku, kadang kusedot, kuhisap, dan kugigit dengan lembut itilnya.&lt;br /&gt;“Ah.. ennak ssayang.. kamu ppinnttarr.. ohh.. oohh”&lt;br /&gt;Aku sudah tidak mempedulikan kata-katanya. Aku makin asyik dengan mainan baruku. Kumasukkan kedua jariku kedalam lubang memeknya. Kukocok perlahan lahan. Tubuhnya meronta-ronta seperti orang kesetanan, kedua teteknya bergoyang kencang. Aku pun meraih teteknya itu. Dengan tangan kiriku, aku pelintir puting susunya yg sebelah kiri dan mulutku kini menggigit halus puting kanannya. Sementara kedua jari tangan kananku tetap mengocok lubang memeknya. Semakin cepat kocokanku, semakin cepat pula ia meronta. Kedua kakinya ia jepitkan diatas tubuhku. Sampai akhirnya ia menggelinjang hebat, kedua tangannya mencengkram keras kepalaku. Akhirnya ia mencapai orgasmenya. Ia terkulai lemas. Ditekan-tekannya kepalaku. Aku mengerti maksudnya.&lt;br /&gt;Sekarang giliranku meminum cairan kenikmatannya. Kutelan habis semuanya dan dengan lidahku, kubersihkan daerah memeknya. Kemudian aku naik keatas dan mulai mencium bibir, leher dan telinganya. Akupun turun menghisap kedua susunya. Terkadang kugigit putingnya bergantian. Ia hanya mengeluh merasakan nikmatnya. Beberapa menit kemudian ia sudah terangsang lagi.&lt;br /&gt;“Ayo sayang. Aku sudah tak tahan lagi. Masukin sayang, Masukin yah please..”&lt;br /&gt;“Iya Mbak, aku juga sudah tidak sabar ingin merasakan memek Mbak yg nikmat ini”&lt;br /&gt;Ia mengangkangkan kedua pahanya, dan membimbing burungku memasuki sarangnya. Perlahan lahan kontolku masuk, sampai..bless. Aku berhenti sejenak ketika seluruh kontolku masuk ke memeknya.Oh hangatnya.&lt;br /&gt;“Ayo sayang, goyang sayang ohh.. ohh” Kedua tangannya memegang pantatku dan membantu gerakan pinggulku.&lt;br /&gt;Cukup lama aku mengocoknya, akhirnya kupercepat kocokanku ketika kurasakan lahar panas akan keluar lagi dari kontolku.&lt;br /&gt;“Mbak, oh..aku mau keluar. Di keluarin dimana nih ohh.. oohh”&lt;br /&gt;“Mbak juga mau keluar, ohh.. oohh sama-sama ya sayang.. ohh.. di dalam aja gak apa-apa. Ohh barengan yah.” Akhirnya bersama-sama kami mencapai orgasme.&lt;br /&gt;Tubuhku kurebahkan disampingnya. Ia memelukku dan menciumku.&lt;br /&gt;“Terima kasih ya sayang. Kamu benar-benar hebat.”&lt;br /&gt;“Mbak juga hebat. Terima kasih Mbak telah mengajarkan saya. Mbak, kalo boleh saya tau, kenapa Mbak memilih saya? Bukankah banyak gigolo diluar sana yg lebih hebat dari saya?”&lt;br /&gt;“Ha.. ha.. Mbak pilih kamu karena Mbak suka kamu. Kamu mempunyai daya tarik sendiri yg aneh Wan. Mbak juga yakin kamu pasti bersih”&lt;br /&gt;Ia tersenyum kemudian menciumku dan merebahkan kepalanya di dadaku. Malam itu kami masih melakukannya lagi beberapa kali sampai pagi. Bahkan ketika paginya kami mandi bersama-sama. Mbak Ella benar-benar kagum dengan keperkasaan dan permainan ranjangku. Padahal, itu adalah pengalaman pertamaku. Mungkin karena aku sering nonton film BF, karena yg aku lakukan hanya meniru apa yg aku tonton. Tapi kuakui, aku juga banyak belajar dari Mbak Ella. Dialah yg telah merenggut keperjakaanku.&lt;br /&gt;Kemudian kami sarapan bersama. Sekali lagi ia mengucapkan banyak terima kasih padaku. Akupun pamit pulang.&lt;br /&gt;Jam 12 siang HPku berdering, ada SMS masuk. Oh ternyata Mbak Ella.&lt;br /&gt;“Hai sayang, Mbak pergi dulu yah, gak lama kok. Jaga diri baik-baik yah. Sampai ketemu lagi. Daag”&lt;br /&gt;Bagiku seminggu adalah waktu yg lama. Aku benar-benar merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini cukup panjang, maka dari itu akan ada cerita &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2011/03/lelaki-pemuas-tante-girang-bag-i.html"&gt;pemuas tante girang&lt;/a&gt; bagian kedua. Sampai jumpa pada cerita bagian keduanya. Bersambung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-14951056773414321?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/14951056773414321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/14951056773414321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2011/03/lelaki-pemuas-tante-girang-bag-i.html' title='Lelaki Pemuas tante Girang Bag I'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-5628264007847331363</id><published>2011-02-12T18:13:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T18:17:29.788-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks stw'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante binal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu binal'/><title type='text'>Ibu Vivin tante Girang</title><content type='html'>Selalu saja &lt;a href="http://cerita-tante-girang.blogspot.com/"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt; tercipta jika keharmonisan rumah tangga tidak dijaga, seghingga muncul tante gira tante girang baru yang penarasan dengan kepuasan terhadap pria lain. Cerita ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja. Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, “Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat”, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DFjIkoLEX-M/TP47LdVR6YI/AAAAAAAAFMs/A4ka-GGwsY8/s1600/tante_girang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 600px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DFjIkoLEX-M/TP47LdVR6YI/AAAAAAAAFMs/A4ka-GGwsY8/s1600/tante_girang.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Vivin namanya. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Vivin bertanya, “Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..”&lt;br /&gt;“Itu apanya Bu?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam kesehari-harianku, ibu Vivin tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,&lt;br /&gt;“Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku”, kataku.&lt;br /&gt;“Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri”, kata Ibu Vivin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dekatnya aku sama Ibu Vivin sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah. Siang itu tepat jam 11:00 siang saat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku pergi ke arah dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh Ibu Vivin, nggak ngajar Bu?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Kamu kok nggak kuliah?” tanya dia.&lt;br /&gt;“Habis sakit Bu”, kataku.&lt;br /&gt;“Sakit apa sakit?” goda Ibu Vivin.&lt;br /&gt;“Ah.. Ibu Vivin bisa aja”, kataku.&lt;br /&gt;“Sudah makan belum?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Belum Bu”, kataku.&lt;br /&gt;“Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya”, katanya.&lt;br /&gt;Dengan cekatan Ibu Vivin memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Vivin nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu”, katanya.&lt;br /&gt;“Oh kalau gitu Ibu Vivin masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis”, kataku.&lt;br /&gt;“So pasti dong”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kawin”, dengan enaknya aku nyeletuk.&lt;br /&gt;“Aku bersedia kok”, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya. Ibu Vivin agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Vivin kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.&lt;br /&gt;“Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Vivin”, kataku.&lt;br /&gt;“Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu”, katanya.&lt;br /&gt;Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Vivin terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan, “Aku sayang kamu, Ibu Vivin”, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup.. dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, “Aah.. cup.. cup.. cup..” dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.&lt;br /&gt;“Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Vivin aja ya!&lt;br /&gt;Kubisikkan Ibu Vivin, “Vivin kita ke kamarku aja yuk!”.&lt;br /&gt;Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak.. indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya. “Ah.. ssh.. terus Ian”, Ibu Vivin tidak sabar lagi, BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian, “Aah.. ssh..” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia tepat menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, “Aah.. aku juga sudah mulai terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu.. cantiknya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, “Aah.. uh.. ssh.. Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi”, sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Vivin juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku. “Oh.. besar amat”, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku, “Uuh.. uh.. shh..” dengan cermat aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut. Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya, “Aah.. uh.. ssh.. terus Ian”, Vivin mengerang. “Aku juga enak Vivin”, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut, “Assh.. oh.. ah.. Vivin terus sayang”, dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, “Aahk.. uh.. ssh..” sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku, “Aakh.. sshh.. pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan”, katanya. “Haa..” aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci. Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Blesst, “Aahk..” teriak Vivin, kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Vivin.. “Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. aku mau keluar Ian”, katanya. “Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh..” kataku. Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan.. “Crot.. crot.. cret..” banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya. “Aakh..” aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya. Dengan lembut dia cium bibirku, “Kamu menyesal Ian?” tanyanya. “Ah nggak, kitakan sama-sama mau.” Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Vivien menjadi pacar gelapku. demikian posting &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;komunitas tante girang&lt;/a&gt; kali ini, semoga bermanfaat bagi anda semua. sampai jumpa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-5628264007847331363?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/5628264007847331363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/5628264007847331363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2011/02/ibu-vivin-tante-girang.html' title='Ibu Vivin tante Girang'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DFjIkoLEX-M/TP47LdVR6YI/AAAAAAAAFMs/A4ka-GGwsY8/s72-c/tante_girang.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-535663241608878021</id><published>2011-02-12T17:50:00.001-08:00</published><updated>2011-02-12T18:00:10.946-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersetubuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks mbak mbak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbak cantik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbak binal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek'/><title type='text'>Aku dan Mbak Tiyah</title><content type='html'>Setelah sekian lama &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;komunitas tante girang&lt;/a&gt; tidak posting atau update karena beberapa hal, akhirnya kini posting dengan sebuah cerita dewasa yang dikirim seseorang bernama joko tentang pengalaman nya seks dengan kakak temannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a323.yahoofs.com/coreid/49be75dai1977zul3sp1/2xolAH8wd6Ilut5_C26R0nTM/1/tn96.jpg?ciA4njNBLH8X2c_q"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 96px; height: 96px;" src="http://a323.yahoofs.com/coreid/49be75dai1977zul3sp1/2xolAH8wd6Ilut5_C26R0nTM/1/tn96.jpg?ciA4njNBLH8X2c_q" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku pikir bersetubuh dengan wanita adalah hal yang biasa-biasa saja, atau kenikmatannya sama saja dengan waktu kita beronani dikamar mandi saat kita lagi butuh kepuasan, itu pendapatku waktu itu. Kebiasaanku beronani atau kata orang ” nyoli ” dimulai waktu usiaku masih 17 tahun ketika aku duduk dikelas tiga S M P. Telah menjadi kebiasaanku sepulang sekolah aku harus pergi kesawah untuk mencari sekarung rumput makanan dua ekor kambingku saat masih dikampung, kini aku tinggal di Jakarta bersama budeku. Memang kedua orang tuaku adalah peternak yang kurang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terbentur utang yang tak kunjung lunas akhirnya hewan perliharaanya tersisa dua ekor lagi. Teman setiaku adalah wawan, rumahnya persis didepan rumahku hanya dibatasi sebuah jalan kecil yang menghubungkan kesebuah danau diantara rumah kami berdua. Waktu itu hari menjelang sore, aku bergegas berganti pakaian sehabis makan sore sepulang sekolah lalu ku ambil sabit yang terselip didinding dapur rumahku yang terbuat dari anyaman bambu, serta tak lupa kutarik karung yang tergeletak dibawah meja makan, kemudian kutaruh keduanya diatas sadel belakang sepeda kesayanganku sambil makan pisang aku bergegas kerumah wawan untuk meminjam asahan menajamkan sabitku supaya mudah menebas rumput, setelah sampai didepan pintu aku masuki rumahnya lalu kupanggil dia ” wan..” iya..jawab wawan dari kamar. ” pinjam asahnya dong wan “, sembari trus berjalan ” dibelakang ko, di kamar mandi, ambil aja, saya lagi ganti pakaian” jawab wawan dari kamar. ” cepatan wan..udah sore nih..” Pintaku ke wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu kedapur karena memang kamar mandinya ada diluar, dibelakang rumah. Kamar mandi dikampungku umumnya hanya terbuat dari terpal yang dililitkan diempat tiang yang terpancang ditanah, itupun hanya sepatas pinggul, pendek. Pabila kita mau mandi ya harus duduk supaya nggak kelihatan. Pintu kamar mandinya pun hanya di tutupi dengan handuk, sebagai simbol menandakan kalo didalam kamar mandi ada yang sedang mandi. Kubuka pintu dapur yang menuju keluar - kekamar mandi, memang kamar mandinya di keliling pohon pisang dan rambutan jadi kurang begitu jelas kalo terlihat dari pintu dapur rumah wawan. Setelah beberapa langkah mendekati kamar mandi byur..suara orang sedang mandi betapa kagetnya ketika kulihat kearah kamar mandi, aku pikir tak ada orang dikamar mandi karena tak ada handuk yang terjuntai dipintunya. Sungguh pemandangan yang spektakuler waktu itu, betapa tidak Mbak tiyah kakaknya wawan yang masih kelas 3 SMU Negeri 1 di kampungku itu sedang asik mandi tanpa sehelang benangpun yang menutupi indah tubuhnya. Dibawah kuncuran air yang tertampung dalam kotak segi empat terbuat dari semen yang digantung diatas kamar mandi ia asik membersihkan pantat dan pinggangnya yang ramping, karena ia membelakangiku ia tak tahu kehadiranku aku tertengun kuperhatikan dari ujung kakinya lalu naik kepahanya mulus, putih gempal ditumbuhi bulu lembut diatas lututnya, aku tak tahan pandanganku trus naik kearah pantat luar biasa padat dan berisi ujung pantatnya yang menyembul bergoyang ? goyang ketika Mbak tiyah mengoyangkan kepalanya yang sedang ia keramasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membalikkan badannya, semetara aku telah bersembunyi dilebatnya pohon pisang kulihat payudaranya membusung keatas indah dan sekal berjuntai kesana kemari seperti balon yang terisi air, diujung payudara sebelah bawah ada daging kecil warna coklat muda yang agak menonjol dan astaga..!! pandanganku turun kebawah perutnya, ramping sekali dan pusarnya indah serta bersih ..apa itu.. disela-sela kedua panggkal pahanya ada tonjolan daging yang belah ditengahnya ditumbuhi bulu ? bulu halus hampir sampai lubang pusarnya. Aku tetap diam dibalik pohon pisang sembari mataku tak lepas dari pandangan kearah kamar mandi. Aku nikmati pemandangan itu sampai Mbak tiyah selesai mandi, baru aku mengambil asahan kemudian mengajak wawan pergi kesawah untuk mencari rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya pikiranku nggak bisa tenang, selalu terbayang dengan busungan kedua payudara dan bulu-bulu halus diselangkangan Mbak tiyah, sambil terbaring dikamar yang telah kukunci kucoba untuk memejamkan mata tetap saja terbayang, akhirnya pikiranku tak bisa tenang perlahan kumasukan jari-jari tangan kananku dibalik sarung, trus kebawah diantara kedua panggkal pahaku lalu tanganku kususupkan kebalik celana dalam merk Sony yang sedang kukenakan, kupegangi bulu-bulu dipangkal kemaluanku, walau baru tumbuh sedikit namun terasa kasar kutarik-kutarik perlahan-lahan bulu yang tumbuh disekitar pangkal penis, penisku menegang beberapa urat terasa menyembul dipinggir batang kemaluanku, kutarik tanganku kemudian kuludahi permukaan tanganku lalu kumasukan kembali kebalik sarung sementara celana dalamku telah kulepas tapi masih tersangkut dimata kakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku urut pelan-pelan sembari kuremas-remas penisku, makin lama terasa nikmat sekali. Namun baru beberapa urutan genggaman tanganku pada penis terasa mulai seret dan panas karena ludahku mengering. Disamping ranjangku diatas meja belajar ada sebotol handbody lotion yang selalu kupakai sehabis mandi, ku ambil dan kutuangkan dipermukaan tanganku, ku oleskan diseluruh batang kemaluanku setelah itu ku genggam seraya kemudian posisi tubuh kuberbalik dan sekarang aku tengkurap sembari menggenggam batang kemaluanyang makin membesar kupejamkan kedua mataku seolah ? olah aku sedang menindih Mbak tiyah, kutekan perlahan-lahan pantatku sangat teratur naik turun, tanganku kubiarkan saja menempel dikasur sembari tetap menggenggam batang penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napasku mulai tersengal gerakanku semakin cepat ku kuremas ? remas batang kemaluanku kubayangkan kalau kemaluanku terjepit diantara selangkangan Mbak tiyah yang berbulu halus itu makin lama kurasakan makin “nikmat oughh.. Mbak tiyah.. enaakk..” desahku ada sesuatu yang terasa makin memuncak makin dekat kelubang penisku dan akhirnya “oughh..croott.. crott.. enakk Mbak tiyahh..”segumpal cairan warna kuning-kecoklatan agak kental keluar mengalir dari ujung penisku, aku terkulai lemas, kubalikkan tubuhku sekarang aku terlentang keringat mengucur disekitar dada dan wajahku, pelan ?pelan ku urut batang kemaluanku ke arah atas ku peras sisa ? sisa buih kenikmatan yang masih tersisa, mungkin aku lelah karena kegiatan itu ku ulangi sampai tiga kali malam itu sampai-sampai handbody lotionku habis..akhirnya ku tertidur pulas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya malam tanggal 17 Agustustus 1995 wawan datang kerumahku, lalu mengajakku main kerumahnya tujuannya untuk menyelesaikan pe-er bahasa inggris dari Bu guruku, memang pelajaran yang paling kusuka disekolah adalah bahasa inggris. Sesampai dirumahnya kulihat diruang tamu Mbak tiyah sedang tidur terlentang sambil menonton TV, ” kok sendiri mbak, Bapak sama Ibu pada kemana?? tanya ku kepadanya sembari kulirik buah dadanya menonjol dibalik t-shirt warna ungu yang sangat ketat melekat ditubuhnya serta memperlihatkan lubang pusarnya. ” lagi ke rumah saudara ko, ada yang nikahan di Jakarta ” ujarnya ” ada pe-er malem ini ko?”, tanya dia” iya mbak, pe-er bahasa inggris, Mbak mau bantuin??, ku pancing dia. ” nggak ah, filmnya bagus entar aja ko, coba aja dulu entar kalo nggak bisa Mbak bantuin deh ” jawab Mbak tiyah, ” iya deh mbak, saya permisi dulu kekamar wawan nggak enak sama wawan udah nungguin” kataku, padahal aku masih ingin mengobrol bersamanya. Dikamar aku sibuk menyelesaikan pe ?er dimeja belajar wawan sementara wawan malahan baca majalah diatas ranjang yang terbuat dari papan tapi diatasnya ada kasur busanya, pe-er kali ini membuat kepalaku benar-benar pusing, akhirnya setelah pukul 11 malam baru pe-er itu dapatku selesaikan, karena asiknya membuka dan menutup kamus sampai-sampai aku lupa pada wawan, kutengok kearah ranjang kulihat ia telah terlelap tidur. Kututup kamus dan kurapikan meja belajar wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuselimuti dia, ahh lebih baik aku kedapur cari makanan pikirku karena rumah wawan sudah seperti rumahku sendiri, ketika ku melintas ruang tamu kulihat Mbak tiyah masih tidur terlentang didepan TV, hanya saja kini ia telah berganti pakain memakai baju tidur longgar bercorak bunga-bunga. ” Mbak belum tidur “, tanyaku ” belum ko, habis filmnya bagus, udah beres pe-ernya?” Mbak tiyah balik bertanya seraya ku duduk disampingnya tetapi aku menghadap ke TV sementara ia masih tidur-tiduran. ” mana wawan? “, tanya Mbak tiyah ” udah tidur dari tadi mbak, mungkin capek?” jawabku. ” ko kata wawan kamu pintar ngurut kepala ya?”, sembari Mbak tiyah menekan kepalanya seolah ? olah sedang pusing, atau memang pusing beneran aku tak tahu waktu itu. ” tolong pijitan kepala Mbak ko ” pintanya ” bisa sih sedikit mbak, kenapa?, kepala Mbak sakit, yang sebelah mana yang sakit Mbak ” sembari mulai kupegang kepalanya tepat diatas jidatnya, kutekan perlahan-perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pandanganku tetap ke arah TV, tapi sumpah enggak tahu pikiranku mulai porno, sementara dibalik celana hawaiku, penisku nggak bisa diajak kompromi makin menegang. Aku tetap memijat disekitar kening Mbak tiyah, kulirik ia ternyata matanya tertutup mungkin menikmati pijitan tanganku. ” enak ko, kamu pintar mijatnya” kata Mbak tiyah. Aku hanya tersenyum. ” udah ko, pijitin pinggang Mbak iya” tanpa menunggu persetujuan dari ku kemudian ia membalikan tubuhnya. ” sebelah sini ko ” Mbak tiyah memegang pinggangnya menjelaskan letak yang harus ku pijat. Ku pegang pigangnya, ku urut dari mulai dari atas kebawah sambil ku tekan perlahan-lahan permukaan pigangnya tapi hanya sebatas pinggulnya tak lebih dari itu, aku takut dibilang kurang ajar. Tapi beberapa kali tanganku tersangkut baju tidurnya. ” susah ya ko, kamu ngurutnya, sebentar ko biar bajunya Mbak angkat keatas ” Mbak tiyah pegang ujung bajunya yang menutupi punggungnya hingga pinggulnya kemudian ia tarik hingga sebatas tali branya, tapi Mbak tiyah masih dalam posisi tengkurap. Ia letakkan tangan yang sebelah kiri diatas punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar terpesona melihat permukaan kulit pinggul Mbak tiyah yang kamarin lusa hanya mampu kupandangi dari jauh kini ada di depan mataku, dapat ku sentuh dan kuraba. ” cepatan ko ” suara Mbak tiyah mengagetkanku. ” iya Mbak ” aku tergagap, kucoba tetap bersikap wajar ku tekan sebisa mungkin pikiran pornoku setelah sekian menit aku dan Mbak tiyah hanya diam sementara aku hanya mengurut dan Mbak tiyah sesekali mengeluh menahan tekanan tanganku, kucoba membuka pembicaraan ” kulit Mbak putih ya ” pujiku tetapi aku tetap mengurut dibagian pinggang Mbak tiyah pelan-pelan. Pijatanku kuarahkan kebagian bawah pertama kuberanikan memijat gundukan daging pantatnya, rasanya padat dan kenyal lalu kupegang dengan kedua tanganku kuremas-remas, aku hampir nggak bisa menguasai diri sepertinya Mbak tiyaHPun menikmati pijatan-pijatanku, desahan nafas Mbak tiyah makin jelas kudengar iramanya seperti orang sehabis lari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Mbak tiyah berbalik kini ia terlentang. Aku kaget setengah mati, mati aku..pikirku aku pasti akan dicaci oleh Mbak tiyah atas ulahku yang kurang ajar. Tapi aneh Mbak tiyah justru tersenyum melihatku. Mbak tiyah bangun dari tidurnya, kulihat matanya sayu, dan bibirnya setengah terbuka dan basah sangat mengoda. ” sini tanganmu ko ” Mbak tiyah meraih kedua tanganku, aku diam saja aku bagai terhipnotis hanya desah napasku makin tak teratur. Diletakkannya kedua tanganku diatas payudaranya, ia bimbing kedua tanganku untuk meremas kedua payudara dibalik bajunya. Aku tak tahan ku angkat ujung bajunya lalu aku berdiri dan kutarik keatas melewati kepalanya hingga akhirnya bajunya terlepas dari tubuhnya, aku duduk lagi dihadapannya kupeluk dia, kupegang tali pengait BH warna ungu dipunggungnya, kutarik secara paksa, “aduhh, pelan-pelan ko sakit” ketika tali BH itu terlepas secara paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini payudara itu menyembul keluar, membusung indah ku pegang perlahan-lahan lalu kuremas-remas, “aughh..geli..enak..ko, auhghh pelan-pelan ko..” Mbak tiyah memegang lenganku semakin kecang pegangannya, mata Mbak tiyah kadang terbuka kadang tertutup. Ku pegang bagian bawah payudaranya kuangkat lalu kuarahkan mulutku kebagian puting payudara Mbak tiyah sebelah kiri, kumasukan kemulutku lalu ku gigit pelan-pelan, ” auhghh..enakk..ko..geli..ko, terus teruss enakk koo “, Mbak tiyah memeluk kepalaku, ia tarik rambutku sementara tangan kanannya membuka kancing celanaku lalu trus kebawah hingga masuk kebalik celana dalamku dan..auhh..ia pegang batang kemaluanku yang dari tadi telah menegang. Ia tarik kebawah celana hawaiku hingga terlepas, akupun tak tinggal diam ku pegang celana tidur Mbak tiyah kutarik hingga terpelorot sampai bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku baringkan Mbak tiyah diatas tilam warna ungu kemudian kepalanya kuangkat lalu kuselipkan bantal dibawah kepalanya. Tubuhku merosot kesebelah bawah sementara kini posisiku diatas Mbak tiyah sedangkan kedua pahanya mengapit pinggangku, tubuhku makin kebawah. Kusentuh bagian vital Mbak tiyah trus kubelai rambut ? rambut halus disekitar lubang kewanitaanya kucium perlahan lalu kugigit bagian daging yang menyembul keluar sebesar biji sirsak berwarna merah, Mbak tiyah merintih..uaghh..kamu pintar koo.. sementara kedua pahanya mengapit kepalaku menahan geli bercampur nikmat, kurasakan kini liang yang ada dipangkal Mbak tiyah itu makin lama makin mengeluarkan cairan yang memenuhi lubang kemaluanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisiku kini berubah perlahan aku duduk didepan selangkangan Mbak tiyah ku pegang kedua pahanya Mbak tiyah kutaruh diatas lututku, kini didepanku terlihat jelas belahan liang kemaluan Mbak tiyah makin membelah hingga didalamnyapun terlihat jelas olehku karena terpaan sinar lampu diruang tengah itu, perlahan-lahan kumasukan jari tengahku kedalam lubang kemaluan Mbak tiyah baru kira ? kira satu cm ku putar ? putar jari tengah ku didalam kemaluan Mbak tiyah tepat diatas daging yang menonjol didalam liang itu.” Aughh..truss..ko..enak sekali..koo”,&lt;br /&gt;Mbak tiyah merintih-rintih semetara kedua tangannya berputar kesana kemari meraih apa yang bisa ia pegang, ku lihat Mbak tiyah bagai cacing kepanasan menggeliat kesana ? kemari. Ia berusaha meraih batang kemaluanku. ” Jokoo masukin punyamu ko” suara Mbak tiyah terdengar parau akibat tekanan birahi yang kian memuncak. Ku genggam batang penisku yang sudah mengencang dari tadi lalu tanganku yang sebelah kiri merenggangkan paha Mbak tiyah, terlihat jelas liang kemaluan Mbak tiyah makin menganga, batang kamaluanku makin dekat dengan lubang selangkangan Mbak tiyah lalu kuarahkan tepat ditengah dan bluuss..” aauu..sakit koo jangan kuat ?kuat nekannya,” teriak Mbak tiyah.&lt;br /&gt;” enaakk mbak, aughh punya Mbak tiyah enakk.. aku tak menghiraukan lagi teriakan Mbak tiyah. Awalnya lubang kemaluan Mbak tiyah terasa serat tapi lama ? kelamaan ada cairan yang mengalir hangat mengalir keluar dari rahim Mbak tiyah, hingga kini batang penisku dapat lancar keluar masuk kedalam lubang kenikmatan itu.&lt;br /&gt;Cepat..koo..tekan yang kuat punya Mbak mau keluar.. rintihan Mbak tiyah makin menjadi-jadi..sementara dekapannya dipunggungku makin kecang auhghh cepatt koo yang kuat nusukk nya..” rintih Mbak tiyah..”. “aughh..mbak punya saya mau keluaarr ..enaakk..enaakk..mbakk,..saya..sayang..mbak..auhg hh..mbak kerluarr..enakk..enakk..mbak..”kugigit payudara Mbak tiyah, lalu ku sedot-sedot puting Mbak tiyah..ada sesuatu yang kian memuncak mendekati..” enaakk koo truss koo Mbak sayang joko juga..” dan akhirnya crott..crott..air maniku tumpah diatas perut Mbak tiyah..aku terkulai lemas ku kecup lembut bibir Mbak tiyah..mbak tiyah hanya diam dan tersenyum..puas walau disela matanya kulihat ada air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik jam dinding ternyata tengah malam telah terlewati, ku kenakan kembali celanaku, sementara Mbak tiyah habis membenahi pakaian dan rambutnya yang acak-acakan lalu menuju makar mandi. Ku langkahkan kaki menuju kamar dan aku tidur disamping sahabat karibku wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah kejadian itu Mbak tiyah lulus sekolah kemudian atas saran kedua orang tuanya ia melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta. Salam sayang ku buat Mbak tiyah yang cantik jika sempat baca cerita ini semoga engkau tetap sayang padaku “melati”mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cerita joko yang mungkin biasa dalam cerita tante girang, tap[i tentu sangat berkesan bagi joko sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-535663241608878021?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/535663241608878021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/535663241608878021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2011/02/aku-dan-mbak-tiyah.html' title='Aku dan Mbak Tiyah'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-4471051336154555523</id><published>2010-03-08T02:17:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T02:33:54.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembantu binal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ml dengan pembantu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks dengan pembantu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembantuku sayang'/><title type='text'>Antara aku dan dua Pembantuku</title><content type='html'>Ini cerita seks bukan tentang &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;tante girang&lt;/a&gt; dengan brondong, hanya cerita dewasa seorang om dengan pembantunya yang berumur, karena sama-sama dewasa, masuklah ke dalam cerita setengah baya alias tante. berikut nih kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1sex19.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 319px; height: 480px;" src="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1sex19.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"saya sudah berkeluarga dan saya juga seorang pengusaha,dalam kehidupan kami serba cukup,saya tinggal di daerah jakarta barat,tepatnya kami tinggal daan mogot di komplek c (nama komplek tidak saya jelaskan)dalam keluarga kami ada dua pembantu yang satu mengurus anak2,saya mempunyai 4 anak2 yg cantik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pembantu saya bernama u dan biasanya kami panggil nama mbak urip dan yang satu lagi bernama mbak siti,dan mbak urip dulu sudah pernah berkeluarga,sekarang mbak urip sudah cerai dengan suaminya dengan setatusnya janda dan dengan body yang luar biasa seksi,kalau dilihat dari depan buah dadanya serasa mau loncat keluar saking besarnya sampai mangkok bh aja tidak cukup,dan kalau nampak dari&lt;br /&gt;belakang terlihat pantat nungging bulat besar kalau ia sedang jalan pinggul nya bro bisa bikin si ntong berdiri",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sedangkan mbak siti masih gadis berambut panjang buah dada tidak begitu besar paling ukurannya bh32 pinggulnya biasa2 aja,kalau dibanding antara mbak urip dan siti masing2 ada daya tarik tersendiri,masalah dalam keluarga saya, mbak urip lah selalu mengurus anak kami karena dia lebih berpengalaman dalam mengasuh anak2,dan mbak siti bagian mengurus rumah tangga kerjanya mencuci dan memasak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dalam kehidupan keluarga kami rukun2 saja , saya boleh dikata adalah suami yang belibido cukup tinggi,sewaktu saya masih lajang aja saya sudah mengenal namanya seks,saya semasa lajang aja sering berhubungan seks dengan teman wanita yang kerja sekantor,setelah punya usaha dan menikah aku masih juga suka namanya seks, ini juga sudah kebiasaan,sudah tabiatnya ya susah untuk berobah,kadang2 kalo lagi ngumpul dengan teman ke pub minum2,dan ujung2nya pasti cari bookingan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dalam kehidupan seks dengan istri saya pasti kami lakukan semingu tiga atau empat kali,setiap hubungan dengan istriku pasti istriku selalu mendapat kepuasan,dan selalu melakukan dua atau tiga ronde,ya namanya juga libido tinggi,selebihnya pasti curi2 cari wanita diluar, yang gak tau libido cari aja di &lt;a href="http://google.co.id"&gt;google&lt;/a&gt;, nanti pasti nemu jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;,dan pada malam minggu saya sedang menonton filem bokep dan istri saya mulai bergairah dia langsung buka seleting celanaku dan akupun membantu membuka seluruh pakaianku,batang kemaluanku digenggam istriku ,lalu elus dan dikocok halus lalu dia menciumku dan membisik pa..aduh ..ma lagi kepengen banget , liat tuh punya papa sudah bangun, keras lagi,dan maunya papa di apain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu saya menjawab diisap aja ma,,papa..lagi kepengen nih,dan..istri saya langsung kepalanya menuju turun keselangkang lalu dijilat bijiku lalu lidahnya kembali menuju batang kemaluanku dan di jilat di ujung kemaluaan saya dan mengulum sambil menyedot sehingga batang kemaluanku berdenyaut2 sampai membuat saya melayang2, saking nikmatnya aku mendesisi sstt... ssttt.....okkhh...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pada saat istri saya sedang isap batang kejantannanku tiba2 tampa sengaja saya menengok kepintu, lupanya pintu kamar saya lupa konci terbuka sedikit, saya melihat ada sesosok bayangan sedang berdiri didepan pintu kamar tidur kami,saya sudah tahu dia tak lain adalah mbak urip sedang mengintip saya lagi brhubungan dengan istri saya,dan saya sengaja makin menjadi2 dengan suara erangan yang bikin mbak urip makin gak tahan, setelah gak lama batang saya di jilat istriku lalu saya buka seluruh pakaian istriku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu kami melakukan kiss yang cukup lama sambil menonton bokep,lalu gantian saya menjilat vagina istri,lidah saya terus berputar disekitar itil kemaluan,ternyata usaha saya menjilat di sekitar itil istriku membuat dia mengangkat dan menyongsong pantatnya lebih kemuka saya,akhir banjir lendir okhhh....pa...duh....akhhh.... dan istri saya dengan suara rintihan,suara desahan itulah benar2 membikin si pengintip makin salah tingkah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu istri saya meminta saya untuk memasuki batang kejantanan saya ke vaginanya yang ternyata sudah sangat basah dengan dipenuhi lendir2 di permukaan lubang vagina istri saya, dan batang kemaluanku segera kuancang ke gerbang vagina,pelan2 kutekan sampai masuk,terdengar bunyi blesssss...segera pantatku kuayunkan maju mundur dengan bergerak seiring suara rintihan dari tayangan filem bokep kocokan yg sebentar pelan dan sebentar kencang dengan iringan ayunan pantat istriku,dan tidak&lt;br /&gt;berselang beberapa lama lalu istri saya berkata,pa koq punya papa enak ya...lubang vagina mama geli banget..okhhhh...ssstttt....pa ...mama gak tahan,kemmbali saya juga sengaja mengeluarkan desahan membuat istriku dan si pengintip tambah keberingsetan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hampir satu jam lebih kami bersetubuh akhirnya istri saya berteriak...pa,,,mama...dah sampe ssttt...okhhhh...akhhh.....akh hh...sambil melepaskan orgasme,saya sendiri masih belom keluar,dan terus aja batangku menkocok di dalam lubang kenikmatan,dan istri saya berkata udah ya pa...mama...ngilu banget papa kuat banget sih,mama jadi kewalahan nih istilahat dulu ya pa...dan saya menurut lalu kucabut batangku dari vagina istri saya, dalam keadan berlumuran lendir sperma istriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sembali istilahat mata saya mengeling kepintu kamar,dan saya sudah tidak melihat lagi sipengintip didalam pikiranku sedang berpikir apa yang sedang diperbuat setelah mengintip kejadian tersebut,kurang dari lima menit kulihat istriku terbaling dengan pulas,tampa memikir kalo suaminya belom keluar,batang kemaluan saya masih berdiri kaya tuguh monas,tampa memakai celana saya langsung keluar dari kamar mau menuju dapur untuk minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tiba2 saya mendengar suara rintihan dari kamar mandi,lalu kuhampiri dan ternyata pintu kamar tidak terkunci lalu mata langsung melihat tangan kanan mbak urip sedang mengosok2 itil kemaluannya dengan kaki kiri di tumpang ke bak mandi ,kelihatan mulut vaginanya mengaga dan satu tangan lagi memegang dadanya,dan ku taksir dadanya pasti ukuran 36 wah...besar sekali,dan saya gak tahan lalu saya langsung masuk kekamar mandi,kupeluk mbak urip dari belakang dia kaget hampir teriak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya langsung mecium bibirnya,mbak urip sempat berontak dia berkata tuan....jangan tuan...dalam hatiku berkata perduli setan,terus saya tarik tangannya untuk pegang batang kemaluan saya yang sedari tadi tidak memakai sehelai benangpun ditubuh saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tetap saja di berontak jangan tuan..nanti ketahuan nyonya bisa berabe,urip masih pengen kerja.urip gak mau sampe ketahuan nyonya lalu diusir,kasian saya tuan.lalu saya berkata gak apa2 gak ketahuan sama nyonya kalo gak dikasih tahu, tadikan tuan liat kamu ngintip ngaku gak,kalo gak biar saya kasih tahu sama nyonya,ayo pilih mau di kasih tahu atau turut aja,biar kamu juga berasa enak kaya nyonya,akhirnya dia diam pasrah tapi tangan nya tetap genggang batang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya sudah gak tahan melihat mulusnya body pembantuku,dan saya mulai mencium bibirnya dan tengkuknya sehingga bikin mbak urip kegelian terus turun kebuah dadanya yang berukuran super besar,lidahku menari2 diatas dua bukit sambil jilat dan isap,tidak lupa tanganku turun kebawah sambil meraba didepan lubang vaginanya,ternyata mbak urip didepan kemaluan ditumbuhi semak2 yang&lt;br /&gt;lebat,tanganku tetap gak lepas sambil menggosok lalu satu jariku menyentuh lubangnya ternyata sudah banjir dengan lendir2 pertanda sudah nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya berkata mbak sudah napsu ya habis ngintip aku maen sama nyonya ya,dan dia berasa malu dan genggaman tangan dikemaluan saya makin kencang aja,lalu dia langsung jongkok dan menjilat batang kemaluanku sambil mengulum yang dalam sampai mencapai tenggorokan,dan apa yang saya rasakan bibirnya sampai pangkal kemaluanku membuat saya keenakan sambil mendesah agkh....mbak....enaaaakkkk...b anget mbak .terus jangan berhenti.[ "kalo berhenti aku kasih tau nyonya hehehe kalo ketahuan bisa suaminya dipecat..pembaca jangan serius hanya bercanda"}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengar desahanku mbak urip makin bernapsu aja menjilat dan menghisap membuat batang kemaluanku dan hampir membuat aku muncrat didalam tengorokanya( "perlu diketahui pembaca kalau batang kemaluan kita diisap sapai kepangkal kemaluan itu nikmatnya luar biasa,dan pembaca boleh mencoba dan merasakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini adalah kenyataan yang pernah saya alami tetapi tidak semua wanita bisa melakukan" ) segera aku mencabut dari dalam mulutnya,untuk menunda muncratnya peju saya.lalu langsung saya angkat kaki sebelahnya ke bak mandi,kuturunkan kepalaku menghadap keliang vagina mbak urip,lidahku langsung menjilat bibir kemaluannya,sambil menghisap dan mejilat lidahku berputar disekitar kelentitnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mbak urip mendesis keenakan sambil memejamkan matanya dan tangan menjambak2 rambutku sambil menekan."kepala saya ditekan kekemaluannya hingga membuat saya untuk susah bernapas upppsss....saya gak bisa napas sewaktu mau mendapat udara yang adalah lendir kenikmatan mbak urip masuk kehidungku,mbak urip sekarang dibakar oleh napsu yang gak bisa bertahan,dia terus aja menekan kepala saya tampa perduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah saya bisa bernapas,hingga saya mendorongnya,dia berkata tolong tuannnn jangan berhenti mbak hampir dapet , okhhhhh.......aduhhhhhhh.....k eluar aku tuan.....akhhhhh........akhir banjir lahar yang lobang vaginanya,banyak sekali hampir tersendak2 aku menelannya,dan saya gak mau berhenti sampe disitu aja,saya tetap menyedot dan kembali mbak urip berteriak lagi aduh tuannnn ....keluar lagi...urip.....sudah tuan....aammmpppunnn.....aduh. ..ngilu urip tuannnn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saat itu juga aku langsung menghujani senjataku ke lobang vaginanya dengan gaya doggie style,kuarah kan senjataku ke gerbang kenikmatan dan kubenam sedalam2nya kemudian kudiamkan dilobangnya,apa yang kurasakan adalah jepitan dan sedotan didalam lobang vagina mbak urip,setelah berikutnya kembali aku&lt;br /&gt;memaju mundur pantatku sembali jari tanganku menusuk dan menengorek2 lobang duburnya yang terpampang dihadapanku,mbak urip kembali napsu lagi,dan dia berkata tuannnn terus,,jangan berhenti,urip geli lagi,ssttt....okhhhh.......ena k tuaannn....sambil mendesis, pinggul mbak urip memutar kaya ayakan,hingga membuat batang kemaluanku menancap lebih dalam lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pompa dan goyangan pinggul terus berlanjut desahan dari mbak urip tiada berhenti,aku tambah bersemangat ku goyang pantatku bagaikan piston mobil,kemudian saya berkata pada mbak urip,pelan2 suara nanti nyonya bangun,dia langsung diam sambil menikmati senjataku,tetapi untuk menahan suara dia menggigit bibir bawahnya,yang kurasakan goyangannya makin kecang akhirnya jebol kembali pertahan mbak urip orgasme datang kembali,mbak urip kembalik berdesah ohkkhhhh....aduhhhh.....tuan urip....nyampe lagi....tuan ohhh tuan.....enak banget punya tuan..akhirnya akupun mau nyampe juga dan aku mendesis sssstttt.......duh.... enakkkkk....lalu segera kucabut kuarahkan batang kemaluanku kemulutnya lalu kutekan sedalam2 hingga ketengorokannya,akhir batang kemaluanku berdenyut2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seluruh tubuhku kejang2 menahan tumpahan lahar kenikmatan, sambil memuntah lahar, kubenamkan lagisedalam2nya,dan mbak urip menerimanya sambil memeram matanya crooottt....crootttt....croott t....keluar sudah spermaku dan disedot dengan kencang lalu ditelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil bersih,dan lidah nya menyapu bersih disekitar bibirnya.mmmmhmm tuan koq asin bergetil sih peju tuannnn lalu mbak urip istirahat,dan kembali mbak urip bercerita gara nyonya berteriak aduh2 mbak buru kekamar tuan maksud mbak mau nolong,eh...gak taunya tuan lagi enak2 sambil meram,jadi mbak liatin terus aja dan lama2 bikin mbak jadi kepengen setelah tuan selesai mbak langsung kekamar&lt;br /&gt;mandi,dan eh tiba2 tuan ada dibelakang mbak bikin kaget aja,soalnya mbak sudah lama gak ngerasa yang kaya gitu lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berkata kamu suka gak kalo tuan masukin punya tuan ke...sambil menunjuk ke lobang pantatnya,akh..tuan macem2 aja itu kan buat buang kotoran masak dimasukin,saya berkata mbak apa belom pernah dimasukin? belon lah tuann,lah wong kampung manasih pernah macem2 kaya orang kota,aku berkata yah ngak sekarang nanti besok malam lagi ya,mau gak..tiba mbak diam sebentar lalu berkata yah deh tuan, asal gak sakit ya,kalo sakit gak jadi.lantas saya menjawab kalo enak kamu minta terus hehehe,setelah itu saya segera kembali kekamar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru saja saya mau melangkah batang kemaluan saya ditarik oleh mbak,sini tuan mbak mau cium sekali lagi yang bawah ini,lantas dicium dijilat sampe bersih dan mbak berkata sudah bersih tuan gak usah cuci lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pelan2 aku kembali masuk kamarku kulihat istri masih tidur nyenyak,dan aku berbaling disamping istriku dan mbak urip juga kembali kekamarnya,saya belom bisa memeram mataku selalu kebayang kejadian yang baru berlanjut tadi,dan kembali otak merencana permainan berikut dengan mbak urip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pada esok malam,setelah bolak balik badanku tiba2 istriku bangun lalu dia meraba bawahku lalu dia berkata papa gak pake celana udah tidur tuh punya papa,dan istriku kembali berkata mama ketiduran besok2 lagi ya pa..mama...capek banget dikerjain sama papa sih,ya udah gak apa ma...besok juga gak apa2 mama tidur aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jam dinding menuju jam tiga pagi aku masih belom bisa memeramkan mataku,dan saya bangun kembali dalam keadaan tidak berpakaian menuju dapur mau inum,tiba2 seseorang memeluku dari belakang, saya kaget langsung menengok kebelakang ternya mbak urip lagi,saya berkata koq belom tidur,mbak urip menjawab gak bisa tidur mbak ngepikir terus yang tuan ngomong itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang aku ngomong menjawab pertanyaan mbak urip,sambil senyum2 dia kembali berkata itu tuh sambil tangan mbak urip menunjuk kearah pantatnya ,oh...aku mengerti maksudnya anal.ohhh jadi mbak pengen nyoba ya,iya tuann... te te..ta a a.pi...enak ya...tuaannn sambil senyum menundukkan kepalanya,lalu tanganku iseng meraba eh,,rupanya mbak ngak pake celana sama sekali dan bh....wah..ketaun nih mbak ini kepengen lagi,dalam hatiku berkata dasar pembantu janda ini pertama tadi pura2 berontak gak taunya nagih ama batang gwa lagi,dasar sekali kena enak aja elo nambah lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya terus aja meraba,dari atas bukit turun sampe kebukit tembakau,dan akhirnya mbak urip menarik tanganku ke arah samping meja makan kami bermain di lantai dapur,lalu dia kembali mengisap dan mejilat batang kemaluanku dan kami lakukan posisi 69 saya menyibak bulu jembutnya dengan jari tangan sembali lidahku menjilat dibibir kemaluan dan lidahku berputar disekitar clitorisnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mbak urip mengangkat2 pantatnya dan memberi kesempatan jariku untuk menusuk lobang pantatntya,wah peret banget gak bisa masuk,lalu saya beli ludah supaya memperlancar jari tanganku,tetapi masih aja peret lalu terpikir olehku,dan mbak tolong ambilin mentega diatas meja makan,dan mbak urip bertanya buat apa&lt;br /&gt;tuan,ada deh,ayo dong isep lagi koq kamu diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali mbak urip menghisap mengulum maju mundur batang kemaluanku, sedangkan saya ambil mentega blue brand yang di atas meja lalu kuoles ke lobang analnya untuk memperlancar jari tanganku masuk ke dalam duburnya,setelah ku oles kumasukin jari terunjuku lalu jari tengahku dan tiba2 mbak urip menahan tanganku melepas kulumanya dan dia berkata aduhhh...tuaaaann...... pelan2 sakit,saya&lt;br /&gt;menjawab bentar lagi juga enak dan kembali mbak urip mengulum batang kemaluanku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan jariku keluar masuk licin dan lancar di lubang duburnya.tanganku tetap berkerja sembali mulutku menyedot itilnya mbak urip,setelah cukup lama mulut dan&lt;br /&gt;lidahku berkerja di sekitar mulut kemaluannya,kembali dibanjir lendir nafsu dari mbak urip dan dia mengerang ...ssstttt aaagghh....ohh....duh..geli banget tuaaannnn....hampir nyampe tu..tuaannn...lalu saya stop menjilat dan kudorong pantanya,lalu saya berkata mbak mau masukin gak?ma...mauuuu,,,tuaannn,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu mbak urip mengangkangi saya di pegang batang kemaluanku lalu dituntun ke mulut vaginanya dan di tekan,terdengar bunyinya blesss...dan kembali mbak mendesah oh,,,,,setelah masuk dia lalu mengayak menaik turunkan pantatnya,aku tidak tinggal diam satu tanganku memegang pinggulnya satu lagi meremas buah dada yang besar dan kelihatan berayun2 buah dadanya,mbak urip kembali berkata tuannn...remesin...yang keceng tuaaannn...pantat bergoyang lebih cepat,dan merasakan pangkal pahaku penuh banjir air lendir mbak urip,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena mbak urip terlalu nafsu kembali mengerang...tuaaannn.....nyamp e.....aghh...aagghhh .....oohhhh..... mbak&lt;br /&gt;keluar.. tuuaaannnn.........duhhh..duhh h....enak banget....orgasme sudahlah mbak urip...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah mbak urip selesai orgasme saya belom apa2 ,batang kemaluan masih mengacung kaya tugu monas,lalu aku bangun dan berkata mbak kamu nungging dong,lalu mbak urip berkata ntar tuannn cape...lagi ngilu banget lobang mbak..., aku berkata tenang aja mbak tuuaann ngak masukin kelobang itu tapi lobang ini sembali jariku menoel lobang pantatnya,dan mbak berkata tuan mau masukin ya ke&lt;br /&gt;lobang pantat mbak,tapi2 pelan2 ya tuan takut sakit,aku berkata lah..kamu juga pengen nyobakan,,iiiyyaa,,,tuan mbak urip menjawab sambil senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;batangku masih berlumuran lendir orgasme dari mbak urip,lalu aku menyuruh mbak urip menungging dan dia menurut sambil melebarkan kedua kakinya ,lalu kuambil mentega blue brand lalu ku oles yang banyak sekali ke lobang duburnya,sembali jari tanganku mengowek lebih lebar,setelah kelihatan agak terbuka lobang pantatnya lalu kuancang batang kemaluan yang masih berlumuran lendir dari mbak urip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kutekan masuk pelan2 kelobang pantanya,satu lagi tanganku mengosok itil mbak urip,dia lalu mengerang aghh....pelan tuann enak,,,ngilu memek mbak...aduh beda ya tuan rasanya...mbak berasa penuh lobang pantat mbak,terus tuan masukin lebih dalam lagi dan aku mendengar komando dari mbak urip tampa menunggu lebih lama lagi ku tekan dan masuklah semua batangku lalu ku diam sebentar lalu ku maju mundur batangku,aku merasa batangku seperti sedang merasakan&lt;br /&gt;perawan lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berasa banget karena cengkraman pantat begitu kencang dan berasa dan lebih enak dari lobang kemaluan yang becek,aku memaju mundur pantatku lebih kenceng lagi,mbak makin kencang desahannya dan tangan ku tidak berhenti makin cepat mengosok itilnya,sudah 20 menit lebih batangku dilobang duburnya mbak urip,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya kembali mbak mendesah lebih kencang tuan aduh....eeennnak...banget...ce pet tuann...ampir nyampe lagi..lalu, aku mencabut dan kuarahkan batang kemaluanku kelobangnya lalu masuk blessss...dia kembali&lt;br /&gt;berteriak.. agghhh.... enak,,,,,okhh.....dan ku pompa lebih cepat lagi akhirnya mbak urip orgame dan di susul dengan berdenyut2 batang kemaluanku dan orgasmeku kembali..crooottt ....crooottt....crroottt.....k utumpahkan cairan peju kelobang memeknya,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku mendesah...mmbbakkkkk.....tuan ...dah..keluar...say a langsung rubuh kepunggung mbak urip,kupeluk dia dan badangnya penuh dengan keringatnya mmmhhh... bau badan mbak2...yang abis ditunggangi,aku lalu&lt;br /&gt;memejamkan mataku beristirahat sejenak dan merasakan kenikmatan tiada tara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mbak juga memejamkan matanya sejenak,setelah itu mbak urip berkata urip dah lama ngak main sama lelaki/suami,sekarang urip sangat bahagia ada tuan yg bisa memuaskan mbak,mbak kepengen deh tuan tiap hari maen sama mbak,mbak seneng banget lalu aku berkata ya kalo ada kesempatan pasti tuan kasih&lt;br /&gt;lagi,dan pas aku mau beranjak bangun menuju kamar mandi untuk mencuci,tiba ditahan oleh mbak,dan dia berkata sini tuan biar mbak aja yang bersihin gak usah kekamar mandi,lalu mbak menurunkan mukanya ke pangkal pahaku menuju ke batang kemaluanku lalu di jilat sampai bersih dan kembali mbak urip berkata&lt;br /&gt;batang tuan sudah bersih tapi rasanya asin dan rasa mentega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kembali kekamarku, mbak urip juga kembali kekamarnya pas aku mau masuk kamar aku mendengar mbak siti sedang berjalan menuju kedapur untuk mencuci pakaian dan memasak karena waktu menunjukan jam empat pagi lebih,setelah beberapa ronde aku berhubungan istriku dan pembantuku mbak urip,aku baru&lt;br /&gt;bisa tidur pulas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;esok pagi aku bangun kesiangan,itu juga dibanguni istri untuk berangkat kekantor,sarapan sudah tersedia oleh istriku dimeja aku sarapan dengan rahap setelah sarapan aku langsung mau berangkat kantor,sampe didepan pintu tiba2 mbak siti senyum2 aku jadi terheran2 ada apa koq tiba2 mbak siti biasanya diam bisa tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamat dan sampai &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt; selanjutnya ya!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-4471051336154555523?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4471051336154555523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4471051336154555523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2010/03/antara-aku-dan-dua-pembantuku.html' title='Antara aku dan dua Pembantuku'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-6616783907657158894</id><published>2010-03-08T01:48:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T02:04:17.369-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan ibu kost'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu kost ku binal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu kost genit'/><title type='text'>Ibu Kostku Pacarku</title><content type='html'>Ini pengalaman benar-benar asli, gak rekayasa, karena ini terjadi beberapa tahun yang lalu, saat dimana saya menjadi anak kost, biasa khayalan anak kost yang berharap kiriman dari orang tua, pengen punya tambahan duit. akhirnya pun saya menghayal bisa jadi &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/search/label/brondong"&gt;brondong&lt;/a&gt;nya tante girang, tapi apalah daya, &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/search/label/ibu%20kost"&gt;ibu kost&lt;/a&gt; yang justru jadi pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FfkZakRoiyg/ScnrYzXeKGI/AAAAAAAAAEc/K-c-O6BBUF0/s400/toket-tante-girang2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FfkZakRoiyg/ScnrYzXeKGI/AAAAAAAAAEc/K-c-O6BBUF0/s400/toket-tante-girang2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;nama saya sebut saja Yandi dan berasal dari Banjarmasin an waktu itu saya kost didekat daerah dago.&lt;br /&gt;Tempat kostnya lumayan bagus dan ibu kos saya waktu itu berumur sekitar 28 tahun. suaminya sudah meninggal karena kecelakaan lalu linta dan dia belum sempat dikarunia anak..... untuk membiayai kehidupan sehari - hari dia bekerja di bank swasta di bandung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya kost di daerah Cihampelas dan karena ribut dengan salah satu anak kos,saya coba cari tempat kos lain. Rumah kos baru ini saya ketahui ariu salah seorang teman yang masih sodara sepupu ibu kos saya. waktu pertama kali saya datang ketempat kos,ibu kos saya (sebut saja namanya Icha)agak ragu-ragu karena dia sebenarnya berencana untuk menerima wanita. maklum dia hanya tinggal sendiri ditemani seorang pembantu. untung akhirnya Mba icha mau menerima saya karena tahu saya adalah teman baik sodara sepupunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran,mba icha tingginya 165 cm,dengan wajah yang cantik. kulitnya putih dan badanya juga sangat seksi dengan ukuran payudara yang lebih besar dari wanita indonesia pada umumnya. belum lama saya tinggal disana saya mulai tahu kalau mbak icha dibalik penampilan luarnya yang cukup alim,ternyata mempunyai libido seks yang cukup tinggi. Waktu itu saya sedang dirumah sendiri dan saya suruh pembantu untuk membelikan makanan diluar,saya iseng dan masuk kekamarnya dan membuka lemari pakaiannya,di lacinya,dibwah tumpukan pakaian dalamnya ternyata terdapat 2 buah vibrator yang mungkin sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.Mbak Icha juga mempunyai beberapa pakaian dalam dan baju tidur yang sangat seksi.Hal ini sebenarnya sudah saya ketahui dengan memperhatikan pakaian-pakaian dalamn ya bila dijemur di halaman belakang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirumah pun mba icha cukup bebas,dia hampir tidak pernah menggunakan bra bila dirumah walaupun dia tahu saya ada di dirumah. di balik baju kaos ketat atau baju tidur yang dikenakannya seringkali putingnya terlihat menonjol dan saya sendiri kadang kadang risih untuk melihatnya. kalau keluar kamar mandipun mba icha biasanya hanya mengenakan handuk yang tidak terlalu besar dan dililitkan di badannya sehingga kemontokan buah dadanya dan kemulusan pahanya terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi waktu saya sedang sarapan mbak icha masuk keruangan makan sehabis melakukan senam aerobik dihalaman belakang. dia mengenakan baju senam berwarna merah muda dengan bahan yang cukup tipis tanpa lapisan dalam lagi. Karena bajunya basah oleh keringat,waktu dia masuk saya cukup kaget,karena buah dada dan putingnya terlihat jelas sekali dibalik baju senamnya. Saya yakin dia sadar akan hal itu dan sengaja mengenakan baju senam itu untuk menggoda saya. waktu saya menoleh kedadanya,mbak icha langsung bertanya " hayo,lihat apa kamu??" saya sendiri hanya tersenyum dan berkata,"Ngga lihat apa - apa kok,lagian mba pakai baju kok transparan betul sih?". Mbak icha balik bertanya"memangnya kamu gak suka lihat yang begini?". "Ya saya suka dong mba namanya juga laki-laki". waktu itu saya malu sekali dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan ke hal yang lainnya,tetapi sepanjang sarapan harus diakui klw saya berkali-kali mencoba untuk mencuri pandang ke arah dadanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya ketika saya sedang menonton TV di ruang depan mbak icha menghampiri saya dengan menggunakan baju tidurnya yang berwarna putih.dia ikut menonton TV, dan selang beberapa lama dia berkata kepada saya,"Yan,aku pegal-pegal semua nih badannya,mungkin karena aerobik tadi pagi,bantu pijitin mbak yah?". Dengan spontan saya berkata "boleh mbak,dimana??","ke kamar mbak aja deh",katanya. Sebenarnya saya sudah menunggu kesempatan ini sejak lama,tetapi memang karena saya pemalu, saya tidak pernah berani coba-coba mengutarakan hal ini ke Mbak icha. Saya mengikuti mbak icha kekamarnya dan dia menyuruh saya duduk ditempat tidurnya.mbak icha kemudian mengambil baby oil dari laci sebelah tempat tidurnya dan memberikan kesaya.Saya bilank klw bajunya nanti kotor klw pake baby oil,tujuan saya sebenarnya adalah supaya mba icha mau melepaskan baju tidurnya.Mba icha langsung mengangkat baju tidurnya dihadapan saya,dan yang mengejutkan,dia hanya mengenakan celana dalam G-String berwarna putih yang tidak cukup untuk menutupi bulu kemaluannya yang lebat. Di kiri kanan celananya masih tampak bulu kemaluannya,tubuhnya inda sekali,payudaranya besar dan bentuk yang indah dan puting berwarna coklat kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana Yan,menurut kamu badanku bagus?"&lt;br /&gt;sayapun mengangguk sambil menelan ludah.Baru pertama kali ini saya melihat tubuh wanita dalam keadaan yang hampir telanjang bulat. biasanya saya hanya melihat di film(waktu itu belum ada internet seperti sekarang). mba icha kemudian merebahkan badannya dan saya mulai memijitnya dari belakana setelah terlebih dahulu mengoleskan baby oil. Luar biasa,kulitnya mulus sekali dan sekujur tubuhnya ditumbuhi oleh bulu - bulu halus yang menambah keseksiannya. Pada waktu saya memijit kaki dan pahanya,mba icha membuka kakinya lebih lebar,dan saya dapat melihat kemalluannya yang tercetak jelas pada celana dalamnya yang kecil itu.Belum lagu bulu kemaluannya yang keluar menambah indah pemandangan itu. saya terus memijit paha bagian dalamnya dan saya sengaja untuk tidak sampai keselangkannya agar dia terangsang secara perlahan-lahan.Mba icha mengeluarkan lenguhan-lenguhan lembut dan saya tahu dia menikmati pijitan saya.kakinya juga dibuka lebih lebar dan mengharapkan tangan saya menyentuh kemaluannya,tetap saja saya sengaja untuk tidak menyentuh kemaluannya.Dari kemaluannya sudah mulai keluar sedikit cairan yang membasahi celana dalamnya,saya tau dia klw dia sudah terangsang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya minta mba icha membalikkan badannya,dia langusng menurut dan saya usapkan baby oil di dada dan perutnya.Payudaranya cukup kenyal dan waktu saya memainkan jari-jari saya diputingnya dia menutup matanya dan terlihat benar-benar menikmati apa yang saya lakukan.Kemudian mbak icha bangun dan meminta saya membuka pakaian saya. dia berkata klw dia sudah benar-benar terangsang dan sejak kematian suaminya dia tidak pernah tidur dengan seorang priapun.Aku minta mbak icha yang melucuti pakaianku,dengan cepat mbak icha membuka baju kaos yang aku kenakan dan kemudian celana pendek dan celana dalamku."Kamu juga sudah terangsang yah Yan?". "ia dong mbak,dari tadi juga sudah berdiri begin",kataku sambil tertawa.Mbak icha pun kemudian memegang kemaluanku dan mulai melakukan oral seks kepadaku.Terus terang itu adalah hal pertama kali seorang perempuan melakukan hal itu kepada saya.waktu SMA saya pernah punya pacar tapi tidak pernah melakukan hal-hal sejauh itu,paling-paling juga kami hanya gandengan tangan dan berciuman.mbak icha ternyata ahli sekali dan saya merakan kenikmatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa lama kemudian,mbak icha melepaskan celana dalamnya dan menyuruhku tiduran di ranjang dan dia naik diatasku. kakinya dibuka lebar di atas kepalaku sambil llidahnya menjilati kemaluanku. pinggulnya diturunkan dan kemaluannya hanya beberapa senti diatas mukaku.Sungguh pemandangan yang sangat indah,langsung saja aku menjilati kemaluan dan clitorisnya dari bawah.ternyata rasanya tidak jijik seperti yang aku bayangkan sebelumnya.cairannya sedikit asin dan tidak berbau,aku tahu kalau dari kesehariannya yang resik,mbak icha pasti juga rajin menjaga kebersihan kemaluannya.&lt;br /&gt;Aku terus menjilati kemaluannya dan mulai memeberanikan diri menjilati bagian dalamnya dengan membuka kemaluannya dengan jariku lebih lebar.Mbak icha sangat menikmati dan dia juga menjilati kemaluanku dengan lebih ganas lagi. Kemudian dia bangun dan memintaku memasukkan kemaluanku kedalam vaginyanya."ayo dong yan,aku sudah tidak tahan lagi nih". aku bilank kalau aku belum pernah melakukan hal ini dan mbak icha berkata"Kamu tiduran aja,nanti mba yang ajarin kamu." Kemudian mbak icha duduk diatas ku dan dengan perlahan memasukkan kemaluanku.Rasanya nikmat sekali dan mbak icha mulai menggoyangkan pinggulnya.aku memejamkan mataku dan berpikir kalau beginilah rasanya berhubungan dengan wanita. kalau sebelumnya hanya imajinasi semata,sekarang aku merasakan bagaimana nikmatinya berhubungan dengan wanita secantik mbak icha.&lt;br /&gt;Malam itu kami berhubungan badan dua kali,setelah kami selesai yang pertama,mbak icha mengajak saya mandi dan kemudian mengganti seprei dengan yang baru karena kotor oleh keringat dan baby oil yang digunakan tadi.kemudian kita lanjut lagi dan saya mencoba gaya-gaya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian malam itu,mbak icha sering mengajak saya tidur dikamarnya dan hubungan seks diantara kami menjadi hal yang rutin kami lakukan.Mbak icha juga mengajak saya melakukannya diseluruh bagian rumah,dari ruang tamu sampai halaman belakang.biasanya bila melakukan di luar kamar, kami melakukannya malam hari setelah pembantu tidur.Pernah sekali pembantu rumah tangga memergoki kami diruang tengah waktu dia mau mengambil minuman di dapur. cepat cepat dia memalingkan mukanya dan balik kekamarnya. setelah itu dia tidak pernah keluar malam-malam dan itu lebih membuat kami lebih bebas melakukkanya di rumah.Sewaktu pembantu mudik pada saat lebaran kami menghabiskan waktu dirumah tanpa mengenakan pakaian selembarpun.Mbak icha yang mengusulkan hal itu dan begitu sampai rumah mbak icha langsung melucuti semua pakaian yang dikenakannya sepulang dari kantor...&lt;br /&gt;saya juuga mulai sering pergi dengan mbak icha dan waktu itu hubungan kami sudah layaknya seperti orang pacaran. diapun sudah tidak mau disapa dengan mbak,dan dia minta saya memanggilnya dengan nama depannya sendiri.Dia juga tidak mau lagi menerima uang kos dari saya dan uang kiriman dari orang tua dapat saya gunakan untuk bepergian dengan dia.satu hal yang ingin saya ceritakan,dia jarang sekali mengenakan celana dalam bila pergi keluar rumah,kecuali kalau kekantor.Pernah juga beberapa kali saya minta dia ke kantor dengan tidak mengenakan celana dalam dibalik roknya,dan dia menuruti,kalau saja karyawan laki-laki di bank tempat dia bekerja tahu kalau dibalik roknya yang lumayan pendek itu tidak ada apa-apanya lagi...Kalau bra,biasanya dia kenakkan bila tidak akan terlihat jelas dan di risih bila banyak lelaki memandang ke arah dadanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUbungan kami masih berlangsung sampai sekarang walaupun orang tuaku tidak menyetujui karena usianya yang jauh lebih tua dan statunya yang janda.Saya sekarang bekerja di Banjarmasin dan bila akhir pekan saya selalu menghabiskan waktu saya di bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya merasa bersalah dan bodoh, karena bisa merusak masa depan saya, dan saya bisa saja jadi gak niat menikah, karena ibu kost bisa menjadi pelampiasan seks ku, sampai saat ini &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;tante girang&lt;/a&gt; tetap jadi khayalanku, tapi ibu kost juga gak masalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-6616783907657158894?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6616783907657158894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6616783907657158894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2010/03/ibu-kostku-pacarku.html' title='Ibu Kostku Pacarku'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FfkZakRoiyg/ScnrYzXeKGI/AAAAAAAAAEc/K-c-O6BBUF0/s72-c/toket-tante-girang2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-4154592506075720266</id><published>2010-02-01T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T01:53:41.912-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atasanku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ml dengan atasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku dan atasanku'/><title type='text'>Tante dan Mantan Atasan</title><content type='html'>Ini kisah nyata dari seorang tante, agak mengherankan karena dia justru ml dengan amntan atasannya, namun inilah &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;seks&lt;/a&gt;, semua bisa terjadi dan ini terjadi pada tante berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_avJyNzPUrek/SlI6vYxa5gI/AAAAAAAAAJQ/C4MoxBpOue0/s400/basah+%2816%29.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 294px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_avJyNzPUrek/SlI6vYxa5gI/AAAAAAAAAJQ/C4MoxBpOue0/s400/basah+%2816%29.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, setelah aku didrop dikantor oleh suamiku, aku sangat terkejut melihat seorang lelaki yang ada diberanda kantorku. "Sin, apa kabar, long time no see ya". Dia ternyata Deni, mantan atasanku dikantor sebelumnya. Aku sempat bikin affair dengannya ketika itu walaupun aku tidak sampe nge&lt;a href="http://ceritaseks.ngocok.info/"&gt;seks&lt;/a&gt; dengannya, cuma petting aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum deh ketika itu kami sama2 masih bujangan. "Wah mas, surprise sekali ketemu mas lagi. Darimana mas tau Sintia sekarang kerja disini". Aku sekarang kerja diperusahaan travel dibilangan Juanda. "Tau aja, dah berapa tahun ya kita gak ketemu. Kamu makin cantik dan bahenol aja. Tadi diantar siapa, suamimu ya. Aku denger kamu dah kawin". "Dah nikah, mas". "O iya ya, kawin ama nikah beda ya. Hayo apa bedanya, dulu kamu pernah aku kasi tebakan ini". "Tau kok jawabannya, masih inget, bedanya huruf S kan. Kalo nikah pake surat, kalo kawin buang aja S nya, pake urat", jawabku sambil tertawa. "Sin, kamu sibuk gak hari ini, kalo enggak mending kita jalan yuk, gak enak ngoborol disini". Memang sih di perusahaan travel, aku kerja gak dibatasi jam, mo masuk atau enggak tidak dipersoalkan perusahaan asal kerjanya beres dan selalu mencapai target tugasnya. "Enggak sibuk kok mas, kemarin tugasku untuk bulan ini dah selesai semuanya. Sekarang malah bingung mo ngerjain apa". "Ya udah, aku yang ngerjain kamu ya". "Ih si mas, makin genit aja". Dia mengajakku ke bilangan ancol, ke pasar seni. Pagi gini pasar seni di Ancol sepi, ya siapalah yang pagi2 mo kencan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jalan2 aja menelusuri sanggar para seniman yang banyak bertaburan disitu. Dia menggandeng tanganku, mesra banget rasanya. "Sin, napa sih kamu keluar. aku kehilangan kamu". "Ya gimana lagi mas. Sintia kan dipanggil bos, ditegur karena terlalu akrab ama mas. Sepertinya ada yang lapor ke bos deh mas, gak tau siapa, soal kita petting di mobil ditempat parkir ketika itu. Sintia malu, jadi minta brenti deh. Mas sih, ngajakin petting kok diparkiran, ya keliatan orang lah". "Abis dah ngebet tapi kamu gak mau jalan ama aku after office hour". "Sekarang mas emangnya gak dicariin bos, pagi2 dah ngelayap ama Sintia". "Gak, harusnya aku ada seminar, tapi aku mbolos aja, ikutnya besok aja, lagian topik hari pertama ngebosenin banget, aku dah tau isinya". "Terus kita mo ngapain disini mas". "Kita ngelanjutin yang dulu yuk Sin". "Ngapain, petting dimobil lagi". "Ya enggak lah, kan disini ada motel, kita kesono yuk". Aku sih nurut aja diajak ke motel. Mobilnya masuk kegarasi dan rolling doornya ditutup petugas motel. Aku nurut aja digandeng masuk kemotelnya. Belum pernah aku ke motel sebelomnya. Ruangannya ya standard kamar hotel lah, cuma ada cermin besar yang dipasang disebelah ranjang. "Besar amat sih cerminnya mas". "Iya biar kita bisa ngeliat diri sendiri kalo lagi maen". "Maen apaan mas". Dia tidak menjawab karena petugas datang lagi menagih biaya sewa kamar. Dia membereskannya, aku duduk di kursi yang ada dikamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengambil minuman dari lemari es, membukakan kalengnya, memasukkan sedotan dan memberikannya ke aku. "Sin, enak gak kawin", tanyanya. "Enak apaan, suami Sintia cepet mas, baru masuk sebentar dah keluar", jawabku. "Kasian deh kamu, coba kamu dulu gak keluar, kamu gak kecewa seperti sekarang deh", katanya lagi. "Emangnya mas lama ya kalo maen". "Dulu kamu aku ajak maen gak mau, jadilah kita cuma petting dimobil. Eee ketauan lagi. Aku kan dah napsu banget Sin, kalo udah napsu kan harusnya terus maen supaya gak jadi odol", katanya sambil tersenyum. "Apanya yang jadi odol", tanyaku gak ngerti. "Kalo udah napsu, terus gak dikeluarin kan lama2 bisa jadi odol didalem", jawabnya sambil tertawa. "Dasar", jawabku sambil mencubit pinggangnya. "Dulu kan pacarannya pasfoto doang", katanya lagi. "Kok pas foto", tanyaku gak ngerti. "Iya, yang dipegang kan cuma dada keatas seperti pasfoto, gitu", jawabnya. "Ya dimobil mo gimana lagi, kan mas juga ngeraba2 sampe kebawah juga sampe cd Sintia basah kuyup. Mas ndiri udah nikah" jawabku membelokkan pembicaraan. "Kamu sampe basah, wah keenakan dong. Aku masih sendiri, menclok dari satu kembang ke kembang lain", jawabnya. "Terus ke semua kembang mas minta kenikmatan dong", tanyaku lagi. "La iya lah, soalnya kalo dapet kan nikmat", jawabnya. "Terus mas dikasi", tanyaku lebih lanjut. "Seringnya sih dikasih, kalo sekarang aku minta ke kamu dikasih gak Sin, Kamu kan jablay", katanya sambil memelukku. Wajahnya dengan sangat perlahan-lahan didekatkan wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawabanku, dia nekat mencium bibirku dengan penuh napsu. Aku kaget tapi tidak menolak malah menyambut ciumannya, tangannya segera menyambar toketku dan diremas2nya dengan gemas. "Sin, katanya lagi "aku pengen ngent0t sama kamu", katanya terus terang sambil terus meremes2 toketku. Kancing bajuku mulai dibukanya satu persatu, kemudian tangannya merogoh masuk kedalam braku. Toketku langsung diremesnya lagi, jari2nya kemudian memlintir pentilku. Aku menjadi terangsang karena ulahnya. "Ah, mas nakal ih", kataku manja. "Tapi kamu suka kan diremes2 begini. Aku pegang non0k kamu ya Sin, udah kepengin nih aku", katanya sambil membuka retsluiting celanaku. Dia tidak menunggu lampu hijau dari aku tapi langsung action saja. Aku membiarkan tindakannya. Celanaku malah diplorotkan sampe kepaha sehingga kelihatanlah CDku yang tipis dan minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh napsu langsung tangannya menerobos ke sela2 pahaku dan menggosok non0kku yang masih dilapisi CD. "Sin udah basah banget non0k kamu, kamu udah napsu ya, jembut kamu lebat banget Sin, nggak heran napsu kamu cepet banget basahnya, napsu kamu besar", katanya lagi. Aku bingung apakah membiarkan dia mengent0ti aku atau tidak, dalam hati sih aku kepengen ngerasain kenikmatan ketika dient0t. Akhirnya aku membiarkan dia meraba seluruh tubuhku. Aku buka retsluiting celananya juga, menurunkan celananya, kemudian aku merogoh masuk CDnya, wow kont0lnya ternyata lebih besar dan lebih panjang dari kont0l suamiku, ngacengnya sudah keras sekali. "Gede amat kont0l mas" kataku. "Emangnya kamu belum pernah ngerasain kont0l segede punyaku", jawabnya bangga. "Gak segede kont0l mas", jawabku terus terang. "Wah kalo gitu non0k kamu masih sempit dong, cuma kelewatan kont0l yang kecil. Kamu mau kan aku ent0t", katanya sambil tertawa. Kont0lnya tergolong besar juga, keker, melengkung keatas dan urat-uratnya nonjol-nonjol. "Wah!... pasti cewek mas ngejerit kalo mas ent0t dong". "Iya, ngejerit keenakan. sebentar lagi kamu juga jerit2, cewek yang jembutnya lebat kaya kamu kan binal banget kalo lagi dient0t", jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju dan celanaku dilepaskan dan dia langsung saja meremas2 kembali toketku. Nggak lama kemudian braku sudah dilepasnya. Dia mencium keningku, kemudian mataku. Aku terpejam menikmati ciuman dan remasannya ditoketku. Ciumannya turun ke hidungku, pipiku dan akhirnya mendarat di bibirku. Nafasku mulai agak memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat. Dia mengarahkan mulutnya ke leherku, ke pundak, lalu turun ke toketku yang sudah mengeras. Dia memainkan lidahnya dipentilku yang juga sudah mengeras, yang kiri dan kemudian yang kanan. "Aah enak", kataku terengah karena napsuku yang sudah berkobar2. Dia terus menciumi pentilku, kemudian turun ke perutku dan menciumi puserku, aku selalu kegelian kalo puserku dicium. Sambil mencium puserku, tangannya nyelip ke balik CD mini ku dan meraba non0kku. otomatis pahaku mengangkang supaya dia mudah mengakses non0kku. "Sin, ni jembut, lebat amat," katanya sambil mengelus2 jembutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jarinya terbenam dinon0kku dan terus mengilik2 it1lku. "Sin non0kmu udah basah banget, kamu udah napsu sekali ya", katanya. Aku tidak menjawab perkataannya hanya mengerang keenakan karena kilikan jarinya ke it1lku makin cepat. Mulutnya kemudian menciumi jembutku dan kemudian lidahnya menggantikan fungsi jarinya mengilik it1lku. Aku semakin tidak dapat menahan napsuku dan eranganku semakin keras. Dia langsung meremas kedua toketku dan memlintir2 pentilku. "Sintia udah pengen dient0t nih, masukin dong kont0l mas", kataku minta. Lidahnya terus saja menjilati it1lku sehingga kembali aku mendesah keenakan. "Aah enak banget, padahal baru dijilat. Apalagi kalo disodok pake kont0l gede mas, lebih enak lagi, ayoo dong Sintia udah gak tahan nih", aku terus merengek2 minta segera dient0t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merebahkan aku diranjang. Dia segera memposisikan dirinya kedekat kepalaku "Sin, aku pengen ngerasain dulu diemut sama kamu", katanya sambil mendekatkan kont0lnya ke mulutku. Segera kugapai CDnya, kuplorotkan, kemudian kont0lnya yang sudah ngaceng dan melengkung keatas kumasukan kedalam mulutku. Langsung kuemut dengan keras. Dia mendorong kont0lnya keluar masuk pelan ke mulutku sambil mendesis. Aku emut kont0lnya terus. "Sin diemut mulut kamu aja nikmatnya kaya begini, apalagi kalo diemut non0k kamu ya", katanya sambil mempercepat enjotan kont0lnya keluar masuk mulutku. "Sin, aku ngecret dimulut kamu ya", katanya. "Jangan, dinon0k Sintia aja, Sintia udah pengen ngerasain kont0l mas keluar masuk non0k Sintia", jawabku. Dia melepaskan semua pakaiannya dan kemudian menarik CDku sampe lepas, kami sudah bertelanjang bulat. Dia memposisikan tubuhnya diantara kedua pahaku dan mengarahkan kont0l gedenya ke non0kku. Aku rasakan kepala kont0lnya mulai masuk perlahan, ditekannya lagi sedikit sehingga kont0lnya mulai menyeruak sdikit2 ke dalam non0kku. Bentuknya yang melengkung keatas membuat titik sensitif didalem non0k ku tergesek2 kont0lnya, membuat aku menggelinjang gak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti kont0lnya nancep makin dalam ke non0kku. Kurasakan non0kku udah mulai basah karena gesekan kont0lnya yang hampir masuk semua itu. Akhirnya dia mendesakkan kont0lnya dengan cepat dan tiba-tiba sehingga nancap semuanya di non0kku. "ssshhhhh.....", erangku sambil terpejam. Dia mulai mengenjot kont0lnya keluar masuk non0kku dengan cepat dan keras. Aku merasakan nikmat yang luar biasa karena gesekan yang makin sering di titik sensitif di dalam non0kku. Aku mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku kekiri, lalu kekanan, memutar, mengiringi enjotan kont0lnya di non0kku. Aku meremas rambutnya, sesekali badannya kupeluk erat2. Tubuhku dan dia berkeringat , namun aku tidak perduli karena sedang merasakan nikmat. Dia terus mengenjotkan kont0lnya dengan cepat dan keras. Aku merasa sudah mau nyampe, "cepetean ngenjotnya, lebih keras lagi, enak banget kont0l mas", Kakiku kuangkat ke atas melingkari pinggangnya sehingga rasanya kont0lnya nancep makin dalem di non0kku. Akhirnya "aahhhh", kurasakan non0kku menegang dan mengejut-ngejut menjepit kont0lnya. "Sin, non0kmu nikmat bangetnya bisa ngempot, baru kali ini aku ngerasain empotan non0k senikmat empotan kamu", katanya sambil terus mengenjotkan kont0lnya. "Aaahhhhh.... gila.... ini nikmat sekali... ", dia menancapkan kont0lnya sedalam2nya ke non0kku dan ngecretlah pejunya. Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam non0kku, pejunya muncrat banyak sekali. Aku terkulai lemes, kupeluk dia "Sin, enak banget ngent0t sama kamu, rasanya beda sama cewek lainnya yang pernah kuent0ti", katanya. "Sintia juga nikmat, abis kont0l mas gede banget. Sintia pengen lagi deh". Dia mencabut kont0lnya, dan&lt;br /&gt;menghidupkan TVnya, ternyata motelnya menanyangkan film biru, perempuan dengan wajah asia sedang nungging dient0t sama bule. kont0l si bule yang besar dan panjang keluar masuk non0k sicewek, dan ceweknya ber ah uh, seperti lazimnya film biru. Aku kembali terangsang melihat tayangan itu. Aku merapatkan badanku ke badannya, toketku sebelah kiri udah nempel di badannya. kont0lnya kuraba, ternyata sudah ngaceng lagi dengan kerasnya. Dia membalas meremes toketku sambil mencium bibirku. Dia mulai menciumi toketku dan menghisap pentilku. Tangan satunya menjalar kebawah dan mengkilik2 non0k dan it1lku. Aku merintih2 karena napsuku sudah naik lagi. Kont0lnya yang sudah keras sekali kuremes2 dan kukocok2. Dia memutar badannya ke posisi 69 dan mulai menjilati non0k dan it1lku diantara pahaku yang sudah mengangkang lebar2. Jembutku dielus2nya sambil terus mengemut it1lku. Aku sudah tidak dapat menahan napsuku yang sudah berkobar2. kont0lnya segera kuemut2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku mengambil inisiatif menaiki badannya, menduduki kont0lnya sehingga kont0lnya kembali menyusup ke dalam non0kku, kutekan dengan keras sehingga sebentar saja kont0lnya sudah nancep semuanya ke non0kku. Aku mulai mengenjot kont0lnya dengan menaik-turunkan pantatku. kont0lnya keluar masuk non0kku seirama dengan enjotan pantatku. Aku udah nggak tahan lagi, sehingga enjotanku makin cepet dan keras. Toketku diremas2nya, dan pentilku terkadang diemut2nya. "Sintia dah mau nyampe, enak banget kont0l mas deh", erangku dan akhirnya aku ambruk diatas badannya. Terasa non0kku kedutan meremes2 kont0lnya.&lt;br /&gt;Dia segera berguling sehingga aku telentang dibawahnya. Dia meneruskan permainan dengan mengenjotkan kont0lnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Nikmat sekali, baru nyampe sudah dienjot dengan keras. Dia terus saja mengenjot non0kku dengan cepat dan keras, "Sin, tadi empotan non0kmu kerasa banget deh. Nikmat banget deh Sin ngent0t sama kamu". Nggak lama lagi akhirnya dia pun hampir nyampe, "Sin keluarin sama2 ya, aku hampir ngecret nih". Aku tidak menjawab, kakiku melingkari pinggangnya dan kuteken keras2 sehingga kont0lnya nancep dalem sekali di non0kku, sampai akhirnya aku bergetar karena nyampe lagi "nikmat banget, teken yang keras dong". Dia mengenjotkan kont0lnya sedalam2nya di non0kku dan melenguh "Sin, aku ngecret". Terasa pejunya muncrat beberapa kali didalam non0kku. Oh nikmat banget rasanya, lemes banget badanku, aku memeluk dia erat2, dan dia akhirnya berbaring disebelahku, kont0lnya berlumuran peju dan cairan non0kku. "lemes banget deh Sintia, ngent0t sama mas menguras tenaga ya", kataku. "Ya udah, tidur aja dulu, nanti bangun tidur kita ngent0t lagi", jawabnya sambil memelukku. Karena lelah, aku tertidur dipelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tau berapa lama tertidur dipelukannya. Ketika aku terbangun, dia sedang memandangi wajahku yang masih ngantuk itu. "Sin, kamu cantik sekali kalo sedang tidur, sayangnya kamu bukan istriku ya". "Enggak jadi istri tapi kan udah melayani napsunya mas", jawabku tersenyum. Dia bangun dan masuk kamar mandi, keluar dari kamar mandi, dia membawa gayung, sabun dan handuk. Dia mulai membersihkan non0kku yang belepotan pejunya dan lendirku sendiri. Setelah bersih, dia masuk ke kamar mandi lagi, terdengar suara air yang dibuang dan keran yang dibuka. Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi membawa gayung yang tadi, lengkap dengan sabun dan handuk. Rupanya dia mengganti air digayung. Dia duduk disebelahku dan mulai menyeka wajahku, terus kebawah, ke toketku, perutku, non0kku lagi, pahaku sampai ke telapak kakiku. Aku jadi merinding, apalagi ketika toket, puser, non0k dan pahaku dielus2nya dengan handuk basah. Apalagi ruangan dingin karena AC tetap menyala. Aku hanya terpejam saja, menahan gelinya usapan handuk. Selesainya dia berkata, "Gantian dong". Aku segera membuang air yang ada digayung dan mengisinya dengan air yang baru. Aku kembali ke tempat tidur dan mulai mengelap wajah, leher, dada dan perutnya dengan handuk basah. kont0lnya kukocok2 dan kepalanya kuemut2. "Enggak dilap malah diemut", katanya. Aku tidak menjawab karena kepalaku sedang mengangguk2 sehingga kont0lnya keluar masuk di mulutku. Cukup lama aku mengemut kont0lnya, sampe pelan2 kont0lnya mulai mengeras lagi. Segera kont0lnya kukocok2 dengan cepat sehingga ngaceng sempurna. "sudah siap tempur lagi nih kont0l mas, kuat banget sih mas, dah ngecret 2 kali masih aja ngacengnya keras gini". Dia tidak menjawab, tapi segera memeluk dan mencium bibirku. Tangannya segera meremas2 toketku dan kemudian kembali mengilik2 it1lku. Dia tau bahwa napsuku akan cepat berkobar kalo it1lku dikilik2, dia benar - nggak lama kemudian aku sudah napsu kembali dan pengen segera dient0t. "Sintia udah pengen ngerasain kont0l mas keluar masuk non0k Sintia lagi, masukin dong", aku merengek2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia akhirnya menaiki aku dan segera menancapkan kont0lnya ke non0kku. Nikmat banget rasanya ketika kont0lnya yang besar itu segera menyesaki non0kku karena sudah nancep semuanya kedalam non0kku. Dia mulai mengenjot kont0lnya keluar masuk non0kku dengan cepat dan keras. Aku mulai mengerang2 keenakan. Pantatku bergerak kekiri dan kekanan mengimbangi enjotan kont0lnya. Toketku diremas2nya dengan kedua tangannya, dia bertumpu dengan sikutnya, hal ini menambah rangsangan buatku. "Akhhh... Oukkkhhh" seruku kenikmatan. Dia memelukku erat dan mempercepat enjotan kont0lnya, makin lama makin cepat dan keras. Aku tidak dapat menahan serangannya lagi, sehingga akhirnya aku melolong "Sintia nyampe lagi, nikmat banget ngent0t sama mas deh". non0kku terasa berdenyut2 meremas kont0lnya sehingga dia pun meringis keenakan "Aah Sin, empotan non0k kamu kerasa banget. kont0lku kaya sedang diemut dan diremes. Empotanmu hebat banget Sin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencabut kont0lnya dari non0kku, aku ditunggingkannya dan dia menancapkan kont0lnya ke non0kku dengan keras, sekali enjot kont0lnya sudah masuk semua. Kemudian dia mulai lagi mengenjot non0kku dari belakang. Aku nelungkup ke bantal menahan rasa nikmat yang luar biasa ketika dienjot kont0lnya. Dia memegang pantatku sambil mengenjotkan kont0lnya dengan cepat dan keras. Aku nggak tahan untuk nyampe lagi, luar biasa enjotannya yang begitu merangsang aku sehingga aku cepat sekali nyampe. "Sintia mau nyampe lagi, aakh", seruku dan aku ambruk ke tempat tidur. "Sin, kamu cepet banget nyampenya, aku belum kerasa mau ngecret", katanya. "Abis kont0l mas enak banget, mas pinter banget ngenjotnya, bisa ngilik titik sensitif Sintia. Terusin aja sampe mas ngecret lagi dinon0k Sintia", jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menelentangkan ku dan segera dinaikinya tubuhku. kont0lnya kembali ambles dinon0kku dan dia mulai mengenjotkan keluar masuk dengan cepat. Kalo ditekan, kont0lnya ambles semua di non0kku, ooh nikmat banget rasanya. Dia dengan perkasa terus mengenjotkan kont0lnya keluar masuk. Setelah ngecret 2 kali dinon0kku, ternyata dia bisa bertahan lebih lama. Kadang kont0lnya dicabut dari non0kku, dan sebentar kemudian ditancepkannya kembali dengan keras sehingga dengan sekali sodok langsung nancep semuanya ke non0kku. "nikmat benget enjotan mas yang barusan, terus, yang keras", aku merintih2. Dia meneruskan cara enjotannya. Aku kembali berteriak2 keenakan. Aku menggoyangkan pinggulku kekiri dan kekanan,.ketika kont0lnya dicabut, pantatku refleks mengangkat keatas untuk mencegah kont0lnya lepas dari non0kku. Dia mengubah gaya enjotannya,sehabis menjotkan kont0lnya hingga masuk semua, dia menarik kont0lnya separuh beberapa kali kemudian digentakkannya kembali sehingga nancep kebagian paling dalam dari non0kku. "Aaakh, makin lama dient0t mas makin nikmat rasanya, Sintia lemes banget deh", kataku kepayahan. Dia terus mempermainkan non0kku dengan cara itu. Kemudian dia memelukku erat2, menciumi wajah dan bibirku. kont0lnya tidak dienjotkan karena sudah nancep dalam sekali, tetapi digerak2kan. Lebih nikmat lagi rasanya karena seakan2 kont0lnya sedang menggaruk2 non0kku. "pinter banget sih mas kasih kenikmatan sama Sintia", teriakku. Dia mulai lagi mengenjotkan kont0lnya keluar masuk dengan keras dan cepat. Aku menggeliat2 keenakan sambil mengerang2. Aku membelitkan kakiku ke pinggangnya, supaya dia cuma bisa mengeluar-masukkan kont0lnya ke non0kku tanpa bisa mencabutnya. "Sin, aku udah mau ngecret", akhirnya dia melenguh. Kakiku yang melingkar dipinggangnya kuturunkan, aku mengangkang selebar2nya karena aku yakin dia akan mengenjotkan kont0lnya lebih cepat dan keras lagi. Dia dengan terengah2 terus mengenjot non0kku, sampai akhirnya "Sin, aku ngecret". Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam non0kku, dan bersamaan dengan itu akupun nyampe lagi "aakh nikmat banget ari ini, mas luar biasa sekali sehingga Sintia nyampe 3 kali baru mas ngecret". non0kku terasa berdenyut2 meremas2 kont0lnya. Keringatku bercampur dengan keringatnya yang membanjir walaupun AC dalam kamar menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah denyut jantung kembali normal, kami masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Dia menelpon room service pesan makan. Tidak lama kemudian, pesanannya datang. Aku segera masuk ke kamar mandi dan dia dengan hanya balutan handuk menerima dan membayar pesanan makanan itu. Setelah itu, segera makanan kusantap dengan lahap. Sehabis makan aku masuk kekamar mandi membersihkan diri. "Sin, ngapain bebersih, kan sebentar lagi keringatan lagi", katanya dari ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keluar dari kamar mandi, dia sudah berbaring di ranjang sambil mengelus2 kont0lnya. Aku berbaring disebelahnya dan segera mengelus2 kont0lnya juga. Dia membiarkan aku mengelus2 kont0lnya, kuremas2 dan mulai kukocok2. Nggak lama kemudian kont0lnya mulai mengeras. Dia mulai mencium bibirku dengan napsu, toketku pun diremas2nya dengan gemas. Perlahan dia mulai menciumi toketku, pentilku menjadi sasaran emutannya, aku mendesah2 keenakan. "Terus dong, enak", erangku. Bibirnya terus menjelajah kebawah, ke non0kku. Pahaku dikangkangkannya, sehingga belahan non0kku menganga. Dia mulai menjilati non0kku yang sudah basah. Aku tambah melenguh2 ketika it1lku menjadi sasaran jilatannya yang berikut. "enak banget, Sintia dah napsu nih. Dient0t dong", pintaku. Dia tidak memperdulikan eranganku, malah it1lku diemutnya, sementara tangannya terus meremas2 toketku dan memlintir2 pentilku. Rangsangan yang aku terima pagi buta itu makin besar sehingga akhirnya aku tidak dapat menahan diriku lagi, "Sintia nyampe aah". "Cepat banget Sin, belum dient0t", jawabnya. Aku terkulai lemas karena sudah nyampe, kont0lnya segera kuremas2 lagi. Dia kembali mencium bibirku dengan ganas, aku menyambut ciumannya. Lidahku segera melilit lidahnya dan dia menghisap lidahku yang masuk kemulutnya. Toketku terus diremas2nya. "Sin, isep kont0lku dong", pintanya, segera saja aku merubah posisi dan mulai menjilati kont0lnya yang sudah keras banget ngacengnya. Kepala kont0lnya mulai kuemut dan tak lama kemudian kepalaku mulai mengangguk2, mengeluar masukkan kont0lnya ke mulutku. Gilirannya yang melenguh, "Enak banget Sin". non0kku yang berasa dekat mulutnya kembali menjadi sasaran, Lidahnya segera menyerbu masuk dan mulai menjilat it1lku lagi. Napsuku dengan cepat berkobar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku direbahkannya dan tubuhnya langsung menindihku sembari menciumi bibirku. kont0lnya diarahkan hingga berada tepat di depan mulut non0kku, digosok-gosokkannya kont0lnya di lipatan non0kku. Sensasinya sangat mengenakkan, aku memeluknya erat sekali sambil terus mengerang nikmat. non0kku semakin basah dan perlahan kont0lnya yang besar mendesak masuk ke dalam non0kku. Aku mengangkat kedua kakinya hingga selakanganku lebih terbuka lebar sehingga kont0lnya dengan leluasa menerobos masuk non0kku. Aku mengeluh, "Aduh.., enak banget deh". Saat itu kont0lnya telah masuk semua, dia diam sejenak dan kemudian dengan perlahan mulai mengenjotkan kont0lnya keluar masuk, semakin lama semakin kencang hingga memasuki non0kku sampe mentok. Dia terus mengenjotkan kont0lnya dengan penuh napsu sambil melumat habis bibirku dan meremas toketku yang mengeras. Ciumannya mulai turun ke leherku, aku mendesah kenikmatan. "Sintia hampir.." aku makin mendesah nggak karuan. Dia tidak memperdulikan eranganku, kont0lnya terus dienjotkan keluar masuk non0kku dengan keras dan cepat. Aku terus mendesah desah, sementara enjotan kont0lnya makin cepat saja kedalam non0kku. "Sintia mau nyampe lagi.. Ahh..", rintihku. "Aku juga Sin..", balasnya. Enjotannya dipercepat dan akhirnya pejunya muncrat memenuhi non0kku. Bersamaan dengan itu, aku mengejang keenakan. Aku nyampe berbarengan dengan dia. non0kku terasa berdenyut2 meremas2 kont0lnya. "Enak banget Sin", erangnya. Aku dipeluknya sambil mencium keningku, kon tolnya masih tertanam di non0kku sampai mengecil dengan sendirinya. Dia akhirnya mencabut kont0lnya. Ranjang telah sangat basah oleh cairan kami berdua. Lalu kami berdua kembali membersihkan diri, berpakaian dan cek out. Luar biasa napsu dan kekuatan dia, aku lemes banget deh. Dia ngentotin aku sampe 4 ronde, gak ada matinya tu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disitulah cerita gue, moga bermanfaat buat lo semua ya, tapi inget gue bukanlah tante girang, gue hanya istri seorang pria yang kebetulan salah ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-4154592506075720266?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4154592506075720266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4154592506075720266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2010/02/tante-dan-mantan-atasan.html' title='Tante dan Mantan Atasan'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_avJyNzPUrek/SlI6vYxa5gI/AAAAAAAAAJQ/C4MoxBpOue0/s72-c/basah+%2816%29.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-6631881128901130576</id><published>2010-01-06T19:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T20:10:44.573-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri dijual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngetot istri teman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jual istri'/><title type='text'>Bayar Hutang Pake Istri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komunitas Tante Girang&lt;/span&gt;. Kesetiaan seorang istri memang bisa diuji dengan apapun , termasuk &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt; kali ini, karena suami berhutang pasa seseorang, akhirnya istri membayar dengan seks, permainan seks yang menegangkan. Berikut cerita lengkapnya. Aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Namun, karena keadaanku juga sangat mendesak, aku memberanikan diri dengan harapan temanku bisa membayar; minimal separuhnya dulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak bisa membayar barang sedikit pun. Memang aku mengerti keadaannya. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hari sudah larut, aku tahu diri, segera permisi pada Darta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gua jadi enggak enak nih.."&lt;br /&gt;"Sudahlah Ta. Gua gak apa-apa koq. Gua cuma nyoba aja, barangkali ada," aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran.&lt;br /&gt;"Ma, gua mau bisikin sesuatu..' tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. Dan aku benar-benar terkejut, ketika Darta menawarkan istrinya untuk kutiduri.&lt;br /&gt;"Gila lu.. Sialan.." ucapku.&lt;br /&gt;"Sstt.. Jangan berisik. Gua juga kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu udah banyak berbuat baik sama gua. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan.." begitulah ucap Darta dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang diam-diam sudah sejak lama aku selalu memperhatikan Mila. Bahkan aku pun memuji Darta, bisa mendapatkan gadis secantik Mila. Selain posturnya yang tinggi, Mila memiliki kulitnya yang putih dan mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang selalu terbungkus rapat, dengan baju yang longgar. Namun aku dapat membayangkan, betapa kenyalnya tubuh Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru melihat wajah dan jemari tangannya pun, aku memang suka langsung berpantasi; membayangkan Mila jika berada di hadapanku tanpa busana. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Karena aku sangat tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Lihat saja penampilannya, yang selalu terbungkus sopan dan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apa dia mau?" aku pun akhirnya mulai terbuka.&lt;br /&gt;"Kita pasang strategi, donk! Kalau secara langsung, jelas istri gua kagak bakalan mau," jawabnya.&lt;br /&gt;"Gimana caranya?" aku penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darta kembali membisikan lagi rencana gilanya. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Sudah kubayangkan, betapa nikmatnya bersetubuh dengan perempuan aduhai seperti Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mila..! Mila..! Milaa..!" Darta memanggil istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang tetap rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Bang?" tanya Mila.&lt;br /&gt;"Tolong belikan rokok ke warung..!" kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya.&lt;br /&gt;"Baik, Bang," Mila menerima uang itu, lalu ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darta segera menyuruhku masuk ke dalam kamarnya, seraya masuk ke kolong ranjang. Aku mau saja, berbaring di tembok dingin, di bawah ranjang. Lalu Darta ke luar lagi. Pintu kamar, tampak masih terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Mereka bercakap-cakap di ruang tamu. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya tidak banyak tanya. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Hingga suara pintu yang dikunci pun, bisa terdengar dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Pintu ditutup. Dikunci pula. Bahkan termasuk lampu pun dimatikan, sehingga mataku tak melihat apa-apa lagi. Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Lalu ada juga yang terdengar suara seleting celana, dan nafas Mila yang mulai tak beraturan. Pluk, pluk, pluk.. Sepertinya pakaian mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emh.. Ah.. Uh.. Oh.." Jelas, itu suara milik Mila.&lt;br /&gt;"Euh.. He.. Euh.." nah kalau itu, suara Darta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emh.. Akh.. Ayo Bang.. Aduuh ss.." suara Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Aku sudah tidak tahan mendengar suara dengusan nafas kedua insan yang tengah memadu berahi ini. Hingga aku mulai membuka celanaku, bajuku dan celana dalamku. Aku sudah telanjang bulat. Lalu aku bergerak perlahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul. Terutama tubuh Mila, yang putih mulus. Darta sudah memasukan penisnya, dan sedang memompanya turun naik, diiringi desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila sepertinya lebih menikmati berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku mulai tidak tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Dan suara erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh.." Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Dan akhirnya.&lt;br /&gt;"Agh.. Agh..!" suara Darta mengakhiri pendakian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tampaknya Mila belum selesai. Terbukti, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, agar tak segera mencabut penisnya. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Ia tergolek dengan nafas yang lemah-lunglai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan inilah, saatnya aku harus masuk. Demikian yang direncanakan Darta tadi. Maka tanpa ragu lagi, aku segera melompat ke atas ranjang. Meraih tubuh Mila dan langsung menindihnya. Tentu saja Mila terpekik kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa Kau..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! jangan..! setaan..!" Mila berontak. Ia sangat marah tampaknya.&lt;br /&gt;"Mila, aku punya hutang pada kawanku. Berilah ia sedikit kesempatan.." Darta yang menjawab, sambil mengelus rambutnya.&lt;br /&gt;"Biadab..! Aku tidak mau..! Lepaskan..! bangsat..!" Mila mendorong tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena nafsuku sudah memuncak, aku tak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya, sambil tanganku berusaha menuntun agar penisku segera masuk. Mila tetap meronta. Mila berkali-kali meludahi mukaku. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Bahkan ludahnya malah kusedot dari bibirnya, dan kutelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun liang vagina Mila sudah licin, namun penisku tetap agak seret untuk segera menembusnya. Mila terpekik, ketika aku menekan dan memaksakannya sekaligus. Bles..! Akhirnya masuk juga. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Mila tetap berontak, sampai akhirnya kehabisan tenaga. Akhirnya ia hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan ada air mata yang mengalr dari kedua kelopak matanya. Tetapi aku semakin bernafsu. Kuremas-remas payu daranya yang ternyata memang cukup besar dan begitu kenyal. Lalu aku mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan juga, aku melihatnya. Sehingga aku bergerak perlahan-lahan, sampai akhirnya vagina Mila bisa beradaptasi dengan penisku. Mila tidak bereaksi. Ia diam saja. Namun aku sangat menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Mila diam, tentunya jauh lebih nikmat dari pada melakukannya dengan patung. Aku terus memompanya, sampai napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Dan hasilnya cukup bagus. Lama kelamaan, di sela isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Tentu saja aku semakin bersemangat. Kupompa lebih cepat lagi. Tiba-tiba isakan tangisnya berhenti, diganti dengan nafasnya yang kian memburu. Dan yang lebih mengagetkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Aku tersenyum, sambil mencumbui telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau menikmatinya, sayang?" bisikku.&lt;br /&gt;"Diam..!" dia membentakku. Namun aku yakin, Mila hanya tidak mau mengakui kekalahan dirinya. Buktinya, ketika penisku kucabut, Mila menekan pantatku. Tangannya pun memeluk tubuhku, agar aku merapatkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada suara erangan dari bibirnya yang tertahan. Bersamaan erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Dan vaginanya ditekan pula ke atas. Aku pun sangat terangsang. Hingga detik-detik akhir pun akan segera tiba. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kugenjot lebih cepat dan lebih keras. Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Aku tekan sangat kuat. Kugigit pelan lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agh.. Agh.. Agh.." Maniku keluar di dalam vaginanya. Begitupun Mila.&lt;br /&gt;"Akh.. Akh.. Akh.. Ss.." begitulah yang keluar dari mulut Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kemudian Mila mendorong tubuhku dan seakan menyesali dan tak mau lagi bersentuhan denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai cerita tante yang setia terhadap suaminya ini, namun harus rela menjual tubuh untuk membayar hutangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-6631881128901130576?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6631881128901130576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6631881128901130576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2010/01/bayar-hutang-pake-istri.html' title='Bayar Hutang Pake Istri'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-371204146201587644</id><published>2009-12-02T03:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T03:49:18.149-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='payudara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerkosaan enak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vagina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesta seks'/><title type='text'>Ngeseks gara-gara Konser</title><content type='html'>Bukan Cerita tante girang, tapi cerita seks anak muda yang usai nonton konser, langsung ngecrot dengan cerita seks berikut ini. Bugi, Gono, Adon, Feri dan Coki baru saja menggelar ‘konser’ di kamar Coki. ‘Konser’ menurut kamus mereka adalah menonton setumpuk DVD porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sialan, kenapa lu ngajak ‘konser’ pas gue lagi jomblo? Mana di sini sama sekali gak ada cewek,” gerutu Adon sambil mengelap jidatnya yang berkeringat. “Gue butuh pelampiasan nih,” tukasnya lagi sambil mengelus kont*lnya yang ngaceng di balik celana bermudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang Mbak Suti udah pulang,” desah Coki. “Biar cuma babu cuci dan giginya berantakan, tapi bodinya mak! Gak kalah sama J-Lo. Pantatnya itu lho kalo jalan megal-megol!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, selera lu kok gak mutu gitu,” cela Gono sambil pringas-pringis. “Gue mana bisa nafsu sama cewek jelek.” Cowok paling ceking ini sedang berusaha mengecilkan kont*lnya yang membengkak dengan menempelkan bagian depan celananya yang menggembung pada sekaleng bir Guiness hitam dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, kalo lagi nafsu gini mau cewek kayak apa kek yang penting dia punya lobang yang bisa dimasukin,” sahut Bugi sambil ngiler usai melihat-lihat cover DVD yang seronok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tul, biar muka kayak setan yang penting legit kayak ketan,” timpal Coki mencoba sedikit bertamsil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha, trus sekarang kita kudu ngapain? Ke diskotek, panti pijat atau lokalisasi? Gue lagi bokek. Lagian kalau pas ada razia kan konyol. Pokoknya malam ini gue kudu nyolok,” ujar Adon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, gue tahu! Lu pada inget sama cewek yang tinggal di rumah belakang gak? Yang sombong itu lho. Yang gue panggil tapi dia malah melengos.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih mabuk film porno, empat temannya hanya manggut-manggut tanpa tenaga. Feri yang pendiam malah masih merengut. Ia tidak puas dengan enam film yang mereka tonton. Bukan karena cerita atau pemainnya – buktinya kont*lnya paling mekar diantara yang lainnya, tapi sudut pengambilan gambar yang membuatnya jengkel. Maklum, si bongsor ini adalah mahasiswa IKJ jurusan penyutradaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namanya Nina. Sebenarnya mukanya sih nggak cantik-cantik amat, tapi bodinya seksi. Kulitnya putih mulus. Pahanya jenjang en payudaranya sekel. Eh, pas tahu gue pelototin bodinya dia malah maki-maki gue. Heran, kalo nggak mau ditonton ya jangan ngasih kita tontonan dong. Dia jual mahal karena dulunya pernah jadi simpanan bule. Mending bulenya cakep. Udah tua, gendut, gundul lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, panjang umur dia,” gumam Bugi sambil melongok jendela. “Cok, itu kan yang namanya Nina?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat temannya segera menghambur ke jendela. Dari lantai dua, mereka bisa melihat gundukan kembar yang mengintip dari belahan blus rendah, paha mulus jenjang dan goyang pantat Nina yang membius. Jakun mereka naik turun dan menghasilkan bunyi glek keras. Lalu semuanya saling pandang. Seakan memiliki kemampuan men-scan isi otak empat sohibnya yang kotor, Coki langsung mengajak mereka menyelinap ke rumah kontrakan di belakang. Kebetulan Nina memang tinggal sendirian. Tapi ada syaratnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue gak mau masuk penjara. Jadi kita harus bikin dia mau main karena suka sama suka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa repot amat. Masa kudu pake rayuan dulu?” omel Adon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak repot asal ngikutin cara gue. O, ya satu lagi. Karena gue yang kasih tahu kalian, berarti gue dapat giliran pertama. Dan lu, Fer, lu bisa mewujudkan impian lu. Bawa handycam lu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feri memang tak pernah lepas dari handycamnya. Wajahnya yang berjerawat langsung berseri-seri. Ia mendekati Coki lalu berbisik-bisik seperti seorang sutradara yang sedang berdiskusi dengan penulis skenario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah celingukan ke sana-kemari, mereka memanjat pagar kecuali Gono. Ia tetap berada di luar pagar untuk membunyikan bel agar Nina mau keluar. Mulanya Gono enggan, takut dirinya dilupakan dan ditinggal oleh teman2nya. Tapi setelah Coki meyakinkannya, ia mau juga menjadi pancingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ting Tong. Ting Tong. Ting Tong. Ting Tong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina mengintip dari balik korden. Ia mengerutkan keningnya melihat cowok tak dikenal memencet bel rumahnya dengan getol. Dengan jengkel ia membuka pintu, mulutnya baru saja membuka untuk mengomeli Gono saat sebuah tangan membekap mulutnya dan ada tangan-tangan lain meringkus tangan dan kakinya. Dalam waktu singkat, Nina sudah digotong masuk ke dalam kamar tidurnya sendiri. Sedangkan sesuai janjinya, Coki tak lupa membukakan pintu untuk Gono. Kerjasama Coki dan kawan-kawan tak kalah baik dengan kawanan tentara bayaran di film-film Hollywood saat menjebak teroris. Nina mendelik begitu mengenali Coki. Berbagai makian terlontar, tapi tak jelas terdengar karena mulutnya dibekap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diam, sayang. Kalau lu terus memaki-maki gue, nanti akibatnya tambah fatal,” ujar Coki sambil mengunci pintu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Coki meminta teman-temannya untuk menelanjangi Nina biar mirip &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/search/label/pesta%20sex"&gt;pesta seks&lt;/a&gt;. Bugi yang kesal karena tangannya digigit Nina hingga berdarah langsung menjejalkan celana dalam nylon putih berenda ke dalam mulut sang empunya celana. Gadis itu tidak diikat karena kedua tangan dan kakinya terus dipegangi. Bugi yang duduk di dekat kepala Nina memegangi kedua tangan Nina, sedang Adon dan Gono duduk di samping kiri-kanan Nina sambil mementangkan kaki gadis itu dengan selebar mungkin. Usaha mereka tidak mudah karena gadis itu terus meronta-ronta. Sementara itu Feri sudah sibuk dengan handycam-nya, lensa handycam terus terarah pada lekuk tubuh Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, kita punya penawaran. Kita kasihan melihat lu tinggal sendirian tanpa pacar apalagi suami. Lu pasti sering masturbasi kalau lagi kesepian. Apalagi umur lu masih muda, belum nyampe tiga puluh. Cewek umur segitu kan lagi horny-hornynya,” ujar Coki sambil mengelus selangkangan Nina yang tak berambut, sepertinya habis di-wax. “Jadi kita bisa saling memuaskan. Win-win solution lah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina menggeram marah. Ia melotot sambil menggeleng keras saat payudaranya diremas-remas Adon dan Gono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kami nggak bisa membuat lu orgasme dalam waktu sepuluh menit, kami akan minta maaf, keluar dari sini dan nggak bakalan ganggu lu lagi selamanya. Lu sendiri nggak boleh bilang siapa-siapa tentang kejadian ini atau rekaman gambar bugil lu akan nongol di internet. Tapi kalau lu sampai teriak-teriak enak, maka lu harus mau melayani kami berlima,” ujar Bugi sambil memiting kedua tangan Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelan-pelan. Kalau tangannya sampai keseleo atau patah kan nggak seru,” tukas Coki menyabarkan Bugi. Bugi menurut dan mengendorkan pitingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina mulai gemetar. Sorot matanya tak segarang tadi. Agaknya ia tidak yakin bisa melewati sepuluh menit dengan selamat. Jujur saja apa yang dikatakan Coki tadi benar. Ia memang kesepian dan hampir tiap malam bermasturbasi, kadang sekali, kadang sampai tiga kali. Ia ingin bercinta lagi, tapi hanya dengan orang yang benar-benar dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawaban Nina, Coki mengambil posisi di depan selangkangan Nina. Tubuh Nina mengejang saat lidah Coki mulai menjilati klitorisnya. Tapi sesudahnya ia diam, meronta pun tidak. Ia hanya merintih pelan sambil berusaha menahan agar nafsunya jangan sampai meledak. Namun bukan hanya Coki yang bekerja, Adon dan Gono terus meremas dan melumat buah dada bulat kenyal dengan lapar. Sesekali keduanya memuntir dan menggigiti puting cokelat muda yang menggemaskan itu. Sedangkan Bugi menggesek-gesekkan kont*lnya yang keras di balik celana selututnya pada ubun-ubun Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dada Nina naik-turun. Nafasnya mulai memburu. Dengan lembut dan tak terburu-buru Coki melumat bibir bawah Nina. Dijilatinya klentit yang sudah mengeras itu dengan perlahan, sesekali menelusurinya dengan ujung lidahnya. Coki pernah membaca di sebuah majalah kalau klentit sisi sebelah kanan lebih sensitif dari sebelah kiri karena syaraf pada pada sisi kanan berhubungan langsung pada kandung kemih. Jari telunjuk Coki juga sudah mengelus dan menekan dinding atas vagina, persisnya pada permukaan halus yang mirip spons. Menurut buku seks yang dibacanya, tempat itu yang dinamakan G-spot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lima menit lagi,” ujar Feri dengan suara serak. Tangannya yang memegang handycam sudah berkeringat. Ia ingin sekali ikut meremas dan menjilati tubuh Nina, tapi merekam dokumentasi langka seperti ini lebih penting baginya. Toh nantinya ia juga dapat giliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina memandangi jam dinding dengan pasrah bercampur cemas. Kalau saja ia punya kemampuan untuk memajukan jarum menit dari jarak jauh, tapi yang bisa dilakukannya hanyalah terkapar tanpa daya. Payahnya lagi tubuhnya mulai menggigil oleh hujan serangan dari cowok-cowok yang usianya sekitar sepuluh tahun lebih muda darinya. Sudah lama ia tidak disentuh laki-laki, sekarang malah ada lima meski yang satu sibuk dengan handycam. Astaga! Nanti rekaman itu akan dikemanakan? Eh, apa mereka membawa kondom? Kalau dia sampai hamil gimana? Untung saja hari ini sudah lewat masa suburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua menit lagi,” ujar Feri sambil merekam kehebatan kerja lidah Coki dari jarak dekat. “Lu benar-benar hebat, man. Belajar dari mana sih? Tapi jangan lama-lama nanti sepuluh menit keburu lewat,” bisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coki hanya melirik dan mengedipkan matanya. Mendadak ia mempercepat gosokan sambil sedikit menekan G-spot dan mengenyot kacang basah itu dengan mantap. Nina mengerang dengan mata terpejam lekat sehingga dahinya berkerut dan kedua alisnya menyambung jadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suara lu seksi. Bikin adik gue tambah gede,” bisik Bugi sambil menyeringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina menggigit bibirnya untuk menahan teriakan-teriakan keluar dari mulutnya. Namun rasa nikmat sudah menguasai sekujur syaraf tubuhnya. Kakinya yang sejak tadi diam mulai kembali bergoyang-goyang. Begitu pula tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“This is it, Cok! She’s coming!” seru Bugi riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata ‘coming’, Nina berusaha mengendurkan syaraf-syarafnya, tapi Coki sudah membuatnya gila. Perut bawahnya mulai mengejang dan rasanya ingin meledak. Ia menggeliat untuk menahan ledakan, tapi terlambat. Seiring erangan keras, matanya melotot dan kedua kakinya menjejak ke udara dengan keras hingga nyaris terlepas dari cekalan Adon dan Gono. Bugi mencopot sumbatan mulut Nina dan berbisik, “bilang enak dulu kalau nggak, dia nggak akan berhenti ngemut klentit lu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Nina hanya mengerang-erang sambil menggelinjang ke sana-kemari. Ia berusaha melepaskan diri dari Coki, tapi lidah dan jari Coki terus melekat dengan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ss… sudah… su… dah… please… tol…long…,” desis Nina setengah menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bilang enak dulu,” perintah Bugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“E… enak… en…nak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang keras!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak! Enaaak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru Coki berhenti. Sekitar bibir dan hidungnya basah mengkilap, tapi ia tampak senang. Dengan wajah berseri-seri, ia membuka pakaian hingga telanjang. Begitu pula yang lainnya termasuk Feri yang akhirnya mau juga menaruh handycam-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan napas tersengal-sengal Nina terbaring lemah. Ia hanya bisa melihat Coki merangkak mendekatinya dan langsung menghujamkan kont*lnya ke dalam vagina yang basah dan licin. Nina merintih saat klentitnya yang bengkak dan masih sensitif terasa pedas tergesek rambut kemaluan Coki yang tajam. Coki sendiri terus menghantam pantatnya ke selangkangan Nina sambil melumat bibir Nina dengan rakus. Nina memalingkan wajahnya begitu merasakan lendir &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;vagina&lt;/a&gt;nya sendiri, tapi Coki memegangi pipinya dengan erat dan terus mengobok-obok gusi dan dinding mulut Nina dengan lidahnya. Setelah puas mentransfer ludah mulut bawah Nina ke mulut atasnya, kedua tangan Coki sibuk meremas pinggul dan payudara gadis itu dengan keras hingga Nina kesakitan. Sepertinya kesabaran Coki dalam menghadapi klentit, hilang tak tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bugi, Adon dan Gono asyik menonton sambil mengelus-ngelus kont*l mereka. Bugi yang mendapat giliran kedua sudah siap di samping ranjang sambil menyuruh agar Coki jangan lama-lama. Coki yang memang sudah hampir selesai segera mempercepat kayuhan pantatnya dan ia menggeram sambil meremas buah dada Nina dengan keras. Crot! Crot! Crot! Nina begitu kesakitan hingga air matanya menggenang. Ia tidak mengalami orgasme lagi karena tubuhnya belum pulih dari ledakan kenikmatan tadi apalagi remasan tangan Coki menyakitinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bugi langsung maju menggantikan tempat Coki. Ia menyeringai melihat Nina menggeleng pasrah.&lt;br /&gt;“Jangan takut, sayang. Biarpun tangan gue lu gigit sampe berdarah, gue bakal bikin lu menjerit-jerit keenakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina memang langsung menjerit kecil saat kont*l Bugi menerobos masuk dengan paksa. Apalagi setelah kedua kakinya yang panjang diangkat dan disampirkan pada pundak Bugi. Kont*l Bugi langsung melesak masuk menumbuk G-spotnya dengann telak. Teriakan kesakitan Nina berubah menjadi lolongan nikmat saat Bugi menghentak-hentakkan pantatnya. Kedua tangan Nina menarik-narik seprai hingga hampir robek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feri terus merekam dari berbagai sisi. Sedangkan Adon dan Gono mengomentari gaya Bugi dengan kagum seperti komentator yang sedang memuji-muji gocekan Ronaldinho di depan gawang lawan. Coki tampak sirik dengan keberhasilan Bugi merangsang Nina. Gadis itu seperti lupa kalau sedang diperkosa. Ia tampak begitu menikmati kocokan Bugi hingga ikut menghentakkan pantatnya dan berulang kali berteriak ‘Yes! Oh, yes! More… more!! Ughh! Enaaak! Agh… Yes! Enaaak!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan kepala mendongak, Bugi menggeram seperti anjing herder milik Pak RT. Cairan hangat menyembur-nyembur dari kont*lnya ke dalam rahim Nina dan kedua tangannya mencengkeram payudara sambil memuntir puting Nina. Pinggul Nina masih terus bergoyang, teriakannya juga masih jalan terus. Rupanya kont*l Bugi yang tinggal setengah mekar masih cukup keras menyodok-nyodok G-spot nya. Selang sepuluh detik kemudian giliran Nina mengerang panjang lalu tubuhnya terkulai lemas. Ia mengangguk pelan pada Bugi sebelum memejamkan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, siapa yang suruh lu tidur. Belum selesai, sayang,” tukas Adon sambil menarik Nina bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adon si gempal menyuruh Nina duduk di pangkuan menghadapnya. “Busyet! Lu becek banget,” tukas Adon setengah mengeluh saat cairan vagina bercampur sperma dua temannya tumpah membasahi paha dan buah zakarnya. Kont*l Adon sudah berdiri dengan kerasnya hingga tak perlu bantuan tangan lagi untuk memasuki lubang vagina Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina menahan napas saat vaginanya kembali ditembus kont*l sekeras kayu. Anak-anak kuliahan ini benar-benar berbeda dari Albert Withers, expat Aussie yang dulu memeliharanya. Kont*l Albert memang besar, tapi tidak sekeras milik mereka. Mungkin karena sudah berusia lima puluh tahun maka kont*l bule itu tidak lagi mengacung ke langit tapi membentuk sudut sembilan puluh derajat dari paha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adon memegangi pantat Nina dan menaik-turunkannya seiring ia menggoyang pantatnya. Nina yang lemas berusaha bersandar pada tubuhnya, tapi malah didorongnya menjauh hingga kepalanya terayun ke belakang. Satu tangan Adon melepas pantat Nina untuk menyangga punggung Nina. Bibirnya yang tebal menyelomot payudara Nina yang berayun di depan wajahnya. Mata Nina kembali terpejam dan ia mengerang. Semua rangsangan ini membuat liang senggamanya berkedut dan mengeluarkan cairan lagi. Tapi erangannya lembut setengah mendesah, tak sekeras saat kont*l Bugi mengocoknya. Tapi lama kelamaan ia mulai merintih nikmat karena klentitnya kembali mengembang setelah tergesek dengan rambut kemaluan Adon. Ia mulai menggelinjang sehingga tubuhnya oleng dan hampir jatuh rebah ke kasur. Tapi Adon menariknya kembali dan tubuh mereka yang basah karena keringat saling menempel. Adon memeluk Nina dengan erat dan menekan tubuh Nina kuat-kuat sebelum menyemburkan spermanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina yang baru saja dibaringkan Adon langsung disuruh nungging oleh Gono. Dengan sekali hentak, kont*l Gono langsung masuk. Nina mengerang sambil meringis. Meski tidak begitu panjang, tapi kont*l buntek ini berdiameter cukup besar sehingga memenuhi liang vaginanya seperti lepet yang menuh-menuhin bungkusnya. Satu tangan Gono mengobel-ngobel payudara Nina dan yang satunya mengilik-ngilik klitoris Nina. Gadis itu terus menggelinjang dan merintih nikmat setelah mengalami lima orgasme kecil berturut-turut. Gono sendiri memejamkan mata menikmati kont*lnya dikenyot liang vagina yang tak henti berkedut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coki, Bugi dan Adon menggoda Feri yang terus saja asyik merekam. Seolah tak mendengar ejekan temannya, Feri malah mendekati Gono dan membisikinya sesuatu. Gono menoleh tanpa berhenti mengayun pantatnya. Pandangan takjub Gono membuat tiga penonton saling pandang dengan penasaran. Tapi Feri dan Gono tak mau menjawab pertanyaan yang diberondongkan mereka. Dengan santai Gono menarik tangannya dari klentit Nina. Tangannya mengkilat oleh cairan vagina bercampur sperma tiga temannya. Lalu ia mengoleskan cairan di tangannya ke bibir anus Nina. Nina yang sejak tadi mengerang-erang langsung terkesiap. Ia melonjak kaget bahkan berusaha melepaskan diri, tapi Gono memegangi pantatnya dengan erat. Dengan dua jari, Gono menguwek-uwek bibir anus berwarna merah muda itu hingga melembut. Anus Nina makin berkerut-kerut karena kegelian. Sentuhan pada anus rupanya membuat Nina semakin panas dan meremas kont*l Gono kuat-kuat. Bersamaan dengan jeritan Nina, Gono juga berteriak. Cairan hangat kembali membanjiri lubang vagina Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina ambruk ke atas seprai yang bau dan basah kuyup oleh cocktail keringat, cairan vagina dan air mani. Matanya yang hampir terpejam segera melotot begitu melihat kont*l Feri yang berukuran super melintas di depan hidungnya. Tanpa disadarinya tubuhnya gemetar dan lubang vaginanya terasa ngilu sebelum ditembus kont*l pejantan terakhir. Feri menitipkan handycam-nya dulu pada Coki dan mulai mendekati Nina. Ia duduk bersandar di headboard ranjang dan menarik tubuh Nina yang tergolek di hadapannya. Dimintanya Nina duduk di pangkuannya, tapi tidak seperti Adon tadi kali ini Nina memunggunginya. Kaki Nina dipentangkan lebar dan ditaruh di atas kedua lutut Feri. Dengan perlahan, Feri memegangi pinggang ramping Nina. Diangkat dan diturunkannya tubuh gadis itu hingga kont*lnya menusuk masuk ke dalam vaginanya. Ninah mendesah puas. Namun baru saja mem*knya meremas-remas gada raksasa itu, ia kecewa. Tiba-tiba Feri saja mengangkat tubuhnya dan melepaskan kont*lnya. Apa karena terlalu becek? Nina ingin bertanya, tapi malu. Lagipula Feri kembali menurunkan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina menjerit kesakitan. Ternyata kont*l besar itu menghujam lubang anusnya setelah mencelup lubang vaginanya untuk mendapat lubrikasi. Ia meronta dengan sisa-sisa tenaganya, tapi sia-sia. Feri terus menarik pundak Nina ke bawah. Tubuh Nina melengkung karena menahan nyeri saat seluruh kont*l Feri masuk ke lubang anusnya. Baru kali ini anusnya diperawani, sialnya dengan kont*l sebesar ini. Feri diam sejenak dan meremas-remas payudara Nina dengan lembut. Ia juga membisiki Nina dengan berbagai pujian dan rayuan. Usahanya menenangkan Nina berhasil, gadis itu akhirnya berhenti berontak dan menyandarkan tubuhnya dengan pasrah. Feri mulai menaik-turunkan tubuh Nina. Satu tangannya beranjak meninggalkan payudara dan menelusuri perut rata Nina menuju klitoris Nina yang sudah memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina menggelinjang saat jari telunjuk Feri menggaruk sembari memutar-mutar kacangnya. Payudaranya berguncang sehingga membuat empat penonton kembali ngos-ngosan karena pemandangan merangsang ini membangunkan senjata pribadi mereka. Coki yang tidak tahan menyerahkan handycam pada Bugi dan merangkak maju mendekati Nina. Protes teman-temannya tidak dipedulikannya. Rupanya ia masih kesal mengapa Nina tampak begitu menikmati kont*l teman2nya, tapi tidak miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telunjuk Coki menyelonong masuk ke dalam liang vagina Nina dan mengobok-obok G-spotnya dan mulutnya menerkam salah satu payudara Nina. Nina mendesis-desis sambil memandangi Coki. Pandangannya seperti orang fly, ya gadis itu sedang terbang di dunia fantasi. Cairan vagina yang terus keluar mengalir ke anus membuat gerakan kont*l Feri semakin lancar. Kaki Nina mengejang dan teriakan lantang pun menyusul hingga Coki harus membekap mulut Nina. Dua tangan Coki berada pada dua mulut Nina. Feri terus memompa lubang Nina tanpa ampun. Ia belum juga ejakulasi meski tubuh Nina sudah terkulai lemas. Akhirnya crrott…crott…crot…crot. Semburan panas mengisi lubang anus Nina hingga ia terlonjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain selama lima ronde berturut-turut membuat tenaga Nina habis. Begitu Feri melepaskannya, ia roboh tanpa bisa berkata-kata lagi. Ia baru membuka mulutnya setelah Adon kembali meraba payudaranya. “Besok… besok lagi saja, ya…,” ujarnya memelas dengan lirih. Demikian cerita kali ini, walau bukan &lt;a href="http://cerita-tante-girang.blogspot.com"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt; tapi cukup menghibur bukan .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-371204146201587644?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/371204146201587644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/371204146201587644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/12/ngeseks-gara-gara-konser.html' title='Ngeseks gara-gara Konser'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-8773915868168580028</id><published>2009-11-23T09:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T10:05:18.781-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks kost-kost an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek kost'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks kost'/><title type='text'>Cewek Kost Yang Seksi</title><content type='html'>Ngeseks di kost-kost an sudah menjadi rahasia umum, banyak orang sengaja memilih kost untuk melakukan hubungan seks dengan selingkuhan ataupun teman kencan alias TTM, dalam cerita seks kali ini adalah cerita tentang &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;Seks&lt;/a&gt; di sebuah kost-kost an yang memiliki seorang penghuni bahenol dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.panama-guide.com/images/articles/20070508074750760_3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 303px; height: 453px;" src="http://www.panama-guide.com/images/articles/20070508074750760_3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kost kami berlima dan hanya ada satu-satunya cewek di kost ini, namanya Sari. Aku heran ibu kost menerima anak perempuan di kost ini. Oh, rupanya Sari bekerja di dekat kost sini.Sari cukup cantik dan kelihatan sudah matang dengan usianya yang relatif sangat muda, tingginya kira-kira 160 cm. Yang membuatku bergelora adalah tubuhnya yang putih dan kedua buah dadanya yang cukup besar. Ahh, kapan aku bisa mendapatkannya, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati tubuhnya, menancapkan penisku ke vaginanya dan menikmati gelora kegadisannya.Perlu pembaca ketahui, umurku sudah 35 tahun. Belum menikah tapi sudah punya pacar yang jauh di luar kota. Soal hubungan seks, aku baru pernah dua kali melakukannya dengan wanita. Pertama dengan Mbak Anik, teman sekantorku dan dengan Esther. Dengan pacarku, aku belum pernah melakukannya. Swear..! Beneran.Kami berlima di kost ini kamarnya terpisah dari rumah induk ibu kost, sehingga aku dapat menikmati gerak-gerik Sari dari kamarku yang hanya berjarak tidak sampai 10 meter. Yang gila dan memuncak adalah aku selalu melakukan masturbasi minimal dua hari sekali. Aku paling suka melakukannya di tempat terbuka. Kadang sambil lari pagi, aku mencari tempat untuk melampiaskan imajinasi seksku.Sambil memanggil nama Sari, crot crot crot.., muncratlah spermaku, enak dan lega walau masih punya mimpi dan keinginan menikmati tubuh Sari. Aku juga suka melakukan masturbasi di rumah, di luar kamar di tengah malam atau pagi-pagi sekali sebelum semuanya bangun. Aku keluar kamar dan di bawah terang lampu neon atau terang bulan, kutelanjangi diriku dan mengocok penisku, menyebut-nyebut nama Sari sebagai imajinasi senggamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, aku pernah melakukan masturbasi di depan kamar Sari, kumuntahkan spermaku menetesi pintu kamarnya. Lega rasanya setelah melakukan itu.Sari kuamati memang terlihat seperti agak binal. Suka pulang agak malam diantar cowok yang cukup altletis, sepertinya pacarnya. Bahkan beberapa kali kulihat suka pulang pagi-pagi, dan itu adalah pengamatanku sampai kejadian yang menimpaku beberapa hari sebelum bulan itu.Seperti biasanya, aku melakukan masturbasi di luar kamarku. Hari sudah larut hampir jam satu dini hari. Aku melepas kaos dan celana pendek, lalu celana dalamku. Aku telanjang dengan Tangan kiri memegang tiang dan tangan kanan mengocok penisku sambil kusebut nama Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba aku terhenti mengocok penisku, karena memang Sari entah tiba-tiba tengah malam itu baru pulang.Dia memandangiku dari kejauhan, melihat diriku telanjang dan tidak dengan cepat-cepat membuka kamarnya. Sepertinya kutangkap dia tidak grogi melihatku, tidak juga kutangkap keterkejutannya melihatku. Aku yang terkejut.Setelah dia masuk kamar, dengan cuek kulanjutkan masturbasiku dan tetap menyebut nama Sari. Yang kurasakan adalah seolah aku menikmati tubuhnya, bersenggama dengannya, sementara aku tidak tahu apa yang dipikirkannya tentangku di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku tidur dengan membawa kekalutan dan keinginan yang lebih dalam.Paginya, ketika aku bangun, sempat kusapa dia.”Met pagi..” kataku sambil mataku mencoba menangkap arti lain di matanya.Kami hanya bertatapan.Ketika makan pagi sebelum berangkat kantor juga begitu.”Kok semalam sampai larut sih..?” tanyaku.”Kok tak juga diantar seperti biasanya..?” tanyaku lagi sebelum dia menjawab.”Iya Mas, aku lembur di kantor, temenku sampai pintu gerbang saja semalam.” jawabnya sambil tetap menunduk dan makan pagi.”Semalam nggak terkejut ya melihatku..?” aku mencoba menyelidiki.Wajahnya memerah dan tersenyum. Wahh.., serasa jantungku copot melihat dan menikmati senyum Sari pagi ini yang berbeda. Aku rasanya dapat tanda-tanda nih, sombongnya hatiku.Rumah kost kami memang tertutup oleh pagar tinggi tetangga sekeliling. Kamarku berada di pojok dekat gudang, lalu di samping gudang ada halaman kecil kira-kira 30 meter persegi, tempat terbuka dan tempat untuk menjemur pakaian. Tanah ibu kostku in cukup luas, kira-kira hampir 50 X 100 m. Ada banyak pohon di samping rumah, di samping belakang juga. Di depan kamarku ada pohon mangga besar yang cukup rindang.Rasanya nasib baik berpihak padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejak saat itu, kalau aku berpapasan dengan Sari atau berbicara, aku dapat menangkap gejolak nafsu di dadanya juga. Kami makin akrab. Ketika kami berbelanja kebutuhan Puasa di supermarket, kukatakan terus terang saja kalau aku sangat menginginkannya. Sari diam saja dan memerah lagi, dapat kulihat walau tertunduk.Aku mengajaknya menikmati malam Minggu tengah malam kalau dia mau. Aku akan menunggu di halaman dekat kamarku, kebetulan semua teman-teman kostku pulang kampung. Yang satu ke Solo, istrinya di sana, tiap Sabtu pasti pulang. Yang satunya pulang ke Temanggung, persiapan Puasa di rumah.Aku harus siapkan semuanya. Kusiapkan tempat tidurku dengan sprei baru dan sarung bantal baru. Aku mulai menata halaman samping, tapi tidak begitu ketahuan. Ahh, aku ingin menikmati tubuh Sari di halaman, di meja, di rumput dan di kamarku ini. Betapa menggairahkan, seolah aku sudah mendapat jawaban pasti.Sabtu malam, malam semakin larut. Aku tidur seperti biasanya. Juga semua keluarga ibu kost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang sudah nekat kalau seandainya ketahuan. Aku sudah tutupi dengan beberapa pakaian yang sengaja kucuci Sabtu sore dan kuletakkan di depan kamarku sebagai penghalang pandangan. Tidak lupa, aku sudah menelan beberapa obat kuat/perangsang seperti yang diiklankan.Tengah malam hampir jam setengah satu aku keluar. Tidak kulihat Sari mau menanggapi. Kamarnya tetap saja gelap. Seperti biasa, aku mulai melepasi bajuku sampai telanjang, tangan kiriku memegangi tiang jemuran dan tangan kananku mengocok penisku. Sambil kusebut nama Sari, kupejamkan mataku, kubayangkan sedang menikmati tubuh Sari. Sungguh mujur aku waktu itu. Di tengah imajinasiku, dengan tidak kuketahui kedatangannya, Sari telah ada di belakangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa malu dan sungkan dipeluknya aku, sementara tanganku masih terus mengocok penisku. Diciuminya punggungku, sesekali digigitnya, lalu tangannya meraih penisku yang menegang kuat.”Sari.. Sari.. achh.. achh.. nikmatnya..!” desahku menikmati sensasi di sekujur penisku dan tubuhku yang terangkat tergelincang karena kocokan tangan Sari.”Uhh.. achh.. Sari, Sari.. ohh.. aku mau keluar.. ohh..” desahku lagi sambil tetap berdiri.Kemudian kulihat Sari bergerak ke depanku dan berlutut, lalu dimasukkannya penisku ke mulutnya.”Oohh Sari.. Uhh Sarii.., Saarrii.. Nikmat sekali..!” desahku ketika mulutnya mengulumi penisku kuat-kuat.Akhirnya aku tidak dapat menahannya lagi, crott.. crot.. crot.., spemaku memenuhi mulut Sari, membasai penisku dan ditelannya. Ahh anak ini sudah punya pengalaman rupanya, pikirku.Lalu Sari berdiri dengan mulut yang masih menyisakan spermaku, aku memeluknya dan menciuminya. Ahh.., kesampaian benar cita-citaku menikmati tubuhnya yang putih, lembut, sintal dan buah dadanya yang menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulumati bibirnya, kusapu wajahnya dengan mulutku. Kulihat dia memakai daster yang cukup tipis. BH dan celana dalamnya kelihatan menerawang jelas. Sambil terus kuciumi Sari, tanganku berkeliaran merayapi punggung, dada dan pantatnya. Ahh.. aku ingin menyetubuhi dari belakang karena sepertinya pantatnya sangat bagus. Aku segera melepaskan tali telami dasternya di atas pundak, kubiarkan jatuh di rumput.Ahh.., betapa manis pemandangan yang kulihat. Tubuh sintal Sari yang hanya dibalut dengan BH dan celana dalam. Wahh.., membuat penisku mengeras lagi. Kulumati lagi bibirnya, aku menelusuri lehernya.”Ehh.., ehh..!” desis Sari menikmati cumbuanku.”Ehh.., ehh..!” sesekali dengan nada agak tinggi ketika tanganku menggapai daerah-daerah sensitifnya.Kemudian kepalanya mendongak dan buah dadanya kuciumi dari atas. O my God, betapa masih padat dan montok buah dada anak ini. Aku mau menikmatinya dan membuatnya mendesis-desis malam ini. Tanganku yang nakal segera saja melepas kancing BH-nya, kubuang melewati jendela kamarku, entah jatuh di mana, mungkin di meja atau di mana, aku tidak tahu. Uhh.., aku segera memandangi buah dada yang indah dan montok ini. Wah luar biasa, kuputari kedua bukitnya. Aku tetap berdiri. bergantian kukulumi puting susunya. Ahh.., menggairahkan.Terkadang dia mendesis, terlebih kalau tangan kananku atau kiriku juga bermain di putingnya, sementara mulutku menguluminya juga. Tubuhnya melonjak-lonjak, sehingga pelukan tangan kanan atau kiriku seolah mau lepas. Sari menegang, menggelinjang-gelinjang dalam pelukanku. Lalu aku kembali ke atas, kutelusuri lehernya dan mulutku berdiam di sana. Tanganku sekarang meraih celana dalamnya, kutarik ke bawah dan kubantu melepas dari kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah kami berdua telanjang bulat.Kutangkap kedua tangan Sari dan kuajak menjauh sepanjang tangan, kami berpandangan penuh nafsu di awal bulan ini. Kami sama-sama melihat dan menjelajahi dengan mata tubuh kami masing-masing dan kami sudah saling lupa jarak usia di antara kami. Penisku menempel lagi di tubuhnya, enak rasanya. Aku memutar tubuhnya, kusandarkan di dadaku dan tangannya memeluk leherku.Kemudian kuremasi buah dadanya dengan tangan kiriku, tangan kananku menjangkau vaginanya. Kulihat taman kecil dengan rumput hitam cukup lebat di sana, lalu kuraba, kucoba sibakkan sedikit selakangannya. Sari tergelincang dan menggeliat-geliat ketika tanganku berhasil menjangkau klitorisnya. Seolah dia berputar pada leherku, mulutnya kubiarkan menganga menikmati sentuhan di klitorisnya sampai terasa semakin basah.Kubimbing Sari mendekati meja kecil yang kusiapkan di samping gudang. Kusuruh dia membungkuk. Dari belakang, kuremasi kedua buah dadanya. Kulepas dan kuciumi punggungnya hingga turun ke pantatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selangkangannya semakin membuka saja seiring rabaanku.Setelah itu aku turun ke bawah selakangannya, dan dengan penuh nafsu kujilati vaginanya. Mulutku menjangkau lagi daerah sensitif di vaginanya sampai hampir-hampir kepalaku terjepit.”Oohh.., ehh.., aku nggak tahan lagi.., masukkan..!” pintanya.Malam itu, pembaca dapat bayangkan, aku akhirnya dapat memasukkan penisku dari belakang. Kumasukkan penisku sampai terisi penuh liang senggamanya. Saat penetrasi pertama aku terdiam sebelum kemudian kugenjot dan menikmati sensasi orgasme. Aku tidak perduli apakah ada yang mendengarkan desahan kami berdua di halaman belakang. Aku hanya terus menyodok dan menggenjot sampai kami berdua terpuaskan dalam gairah kami masing-masing.Aku berhasil memuntahkan spermaku ke vaginanya, sementara aku mendapatkan sensasi jepitan vagina yang hebat ketika datang orgasmenya. Aku dibuatnya puas dengan kenyataan imajinasiku malam Minggu itu. Sabtu malam atau minggu dini hari yang benar-benar hebat. Aku bersenggama dengan Sari dalam bebrapa posisi. Terakhir, sebelum posisi konvensioal, aku melakukan lagi posisi 69 di tempat tidur.Ahh Sari, dia berada dalam pelukanku sampai Minggu pagi jam 8 dan masih tertidur di kamarku. Aku bangun duluan dan agak sedikit kesiangan. Ketika melihat ke luar kamar, ohh tidak ada apa-apa. Kulihat kedua cucu ibu kostku sedang bermain di halaman. Mereka tidak mengetahui di tempat mereka bermain itu telah menjadi bagian sejarah seks hidupku dan Sari.Pembaca, itulah pengalamanmu dengan Sari di kost. Aku sudah dua malam Minggu bersamanya. Betapa hebat di bulan ini. Aku bisa, aku bisa.. dan mau terus berburu lagi. Ahh.., hidup memang menggairahkan dengan seks, dengan wanita. Hanya, aku harus super selektif memilihnya. Semoga pengalamanku ini berguna buat sobat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian Cerita seks kami semoga bermanfaat bagi anda dan sampai cerita selanjutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-8773915868168580028?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/8773915868168580028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/8773915868168580028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/11/cewek-kost-yang-seksi.html' title='Cewek Kost Yang Seksi'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-5304419603170880712</id><published>2009-11-23T09:43:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T09:50:29.507-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesta sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesta seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex party'/><title type='text'>Cerita seks Dalam Pesta</title><content type='html'>&lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/11/cerita-seks-dalam-pesta.html"&gt;Pesta Seks&lt;/a&gt;, mungkin itu yang tepat dalam cerita seks tante girang kali ini, walau bukan cerita dari komunitas tante girang, tapi karena cerita ini adalah kiriman penggemar blog ini, maka kami akan bagikan cerita seks ini untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://blogs.citypages.com/blotter/orgy2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 351px; height: 248px;" src="http://blogs.citypages.com/blotter/orgy2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;cerita ini berawal dari sebuah party teman gue di sebuah hang out place di bandung , sweet sventeen party. ga usah dan ga bisa diceritain bagaimana fun dan asyiknya party ini, dance yg hotz and keren , minumannya , gamenya yg seru.&lt;br /&gt;dan yang terpenting buat gue adalah ceweknya yang cantik sexy and evrything pokoknya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue punya tiga teman baik yg juga tadi datang sama sama ke pesta ini , gino , poppy , dan nina.&lt;br /&gt;kita semua berkawan sejak sma kls satu , tai cuma sebatas teman dekat , tak ada yg kemudian pacaran diantara kita , we enjoy our friendship ( begitulah kira kira......)..dan enjoy disini mungkin sebaiknya ditulis sebagai "enjoy" ..hehehehehhehe&lt;br /&gt;poppy dan nina bisa dibilang adalah super sexy girl ( klo ga berlebihan ) , poppy pernah menjadi finalis sebuah pemilhan covergirl majalah remaja dan nina pernah masuk jajaran newcomer model sebuah majalah pria terkenal.&lt;br /&gt;bisa dipastikan jika kedua gadis cantik ini sering jadi object fantasy para pria yg melihatnya , bahkan termasuk gua yg bisa dibilang cukup dekat dengan mereka ( atau mungkin lebih tepatnya cukup "dekat" )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;poppy terlihat cantik dengan rambut hitam panjangnya dan buah dada yg tak terlalu besar juga tak terlalu kecil ( nanggung tapi nafsuin ), dan malam ini dia terlihat sangat hotz dengan kaos putih ketat dan rok jeans yg lumayan mini . dan baru beberapa lama kemudian gue sadar klo dia ga pakai bra karena putingnya terlihat mencetak di kaos ketatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nina tak kalah cantiknya , dengan buah dada yg lebih besar dari poppy , namun tetap prporsional. rambutnya juga panjang namun agak berombak dibanding poppy yg lurus, dan yg bikin gue kagum , nina bukan saja punya wjah cantik dan body aduhai , tapi juga otaknya yg cerdas , dia termasuk jajaran siswa paling pintar di sma....feww..siapa bilang org pintar harus jelek dengan kacamata setebal botol.&lt;br /&gt;malam ini dia memakai swetar merah dengan V-neck ( yg menunjukan belahan dadanya dengan indah ..bikin penasaran )&lt;br /&gt;dengan blue jeans warna pudar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam itu kita semua benar benar menikmati pesta yg sangat asyik ini , kita sempat minum beberapa gelas dan berusaha untuk tidak sampai mabuk .&lt;br /&gt;sayangnya teman gue gino terlalu kebanyakan minum , dia sudah kelihatan kepayahan banget .&lt;br /&gt;khawatir dengan keadaan gino akhirnya kita semua memutuskan untuk pulang lebih awal, dan dengan mobil gue , kita bermaksud untuk mengantar gino terlebih dahulu yang rumahnya lebih dekat.&lt;br /&gt;untungnya gino masih bisa berjalan ke dalam rumah meski mabuk , setelah memastikan gino baik baik saja , kita kemudian kembali bergerak dan awalnya kita akan mengantar poppy terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue , poppy dan nina tidak terlalu mabuk , namun pengaruh ahkohol cukup terasa dan mempengaruhi pikiran kita bertiga , awalnya kita hanya ngobrol biasa saja , lalu berlanjut semakin nakal dan nakal saja.&lt;br /&gt;diawali dengan ngobrol soal mantan kita masing2 , lalu berlanjut ke ngapaian aja dengan pacar kita , and terakhir bicara tentang the best sex experience ever......( malam dingin and semakin panas aja ...hehehehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah poppy ternyata kosong , keluarga mereka sedang berlibur di puncak . otak mesum ku mulai bekerja kira kira bisa dimanfaatkan tidak ya situasi ini.....ternyata gue ga perlu berpikir keras , poppy dan nina mengajak ku masuk dan menantangku bermain sebuah permainan favorit kita semua...yap its truth or dare.......!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi yg belum tahu , truth or dare adalah sebuah permainan tantangan , kita harus memilih antara truth atau dare ...jika kita memilih truth maka kita harus menjawab pertanyaan apapun , dan sepersonal apapun yg dajukan dengn jujur , dan jika dare , maka kita harus melakukan sesuatu yg diperintahkan...apapun itu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bukan pertama kalinya gue bermain truth or dare bersama mereka , dan gue selalu antusias karena mereka selalu mempunyai dare yg gila gilaan dan memanjakan fantasy banget....welll......its gonna be fu*king great game....hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan dimulai , dan awalnya masih biasa biasa saja. secara bergiliran , gue , poppy dan vina saling beertanya pertanyaan pribadi ( truth ) .&lt;br /&gt;lalu permainan mulai meningkat ke dare , dan dare pertama ini masih belum terlalu istimewa ...masih kecil kecilan.&lt;br /&gt;dare pertama gue adalah french kiss dgn nina selama lima detik , dan dare pertama poppy adlah berciuman dengan nina , dan just the beginning , saling berciuman.&lt;br /&gt;dan dare mulai memanas saat bagian nina , dare buat nina adalah berciuman dengan poppy . kali ini nina melakukannya dengan begitu erotis , ia memjamkan mata lalu mencium bibir poppy dengan panasnya , lidah mereka saling berpagut dan tangan nina mulai meremas buah dada poppy , sebenarnya mereka hanya harus berciuman skitar lima detik , namun mereka berciuman sangat lama , dan gue ga berniat mengingatkan mereka ( iya lah...gila apa.....asyik kayak gini juga...).&lt;br /&gt;entah berapa menit mereka berciuman dan saling meremas buah dada ,sampai akhirnya melepaskan diri dan memulai permainan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;giliran poppy sekarang , "truth or dare ...?" kita bertanya nyaris berbarengan.&lt;br /&gt;poppy kelihatan berpikir sejenak , sampai ia memutuskan untuk dare.&lt;br /&gt;gue dan poppy sedikit berunding sejenak , kira kira dare apa yg cocok buat poppy........setelah beberapa saat gue muncul ide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pop...loe harus mandi di shower , dan disaksikan oleh kita berdua...." nina setuju dan poppy pun langsung setuju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan senyum menggoda , poppy mengajak gue dan nina ke kamar mandinya , di kamar mandi poppy menyalakan shower , merasakan airnya sejenak , lalu melangkah ke bawah shower tanpa melepas pakaiannya dulu.&lt;br /&gt;gue tadinya mo protes karena bukan kayak gini yg ada di pikiran gue , namun saat air shower membasahi kaos putihnya dan membuatnya transparan , buah dadanya yg tak tertutup bra membuat gue langsung terdiam. malahan dia kelihatan lebih sexy seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rambut hitam poppy yg basah membuat dia semakin kelihatan hot , butiran2 air di rambutnya jatuh mengalir di bahunya .&lt;br /&gt;poppy menyapu rambutnya dengan jari bagai sebuah iklan shampoo , bajunya kian basah , ia sengaja menggoda dengan memejamkan mata dan merintih pelan penuh nuansa erotis.&lt;br /&gt;gue ga bisa mengalihkan pandangan dari buah dadanya yg semakin tercetak jelas di kaosnya yg basah , saat ia membuka matanya menatap gue dengan pandangan nakal dan senyum menggoda.&lt;br /&gt;dan dengan masih berdiri di bawah shower , dia bertanya ke gue..." truth or dare..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dare!" jawab gue mantap.&lt;br /&gt;poppy merespon jawabanm gue dengan menyingkap kaosnya , damn!!!......kini buah dadanya yg indah terbuka tanpa penghalang apalagi air yg membasahinya ditambah efek cahaya lampu kamar mandi ini , membuat buah dada poppy berkilat menggiurkan.&lt;br /&gt;poppy menatap gue dan vina bergantian dengan pandangan nakal , lalu kembali menatapku dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo sini..masuk...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum gue masuk ke shower , aku sempat menoleh ke nina , dan terlihat diapun sudah mulai terangsang , ia meremas remas sendiri buah dadanya.&lt;br /&gt;sensasi air hangat menerpaku saat melangkah ke bawah shower , bajuku basah dengan sekejap , namun semua itu tak aku pedulikan saat poppy tersenyum menggoda di hadapan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;poppy mulai bergerak menari dengan erotisnya di depan gue , dibawah shower.&lt;br /&gt;pinggulnya bergoyang ke kiri dan kekanan , terkadang ia menyapu kepalanya dengan gerakan erotis , lalu perlahan ia membuka kaosnya , hingga kini ia hanya memakai rok mininya saja.&lt;br /&gt;gue benar benar terpana melihatnya dan hanya tertegun seperti orang tolol , poppy lalu melingkarkan tangannya di leherku dan menarik kepalaku , hingga bibir kita saling bertemu.&lt;br /&gt;gue dan poppy saling berciuman dengan panasnya , sambil terus berciuman , tangan poppy turun ke bawah dan mulai melepaskan ikat pinggang celana gue , lidahnya terus bermain main di mulutku saat tangannya sibuk melepaskan celanaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sleting celana gue mulai diturunkan poppy seiring dengan turun juga ciumannya menelusuri leher dan dadaku.&lt;br /&gt;dan sambil mengelus penisku yg masih tertutup , ciuamnnya makin turun ke bawah, dan aku hanya boleh memandanginya saja .&lt;br /&gt;kini posisi poppy sudah berlutut di hadapanku , ia lalu menurunkan celanaku termasuk dalamnya , membuat penisku seolah meloncat keluar , senyum poppy semakin lebar sambil memainkan penisku bagai mainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;air shower masih terus membasahi gue dan poppy .&lt;br /&gt;poppy masih menggenggam dan memijit pelan penisku , sesekali dia menjilatinya lalu menatapku dengan nakal.&lt;br /&gt;damn....!!! gadis ini tahu banget bagaimana bikin seorang pria tak berkutik , apalagi saat perlahan mulutnya meraih penisku dan menjilati kepalanya ....damn.....!!!! hampir saja gue ga bisa menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue kemudian teringat dengan nina , dan ternyata dia sedang duduk di toilet dengan celananya sudah turun di tumitnya , ia sedang bermain main dengan clitorisnya sendiri , sedangkan tangan satunya ada dibalik sweaternya meremas remas buah dadanya.&lt;br /&gt;dia terlihat sangat "panas" meski bermain sendiri , dan gue bisa melihat kalau Cd-nya mulai basah saat menyaksikan poppy mengulum penis gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"truth or dare...?" aku berteriak pada nina , dan ia terlihat agak terkejut. ia hanya menatapku seperti orang bingung , maka aku pun mengulang pertanyaanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"truth..or..dare...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil tetap bermain main dengan dirinya sendiri , ia menjawab "dare!!!". nina rupanya verharap ia juga bisa ikut bergabung dengan gue dan poppy.&lt;br /&gt;gue pun mengajak nina bergabung dan menjelaskan apa yang gue ingin dia lakukan , dan kelihatannya ia setuju setuju saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nina melepas dulu celananya sebelum bergabung , ia kemudian mengambil posisi di belakang poppy yg masih asyik mengulum penisku , nina lalu mernagkul poppy dan meremas buah dada poppy dari belakang sambil menciumi tengkuk poppy.&lt;br /&gt;sensasi itu sempat poppy mengerang penuh kenikmatan untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;poppy kembali mengulum penis gue selagi buah dadanya diremas nina , suasana erotis memenuhi tiap sudut kamar mandi.&lt;br /&gt;jemari nina menelusur turun di tubuh poppy dan tiba di balik rok mini gadis itu.&lt;br /&gt;nina menyingkap rok mini poppy hingga ia leluasa memainkan clitris poppy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mmmmmmm" poppy bergumam saat lidahnya berputar liar di penis gue.&lt;br /&gt;tiba tiba poppy melepas kulumannya dan berbalik pada nina sambil berbisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gantian..." katanya sambil mematikan air shower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini gliran nina yg bermain main dengan penis gue , tak butuh waktu lama untuknya sampai ia mengulum penisku begitu dalam.&lt;br /&gt;oohh.....damn....!!!! buat gue permainan ini membuatku berasa di surga bersama para bidadari cantik.&lt;br /&gt;poppy melepas sweater nina berikut bra nya , poppy kemudian mengambil posisi di bawah nina , dan mulai menjilati puting susu nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nina kelihatannya tak bisa menahan diri lagi saat tangan poppy memainkan clitorisnya sambil menjilati putingnya ,&lt;br /&gt;nina melepaskan kulumannya dari penis gue , dan mengerang menikmati sensasi erotis itu , namun tangannya masih menggengam penis gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaaahhhhhh..........."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata nina telah orgasme , dan dia kelihatan semakin cantik dibuatnya , semakin membaut nafsu , apalagi genggamannya kian erat di penis gue , sejenak merasakan orgasme , nina lalu mengangkat kepala poppy , dan mereka kembali berciuman dengan panasnya , lidah saling berpagutan dan berkait , saling menyapu dari mulut ke mulut , nina terus merintih dan mengerang sambil tangannya mengocok penis gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya gue pun sampai pada puncaknya , sperma gue kemudian menyembur membasahi poppy.&lt;br /&gt;sebagian membasahi rambutnya , sebagian mendarat di wajahnya , namun banyaknya tersembur di dadanya.&lt;br /&gt;poppy meratakan sperma yg membasahi dadanya ke seluruh tubuh , untuk kemudian ia membersihkan sisa sperma di penisku dengan menjilatinya.&lt;br /&gt;nina mejilati wajah poppy , membersihkan sperma yg bersisa di wajah manis poppy , kedua gadis itu sempat berciuman kembali bberapa saat sampai kemudian nina melanjutkan sapuan lidahnya ke eluruh tubuh poppy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;permainan berhenti beberapa saat , saat kita semua melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuh masing masing.&lt;br /&gt;kini gue , poppy dan nina sudah benar benar telanjang bulat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian cerita lengkap dari teman kita yang memiliki pengalaman sex party bersama kolega dan teman-temannya, tentu sangat seru dan bikin konak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-5304419603170880712?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/5304419603170880712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/5304419603170880712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/11/cerita-seks-dalam-pesta.html' title='Cerita seks Dalam Pesta'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-8019171371961968194</id><published>2009-11-12T00:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T00:47:55.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot ketahuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngetot kepergok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ml dengan guru les'/><title type='text'>Ngeseks Dengan Guru Gitar</title><content type='html'>ya, selain di sukai banyak cewek, juga bisa dimanfaatkan untuk mencari tambahan uang rokok, bisa memberikan les gitar, seperti cerita berikut ini, karena ngajarin gitar, akhirnya terjadi &lt;a href="http://ceritaseks.ngocok.info"&gt;cerita seks&lt;/a&gt;. Memiliki keahlian sebagai seorang gitaris tak ada ruginHari yang membosankan buat galang, hari ini tak ada yg bia dikerjakannya, mau jalan keluar..males ga ada teman. nonton DVD membosankan , semua koleksi sudah filmnya sudah ia tonton. Akhirnya ia hanya bermain gitar mencoba lagu lagu baru. saat itulah handphone nya berdering. lanjut.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hallo...?" galang mengangkat telepon&lt;br /&gt;"hai galang..ini gue....novia.." suara manis terdengar di ujung sana.&lt;br /&gt;Novia adalah salah satu primadona di sma galang, selain cantik juga dia juga pintar, namun entah kenapa sampai sekarang dia belum punya pacar, padahal yg menyatakan cinta cukup banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya kenapa via..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sibuk ga.....?" tanya novia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa emangnya.....?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mau ga ke rumah gue....ajarin gue main gitar dong........."&lt;br /&gt;"kamu mau belajar gitar.....?" tanya galang&lt;br /&gt;"iya....kayaknya lihat org main gitar asyik banget.....makanya aku kepengen...bisa ya,,...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang berpikir sejenak, sebelum akhirnya meng iyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok..deh...gue kesana sekarang....."&lt;br /&gt;"thanks galang......see u..."&lt;br /&gt;galang pun bersiap menuju rumah novia, tak lupa ia bawa gitar kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah novia terletak di kompleks perumahan elit, ayahnya adalah seorang pengusaha sukses, sedangkan ibunya adalah dokter ahli di sebuah rumah sakit terkemuka di jakarta.&lt;br /&gt;sesampainya disana , galang sempat agak bingung mencari bel pintu yang ternyata tersembunyi di balik tanaman.&lt;br /&gt;suara bel terdengar nyaring ke dalam rumah, dan tak lama terdengar suara pintu pagar dibuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'hai..galang...masuk yuk......." ternyata novia sendiri yg membukakan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang sempat terpana melihat novia yg kelihatan cantik siang itu, senyumannya, rambutnya yg panjang diikat ke belakang semakin memperjelas kecantikannya, ia memakai celana jeans pendek ketat, dan kaos putih press body , membuat mata galang tak bisa lepas dari dua tonjolan di dada novia, dan pantatnya ..hmmmm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ribet banget mau masuk ke kompleks ini ya...?" kata galang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oo..satpam depan ya.....emang gitu sih....demi keamanan juga katanya ...ya gitu deh...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gitu ya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"langsung ke kamar aku aja yuk....biar bebas......"ajak novia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang memang sempat beberapa kali mengantar novia pulang , namun ini pertama kalinya ia masuk ke dalam rumahnya. Jelas sekali rumah ini mempunyai kelas tinggi, seluruh perabotannya adalah yg terbaik dan termahal.&lt;br /&gt;Sambil mengikuti novia menuju kamarnya, tatapan mata galang tak lepas dari goyangan pantat novia saat berjalan..hmmm...otak kotor galang mulai muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang segera membuang pikirannya itu dan berusaha terlihat cool dan berjalan dengan mantap seolah tak ada apa apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang tak dapat menyembunyikan kekagumannya melihat kamar novia , yg mirip bahkan mungkin lebih bagus daripada kamar hotel bintang lima. Kamarnya punya akses langsung ke kolam renang pribadi, khusus novia.... sungguh mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila..kamar kamu keren banget....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;novia tersenyum dan berkata , " asalnya ini kamar kakak aku..dia sekarang kerja di jerman...aku pake deh kamarnya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang duduk di sofa yang ada di situ sementara novia mengambil gitarnya dari dalam lemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gitarnya bagus...yamaha.......hebat hebat..." kata galang setelah novia memperlihatkan gitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;novia tak menjawab hanya tersenyum.....senyuman yg menggetarkan hati galang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang segera mengambil gitar tuanya menyetemnya sejenak dan ia siap memulai pelajaran.&lt;br /&gt;novia mengikuti cara galang memegang gitar dan memperhatikan dengan serius segala yg dikatakan galang.&lt;br /&gt;novia mencoba memainkan gitarnya , namun yg keluar cuma nada sumbang. sejenak mereka berdua berpandangan dan mulai tertawa bagai anak kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduh..susah ya...." kata novia&lt;br /&gt;"ahh..santai aja..baru pertama kali kok.....wajar.." kata galang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu getaran terjadi saat itu, seolah emosi keduanya menyatu atau apalah.&lt;br /&gt;galang mulai merasa nyaman dan betah bersama novia , begitu juga sebaliknya. selama dua jam , galang mengajarkan nada dasar , lagu lagu sederhana, chord , dan posisi jari.&lt;br /&gt;terakhir galang memberi contoh bermain gitar dengan menyanyikan lagu romantis 'my heart' .&lt;br /&gt;novia terlihat terpesona dengan permainan galang apalagi lagunya adalah favoritnya banget. ia pun ikut bernyanyi sesuai dengan lagu aslinya.&lt;br /&gt;lagu my heart selesai, keduanya masih saling berpandangan penuh emosi dan cinta, bibir mereka perlahan saling berdekatan, namun belum sempat bertemu tiba tiba galang menarik diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ehh..udah sore nih...aku pulang ya...." kata galang&lt;br /&gt;"OOH..gitu..ya udah deh....." kata novia nadanya terdengar kecewa&lt;br /&gt;"minggu depan aku kesini lagi deh....kamu latih aja dulu yg tadi aku ajarkan ..ok...?'&lt;br /&gt;"ya udah.....minggu depan ya....."&lt;br /&gt;novia mengantar galang keluar, dan sebelum pulang ia mencium pipi galang., membuat galang pulang diantar dengan berbagai khayalan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malamnya di kamar galang , ia berpikir tentang hari ini, bibir mungil novia, dan tatapan pasrahnya terus mengganggu dia, berbagai pikiran kotor kembali memenuhi kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'ga deh...jangan......dia tuh anak orang kaya..jet set..kelas atas..elite....sementara gue.......kagak deh..ga bakal sanggup gue....." batin galang , ia pun tertidur dan bermimpi tentang novia tanpa busana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu berikutnya galang kembali datang ke rumah novia, kali ini pintunya terbuka dan sebuah mobil mewah terpakir di halaman.&lt;br /&gt;rupanya ayah novia ada di rumah, dan ia memandang curiga ketika galang masuk dengan vespa kebanggaanya.&lt;br /&gt;"cari siapa.....?" tanya ayah novia angkuh&lt;br /&gt;"novia ada..oom...saya galang.....saya...."&lt;br /&gt;"ooh...yg kasih les gitar ya....." ayah novia memotong&lt;br /&gt;"betul oom...."&lt;br /&gt;"novia..sayang...galang udah datang nih....." teriak ayah novia matanya terus menatap tajam galang dari ujung kepala sampai kaki , seolah sedang menyelidik .&lt;br /&gt;Tatapan mata ayah novia mulai membuat galang tak nyaman , untunglah tak lama novia keluar dan ia masih cantik seperti biasanya ,&lt;br /&gt;"hei..masuk yuk...."ajak novia&lt;br /&gt;"permisi oom.." kata galang sopan , namun tak dijawab oleh ayah novia, dalm hati ia berkata " sombong amat.."&lt;br /&gt;novia langsung mengajak galang ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ga apa apa nih via.." tanya galang khawatir&lt;br /&gt;“ga apa apa , bebas kok..cuek aja..."&lt;br /&gt;galang mencoba tersenyum pada novia, dan dibalas pula dengan senyuman yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya udah..dimulai yook...." kata galang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka memegang gitar masing masing, dan memulai memainkannya, dan ternyata walau belum terlalu lancar , novia sudah memainkannya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wahh..lumayan tuuh..." puji galang&lt;br /&gt;"siapa dulu dong gurunya...." kata novia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;tiba tiba pintu kamar novia terbuka, dan ayahnya masuk&lt;br /&gt;“sayang..ayah berangkat dulu....sudah ditunggu...mau oleh oleh apa dari singapura..?"&lt;br /&gt;"apa aja deh ayah..." kata novia sambil mencium ayahnya&lt;br /&gt;“dah..sayang..." kata ayah novia lalu keluar tanpa mempedulikan galang disana.&lt;br /&gt;tak berapa lama terdengar suara mobil meninggalkan rumah, novia pun kembali ke gitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang memberikan pelajaran lanjutan sambil terus mengobrol. ternyata selain cantik dan pintar, wawasan musik novia juga tidak memalukan.&lt;br /&gt;setelah beberapa jam akhirnya mereka beristirahat. novia melakukan peregangan tangan ke atas kepalanya, membuat dadanya terbusung ke depan, membuat galang salah tingkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"makasih ya galang..kamu baik banget..." kata novia&lt;br /&gt;"sama sama..." jawab galang tak ada ide mau bilang apa lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh..galang..aku mau berenang ,..ikut yukk..?" kata novia sambil membuka pakaiannya, di dalamnya ia mengenakan bikini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh..ya silakan aja..." kata galang semakin salah tingkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang bersandar di sofa , dengan gitar dipangkuannya , jarinya refleks memetik metik senar perlahan.&lt;br /&gt;matanya tak bisa lepas dari tubuh molek novia yg hanya terbungkus bikini, pantatnya bergoyang indah saat ia melakukan pemanasan, perlahan lahan penis galang mulai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum menceburkan diri ke kolam novia sempat berbalik, memperlihatkan sebagian buah dadanya yg montok membuat galang menelan ludah.&lt;br /&gt;"ayo dong...ikutan....." ajak novia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'aduuh..sorry deh..ga bawa baju nih..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'ya udah...." kata novia dan meloncat masuk ke kolam renang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang tak bisa menahan diri untuk mendekati kolam, namun ia hanya duduk di pinggir kolam, bermain air dengan kakinya.&lt;br /&gt;setelah beberapa lama berenang , novia pun keluar dari kolam dan ikut duduk di samping galang. puting susu terlihat tercetak menggoda dari balik bikininya.&lt;br /&gt;“galang...makasih ya.....kamu udah ajarin aku main gitar..." kata novia manja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ooh..iiya..iya....." galang salah tingkah.&lt;br /&gt;"boleh ga aku memberi ucapan terima kasih...?' kata novia sambil memandangi galang.&lt;br /&gt;galang membalas tatapan mata novia , sambil perlahan bibirnya mendekati bibir novia, dan menekannya lembut saat bersentuhan, ciuman mereka begitu lama dan panas, sementara jari novia perlahan merayap turun dan menyentuh gembungan di balik celana galang.&lt;br /&gt;sementara galang dengan perlahan dan lembut membuka bagian atas bikini novia , memperlihatkan bulatan penuh buah dada ranum.&lt;br /&gt;galang dengan sedikit ragu meremas buah dada novia, namun hanya sesaat, kemudian ia kembali larut dalam permainan panas ini.&lt;br /&gt;kini buah dada novia telah diraup oleh mulut galang, dijilati dan digigiti dengan lembut, membuat novia merintih penuh rasa nikmat....&lt;br /&gt;dan kemudian galang menggendong novia ke dalam dan membaringkannya di sofa, sementara novia tersenyum pasrah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu cantik sekali ..." gumam galang&lt;br /&gt;Tangan galang menjelajahi seluruh tubuh novia, seirama dengan meleburnya hasrat mereka berdua. galang mencium wajah novia, matanya , lalu lehernya . bau kolam renang bercampur dengan harum tubuh novia.&lt;br /&gt;ciuman galang terus menurun ke tubuh novia, pada buah dadanya, pada perutnya. galang menikmati tiap jengkal tubuh mulus novia, diciuminya dan dijilatinya bagai permen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novia melebarkan kakinya saat ciuman galang semakin turun ke bawah. dengan cekatan galang melepas bagian bawah bikini novia, memperlihatkan hadiah istimewa.&lt;br /&gt;Vagina novia terlihat indah di mata galang, bibirnya bagai kupu kupu , lembab, dengan clit pink basah diantaranya.&lt;br /&gt;jemari galang perlahan menyusuri bibir vagina itu, tubuh novia menggelinjang menikmati rangsangan tersebut. tak tahan lagi , dengan satu gerakan galang menjilati bibir vagina novia, menyedot dan menggigit lembut, lidahnya menyapu clit novia , membuatnya semakin menggelinjang dan mengerang bagai kesakitan.&lt;br /&gt;hal ini membuat galang makin bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba novia berbalik posisi , kini galang yang terbaring di sofa, dan dengan cekatan giliran novia yang membuka celana galang, membuat penisnya langsung keluar dan tegak berdiri.&lt;br /&gt;novia mengambil posisi diantara kaki galang, dan menggegam penis galang dengan dua tangan, perlahan memijit dan mengocoknya penuh perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"penis kamu bikin aku geregetan galang.....” kata novia manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang bagai tersihir , tak mampu berkata apa apa selain menggeram nikmat.&lt;br /&gt;kemudian dengan gerakan yg erotis, novia menjilat kepala penis galang sekali, sangat perlahan, lalu tersenyum menggoda , dan bicara dengan nada yg menggoda pula..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terusin jangan...ya......?"&lt;br /&gt;tak perlu jawaban , galang mendorong kepala novia lebih dekat ke penisnya.&lt;br /&gt;novia mengecup penis itu sebelum memasukan ke dalam mulutnya, segera kehangatan kenikmatan menjalari seluruh tubuh galang, penisnya kian mengeras. sambil tetap menggengam penis diujung bawah, mulutnya mulai bergerak naik turun sepanjang penis galang, dan disaat bersamaan memijit dan mengocok lembut, naik turun.&lt;br /&gt;galang melihat ke bawah, menyibakkan rambut novia, kini ia bisa melihat penisnya meluncur timbul tenggelam ke dalam bibir sensual novia. sedotan novia makin lama makin keras, galang merasa tak akan bertahan lama jika terus begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“novia....aku....mau..sekarang...." kata kata galang tak jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novia mendongak dan tersenyum, penis tak lepas dari mulutnya. novia kemudian mendorong kepalanya lebih dalam sehingga seluruh penis galang masuk ke dalam mulutnya, sampai ke ujung tenggorokan.&lt;br /&gt;Dia bertahan di posisi itu sejenak, lalu perlahan kembali menyusuri penis dengan bibirnya, ia sangat menikmati hal itu, apalagi melihat wajah galang yang belingsatan.&lt;br /&gt;novia kemudian menghisap kepala penis satu kali, memainkan lidahnya disana, lalu menelan kembali seluruh penis galang. kali ini rupanya ia tersedak, ia melepas penis galang , terbatuk batuk lalu tersenyum manis pada galang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saatnya tiba..galang sayang...." kata novia , sambil bergerak ke atas tubuh galang mencari posisi yang tepat. Penis galang bersentuhan dengan paha dalam novia, bulu bulu halus vagina sedikit menggelitik galang.&lt;br /&gt;Novia meraih penis galang, mengarahkannya ke vaginanya, mengesek geseskan sejenak di bibir vaginanya.&lt;br /&gt;sampai akhirnya galang merasakan penisnya mulai terbenam di vagina novia saat ia merendahkan tubuhnya.&lt;br /&gt;Penis galang emnerobos masuk, menyeruak sempitnya vagina ,terasa hangat dan nikmat.&lt;br /&gt;galang meraih pantat novia, dan menariknya, berusaha untuk membuat penisnya masuk lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduhh..ga muaat...aahhh..” erang novia.&lt;br /&gt;perlahan dan teratur , novia mulai menggerakan naik turun tubuhnya diatas galang. mereka berdua saling menatap sejenak, novia merendahkan tubuhnya dan mereka pun saling berciuman, nafsu birahi semakin berirama indah di antara mereka, menyatukan mereka dlam gairah panas membara.&lt;br /&gt;novia mengerang saat mereka berciuman, lidah mereka bertemu dan saling menari.&lt;br /&gt;galang tiba tiba merasakan rasa hangat yg berbeda menjalari penisnya, saatnya segera tiba.&lt;br /&gt;penis galang mengeras bagai baja dalam lingkup kehangatan, basahnya vagina novia, suatu efouria mulai muncul makin lama makin kentara.&lt;br /&gt;"galang...ahhh..ahhh....”&lt;br /&gt;“via....aku bentar lagi...uuughhhh..."&lt;br /&gt;gerakan naik turun novia semakin cepat, makin cepat makin cepat. dan............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keduanya mengerang hampir bersamaan saat kenikmatan bercinta datang menghampiri mereka berdua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oooohh..galaaaaannng...ahaaaaaaahhhhhhh..." novia berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang hanya menggeram, saat cairan cintanya menyembur keluar cukup banyak.&lt;br /&gt;setelah selesai , tubuh galang terasa relax , ia berbaring antai di sofa, sementara novia ambruk di atas tubuhnya, keduanya bermandikan keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ooh...galang...kamu ternyata luar biasa...." kata novia pelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang hanya tersenyum, mereka kemudian berciuman mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba terdengar suara mobil masuk dan suara orang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"celaka..ayah.....kenapa sudah pulang..." novia terlihat panik .&lt;br /&gt;galang hanya terdiam terpaku saat ayah novia masuk ke dalam kamar.,&lt;br /&gt;ayah novia sangat terkejut melihat anaknya telanjang bulat bersama lelaki yg tadi dia acuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"NOVIA....!!!!!APA APAAN KAMU......!!!!!!"&lt;br /&gt;Galang terpaku tak tahu harus berbuat apa saat tiba tiba ayah novia masuk ke kamar itu dan memergoki mereka berdua tanpa busana, sudah jelas mereka tidak sedang bermain catur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"celaka ..mati gue...." gumam galang , ketakutan terpancar di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi ...selama ini kalian hanya berbuat mesum saja disini.....?" kata ayah novia dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayah..tapi novia......" novia hendak berkata namun segera dipotong oleh ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi apa lagi.....memangnya kamu pikir ayah goblog.....sejak kapan belajar gitar harus telanjang seperti ini!!! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang tak mampu berbuat apa apa, hanya dalam hati ia berdoa semoga bisa lolos dari masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah novia mendekati anaknya dan memandangi tubuh &lt;a href="http://www.modelperawan.info/search/bugil/"&gt;bugil&lt;/a&gt; anaknya cukup lama ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu ini......mau belajar gitar apa belajar jadi pelacur...!!!!!...sama gembel lagi....!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut gembel, harga diri galang agak terusik, namun ia kembali terdiam, ia tidak dalam posisi yang mengungtungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"beruntung penerbangan ayah di cancel...ayah sudah menduga ada yg tidak beres dengan kamu dan guru gitar kamu ini......kamu ini........kamu.." kata ayah novia tak mampu berkata kata sambil menatap buah dada anaknya yg ranum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan kamu anak muda...." tiba tiba ayah novia berbalik pada galang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku sudah tahu siapa kamu, aku selalu menyelidiki siapa siapa saja yg mendekati anakku....dan kamu tahu...anak muda.....aku bisa dengan mudah membuat kamu dan keluarga kamu sengsara dan hidup di jalan....paham!!!!!" lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak kata kata yg ingin dikeluarkan galang dari benaknya, namun ia menyadari , dalam posisinya sekarang, satu kata salah , maka seluruh keluarganya akan tidur di jalan, ayah novia punya cukup kekuasaan untuk berbuat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novia terduduk di ranjang, isakan tangisnya membuat tubuhnya terguncang guncang, membuat buah dadanya bergerak naik turun. Dan sial bagi galang, hal itu justru malah membuat birahinya naik lagi, perlahan penisnya kembali menegang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" aduh celaka...." gumam galang ketika ayah novia memandanginya dengan marah saat melihat galang kembali terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anakku memang menggairahkan...betulkan anak muda...?" kata ayah novia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mm..maksud..bbbapak....." galang tergagap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLAKKKK!!!!!! tiba tiba ayah novia menampar galang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan pura pura goblog!!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang terdiam sambil memegang pipinya yang terasa panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu menikmati tubuh anakku kan......?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu sangat menikmati tubuh novia .....ya kan.....?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang tetap tak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baik....kamu duduk disamping anakku sekarang..ayo cepat!!!" perintah ayah novia pada galang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan patuh dan bingung galang duduk di samping novia, sementara ayahnya mengambil kursi dan duduk dihadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baik.....kalau kamu memang suka tubuh anakku, coba kamu elus elus pahanya..ayo..." perintah ayah novia yg membuat keduanya terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayah....tapi....." novia mencoba protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diam!!! sekarang kalian berdua ikuti perintah ayah..atau gembel temen kamu ini akan dapat masalah besar." kata ayah novia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang dan novia salling berpandangan bingung juga khawatir. Novia kemudian mengangguk pelan agar galang lebih baik patuh pada perintah ayahnya.&lt;br /&gt;Dengan masih ragu ragu dan sedikit risih, galang mengelus paha mulus novia sambil terus ditonton oleh ayah novia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"buka paha kamu lebar lebar novia....." perintah sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;novia membuka pahanya lebar memperlihatkan vaginanya , sedangkan elusan galang mulai merambah ke bagian dalam paha novia dan makin ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo...sentuh vaginanya....itu kan yang kamu mau...?" kata sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang memandang ayah novia , berusaha menebak apa yg ada dipikiran lelaki ini,apakah ini sebuah jebakan..?? namun ayah novia justru balik melotot dan menyuruh segera melakukan perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan elusan galang naik ke atas dan menyentuh vagina novia , jari jarinya menyusuri naik turun bibir vagina novia. erangan dan rintihan mulai terdengar keluar dari bibir novia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang berpaling pada ayah novia, namun ia terkejut karena ayah novia sedang membukai pakaiannya,&lt;br /&gt;sementara melepas pakaian pandangannya tak lepas dari galang dan novia, suatu ekspresi aneh terpancar dari wajahnya, ia kemudian memijat mijat penisnya sendiri sambil tak melepas pandangan pada anaknya.&lt;br /&gt;galang mulai merasakan situasi akan menjadi lebih tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang kemudian kembali berkonsentrasi pada novia, ia terus menerus melakukan rangsangan pada vagina novia, vagina itu kian basah ,ia belum berani berbuat lebih jauh lagi tanpa perintah dari sang ayah, meskipun kini penisnya sudah menegang menagih kenikmatan lebih, aliran darah seolah bergerak cepat di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sekarang kamu jilati vaginanya..ayo..." perintah sang ayah selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;galang membungkukkan kepalanya dan mulai menjilati vagina novia, dan tanpa mempedulikan apa apa lagi , galang mulai menikmati semua ini.&lt;br /&gt;novia sendiri pun kelihatannya sudah tak peduli apa apa lagi, ia memejamkan mata sambil menggigit bibirnya , kadang terdengar rintihan yg keluar dari bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menjilati vagina novia , galang mengelus paha mulus gadis itu kadang kemudian ia meremas pantat novia. kepalanya terbenam semakin dalam diantara paha gadis cantik itu.&lt;br /&gt;Galang mendengar ayah novia bergerak mendekat , dan sepertinya sang ayah masih melakukan masturbasi sambil melihat anaknya dari dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tubuh anakku memang nikmat kan anak muda.....? hmm..kamu menikmatinya kan.....?dan buat kamu novia , kalo kamu memang mau jadi pelacur...biar ayah yang ajarkan kamu jadi pelacur...." kata ayah novia.&lt;br /&gt;saat mendengar hal itu galang mendongakkan kepalanya, dan ia sempat terkejut melihat novia sedang menggenggam dan menjilati penis ayahnya sendiri bagai menjilati permen loli, bahkan kemudian walau terlihat sedikit ragu tapi akhirnya ia mengulum penis ayahnya sendiri di mulutnya.&lt;br /&gt;Terdengar gumaman dan erangan dari bibir novia saat penis ayahnya bergerak keluar masuk di mulutnya.&lt;br /&gt;galang masih terpaku memandangi dua tubuh telanjang , ayah dan anak sedang melakukan oral sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anak muda....berdiri kamu.." kata ayah novia.&lt;br /&gt;galang pun berdiri dan ayah novia segera berdiri disampingnya, kemudian ia menyuruh novia untuk mengoral penisnya dan galang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;novia kemudian berlutut di depan kedua pria itu , mengenggam kedua penis itu dengan tangannya dan secara bergantian mengocok dan mengulum kedua penis itu, dengan gerakan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat novia mengulum penis galang, ia memandang wajah galang. Dari sinar matanya , galang dapat melihat keterhinaan dan rasa malu novia melakukan semua ini, apalagi pada ayahnya sendiri. Namun saat itu galang sudah tak perduli lagi, birahinya sudah naik ke ubun ubun, ia bahkan mendorong penisnya semakin masuk ke dalam mulut novia , membuat gadis itu tersedak.&lt;br /&gt;saat kemudian galang merasakan akan orgasme , ia menahan kepala novia dan membiarkan spermanya menyembur masuk ke dalam mulut novia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba ayah novia menarik tubuh anaknya ke kasur dan langsung menindihnya, buah dada novia ia remas dan ia sedot sedot kasar, membuat novia mengerang ngerang tak jelas.&lt;br /&gt;novia dan galang saling beradu pandang , galang melihat sinar mata nova kian meredup, dan samar ia melihat tetesan air mata terjatuh dari mata indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayah novia lalu mengambil posisi diantara kedua kaki anaknya , mengarahkan penisnya pada vagina yg sudah basah, dan hanya dengan satu gerakan , penis itu meluncur masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaaaaaaaawwwww........" jerit novia saat penis ayahnya memasuki tubuhnya, ayahnya mulai bergerak teratur menggenjot tubuh anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini yg kamu mau kan...hmmm...? kamu mau jadi pelacur kan....hhmmm...?" kata ayah novia sambil terus semakin intens genjotannya.&lt;br /&gt;galang hanya mampu memandangi adegan itu, di satu sisi ia merasa kasihan dengan novia tapi di sisi lain ia sangat menikmati hal ini , pemandangan seperti ini duu hanya ia lihat di vcd bokep, tapi hari ini ia menyaksikan sendiri seorang gadis cantik yang disetubuhi ayahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYah novia mengangkat kaki anaknya makin tinggi dan lebar dan mendorong penisnya masuk semakin dalam, sementara erangan dan rintihan makin jelas terdengar dari mulut novia, air matanya pun kini mulai deras mengalir.&lt;br /&gt;makin lama gerakan ayah makin cepat , sampai akhirnya tubuh ayah novia terlihat menegang, wajahnya merengut, dan ia segera menarik keluar penisnya, dan mneymburkan penisnya di buah dada novia, sebagian mengenai wajah anaknya.&lt;br /&gt;Sperma nya bagai tak berhenti terus keluar,semburan demi semburan membasahi buah dada novia yang bergerak naik turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu benar anak muda ..tubuh anakku memang sangat dashyat dan juga nikmat..." kata ayah novia pada galang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian ia mengelus elus kepala anaknya , mencium keningnya dan kemudian berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nah..begitu cara jadi pelacur yang baik, .....nanti malam ayah akan ajarkan lagi bagaimana jadi pelacur yang baik...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian ia keluar dari kamar itu sambil bersiul siul puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekeluar ayah novia, galang baru berani mendekati novia yg tengah menangis di tempat tidur.&lt;br /&gt;galang berusaha menghiburnya dan menenangkannya,namun novia menyuruh galang agar lekas pulang.&lt;br /&gt;galang mengerti , mungkin ia butuh waktu untuk sendiri, ia pun memakai pakaiannya kembali, membereskan gitarnya dan bersiap untuk pulang., sebelum keluar ia menatap untuk terakhir kalinya novia yg masih terisak isak di tempat tidur dengan tubuh telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama perjalanan pulang , ia terus mengingat dan membayangkan pada apa yang baru saja terjadi, ia tak pernah mengira niatnya mengajari novia bermain gitar berubah menjadi sebuah petualangan sex yang tak terduga.&lt;br /&gt;dalam benaknya terus terngiang ngiang kalimat terakhir ayah novia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nanti malam ayah akan ajarkan lagi bagaimana jadi pelacur yang baik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berbagi pikiran kotor mulai berkelebat di kepala galang. dan cerita seks itu bagaikan cerita &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;seks tante girang&lt;/a&gt; dimana kepergok oleh suaminya, sangat-sangat mengganggu dan membuat galang stres. demikian cerita seks kali ini yang mungkin bermanfaat bagi anda  Selesai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-8019171371961968194?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/8019171371961968194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/8019171371961968194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/11/ngeseks-dengan-guru-gitar.html' title='Ngeseks Dengan Guru Gitar'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-8654404489461895353</id><published>2009-11-10T01:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T01:36:02.309-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot adik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot anak kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan adik'/><title type='text'>Cerita Masa Kecil Tante Girang</title><content type='html'>Setiap orang memiliki masa kecil, termasuk tante girang, dalam &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;komunitas tante girang&lt;/a&gt; diceritakan beberapa membernya memiliki cerita kelam tentang masa kecil, termasuk cerita seks saat masih muda alias masih sekolah, bagaimana ceritanya, berikut adalah ceria seks masa kecil tante girang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejadian ini terjadi waktu gw masih 3 SMP di daerah jakarta...wow!! dan beneran terjadi tanpa rekayasa&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Z6Kkz9prskQ/SXdxnyRy_II/AAAAAAAAAGc/dQpFkhVvi9Y/s400/694.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 288px; height: 374px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z6Kkz9prskQ/SXdxnyRy_II/AAAAAAAAAGc/dQpFkhVvi9Y/s400/694.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenalin dulu..nama gw Hadyan Rolansyah gw emang tipe idaman para wanita...jujur aj..gw ganteng,tinggi,kaya,badan gw atletis secara gw anak basket n kontol gw gede.hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus di skolah gw ada adek kelas yg paling bikin gw ngaceng.namanya Adinda Reviana..begh ni cewe putih,semampai,montok pantat&amp;amp;toketnya n yg terpenting...dia cantiiik skale!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok kita langsung to the point aj..Waktu itu gw ad sparing basket d skolah gw sm angkatan di bawah gw..selesai yang cowo2 maen giliran yg cewe...waktu itu gw sengaja ngeliat yg cewe2 maen karena dinda juga jd tim basket sekolah gw padahal temen2 gw yg laaen uda pada balik..pas dinda maen waah toketnya gundal-gandul gak keruan pas dia lari apalagi..bikin gw ngaceng baru ngeliat gitu doang..soalnya dari semua adek kelas gw yg keliatan paling "mateng" cuma dinda seorang...selesai maen gw basa-basi dikit laah..waktu itu gw ngincer bgt buat jd cowonya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 minggu berlalu..abis lama PDKT gw jadian sama dia..YES!dlm hati gw udah mikirin mau gw apain nih cewe...sabtu pertama jalan sama dia gw bikin target:cipokan (ciuman bibir). oke tnpa basa-basi pagi2 dia gw telpon "yang,ntar jalan yuk!..tapi berdua aj yah" "boleh..tapi kmana?" katanya pake suara bikin ngaceng "kita nonton aj mau ga?" "waah mau bgt aku uda lama ga nonton" "yaudah ntar jam 5an kta jalan ya.." "sip de..aku tunggu lhoo..bye honey..love you." "love you too" bales gw..&lt;br /&gt;jam stngah 5 dia gw jemput.. hari itu dia keluar cuma pake baju t shirt superman sama celana pendek ketat yg nampol bgt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam 7 kita masuk bioskop..gw sengaja pilih film anak2 yg ga mutu supaya makin asik gw ciuman di dalem..hehehe..baru sekitar 15 menit filmnya mulai gw udah bisik2 ke dia"beib...aku sayaaang bgt sama kamu" "aku juga kok"katanya..setelah itu gw pegang mukanya n gw arahin k muka gw.mukanya dr deket cantiik bgt..muka putih mulus tanpa jerawat n tai lalat...langsung aj gw deketin bibir gw k bibirnya..ternyata dia juga terbawa suasana n ikutan ngedeketin bibir gw..ga lama bibir kita beradu dan saling bertukar liur..gw terus cium bibirnya pake kombinasi lidah supaya dia lebih terangsang..gw jilat langit2 tenggorokannya gw gigit kecil bibirnya sambil tangan gw ngeraba toket 32Bnya..keliatan bgt kalo dia keenakan gw plintir2 pentilnya sambil bibir gw ga lepas dari bibir merah nan manis punyanya.gw terus nyium dia sampe bibir gw sama bibirnya basah gara2 liur gw jilat2 bibirnya dia bales jilat lidah gw.sekitar 10 menitan gw cipokan sampe ada suara "EHM!! nak kalo mau mesum jgn disini!! ini tempat umum" kata bapak2 yg bawa anaknya yg duduknya d sebelah gw pas. (saat Ini saya berfikir , syukur tak ada &lt;a href="http://bugil.gadisperawan.info/video-mesra-mahasiswa-malang/"&gt;video mesra&lt;/a&gt; yang terekam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gw keluar bioskop trus dinda merayu pake suara centil gitu "yaaang..lanjutin yuk di mobil kamu..kamu uda ngaceng kan?"kata dia sambil ngliatin titit gw yg emang udah ngaceng berat..tanpa pikir panjang langsung gw iyain aj ajakannya....sampe d mobil kita duduk d jok blakang dan mulai "bermain"..gw ngelanjutin cipokan yg d bioskop versi lebih buasnya..hahaha..kedua tgn gw uda megang kendali di toketnya..gw remes2 pelan sambil gw puter ke kanan-kiri..bibir dia juga ga lepas dari bibir gw dia masukin liurnya ke mulut gw pake lidahnya..gw kulum bibir merahnya dalem2 di bibir gw trus gw gigit bibir bawahnya sampe turun ke lehernya trus gw cupang sampe lehernya merah...ga kerasa tangan gw uda masuk k dalam BHnya dan ternyata tgn dinda juga sibuk ngelepas celana pendek gw..tangan gw ngeraba toketnya secara langsung..kulitnya mulus banget..ga lama celana beserta boxernya uda copot..dinda langsung megang tangan gw dari toketnya dan bilang "gantian kali saay.." bibirnya pun terlepas dari kuasa bibir gw dan dinda langsung menunduk ke arah titit gw yang uda mengeras "anjrit gede banget!!" katanya "rasain dong..jgn ngemeng mulu" bujuk gw.. dia ngliat gw pake tatapan nakal ala miyabi..dan gak pake babibu langsung di liurin titit gw pake liurnya supaya licin trus diemut dlm2 titit gw sama dinda sambil dikocok2 pelan penis gw trus dikulum naik turun sama dinda n kepala titit gw dijilatin..aagh rasanya maknyus bgt..diulang lagi gerakan meengulum titit khas dinda trus diakhiri pake ciuman di kepala titit..di dalem titit gw rasain ada yg mau keluar.."yaang mau keluar nihh..kamu keluarin dong"gw bilang.."ahaha..kamu mau ya?mau aku jilat apa cokilin aj?"tnya dinda "dua2nya aj"kata gw lg..lngsung aj dikulum lagi titit gw sambil dikocok kenceng2 sama dinda..ga lama kmudian..croot crooot..sperma gw membasahi mukanya yg lucu..abis itu dia bersihin sperma2 yg nempel di kepala titit gw pake mulutnya...ahhh enaknya malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hari setelah kejadian di atas..gw berencana ML sama dia..di rumah gw bokap lg bisnis k beijing n nyokap lg pergi sama adek n tante gw ke singapore..d rumah cuman ada pak supir,satpam n pembokat yg gw pikir ga bakal jd masalah..pulang sekolah dinda nyamperin gw "gimana?jadi ga k rumah kamu?" tanyanya dengan centil.."jadi doong..pas bgt lagi sepi.."kata gw..langsung aja gw ke mobil n langsung on the way ke rumah gw..di tngah jalan dinda bilang "yakin nih gapapa ga pake kondom say?" "enakan alami lagi" kata gw yang disambut dgn tawa sama dinda "ahahaha..oke deh..cepetan dong makanya..aku uda ga sabar niih.."katanya sambil agak2 mendesah..smpe rumah gw langsung ngasi duit 500rb ke pembokat gw..gw suru dia shopping sampe jam 7 malem kalo balik sebelum jam 7 ntar gw ancem pecat..hahaha..hal yg sama berlaku buat satpam n supir gw..dua2nya gw kasi 500rb juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya d rumah ini tinggal gw sama dinda berdua..langsung aja di ruang tamu gw cium dgn penuh nafsu..gw buka roknya dia buka celana gw..gw buka kemejanya dia buka kemeja gw gw cabut BH nya n gw liat secara jelas toket n pentilnya yg agak2 berwarna merah muda..kita trus saling membuka2 sambil cipokan penuh cinta n nafsu..gw gendong dia ke kamar gw yg di atas..di kamar gw..gw langsung gigit kecil pentilnya sambil tangan gw berusaha melepas celana dalem berwarna krem punya dinda..abis celana dlmnya lepas gw liat vagina merahnya yg sdikit diselimuti bulu2 halus..langsung gw jilat2 vaginanya ''oooohhh...ennak saayyy.."teriak dinda..setelah itu kedua tangan gw nyoba ngeraba toketnya..gw plintir2 lg pentilnya..trus gw gigit klitorisnya "emmmm...aaaakkhh..parraah..en nak..emmm"katanya keenakan..gw gigit agak kencang klitorisnya sampe dia mengerang kesakitan...stelah itu gw berdiri n menurunkan celana dlm gw pas d dpan mukanya&lt;br /&gt;..titit gw langsung berontak keluar celana dlm n begitu keluar langsung disambut pake mulutnya dinda..ga kerasa kita berdua udah telanjang full..&lt;br /&gt;dinda mengulum titit gw dlm2 smbil dikocok2 kecil..abis itu gw cabut mulutnya dr titit gw dia gw suruh tiduran trus gw masukin titit gw k vaginanya "eemm..AAAAAAKKKHHHH" jeritnya waktu titit gw menerobos masuk seliput daranya..bless..setelah itu titit gw masuk penuh ke vaginanya diiringi pake darah yg keluar dr vaginanya..dinda menatapku dan bilang "i love you beib" "i love you too" kata gw.. abis itu gw cipokan lg sama dinda..gw jilat2 bibirnya kita juga beradu lidah..tangan gw masih nempel d toketnya..abis itu dia gw suruh nungging buat bergaya doggy..ku keluar masukkan titit ku di vaginanya.. lalu ganti gaya lagi..dinda berada di atas dan menindih gw..badanya naik turun ngikutin irama "aahhh..bangsaaatt..uuuuuuuukh h.."katanya keenakan..lalu dia gw dorong sampe dia berada di bawah gw dan gantian gw yg diatasnya...sambil gw ciumin toketnya..penis gw juga bekerja...gak lama rasanya d titit gw ada bsah2..taunya dinda udah lebih dulu orgasme..gak lama sperma gw juga membanjiri liang surganya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oooohhh.."kata dinda keenakan..di berdiri dan langsung mencium gw berulang2..."makasi ya dear'' katanya.."aku juga makasi.."kata gw..waktu itu kita uda mau selesai sampe birahi gw naik lagi waktu ngeliat dinda nungging mau ngambil celana dalemnya...gw pegang pinggunlnya n gw masukin penis gw k vaginanya "ooh..mauuu lg yaaa?"katanya..gw g jwab..gw terus konsentrasi maju mundurin penis gw sendiri,,makin lama makin kenceng gw dorong titit gw k dlm vaginanya.."AAAKKKHH..EMMMKH.. OOOOKKHHH...aaakh..aaakh..ookh " desahnya waktu sperma gw ngebanjirin vaginanya lg..."kamu emang d best yaang"pujinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah kejadian ini gw sama dinda masi sering ngelakuinnya di wc sekolah waktu sepi,mobil jazz penuh dosa punya gw,rumah gw,rumah dia,d tempat dugem,hotel b*******r,hotel *ik** sampe skarang..gw skarang kelas 2 di SMA swasta dan dia 1 SMA di SMA negeri d jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;cerita seks tante girang&lt;/a&gt; yang memiliki pengalaman seks saat masih kecil, bercinta dengan teman sekolah dan ngeseks lalu di entot berkali-kali dengan nafsu birahi tinggi yang tak bisa ditahan dengan hasrat seks yang tak terkontrol cerita seks itu punterjadi mengalir begitu saja dan berakhirpun tanpa cerita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-8654404489461895353?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/8654404489461895353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/8654404489461895353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/11/cerita-masa-kecil-tante-girang.html' title='Cerita Masa Kecil Tante Girang'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z6Kkz9prskQ/SXdxnyRy_II/AAAAAAAAAGc/dQpFkhVvi9Y/s72-c/694.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-3890535953240984692</id><published>2009-11-03T06:46:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T06:50:15.328-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante binal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante girang bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante sintal'/><title type='text'>Cerita seks tante Sintal</title><content type='html'>Cerita yang sangat mendebarkan, cerita seks singkat tentang &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;tante girang&lt;/a&gt; yang sintal bernama tante vida, beriklut cerita lengkapnya yang hot dan bikin degdegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama saya Dodi. Sekarang saya masih kuliah di Universitas dan Fakultas paling favorit di Yogyakarta. Saya ingin menceritakan pengalaman saya pertama kali berkenalan dengan permainan seks yang mungkin membuat saya sekarang haus akan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya masih sekolah di salah satu SMP favorit di Yogyakarta. Hari itu saya sakit sehingga saya tidak bisa berangkat sekolah, setelah surat ijin saya titipkan ke teman terus saya pulang. Ketika sampai di rumah Papa dan Mama sudah pergi ke kantor dan Mama pesan supaya saya istirahat saja di rumah dan Mama sudah memanggil Tante Vida untuk menjaga saya. Tante Vida waktu itu masih sekolah di sekolah perawat. Sehabis minum obat, mata saya terasa mengantuk. Ketika mau terlelap Tante Vida mengetuk kamarku.&lt;br /&gt;Dia bilang, "Dod, sudah tidur?"&lt;br /&gt;Saya jawab dari dalam, "Belum, tante!"&lt;br /&gt;Tante Vida bertanya, "Kalau belum boleh tante masuk."&lt;br /&gt;Terus saya bukakan pintu, waktu itu saya sempat kaget juga melihat Tante Vida. Dia baru saja pulang dari aerobik, masih dengan pakaian senam dia masuk ke kamar. Walau masih SMP kelas 2 lihat Tante Vida dengan pakaian gitu merasa keder juga. Payudaranya yang montok seperti tak kuasa pakaian senam itu menahannya. Kemudian dia duduk di samping. Dia bilang, "Dod, kamu mau saya ajari permainan nggak Dod?" Tanpa pikir panjang, saya jawab, "Mau tante, tapi permainan apa lha wong Dodi baru sakit gini kok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Vida berkata, "Namanya permainan kenikmatan, tapi mainnya harus di kamar mandi. Yuk" Sambil Tante Vida menggandeng tanganku masuk ke kamar mandi saya. Saya sih mau-mau saja. Kemudian mulai dia melorotkan celana saya sambil berkata, "Wah, burungmu untuk anak SMP tergolong besar Dod." Tante Vida terkagum-kagum. Waktu itu saya cuma cengengesan saja, lha wong hati saya deg-degan sekali waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus dia mulai membasahi kemaluan saya dengan air, kemudian dia beri shampo, terus digosok. Lama-lama saya merasa kemaluan saya semakin lama semakin keras. Setelah terasa kemudian dia melucuti pakaiannya satu demi satu. Ya, tuhan ternyata tubuhnya sintal banget. Payudaranya yang montok, dengan pentil yang tegang, pantat yang berisi dan sintal kemudian vaginanya yang merah muda dengan rambut kemaluan yang lebat. Kemudian dia berjongkok, setelah itu dia mengulum penis saya, dadanya yang montok ikut bergoyang. Dada dan nafasku semakin memburu. Saya cuma bisa memejamkan mata, aduh nikmatnya yang namanya permainan seks. Kemudian, saya nggak tahu tiba-tiba saja naluri saya bergerak. Tangan saya mulai meremas-remas dadanya, sementara tangan saya yang satu turun mencari liang vaginanya. Kemudian saya masukkkan jari saya, dia meritih, "Akhh, Dodi!" Saya semakin panas, saya kulum bibirnya yang ranum, saya nggak peduli lagi. Setelah bibir, kemudian turun saya ciumi leher dan akhir saya kulum punting susunya. Dia semakin merintih, "Aakhh, Dodi terus Dod!" Saya nggak tahu berapa lama kami di kamar mandi, terus tahu-tahu dia sudah di atas saya. "Dodi sekarang tante kasih akhir permaianan yang manis, ya?" Dia meraih kemaluan saya yang sudah tegang sekali waktu itu. Kemudian dimasukkan ke dalam vaginanya. Kami berdua sama-sama merintih, "Akhh! Lagi tante... lagi tanteee." Terus dia mulai naik turun, sampai saya merasa ada yang meletus dari penis saya dan kami sama-sama lemas. Setelah itu kami mandi bersama-sama. Waktu mandi pun kami sempat mengulangi beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami berdua sama-sama ketagihan. Kami bermain mulai dari kamar saya, pernah di sebuah hotel di kaliurang malah pernah cuma di dalam mobil. Rata-rata dalam satu minggu kami bisa 2-3 kali bermain dan pasti berakhir dengan kepuasan karena Tante Vida pintar membuat variasi permainan sehingga kami tidak bosan. Setelah Tante Vida menikah saya jadi kesepian. Kadang kalau baru kepingin saya cuma bisa dengan pacar saya, Nanda. Untung kami sama-sama tegangan tinggi, tapi dari segi kepuasan saya kurang puas mungkin karena saya sudah jadi "Hiperseks" atau mungkin Tante Vida yang begitu mahirnya sehingga bisa mengimbangi apa yang saya mau. Nah, buat cewek-cewek atau tante-tante bermukim di Yogya yang sama-sama tegangan tinggi, kapan-kapan kita bisa saling berkenalan dan berhubungan. Mungkin kita bisa bermain seperti Tante Vida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian cerita &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;komunitas tante girang&lt;/a&gt;, sampai pada cerita seks tante girang selanjutnya yang bikin merinding dan libido naik turun dan pasti memuaskan anda pecinta tante girang sejati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-3890535953240984692?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/3890535953240984692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/3890535953240984692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/11/cerita-seks-tante-sintal.html' title='Cerita seks tante Sintal'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-4858351741397941476</id><published>2009-10-28T11:11:00.000-07:00</published><updated>2009-11-03T06:50:33.688-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita daun muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita gadis smp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gadis smp bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks gadis smp'/><title type='text'>Gadis SMP itu Ku entot</title><content type='html'>Bosan ah &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt;, mau nya cerita daun muda, gadis smp atau sma lah, cerita seks yang mungkin lebih segar, nah berikut adalah cerita lengkap kiriman chepy anak beruntung yang pintar akal untuk mendapatkan kemolekan gadis smp, bagaimana cerita lengkapnya, silahkan berilut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Chepy, 22 tahun, mahasiswa di sebuah universitas swasta ternama di Jakarta.&lt;br /&gt;Kisahku ini adalah kejadian nyata tanpa aku rekayasa sedikitpun !. Kisahku bermula setahun yang lalu ketika temanku ( Dedy ) mengajakku menemaninya transaski dengan temannya ( Gunawan ). Saya jelaskan saja perihal kedua orang itu sebelumnya. Dedy adalah teman kuliahku dan dia seorang yang rajin dan ulet termasuk dalam hal berbisnis walaupun dia masih kuliah. Gunawan adalah teman kenalannya yang juga seorang anak mantan pejabat tinggi yang kaya raya ( saya tidak tahu apakah kekayaan orang tuanya halal atau hasil korupsi ! ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu Gunawan menawarkan beberapa koleksi lukisan dan patung ( Gunawan sudah mengetahui perihal bisnis Dedy sebelumnya ) milik orang tuanya kepada Dedy, koleksi lukisan dan patung tersebut berusia tua. Dedy tertarik tapi dia membutuhkan kendaraan saya karena kendaraannya sedang dipakai untuk mengangkut lemari ke Bintaro, oleh karena itu Dedy mengajak saya ikut dan saya pun setuju saja. Perlu saya jelaskan sebelumnya, Gunawan menjual koleksi lukisan dan patung tersebut, oleh Dedy diperkirakan karena Gunawan seorang pecandu putaw dan membutuhkan uang tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya ( hari Minggu ), saya dan Dedy berangkat menuju rumah Gunawan di kawasan Depok. Setelah sampai di depan pintu gerbang 2 orang satpam berjalan ke arah kami dan menanyakan maksud kedatangan kami. Setelah kami jelaskan, mereka mengijinkan kami masuk dan mereka menghubungi Gunawan melalui telepon. Saya memarkir kendaraan saya dan saya mengagumi halaman dan rumah Gunawan yang amat luas dan indah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Betapa kayanya orang tua Gunawan” bisik dalam hatiku. Kami harus menunggu sebentar karena Gunawan sedang makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu, kami berbicara dengan satpam. Dalam pembicaraan itu, seorang satpam menceritakan kalau Gunawan itu seorang playboy dan suka membawa wanita malam-malam ke rumahnya ketika orang tuanya sedang pergi. Setelah menunggu selang 10 menit, akhirnya Gunawan datang ( saya yang baru pertama kali melihatnya harus mengakui bahwa Gunawan memiliki wajah yang amat rupawan, walau saya pun seorang lelaki dan bukan seorang homo! ). Dedy memperkenalkan saya dengan Gunawan. Setelah itu Gunawan mengajak Dedy masuk ke rumah untuk melihat patung dan lukisan yang akan dijualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bingung apakah saya harus mengikuti mereka atau tetap duduk di pos satpam. Setelah mereka berjalan sekitar 15 meter dari saya, seorang satpam mengatakan sebaiknya kamu ( saya ) ikut mereka saja daripada bosan menunggu di sini ( pos satpam ). Saya pun berjalan menuju rumahnya. Ketika saya masuk , saya tidak melihat mereka lagi. Saya hanya melihat sebuah ruangan yang luas sekali dengan sebuah tangga dan beberapa pintu ruangan. Saya bingung apakah saya sebaiknya naik ke tangga atau mengitari ruangan tersebut ( sebenarnya bisa saja saya teriak memanggil nama Dedy atau Gunawan tapi tindakan itu sangat tidak sopan ! ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memutuskan untuk mengitari ruangan tersebut dengan harapan dapat menemui mereka. Setelah saya mengitari, saya tetap tidak dapat menemukan mereka. Tapi saya melihat sebuah pintu kamar yang pintunya sedikit terbuka. Saya mengira mungkin saja mereka berada di dalam kamar tersebut. Lalu saya membuka sedikit demi sedikit pintu itu dan betapa terkejutnya saya ketika saya melihat seorang anak perempuan sedang tertidur dengan daster yang tipis dan hanya menutupi bagian atas dan bagian selangkangannya, saya bingung harus bagaimana !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar otak saya yang sudah kotor melihat pemandangan paha yang indah, akhirnya saya masuk ke dalam kamar tersebut dan menutup pintu itu. Saya melihat sekeliling kamar itu, kamar yang luas dan indah, beberapa helai pakaian SLTP berserakan di tempat tidur, dan foto anak tersebut dengan Gunawan dan seorang lelaki tua dan wanita tua ( mungkin foto orang tuanya ). Anak perempuan yang sangat cantik, manis dan kuning langsat ! lalu saya melangkah lebih dekat lagi, saya melihat beberapa buku pelajaran sekolah dan tulisan namanya : Elvina kelas 1 C. Masih kelas 1 ! berarti usianya baru antara 11-12 tahun. Lalu saya memfokuskan penglihatan saya ke arah pahanya yang kuning langsat dan indah itu !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngin rasanya menjamah paha tersebut tapi saya ragu dan takut. Saya menaikkan pandangan saya ke arah dadanya dan melihat cetakan pentil susu di helai dasternya itu. Dadanya masih kecil dan ranum dan saya tahu dia pasti tidak memakai pakaian dalam ( BH atau kutang ) di balik dasternya itu !.&lt;br /&gt;Wajahnya sangat imut, cantik dan manis ! Akhirnya saya memberanikan diri meraba pahanya dan mengelusnya, astaga….mulus sekali ! Lalu saya menaikkan sedikit lagi dasternya dan terlihatlah sebuah celana dalam ( CD ) warna putih. Saya meraba CD anak itu dan menarik sedikit karet CDnya , lalu saya mengintip ke dalam,….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaga ! tidak ada bulunya ! Jantung saya berdetak kencang sekali dan keringat dingin mengalir deras dari tubuh saya. Lalu saya mencium Cdnya, tidak ada bau yang tercium. Lalu saya menarik sedikit lagi dasternya ke atas dan terlihatlah perut dan pinggul yang ramping padat dan mulus sekali tanpa ada kotoran di pusarnya ! Luar biasa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak porno saya pun sangat kreatif juga, saya memberanikan diri untuk menarik perlahan-lahan tali dasternya itu, sedikit-seditkit terlihatlah sebagian dadanya yang mulus dan putih ! ingin rasanya langsung memenggangnya, tapi saya bersabar, lalu saya menarik lagi tali dasternya ke bawah dan akhirnya terlihatlah pentil Elvina yang bewarna kuning kecoklatan ! Jantung saya kali ini terasa berhenti ! Sayapun merasa tubuh saya menjadi kaku. Jari sayapun mencolek pentilnya dan memencet dengan lembut payudaranya. Saya melakukankan dengan lembut, perlahan dan sedikit lama juga, sementara Elvina sendiri masih tertidur pulas. Setelah puas, saya menjilat dan mengulum pentilnya, terasa tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar otakku yang sudah gila, saya pun nekat menarik seluruh dasternya perlahan kearah bawah sampai lepas, sehingga Elvina kini hanya mengenakan celana dalam ( CD ) saja ! Saya memandangi tubuh Elvina dengan penuh rasa kagum. Tiba-tiba Elvina sedikit bergerak, saya kira ia terbangun, ternyata tidak, mungkin sedang mimpi saja. Saya mengelus tubuh Elvina dari atas hingga pusar/perut. Puas mengelus-elus, saya ingin menikmati lebih dari itu ! Saya menarik perlahan-lahan CD Elvina ke arah bawah hingga lepas. Kini Elvina telah telanjang bulat ! Betapa indahnya tubuh Elvina ini , gadis kelas 1 SLTP yang amat manis, imut dan cantik dengan buah dada yang kecil dan ranum serta vaginanya yang belum ada bulunya sehelaipun !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya mengelus bibir vaginanya yang mulus dan lembek dan sayapun menciumnya. Terasa bau yang khas dari vaginanya itu ! Dengan kedua jari telunjuk saya, saya membuka bibir vaginanya dengan perlahan-lahan , terlihat dalamnya bewarna kemerah –merahan dengan daging di atasnya . Saya menjulurkan lidah saya ke arah vaginanya dan menjilat-jilat vaginanya itu. Saya deg-degan juga melakukan adegan itu. Saya tahu tindakan saya bisa ketahuan olehnya tapi kejadian ini sulit sekali untuk dilewatkan begitu saja ! Benar dugaan saya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya sedang asyiknya menjilat vaginanya, Elvina terbangun ! Saya pun terkejut setengah mati ! Untung Elvina tidak teriak tapi hanya menutup buah-dadanya dan vaginanya dengan kedua tangannya. Mukanya kelihatan takut juga. Elvina lalu berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Siapa kamu, apa yang ingin kamu lakukan ?”. Saya langsung berpikir keras untuk keluar dari kesulitan ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya mengatakan kepada Elvina: “ Elvina, saya melakukan ini karena Gunawan yang mengijinkannya !”, kataku yang berbohong. Elvina kelihatan tidak percaya lalu berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak mungkin, Gunawan kakakku !”. Pandai juga dia ! Tapi saya tidak menyerah begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengatakan lagi “ Elvina, saya tahu Gunawan kakakmu tapi dia punya hutang yang amat besar pada saya, apakah kamu tega melihat kakakmu terlibat hutang yang amat besar ? Apakah kamu tidak kasihan pada Gunawan ?, kalau dia tidak melunasi hutangnya, dia bisa dipenjara ” kataku sambil berbohong . Elvina terdiam sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha menenangkan Elvina sambil mengelus rambutnya. Elvina tetap terdiam. Sayapun dengan lembut menarik tangannya yang menutupi kedua buah dadanya. Dia kelihatannya pasrah saja dan membiarkan tangannya ditarik oleh saya. Terlihat lagi kedua buah dadanya yang indah dan ranum itu ! Saya mencium pipinya dan berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya akan selalu mencintaimu, percayalah !”. Saya merebahkan tubuhnya dan menarik tangannya yang lain yang menutupi vaginanya. Akhirnya dia menyerah dan pasrah saja terhadap saya. Saya tersenyum dalam hati. Saya langsung buru-buru membuka seluruh pakaian saya untuk segera menuntaskan “ tugas “ ini ( maklum saja, kalau terlalu lama, transaksi Gunawan dengan Dedy selesai, sayapun bisa ketahuan, ujung-ujungnya saya bisa saja terbunuh ! ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung mencium mulut Elvina dengan rakus. Elvina kelihatannya belum pernah ciuman sebelumnya karena dia masih kaku. Lalu saya mencium lehernya dan turun ke arah buah dadanya. Saya menyedot kedua buah dadanya dengan kencang dan rakus dan meremas-remas kedua buah dadanya dengan sangat kuat, Elvina kelihatannya kesakitan juga dengan remasan saya itu, Sayapun menarik-narik kedua pentilnya dengan kuat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sakit kak “ kata Elvina. Saya tidak lagi mendengar rintihan Elvina. Saya mengulum dan menggigit pentil Elvina lagi sambil tangan kanan saya meremas kuat pantat Elvina. Setelah puas, saya membalikkan badan Elvina sehingga Elvina tengkurap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jilat seluruh punggung Elvina sampai ke pantatnya. Saya remas pantat Elvina kuat-kuat dan saya buka pantatnya hingga terlihat anusnya yang bersih dan indah. Saya jilat anus Elvina, terasa asin sedikit ! Dengan jari telunjuk saya, saya tusuk-tusuk anusnya, Elvina kelihatan merintih atas tindakan saya itu. Saya angkat pantat Elvina, saya remas bagian vagina Elvina sambil ia nungging ( posisi saya di belakang Elvina ). Elvina sudah seperti boneka mainan saya saja !. Setelah puas , saya balikkan lagi tubuh Elvina sehingga ia terlentang, saya naik ke atas kepala Elvina dan menyodorkan penis saya ke mulut Elvina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jilat dan kulum !” kataku. Elvina ragu juga pada awalnya, tapi saya terus membujuknya dan akhirnya ia menjilat juga.&lt;br /&gt;Penis saya terasa enak dan geli juga dijilat olehnya, seperti anak kecil yang menjilat permen lolipopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kulum !” kataku, dia lalu mengulumnya. Saya dorong pantat saya sehingga penis saya masuk lebih dalam lagi, kelihatannya dia seperti mau muntah karena penis saya menyentuh kerongkongannya dan mulutnya yang kecil kelihatan sulit menelan sebagian penis saya sehingga ia sulit bernapas juga. Sambil ia mengulum penis saya, tangan kanan saya meremas kuat-kuat payudaranya yang kiri hingga terlihat bekas merah di payudaranya.&lt;br /&gt;Saya langsung melepaskan kuluman itu dan menuju ke vaginanya. Saya jilat vaginanya sepuas mungkin, lidah saya menusuk vaginanya yang merah pink itu lebih dalam, Elvina menggerak-gerakkan pantatnya kiri-kanan, atas-bawah, entah karena kegelian atau mungking ia menikmatinya juga. Sambil menjilat vaginanya, kedua tangan saya meremas-remas pantatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya ingin menjebol vaginanya. Saya naik ke atas tubuh Elvina, saya sodorkan penis saya ke arah vaginanya. Elvina kelihatan ketakutan juga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jangan kak, saya masih perawan !”, Nah ini dia ! saya membujuk Elvina dengan rayuan-rayuan manis. Elvina terdiam pasrah. Saya tusuk penis saya yang besar itu yang panjangnya 18 cm dan diameter 6 cm ke vaginanya yang kecil sempit tanpa bulu itu ! Sulit sekali awalnya tapi saya tidak menyerah. Saya lebarkan kedua kakinya hingga ia sangat mengangkang dan vaginanya sedikit terbuka lagi, saya hentakkan dengan kuat pantat saya dan akhirnya kepala penis saya yang besar itu berhasil menerobos vaginanya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elvina mencakar tangan saya sambil berkata “ sakitttt !!!” saya tidak peduli lagi dengan rintihan dan tangisan Elvina ! Sudah sepertiga penis saya yang masuk. Saya dorong-dorong lagi penis saya ke dalam lobang vaginanya dan akhirnya amblas semua ! Dan seperti permainan sex pada umumnya, saya tarik-dorong, tarik-dorong, tarik-dorong, terus-menerus ! Elvina memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya. Tangan saya tidak tinggal diam, saya remas kedua buah dadanya dengan sangat kuat hingga ia kesakitan dan saya tarik-tarik pentilnya yang kuning kecoklatan itu kuat-kuat ! Saya memainkan irama cepat ketika penis saya menghujam vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 5 menit saya merasakan cairan hangat membasahi penis saya, pasti ia mencapai puncak kenikatannya. Setelah bermain 15 menit lamanya, saya merasakan telah mencapai puncak kenikmatan, saya tumpahkan air mani saya kedalam vaginanya hingga tumpah ruah. Saya puas sekali ! Saya peluk Elvina dan mencium bibir, kening dan lehernya. Saya tarik penis saya dan saya melihat ada cairan darah di sprei kasurnya. Habislah keperawanannya !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu saya lekas berpakaian karena takut ketahuan. Saya ambil uang 300.000 rupiah dari saku saya dan saya berikan ke Elvina ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Elvina, ini untuk uang jajanmu, jangan bilang ke siapa-siapa yah “, Elvina hanya terdiam saja sambil menundukkan kepala dan menutupi kedua buah dadanya dengan bantal. Saya langsung keluar kamar dan menunggu saja di depan pintu masuk. Sekitar 10 menit kemudian Gunawan dan Dedy turun sambil menggotong lukisan dan patung. Ternyata mereka transaksinya bukan hanya lukisan dan patung saja tapi termasuk beberapa barang antik lainnya. Pantasan saja mereka lama !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya dan Dedy permisi ke Gunawan dan ke kedua satpam itu. Kami pergi meninggalkan rumah itu. Dedy puas dengan transaksinya dan saya puas telah merenggut keperawanan adik Gunawan. Ha ha ha ha ha, hari yang indah dan takkan terlupakan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enaknya tubuh &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/10/gadis-smp-itu-ku-entot.html"&gt;gadis smp&lt;/a&gt;, andai saja tente girang di selingi tubuh gadis abg pasti tetap seru, walau banyak orang berbeda selera dan banyak juga yang lebih doyan stw atau tante tante. tapi tetap juga banyak orng suka abg terutama om-om genit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-4858351741397941476?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4858351741397941476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4858351741397941476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/10/gadis-smp-itu-ku-entot.html' title='Gadis SMP itu Ku entot'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-5374264195459702470</id><published>2009-10-25T09:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T09:35:04.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembantuku binal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot pembantuku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ml dengan pembantu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngeseks dengan pembantu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nikmatnya tubuh pembantu'/><title type='text'>Ku goyang pembantuku Sendiri</title><content type='html'>Berikut adalah cerita saduran dari seseorang, cerita yang dikirim lengkap dari seorang yang bernama johan, johan sendiri menyadur cerita ini dari sumber lain, seilahkan menyimak cerita seks yang di bumbui sebuah adegan yang menegangkan anara majikan dan pembantu. Ceita Ini Disadur Dari Penulis Aslinya yang namanya Amin Suhendra..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://lh3.ggpht.com/veryhotbabes/R17Ps0utoII/AAAAAAAAE_I/rU6YjH2XStY/desi_-jLZoF7qRgW%25252B2jxBleJxQ_babes_thumb%25255B1%25255D.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 323px; height: 484px;" src="http://lh3.ggpht.com/veryhotbabes/R17Ps0utoII/AAAAAAAAE_I/rU6YjH2XStY/desi_-jLZoF7qRgW%25252B2jxBleJxQ_babes_thumb%25255B1%25255D.jpg" alt="Pembantu Binal" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi tepatnya pada tahun 2006, Gue berasal dari suatu keluarga yang cukup berada di bilangan Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Gue merupakan anak ke empat dari lima bersaudara yang sekarang berumur 25 tahun... gue punya pembokat namanya Tami yang sampai sekarang masih setia ngabdi di keluarga gue semenjak masih gadis hingga udah menikah dan kemudian cerai dengan suaminya.&lt;br /&gt;Kriteria pembokat gue dengan postur body menantang toket ukuran 36 B plus bokong yang bak bemper yang padet, tinggi badannya kira kira 160 dan berkulit putih.... karena pembantu gue ini orang asal Kota Bandung, umurnya sekarang kira kira 29 tahun. silakan bayangkan gimana bodynya, gue aja kalo liat dia lagi ngepel langsung otomatis dede yang di dalem celana langsung mengeliak saat bongkahan dadanya memaksa keluar dari celah kerah bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang di pikiran gue terlintas pemikiran kapan yang bisa nyicipin tubuh montok pembokat gue yang aduhai itu... udah naga bonar gak bisa di ajak kompromi lagi, liat sedikit aja langsung bangun dari tidurnya...&lt;br /&gt;Pernah suatu hari gue lagi mau ganti baju di dalam kamar pas waktu itu gue lupa ngunci pintu... tiba tiba gue kaget pembokat gue masuk tanpa ngetuk ngetuk lagi, mungkin dia pikir udah lama kerja sama keluarga gue n udah kenal gue dari gue masih SD...&lt;br /&gt;"Eh..., lagi ganti baju ya... Min" kata pembantu gue sambil buka pintu kamar gue tanpa ada rasa kegelisahan apa apa saat liat gue gak pake apa apa... cuma tinggal CD aja yang belom gue lepas.&lt;br /&gt;"Mbak, ketok dulu dong kalo mau masuk kamar Amin... gimana kalo pas masuk Amin lagi telanjang..." celetuk gue sama dia&lt;br /&gt;"Emangnya kenapa sih Min, saya kan udah lama kerja di keluarga Amin... ,lagian'kan waktu masih SD juga kamu suka pake CD aja kalo di rumah...". Kata Tami sama gue yang kayaknya acuh terhadap posisi gue yang telanjang.&lt;br /&gt;"Mbak... itu'kan dulu, waktu saya masih SD. Sekarang'kan saya sudah besar... Mbak memang gak malu yah liat saya kalo telanjang bulat gak pake apa apa..." celetuk asal keluar dari mulut.&lt;br /&gt;"Iiiihhh.... malu gapain... lagian saya juga gak mau liat... yah udah sana kalo mau ganti baju, mbak mau beresin kamar kamu nih yang berantakan mulu tiap hari kayak kandang sapi..."&lt;br /&gt;Karena dia menjawab dengan rasa yang tidak keberatan kalo gue ganti baju disaat ada dia. Dengan santai gue mulai turunin CD gue yang nutupin kontol gue yang udah mulai agak kenceng dikit...&lt;br /&gt;Tanpa sengaja gue tangkap lirikan matanya yang memandang ke arak selangkangan gue yang di tumbuhin rambut yang lebat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah... tuh ngeliatin mulu... katanya tadi mbak Tami gak mau liat, sekarang liat mulu..."&lt;br /&gt;"Siapa yang liat... wong saya lagi beresin sprei yang berantakan ini kok..." bantah dia karena malu mungkin kepergok ngelihat kearah selangkangan gue.&lt;br /&gt;AKhirnya gue tinggal dia di dalam kamar gue yang sedang beresin kamar gue yang berantakan itu, di luar gue jadi teringat gimana yah caranya buat bisa nikmatin tubuh pembantu gue yang bahenol ini... dan gue rasa dia juga kayaknya penasaran sama kontol gue yang gede ini... buktinya beberapa kali gue pergokin dia ngelirik terus kearah gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas suatu hari libur, hari minggu keluarga gue pada pergi ke rumah kerabat gue yang mau nikahin anaknya.&lt;br /&gt;"Min... kamu mau ikut gak. Mama semuanya mau pergi ke pesta pernikahan anaknya tante Ami di Bandung...". Tanya Mama gue.&lt;br /&gt;"Kapan pulangnya Ma,..." Jawab gue sambil ngucek ngucek mata karena baru bangun...&lt;br /&gt;"Mhhhmmm,... mungkin 2 hari deh baru pulang dari Bandung, kan capek dong Min kalo langsung pulang...&lt;br /&gt;kamu tanya kapan pulang, kamu mau ikut gak... atau mau di rumah saja" tanya mamaku kembali...&lt;br /&gt;"Kayaknya dirumah aja deh Ma... abis capek ah, jauh... lagian besok Amin ada acara sama teman teman Amin..." jawabku&lt;br /&gt;ku seraya kembali membenamkan kepalaku kembali ke bantal...&lt;br /&gt;"Yah udah... mama mau berangkat jalan kamu baik baik yah jaga rumah... mau apa minta aja sama Mbak Tami yaa..."&lt;br /&gt;"Tami... Tami... Tami..." panggil Mamaku&lt;br /&gt;"Iya Nyah..., Maaf saya lagi nyuci. Kurang denger tadi Nyonya panggil. Kenapa Nya..." Jawab Mbak Tami&lt;br /&gt;Sambil datang dari belakang yang ternyata sedang cuci baju... baju yang dikenakan sebetulnya tidaklah menantang, namun&lt;br /&gt;karena terkena air sewaktu mencuci menjadi bagian paha dan dadanya seakan transparan menantang...&lt;br /&gt;"Tami... kamu jaga rumah yah selama saya dan tuan pergi ke Bandung"&lt;br /&gt;"Iya Nyah... ," jawab kembali pembokat gue itu ke mama gue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kira kira selang beberapa jam setelah keberangkatan mamaku... akhirnya Gue keluar dari kamar hendak buang air kecil.&lt;br /&gt;Perlu Bro2 ketahui jarak antara tempat pembantu gue nyuci sama kamar mandi deket banget... waktu gue jalan ke kamar mandi, gue liat pembantu gue yang lagi nyuci baju dengan posisi duduknya yang buat naga di dalam cd gue bangun...&lt;br /&gt;Pembantu gue pake T-shirt putih yang tipis karena dah lama di tambah lagi kaosnya kena air, secara langsung keliatan jelas banget BH krem yang dipake pembantu gue berserta paha mulusnya yang udah agak terbuka karena duduknya hingga keliatan CD putihnya...&lt;br /&gt;"Anjriiit, mulus juga nih pembantu gue meskipun udah janda anak satu tapi dari paha dan teteknya masih keliatan kenceng, kayak cewek yang belum pernah kesentuh sama laki laki".oceh gue dalam hati sambil kencing trus ngelirik ke pahanya yang mulus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil kencing gue mikir gimana caranya buka omongan sama pembantu gue, biar gue bisa agak lamaan liat CD dan teteknya yang aduhai itu... pantes banyak tukang sayur selalu suka nanyain Mbak Tami mulu kalo tiap pagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak gimana kabar Ani, sekarang udah umur berapa... Mbak Tami kok bisa sampai cerai sih sama suaminya"Iseng gue tanya seputar hubungan dia sama mantan suaminya yang sekarang udah cerai, dan kenapa bisa sampai cerai... gugup juga sih gua waktu nanyanya kayak gue nih psikolog aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok tiba tiba Amin tanya tentang itu sih sama Mbak...? "&lt;br /&gt;"Gak pa pa kan Mbak... ?"&lt;br /&gt;"Anak mbak sekarang udah umur lima tahun, mbak cerai sama suami mbak karena dia pengangguran... mau nya enak doang.&lt;br /&gt;Mau bikinnya tapi gak mau besarin. Ya... lebih baik mbak minta cerai aja. masa sih mbak sendiri yang banting tulang cari uang,&lt;br /&gt;sedangkan suami mbak cuman bangun, makan, main judi sampai subuh... males Min punya suami pengangguran, lebih baik&lt;br /&gt;sendiri... sama aja kok" Jawab pembantu ku panjang lebar, seraya tangannya tetap membilas baju yang sedang ia cuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia masuk ke dalam dialog yang sebenarnya... akhirnya pembicaraan yang gue maksud agar gue arahin pembicaraan hingga tentang persoalan hubungan intim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah... bukannya enakan punya suami, mbak... daripada gak ada..."&lt;br /&gt;"Enak dari mananya Min... punya suami sama gak punya sama aja ah..."&lt;br /&gt;"Loh beda dong mbak..."&lt;br /&gt;"Beda dari mananya Mih... coba jelasin, aah kamu ngomongnya kayak kamu dah pernah ngerasain menikah aja sih Min..."&lt;br /&gt;tanya pembantuku sambil bercanda kecil.&lt;br /&gt;"Yah beda lah mbak... dulu kalo masih ada suami kan kalo lagi pengen tinggal minta sama suami mbak... sekarang udah cerai&lt;br /&gt;pas lagi pengen... mau minta sama siapa..." Jawab gue sambil menjuruskan kalimat kalimat yang gue tuju ke hal yang gue&lt;br /&gt;inginin.&lt;br /&gt;"Maksud Amin apa sih... mau apa. Ngomongnya jangan yang bikin mbak bingung dong Min..."&lt;br /&gt;"Gini mbak, maksudnya apa mbak gak pernah pengen atau kangen sama ini nya laki laki..." waktu gue ngomong gitu sambil gue turunin dikit celana pendek gue, trus gue keluarin punya gue ngadep ke depan mukanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iiih gede banget punya kamu Min... punya mantan suami mbak sih gak begitu gede kayak gini..." Jawab mbak Tami sambil melotot ke kontol gue yang udah Super tegang, karena dari tadi udah minta di keluarin.&lt;br /&gt;"Kangen gak sama Kontol laki laki mbak..." tanya Gue kembali yang sempat membuyarkan pandangan mbak Tami yang dari&lt;br /&gt;setadi tak lepas memandang kontolku terus.&lt;br /&gt;"...... waduh mbak gak tahu deh Min..., kalo punya mbak dimasukin sama punya kamu yang gede kayak gini. Gimana rasanya&lt;br /&gt;mbak gak bisa ngebayangin..."&lt;br /&gt;"Lho... mbak saya kan gak tanya apa rasanya di masukin sama punya saya yang lebih gede dari punya mantan suami mbak. Saya kan cuman tanya apa mbak gak kangen sama punyanya laki laki2 Padahal didalam hati gue udah tahu keinginan dia yang pengen ngerasain kontol gue yang super size ini...&lt;br /&gt;"mmmmhhhhh... maksud mbak Tami sih... yah ada kangen sama punya laki laki... tapi kadang kadang mbak tahan aja, abis&lt;br /&gt;mbak kan dah cerai sama suami... " jawab mbak Tami yang keliatan di pipinya merona karena merasa jawabannya ngawur&lt;br /&gt;dari apa yang gue tanyain ke dia"&lt;br /&gt;"Mbak... boleh gak saya pegang tetek mbak "&lt;br /&gt;"Iiihh... Min kok mintanya sama mbak sih, minta dong sama pacar Amin... masa sama mbak..."&lt;br /&gt;"Yah... gak pa pa sih, saya mau ngerasain begituan sama mbak Tami... gimana sih begitu sama ce yang udah pernah punya&lt;br /&gt;anak... boleh yah mbak... " kata gue sambil mendekatkan kontol gue lebih dekat ke mulutnya...&lt;br /&gt;"iiih Amin... punya kamu kena mulut mbak nih... memangnya kamu gak malu gituan sama mbak Tami..." jawab mbak dian sambil merubah posisi duduknya sambil menghadap ke kontol gue dan ngelepasin baju yang sedang dia bilas...&lt;br /&gt;"Yah gak lah kan gak ada yang tahu... lagian kan gak ada yang tahu, kan sekarang gak ada orang selain mbak Tami sama saya"&lt;br /&gt;jawab gue sambil yakinin ke dia, biar di mau kasih yang gue pengen.&lt;br /&gt;"Tapi jangan keterusan yah... trus kamu mau di apain sama mbak..."&lt;br /&gt;"Mbak mulutnya di buka dikit dong, saya mau masukin punya saya ke dalam mulut mbak Tami..."&lt;br /&gt;"Iih... gak ah jijik... masa punya kamu di masukin ke dalam mulut mbak... mbak gak pernah lakuin kayak gini sama mantan&lt;br /&gt;suami mbak, gak ahh... " tapi posisi tangannya sekarang malah megang kontol gue sambil ngocok ngocok maju mundur.&lt;br /&gt;"Cobain dulu mbak enak loh... anggap aja mbak Tami lagi kemut permen lolipop atau es krim yang panjang" rayu gue ngarep&lt;br /&gt;mbak Tami mau masukin kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya permintaan gue diturutin tanpa banyak ngomong lagi mbak Tami majuin mukanya kearah kontol gue yang udah&lt;br /&gt;super tegang itu kedalam mulutnya yang mungil... sementara dia emut kontol gue maju mundur yang terkadang di selingin jilatan jilatan yang bikin gue pegang kepalanya trus gue tarik maju hingga kepala kontol gue mentok sampe kerongkongan mbak Tami.&lt;br /&gt;"Ooooooh... mbak emut truuuus mbak.... ennnnak banget" sambil tangan gue mulai turun megang teteknya yang mengoda itu.&lt;br /&gt;Tangan gue masuk lewat kerah kaosnya, trus langsung gue remes kera teteknya... Tangan mbak Tami juga kayaknya gak mau&lt;br /&gt;kalah sama gue. Dia malah makin ngedorong pantat gue dengan tangannya hingga hidungnya nempel sama jembut gue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tempatnya kurang tepat untuk bertempur lalu gue ajak mbak Tami ke ruangan tengah sambil ngemut kontol gue jalan ke ruangan tengah. Perlu di ketahui mbak Tami merangkak seperti anjing yang haus sex gak mau lepas dari kontol gue, merangkak berjalan ngikutin langkah kaki gue yang mundur ke arah ruang tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue liat mulutnya yang mungil sekarang terisi kontol gue... tangannya sambil remas remas buah dadanya sendiri...&lt;br /&gt;" Mbak Tami lepasin dulu dong kontol saya, buka dulu baju mbak Tami. Entarkan mbak juga nikmatin sepenuhnya punya saya..."&lt;br /&gt;" Min.... punya kamu enak banget... mbak kira dari dulu jijik kalo liat ce ngemut punyanya cowok... ehh ternyata nikmatnya&lt;br /&gt;bener bener bikin ketagihan Min..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat mbak Tami membuka seluruh baju dan roknya yang tadi basah karena kena air... Wooow, sungguh pemandangan yang sangat indah... kini di hadapan gue telah ada seorang wanita yang telanjang tanpa tertutup sehelai benang... berjalan menghampiri gue dengan posisi doggie style mbak dian kembali memasukkan kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jelas bisa gue liat buah dada yang gelantungan dan bongkahan pantat yang begitu padat, yang selama ini udah banyak bikin kontol gue penasaran pengen di selipin diantara bongkahan itu...&lt;br /&gt;nafas suara mbak Tami semakin lama semakin membara terpacu seiringin dengan birahi yang selama ini terkubur di dalam dirinya. Sekarang terbangun dan mendapatkan suatu kepuasan seks yang selama ini ia tahan tahan.&lt;br /&gt;Sementara mbak dian ngemut kontol gue, gue remas teteknya yang menantang itu terkadang gue pegang MQ nya yang ternyata udah banjir oleh cairan kenikmatan.&lt;br /&gt;Gue tusuk tusuk jari tengah gue ke dalam memeknya hingga mbak Tami ngeluarin desahan sambil meluk pantat gue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mmmmhhhhh..... ooooooohhhhhh......" desahannya begitu menambah gue buat semakin cepat menusuk nusuk liang kenikmatannya semakin cepat.&lt;br /&gt;"Min.....OOooooohhhh.... Min... enak Min... enak...." Desahan mbak Tami benar benar membuat semakin terangsang...&lt;br /&gt;tusukan jari yang gue sodok sodok pun semakin gencar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aaaaaahhhh.... Amiiiinnnn.... OOOhhhhh Ammiiiinn... mbakkkkk..... mmmmbbaa..... klllluuuaar... " bersamaan dengan desahan mbak Tami yang panjang, akhirnya mbak Tami telah mencapai puncak kenikmatannya yang terasa di jari tengah yang&lt;br /&gt;gue sodok sodok ke lubang &lt;a href="http://bugil.gadisperawan.info/search/memek/"&gt;Memek&lt;/a&gt; nya waktu mbak Tami menyemprot cairan kenikmatannya....&lt;br /&gt;Karena mbak Tami telah mengalami organismenya yang pertama, maka Gue pun tak mau kala. Irama sodokkan kontol gue percepat kedalam mulut mbak Tami berkali kali hingga desahan panjang gue pun mulai keluar yang menandakan sperma gue akan muncrat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mbak, Amin mau kkkkelllluaaar.... aaaaahhhh.... sedot mbak... sedot peju Amin.... " kata gue sama Mbak Tami sambil menahan kepalanya untuk memendamkan kontol gue hingga masuk ke tenggorokannya. Namun Mbak Tami meronta-ronta tidak menginginkan sperma gue keluar di dalam mulutnya... sia-sia rontahan mbak Tami, Sperma gue akhirnya keluar hingga penuh di dalam mulutnya.&lt;br /&gt;Crroooot.... Crooot... crooot... akhirnya Gue semburkan berkali kali peju gue di dalam mulut mbak Tami. Meskipun pada saat Mbak Tami tidak ingin menelan Sperma gue namun gue memaksanya untuk menelannya dan menikmati Sperma gue yang segar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi mbak Tami masih sama seperti sebelumnya, namun sekarang kakinya seperti kehilangan tenaga untuk menahan berat badannya mengalami kenikmatannya... dari sela sela bibirnya mengalir sisa spermaku yang di jilat kembali. Tubuh mbak Tami kini terkapar tak berdaya namun menampilkan sosok wajah penuh dengan kepuasan yang selama ini tak ia dapatkan.&lt;br /&gt;Melihat expresi wajahnya membuat gue kembali semakin nafsu... karena dari tadi gue anggap hanyalah pemanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek nulis nih, udah mau pagi, bersambung dulu ah... sampai besok ya... nantikan besok setelah mood gw ada lagi buat nulis &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; yang membuat birahi naik lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-5374264195459702470?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/5374264195459702470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/5374264195459702470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/10/ku-goyang-pembantuku-sendiri.html' title='Ku goyang pembantuku Sendiri'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/veryhotbabes/R17Ps0utoII/AAAAAAAAE_I/rU6YjH2XStY/s72-c/desi_-jLZoF7qRgW%25252B2jxBleJxQ_babes_thumb%25255B1%25255D.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-6197856948546477843</id><published>2009-10-15T11:43:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T11:49:50.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nikmatnya tubuh tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante ku nakal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante chyntia bina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante girang yang nakal'/><title type='text'>Tante Chintya</title><content type='html'>Cerita tante girang emang gak ada habisnya, selalu saya menarik untuk di ikuti, dalam perjalanan blog ini, sudah banyak cerita-&lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt; yang kami berikan, dan semua cerita itu mendapatkan banyak aplous dari pembaca, untuk itu , atas rasa terima kasih kami, kami berikan lagi cerita dari seorang tante girang bernama Chintya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggil saja namaku Aldi. Usiaku saat ini 27 tahun. Dikampungku ada seorang janda berusia 46 tahun, namanya panggil aja Tente Chintya. Meski usianya sudah kepala empat dan sudah punya 3 orang anak yang sudah besar-besar, namun tubuhnya masih tetap tampak bagus dan terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Chintya mempunyai wajah yang cantik dengan rambut sebahu. Kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante Chintya yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C. Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu. Bodi tante Chintya yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi. Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor aku jalankan pelan keluar dari gerbang rumah. Dikejauhan aku melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian. Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, aku terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir. Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante Chintya. Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kon**lku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan motor aku arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante Chintya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh tante Chintya. Mau kemana tante?” sapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Chintya agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm.. Kamu Ron. Tante mau ke kantor. Kamu mau ke kampus?” tante Chintya balik bertanya.&lt;br /&gt;“Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi,” kataku sambil menawarkan jasa dan berharap &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;tante&lt;/a&gt; Chintya tidak menolak ajakanku.&lt;br /&gt;“Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tante Chintya yang empuk dan lembut sesaat membuat penisku semakin menegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat,” kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi aku tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.&lt;br /&gt;“Benar nih Aldi mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu,” kata tante Chintya sambil melangkahkan kakinya diboncengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu. Tapi bagaimanapun aku tetap diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan empuknya payudara tante yang memang sangat aku kagumi. Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku. Pagi itu tante Chintya aku anter sampai ke kantornya. Dan aku segera menuju ke kampus dengan perasaan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering. Segera saja aku angkat. Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa bicara dengan Aldi?”&lt;br /&gt;“Iya saya sendiri?” jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.&lt;br /&gt;“Selamat pagi Aldi. Ini tante Chintya!,” aku benar-benar kaget bercampur aduk.&lt;br /&gt;“Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante?” kataku agak gugup.&lt;br /&gt;“Pagi ini kamu ada acara nggak Ron? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan?” Pinta tante Chintyay dari ujung telepon.&lt;br /&gt;“Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante,” jawabku. Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kon**lku yang mulai membesar karena membayangkan tante Chintya.&lt;br /&gt;“Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya. Met pagi Aldi.. Sampai nanti!” suara lembut tante Chintya yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu aku benar-benar senang mendengar permintaan tante Chintya untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana-mana. Sementara tanganku masih saja mengelus-elus penisku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan jika yang memegang kon**lku itu adalah tante Chintya. Karena hasratku sudah menggebu, maka segera saja aku lampiaskan birahiku itu dengan onani menggunakan boneka didol montok yang aku beli beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bayangkan aku sedang bersetubuh dengan tante Chintya yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok menunggu untuk dikenyut dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh boneka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante.. Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah,” mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante Chintya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah tidak tahan lagi, segera saja batang penisku, kumasukkan ke dalam vagina didol itu. Aku mulai melakukan gerakan naik turun sambil mendekap erat dan menciumi bibir boneka yang aku umpamakan sebagai tante Chintya itu dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm.. Ehs.. Nikmat sekali sayang..” kon**lku semakin aku kayuh dengan cepat.&lt;br /&gt;“Tante.. Nikmat sekali memekmu. Aaah.. Punyaku mau keluar sayang..” mulutku meracau ngomong sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tak lama kemudian penisku menyemburkan cairan putih kental ke dalam lubang vagina boneka itu. Lemas sudah tubuhku. Setelah beristirahat sejenak, aku kemudian segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan kon**l dan tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Aku sudah selesai mandi dan berdandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante Chintya. Aku sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan tubuhmu dari dekat sayang,” gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante Chintya yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku. Sampai di rumah janda montok itu, segera saja aku ketuk pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, sebentar,” sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante Chintya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante Chintya yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku. Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya yang agak ke bawah. Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa. Tante Chintya kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu. Aku sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala?” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman indah dari bibir sensual tante Chintya mengembang sesaat mendengar pertanyaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, biar aman aja. Kan aku mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV,” jawab tante Chintya seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi penisku tegang karena terangsang oleh penampilan tante Chintya. Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kon**lku nggak bisa diajak kompromi karena semakin besar aja. Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya. Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo Ron diminum dulu sirupnya,” kata tante padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian mengambil gelas dan meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ron. Kamu tahu nggak kenapa aku minta kamu datang ke sini?” tanya tante Chintya sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup.&lt;br /&gt;“Ehm.. Eng.. Nggak tante,” jawabku.&lt;br /&gt;“Tante sebenarnya butuh teman ngobrol. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana. Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian. Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!,” kata tente Chintya seperti mengiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas. Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau sekiranya saya dibutuhkan, ya boleh-boleh aja tante. Justru saya senang bisa ngobrol sama tante. Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante tersenyum mendengar jawabanku. Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV. Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan-anganku semakin melayang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ron, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak?” tanya tante Chintya yang kali ini sedikit manja.&lt;br /&gt;“Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin,” jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul, seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Tante Chintya terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi, meski sebenarnya birahiku sedang menanjak. Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau panas dilepas aja ya Ron, biar cepet adem,” kata tante Chintya sembari membuka satu-persatu kancing bajuku, dan melepaskannya hingga aku telanjang dada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku. Dan aku pun hanya bisa diam terbengong-bengong. Aku tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente Chintya pagi itu yang memintaku untuk membantu melepaskan kaos ketatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ron, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..,” pinta tante Chintya dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini, aku lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante Chintya. Dan apa yang berikutnya aku lihat sungguh membuat darahku berdesir dan penisku semakin tegang membesar serta jantung berdetak kencang. Payudara tante Chintya yang besar tampak nyata di depan mataku, tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak kencang dan padat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Ron. Kok tiba-tiba diam?” tanya tante Chintya padaku.&lt;br /&gt;“E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante,” jawabku spontan sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;“Ala.. enggak usah pura-pura. Aku tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. Aldi sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?” kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok.&lt;br /&gt;“Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..,” aku seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup. Apalagi tubuh tante Chintya semakin merapat ke tubuhku.&lt;br /&gt;“Ron.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu. Nggak usah takut-takut sayang. Aku sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki,” rajuk tante Chintya sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai. Aku semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja. Dengan nafsu yang membara, susu tante Chintya aku remas-remas. Sementara bibirku dan bibirnya saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas, yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh. Permaianan kami semakin panas. Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uuhh.. Aah..” Tante Chintya mendesah-desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya. Sekali-kali putingnya aku gigit hingga membuat Tante Chintya menggelinjang merasakan kenikmatan. Sementara tangan kananku mulai menggerayangi ‘vagina’ yang sudah mulai basah. Aku usap-usap bibir vagina tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ron.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasilah tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu,” suara itu keluar dari bibir janda montok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya. Perlahan setelah puas bermain-main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah menuju vagina tante Chintya yang bersih terawat tanpa bulu. Dengan leluasa lidahku mulai menyapu vagina yang sudah basah oleh cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah tudak sabar lagi. Batang penisku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan vagina janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang penisku ke celah-celah vagina. Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya. Kutekan perlahan dan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah..” suara itu keluar dari mulut tante Chintya setelah penisku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupompa penisku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..,” tante Chintya mulai menikmati permainan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus mengayuh penisku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul. Aku merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante.. Punyaku sudah mau keluar..”&lt;br /&gt;“Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..” akhirnya tante Chintya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun mengeluarkan cairan kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke dalam liang senggama tante, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih Aldi. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan. Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante?” tanya beliau padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum sambil mencium kening janda itu dengan penuh sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan kenikmatan ini padaku. Karena sudah lama sekali aku berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Chintya tersenyum senang mendengar jawabanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aldi sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja, karena tubuh tante sekarang adalah milikmu. Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin.. Aldi temani tante ya.,” kata tante Chintya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju. Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya. Hari itu adalah hari yang tidak pernah bisa aku lupakan. Karena angan-anganku untuk bisa bercinta dengan tante Chintya dapat terwujud menjadi kenyataan. Sampai saat ini aku dan tante Chintya masih selalu melakukan aktivitas sex dengan berbagai variasi. Dan kami sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergabunglah di &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;komunitas tante girang&lt;/a&gt; bagi anda yang ingin bertukar brondong, atau mungkin ingin ikut perkembangan dunia tante girang indonesia, kami memberikan fasilitas yang special buat anda, apalagi anda yang abru ingin menjadi tante girang, segera email kan email anda yang benar ke alamat kami, kamu akan memfasilitasi anda untuk menjadi member tante girang. Email ke jokodolo8@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-6197856948546477843?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6197856948546477843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6197856948546477843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/10/tante-chintya.html' title='Tante Chintya'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-6107655267900956544</id><published>2009-10-02T09:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T09:35:40.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenalan tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dapet mobil dari tante'/><title type='text'>Gak sengaja Kenal Tante</title><content type='html'>&lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;Cerita tante girang&lt;/a&gt; - Siapa yang tak ingin bercinta dengan tante, hampir semua cowok muda sangat ingin merasakan kenikmatan bercinta dengan tante girang, tapi tak semua orang beruntung, lelaik berikut ini yang menceritakan kisahnya dapet tante adalah salah satu lelaki yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Wawan. Umurku 23 tahun, dan sekarang sedang kuliah di tingkat terakhir di sebuah PTS di Jakarta. Asalku dari Sukabumi, dimana aku menghabiskan masa anak-anak dan remajaku, sampai kemudian aku pindah ke Jakarta empat tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi keluargaku termasuk pas-pasan. Ayahku hanyalah seorang pensiunan pegawai bank pemerintah di Sukabumi. Sedangkan ibuku bekerja sebagai guru sebuah SMA negeri di sana. Aku tinggal di tempat kos di daerah Jakarta Barat. Karena uang kiriman orang tuaku kadang-kadang terlambat dan terkadang bahkan tidak ada kiriman sama sekali, untuk bertahan hidup, akupun menjadi guru privat anak-anak SMA. Memang aku beruntung dikaruniai otak yang lumayan encer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun hidup prihatin di ibukota ini, terkadang seharian aku hanya makan supermie saja untuk mengganjal perutku. Aku pikir tidak mengapa, asal aku bisa hemat untuk bisa membeli buku kuliah dan lain sebagainya, sehingga aku bisa lulus dan membanggakan kedua orang tuaku. Terkadang aku iri melihat teman-teman kuliahku. Mereka sering dugem, berpakaian bagus, bermobil, mempunyai HP terbaru, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari teman kuliahku bernama Monika. Dia seorang gadis cantik dan kaya. Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Jakarta. Percaya atau tidak, dia adalah pacarku. Kadang aku heran, kok dia bisa tertarik padaku. Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya. Ketika kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya aku orang yang baik, sopan dan pintar. Disamping itu, dia suka dengan wajahku yang katanya “cute”, dan perawakanku yang tinggi, tegap, kekar, dan berisi. Nggak percuma juga aku sering latihan karate, renang, bola, dan voli waktu di Sukabumi dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monika dan aku telah berpacaran semenjak dua tahun belakangan ini. Walaupun kami berbeda status sosial, dia tidak tampak malu berpacaran denganku. Akupun sedikit minder bila menjemputnya menggunakan motor bututku, di rumahnya yang berlokasi di Pondok Indah. Sering orang tuanya, mereka juga baik padaku, menawarkan untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama. Tetapi aku memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Monika pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga aku selalu menolak. Kemana-mana aku selalu menggunakan motor bersama Monika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monikapun tidak berkeberatan bahkan mengagumi prinsip hidupku. Saat makan atau nonton, aku selalu menolak bila dia akan mentraktirku. Aku bilang padanya sebagai laki-laki aku yang harus bayarin dia. Meskipun tentu saja kami akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang murah. Itupun aku lakukan kalau sedang punya uang. Kalau tidak ya kami sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monika adalah gadis baik-baik. Aku sangat mencintainya. Sehingga dalam berpacaran kami tidak pernah bertindak terlalu jauh. Kami hanya berciuman dan paling jauh saling meraba. Memang benar kata orang, bila kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan menghormati orang tersebut. Monika pernah bilang padaku, kalau ia ingin mempertahankan keperawanannya sampai ia menikah nanti. Terlebih akupun waktu itu masih perjaka. Mungkin hal ini sukar dipercaya oleh pembaca, mengingat trend pergaulan anak muda Jakarta sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaanku mulai berubah semenjak beberapa bulan yang lalu. Saat itu aku ditawari sebuah peluang untuk berwiraswasta oleh seorang temanku. Aku tertarik mendengar cerita suksesnya. Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga aku berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya ternyata luar biasa. Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat jitu. Penghasilankupun per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah. Mungkin setingkat dengan level manajer perusahaan kelas menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjanyapun dapat part-time sambil disambi kuliah. Memang beruntung aku menemukan program ini.&lt;br /&gt;Semenjak itu, penampilanku berubah. Gaya hidup yang sudah lama aku impikan sekarang telah dapat kunikmati. HP terbaru, pakaian bagus, sudah dapat aku beli. Semakin sering aku mengajak Monika untuk makan di restoran mahal serta nonton film terbaru di bioskop 21. Monika sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya aku berusaha yang ilegal, seperti menjual narkoba. Tetapi setelah aku jelaskan apa bisnisku, dia pun lega dan ikut senang. Disuruhnya aku bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan jalan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu saja yang masih kurang. Aku belum punya mobil. Setelah menabung dari hasil usahaku selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk membeli mobil bekas. Kulihat di suratkabar dan tertera iklan tentang mobil Timor tahun 1997 warna gold metalik. Aku tertarik dan langsung kutelpon si penjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya betul… mobil saya memang dijual”. Suara seorang wanita menjawab di ujung telepon.&lt;br /&gt;“Harganya berapa Bu?”&lt;br /&gt;“Empat puluh delapan juta”&lt;br /&gt;“Kok mahal sih Bu?”&lt;br /&gt;“Kondisinya bagus lho.. Semuanya full orisinil”&lt;br /&gt;Dengan cepat kukalkulasi danaku. Wah.. Untung masih cukup, walaupun aku harus menjual motorku dulu. Tetapi akupun berpikir, siapa tahu harganya masih bisa ditawar. Kuputuskan untuk melihat mobilnya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;“Alamatnya dimana Bu?”&lt;br /&gt;Diapun kemudian memberikan alamatnya, dan aku berjanji untuk datang ke sana sore ini sehabis kuliah.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Setelah mencari beberapa lama, sampai juga aku di alamat yang dimaksud.&lt;br /&gt;“Selamat sore” sapaku ketika seorang wanita cantik membuka pintu.&lt;br /&gt;“Oh sore..” jawabnya.&lt;br /&gt;Aku tertegun melihat kecantikan si ibu. Usianya mungkin sekitar 35 tahunan, dengan kulit yang putih bersih, dan badan yang seksi. Payudaranya yang tampak penuh di balik baju “you can see” menambah kecantikannya. Agar pembaca dapat membayangkan kecantikannya, aku bisa bilang kalau si ibu ini 80% mirip dengan Sally Margaretha, bintang film itu.&lt;br /&gt;“Saya Wawan yang tadi siang telepon ingin melihat mobil ibu”&lt;br /&gt;“Oh.. Ya silakan masuk.”&lt;br /&gt;Akupun masuk ke dalam rumahnya.&lt;br /&gt;“Tunggu sebentar ya Wan. Mobilnya masih dipakai sebentar menjemput anakku les. Mau minum apa?”&lt;br /&gt;“Ah.. Nggak usah ngerepotin.. Apa saja deh Bu”&lt;br /&gt;Akupun kemudian duduk di ruang tamu. Tak lama si ibu datang dengan membawa segelas air sirup.&lt;br /&gt;“Kamu masih kuliah ya,” tanyanya setelah duduk bersamaku di ruang tamu&lt;br /&gt;“Iya Bu.. Hampir selesai sih “&lt;br /&gt;“Ayo diminum.. Beruntung ya kamu.. Dibelikan mobil oleh orang tuamu” si ibu berkata lagi.&lt;br /&gt;Kuteguk sirup pemberian si ibu. Enak sekali rasanya menghilangkan dahagaku.&lt;br /&gt;“Oh.. Ini saya beli dari usaha saya sendiri, Bu. Mangkanya jangan mahal-mahal dong” jawabku.&lt;br /&gt;“Wah.. Hebat kamu kalau gitu. Memang usaha apa kok masih kuliah sudah bisa beli mobil”&lt;br /&gt;“Yah usaha kecil-kecilan lah” jawabku seadanya.&lt;br /&gt;“Ngomong-ngomong mobilnya kenapa dijual Bu?”&lt;br /&gt;“Aduh kamu ini ba Bu ba Bu dari tadi. Saya kan belum terlalu tua. Panggil saja tante Sonya.” jawabnya sambil sedikit tertawa genit.&lt;br /&gt;“Mobilnya akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih baru”&lt;br /&gt;“Oh begitu..” jawabku.&lt;br /&gt;Kemudian tante Sonya tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain. Agak rikuh aku dibuatnya. Terlebih tante Sonya duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus.&lt;br /&gt;“Anaknya berapa tante. Terus suami tante kerja dimana?” tanyaku untuk menghilangkan kerikuhanku.&lt;br /&gt;“Anakku satu. Masih SD. Suamiku sudah nggak ada. Dia meninggal dua tahun yang lalu” jawabnya.&lt;br /&gt;“Waduh.. Maaf ya tante”&lt;br /&gt;“Nggak apa kok Wan.. Kamu sendiri sudah punya pacar?”&lt;br /&gt;“Sudah, tante”&lt;br /&gt;“Cantik ya?”&lt;br /&gt;“Cantik dong tante..” jawabku lagi.&lt;br /&gt;Duh, aku makin rikuh dibuatnya. Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini. Tante Sonya kemudian beranjak duduk di sebelahku.&lt;br /&gt;“Cantik mana sama tante..” katanya sambil tangannya meremas tanganku.&lt;br /&gt;“Anu.. Aduh.. Sama-sama, tante juga cantik” jawabku sedikit tergagap.&lt;br /&gt;“Kamu sudah pernah begituan dengan pacarmu?”.&lt;br /&gt;Sambil berkata, tangan tante Sonya mulai berpindah dari tanganku ke pahaku.&lt;br /&gt;“Belum.. Tante.. Saya masih perjaka.. Saya nggak mau begituan dulu” jawabku sambil menepis tangan tante Sonya yang sedang meremas-remas pahaku.&lt;br /&gt;Jujur saja, sebenarnya akupun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu aku masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Monika pacarku. Mendengar kalau aku masih perjaka, tampak tante Sonya tersenyum.&lt;br /&gt;“Mau tante ajarin caranya bikin senang wanita?” tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahaku, dan kemudian secara perlahan mengusap-usap penisku dari balik celana.&lt;br /&gt;“Aduh.. Tante.. Saya sudah punya pacar.. Nggak usah deh..”&lt;br /&gt;“Mobilnya kapan datang sih?” lanjutku lagi.&lt;br /&gt;“Sebentar lagi.. Mungkin macet di jalan. Mau minum lagi? “&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawabanku, tante Sonya pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong. Lega juga rasanya terlepas dari bujuk rayu tante Sonya. Beberapa menit kemudian, tante Sonya kembali membawa minumanku.&lt;br /&gt;“Ayo diminum lagi” kata tante Sonya sambil memberikan gelas berisi sirup padaku.&lt;br /&gt;Kuteguk sirup itu, dan terasa agak lain dari yang tadi. Tante Sonya kemudian kembali duduk di sebelahku.&lt;br /&gt;“Ya sudah.. Kamu memang setia nih ceritanya.. Kita ngobrol aja deh sambil menunggu mobilnya datang, OK?”&lt;br /&gt;“Iya tante..” jawabku lega.&lt;br /&gt;“Kamu ngambil jurusan apa?”&lt;br /&gt;“Ekonomi, tante”&lt;br /&gt;“Kenal pacarmu di sana juga?”&lt;br /&gt;Waduh.. Aku berpikir kok si tante kembali nanyanya yang kayak begituan.&lt;br /&gt;“Iya dia teman kuliah”&lt;br /&gt;“Ceritain dong gimana ketemuannya”&lt;br /&gt;Yah daripada diminta yang nggak-nggak, aku setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan Monika. Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami kunjungi.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku terangsang hebat. Akupun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di dahiku.&lt;br /&gt;“Kenapa Wan.. Kamu sakit ya” tanya tante Sonya tersenyum sambil kembali meremas tanganku.&lt;br /&gt;Tangannya kemudian beralih ke pahaku dan kembali diusap dan diremasnya perlahan.&lt;br /&gt;“Anu tante rasanya kok agak aneh ya?” jawabku.&lt;br /&gt;“Tapi enak kan?”&lt;br /&gt;Tante Sonyapun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut. Tak kuasa lagi aku menolak tante Sonya. Nafsuku telah sampai di ubun-ubun.&lt;br /&gt;“Saya tadi dikasih apa tante” tanyaku lirih.&lt;br /&gt;“Ah.. Cuma sedikit obat kok. Supaya kamu bisa lebih rileks” jawabnya sambil tangannya mulai membuka retsleting celanaku.&lt;br /&gt;“Ayo, tante ingin merasakan penismu yang masih perjaka itu” lanjutnya sambil kembali menciumi wajahku.&lt;br /&gt;Tante Sonyapun kemudian membuka celanaku beserta celana dalamnya sekaligus.&lt;br /&gt;“Hmm.. Besar juga ya punyamu. Tante suka tongkol besar anak muda begini”.&lt;br /&gt;Tangannya mulai mengocok penisku perlahan. Kemudian tante Sonya merebahkan kepalanya dipangkuanku. Diciumnya kepala penisku, dan lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan gairah berahi.&lt;br /&gt;“Ah.. Tante..” desahku menahan nikmat, ketika mulut tante Sonya mulai menghisap dan menjilati penisku.&lt;br /&gt;Tangan tante Sonyapun tak tinggal diam. Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah zakarku. Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali tante Sonya bangkit dan menciumiku.&lt;br /&gt;“Kita lanjutin pelajarannya di kamar yuk sayang..” bisiknya.&lt;br /&gt;Akupun sudah tak kuasa menolak. Nafsu berahi telah menguasai diriku. Kamipun beranjak menuju kamar tidur tante Sonya di bagian belakang rumah. Sesampainya aku di kamar, tante Sonya kembali menciumiku. Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya yang membusung.&lt;br /&gt;“Ayo sayang.. Kamu remas ya”&lt;br /&gt;Kuikuti instruksi tante Sonya dan kuremas payudara miliknya. Tante Sonyapun terdengar mengerang nikmat.&lt;br /&gt;“Sayang… tolong bukain baju tante ya”.&lt;br /&gt;Tante Sonya membalikkan badan dan akupun membuka retsleting baju “you can see”nya. Setelah terbuka, tante Sonya kembali berbalik menghadapku.&lt;br /&gt;“BHnya sekalian donk sayang..” ujarnya.&lt;br /&gt;Kuciumi kembali wajahnya yang ayu itu, sambil tanganku mencari-cari pengait BH di punggungnya.&lt;br /&gt;“Aduh.. Kamu lugu amat ya.. Tante suka..” katanya disela-sela ciuman kami.&lt;br /&gt;“Pengaitnya di depan, sayang..”&lt;br /&gt;Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus payudara tante Sonya yang besar itu. Kubuka pengaitnya sehingga payudara kenyal itupun seolah meloncat keluar.&lt;br /&gt;“Bagus khan sayang.. Ayo kamu hisap ya..”&lt;br /&gt;Tangan tante Sonya merengkuh kepalaku dan didorong ke arah dadanya. Tangannya yang satunya lagi meremas payudaranya sendiri dan menyorongkannya ke arah wajahku.&lt;br /&gt;“Ah.. Enak.. Anak pintar.. Sshh” desah tante Sonya ketika aku mulai menghisap payudaranya.&lt;br /&gt;“Jilati putingnya yang..” instruksi tante Sonya lebih lanjut. Dengan menurut, akupun menjilati puting payudara tante Sonya yang telah mengeras.&lt;br /&gt;Kemudian aku kembali menghisap sepasang payudaranya bergantian. Setelah puas aku hisapi payudaranya, tante Sonya kemudian mengangkat kepalaku dan kembali menciumiku.&lt;br /&gt;“Sekarang kamu buka rok tante ya”&lt;br /&gt;Tante Sonya merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat. Kuremas pantatnya, lalu kubuka retsleting rok mininya. Aku terbelalak melihat Tante Sonya ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini. Seksi sekali pemandangan saat itu. Tubuh tante Sonya yang padat dengan payudara yang membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih dikenakannya.&lt;br /&gt;Kembali tante Sonya mencium bibirku. Lantas ditekannya bahuku, membuatku berlutut di depannya. Tangan tante Sonya lalu menyibakkan celana dalamnya sehingga vaginanya yang berbulu halus dan tercukur rapi nampak jelas di depanku.&lt;br /&gt;“Cium di sini yuk sayang..” perintahnya sambil mendorong kepalaku perlahan.&lt;br /&gt;“Oh..my god.. Sshh” erang tante Sonya ketika mulutku mulai menciumi vaginanya.&lt;br /&gt;Kujilati juga vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir vaginanya.&lt;br /&gt;“Ahh.. Kamu pintar ya.. Ahh” desahnya.&lt;br /&gt;Tante Sonya lantas melepaskan celana dalamnya, sehingga akupun lebih bebas memberikan kenikmatan padanya.&lt;br /&gt;“Jilat di sini sayang..” instruksi tante Sonya sambil tangannya mengusap klitorisnya.&lt;br /&gt;Kujilati klitoris tante Sonya. Desahan tante Sonya semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil tangannya mendekap erat kepalaku. Beberapa saat kemudian, tubuh tante Sonyapun mengejang.&lt;br /&gt;“Yes.. Ah.. Yes..” jeritnya.&lt;br /&gt;Liang vaginanya tampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya. Kusedot habis cairan vaginanya sambil sesekali kuciumi paha mulus tante Sonya. Tak percuma ilmu yang kudapat selama ini dari pengalamanku menonton dan mengkoleksi video porno.&lt;br /&gt;“Kita terusin di ranjang yuk..” ajaknya setelah mengambil nafas panjang.&lt;br /&gt;Akupun kemudian melucuti semua pakaianku. Tante Sonya lalu membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami merebahkan diri di ranjang.&lt;br /&gt;“Ciumi susu tante lagi dong yang..”&lt;br /&gt;Aku dengan gemas mengabulkan permintaannya. Payudara tante Sonya yang membusung kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk aku, menjadi gemas. Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting payudara tante Sonya, tangannya menuntun tanganku ke vaginanya. Akupun mengerti apa yang ia mau. Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan klitorisnya.&lt;br /&gt;Tante Sonya kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit kembali. Ditariknya wajahku dari payudaranya dan kembali diciuminya bibirku dengan ganas. Selanjutnya, tante Sonya menindih tubuh atletisku. Dijilatinya dada bidangku dan kedua putingnya dan kemudian perut sixpackku pun tak lupa diciuminya.&lt;br /&gt;Sesampainya di penisku, dengan gemas dijilatinya lagi batangnya. Tak lama kemudian, kepala tante Sonyapun sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku.&lt;br /&gt;“Sekarang tante pengin ambil perjakamu ya..”&lt;br /&gt;Sambil berkata begitu, tante Sonya menaiki tubuhku. Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang vagina tante Sonya.&lt;br /&gt;“Uh.. Nikmat sekali.. Tante suka tongkolmu.. Enak..” desah tante Sonya sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhku.&lt;br /&gt;“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulut tante Sonya. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku.&lt;br /&gt;“Tante suka.. Ahh.. Ngent*tin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..”&lt;br /&gt;Tante Sonya terus meracau sambil menikmati tubuhku. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaranya yang bergoyang-goyang berirama. Akupun meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahan tante Sonya semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;“Enak.. Ahh.. Ayo terus.. ent*tin tante.. Ah.. Anak pintar.. Ahh..”&lt;br /&gt;Tak lama tubuh tante Sonyapun kembali mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, tante Sonya mengalami orgasme yang kedua kalinya. Tubuh tante Sonya kemudian rubuh di atasku. Karena aku belum orgasme, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Kubalikkan tubuh tante Sonya, dan kugenjot penisku dalam liang kewanitaannya. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.&lt;br /&gt;“Oh.. Enak tante.. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.&lt;br /&gt;“Wawan mau keluar tante..” kataku ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke ujung penisku.&lt;br /&gt;“Keluarin di mulut tante, sayang..”&lt;br /&gt;Akupun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah tante Sonya. Tangan tante Sonya langsung meraih penisku, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;“Ahh.. Tante..” jeritku ketika aku menyemburkan air maniku dalam mulut tante Sonya.&lt;br /&gt;Tante Sonya lantas mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahnya yang cantik.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Setelah membersihkan diri, kamipun kembali duduk di ruang tamu.&lt;br /&gt;“Enak Wan?” tanyanya sambil tersenyum genit.&lt;br /&gt;“Enak tante… memang tante sering ya beginian”&lt;br /&gt;“Nggak kok.. Kalau pas ada anak muda yang tante suka saja..”&lt;br /&gt;“Oh.. Tante sukanya anak muda ya..”&lt;br /&gt;“Iya Wan.. Disamping staminanya masih kuat.. Tante juga merasa jadi lebih awet muda.” jawab tante Sonya genit.&lt;br /&gt;Tak lama mobil yang dinantipun datang. Akhirnya aku jadi membeli mobil tante Sonya itu. Disamping kondisinya masih bagus, tante Sonya memberikan korting delapan juta rupiah.&lt;br /&gt;“Asal kamu janji sering-sering main ke sini ya” katanya sambil tersenyum saat memberikan potongan harga itu.&lt;br /&gt;Kejadian ini berlangsung sebulan yang lalu. Sampai saat ini, aku masih berselingkuh dengan tante Sonya. Sebenarnya aku diliputi perasaan berdosa kepada Monika pacarku. Tetapi apa daya, setelah kejadian itu, aku jadi ketagihan bermain seks. Aku tetap sangat mencintai pacarku, dan tetap menjaga batas-batas dalam berpacaran. Tetapi untuk menyalurkan hasratku, aku terus berhubungan dengan tante Sonya.&lt;br /&gt;Bisniskupun makin lancar. Keuanganku semakin membaik, sehingga aku sanggup memberikan hadiah-hadiah mahal pada Monika untuk menutupi rasa bersalahku. demikian cerita seks dari lelaki beruntung yang berkhianat terhadap pacarnya yang kaya dan tergoda oleh kenikmatan &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;tante girang&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-6107655267900956544?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6107655267900956544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6107655267900956544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/10/gak-sengaja-kenal-tante.html' title='Gak sengaja Kenal Tante'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-2736561535716110403</id><published>2009-10-02T09:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T09:16:17.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari tante di internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips mendapatkan tante girang di internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante internet'/><title type='text'>Cari Tante Girang Di internet</title><content type='html'>cerita tante girang - ada yang bilang komunitas tante girang itu banyak di internet, ternyata slogan itu gak salah, buktinya gue bisa dapet tante tante di internet!! Berikut ini adalah pengalaman aku dengan seorang wanita baya, sebut saja namanya Debbie umur 35 tahun dan Lucy 33 tahun. Seperti yang sudah-sudah, aku mengenal sosok Debbie dari seringnya aku online sebagai chatter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa menilai, Debbie adalah sosok yang hot dalam bercinta. Dengan ciri-ciri 170/65, berdada sintal, berpinggul sexy dan kelihatan sekali dia adalah seorang wanita yang suka sekali senam sehingga badannya terasa padat berisi. Itu semua aku ketahui setelah dia kirim aku foto dan aku tahu kalau dia penganut sex bebas juga dengan para karyawan-karyawan yang ada di surabaya, itupun aku ketahui setelah Debbie banyak cerita tentang kehiduapn sexnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kita janjian untuk ketemuan, dengan catatan dia harus bawa teman karena menurut dia, tidak pernah ada acara copy darat sendirian. Dan gilanya lagi dia sudah booking hotel, saat acara ketemuan nanti. Itu karena supaya dia tidak ketahuan suaminya, dia pilih Hotel. Karena menurut Debbie, Hotel adalah tempat yang paling aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan hari yang sudah dibicarakan bersama, akhirnya aku bergegas meluncur menuju hotel yang dia booking. Setelah di depan hotel, aku berusaha menelpon dia untuk menanyakan di kamar nomor berapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo Dandy, kamu ada dimana" tanya Debbie.&lt;br /&gt;"Aku sudah di depan lobby, Mbak Debbie di kamar no. Berapa?"aku berusaha mencari tahu.&lt;br /&gt;"Naik aja lift ke lantai 3, terus cari nomor 326," suara Debbie dengan jelas.&lt;br /&gt;"Ok Mbak, aku segera naik," jawabku.&lt;br /&gt;"Ok aku tunggu," suara Debbie dengan ceria.&lt;br /&gt;Setelah aku tutup celluler ku, bergegas aku menuju kamar yang disebut oleh Debbie.&lt;br /&gt;"Tok-tok-tok" aku mengetuk pintu yag betuliskan nomor 326.&lt;br /&gt;Setelah pintu terbuka, aku sedikit terpana dengan tubuh Debbie yang tinggi semampai.&lt;br /&gt;" Dandy ngapain bengong, masuk dong," sambil menggapai lenganku.&lt;br /&gt;Sesampai di dalam kamar, ternyata benar Debbie bersama dengan temannya, sesuai dengan janji dia.&lt;br /&gt;"Dandy" aku ulurkan tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dandy, ini temenku Lucy" Debbie mengenalkan temannya dan sambari begitu, si Lucy bangkit dari duduknya langsung menyalami aku.&lt;br /&gt;Keadaan berikutnya memang sedikit kaku karena aku juga kikuk, mengingat dalam kamar itu ada kami bertiga. Seandainya cuman berdua dengan Debbie aku lebih berani.&lt;br /&gt;"Dandy, kamu nggak seperti di foto deh, sepertinya kamu lebih berisi" Debbie membuka omongannya.&lt;br /&gt;"Jangan-jangan yang difoto bukan kamu" tuduh Debbie.&lt;br /&gt;"Tidak kok Mbak, itu memang foto Dandy," aku coba membela diri.&lt;br /&gt;"Dy, kata Debbie kamu jago banget ya.. Ngesexnya?" tanya Lucy.&lt;br /&gt;Pertanyaan itu bagaikan menghantam dadaku. Deg! jantungku terasa berhenti sekian detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mmm anu biasa kok Mbak," jawabku gugup.&lt;br /&gt;"Nggak apa-apa kok Dan, santai aja Lucy sama kok seperti Debbie" hibur Debby.&lt;br /&gt;Pembicaraan semakin menjurus ke arah yang berbau sex, kedua wanita sebaya ini aku tafsir merupakan wanita-wanita yang doyan banget ngesex.&lt;br /&gt;Aku sempat memutar otak dengan keadaan ini dan bertanya dalam hati, suami mereka itu gimana kok 'menelantarkan' istri-istri sexy begini. Apalagi Lucy, sepertinya membiarkan mataku melihat bongkahan paha mulus di balik rok mininya. Sesekali dia merubah posisi duduknya tanpa harus riskan dengan aku yang duduk di depannya. Disaat aku melamun tentang khayalan aku, tiba-tiba Debbie sudah berada di pangkuan aku, jantungku berdetak semakin kencang.&lt;br /&gt;"Dy, buktikan omongan kamu di chatting selama ini," pinta Debbie sambil menempelkan dadanya ke muka wajahku. Aroma parfumnya yang begitu membangkitkan gairahku mengusik adik kecilku yang menghentak-hentak dinding CD-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak" belum sempat aku selesaikan jawaban itu, bibir Debbie yang tipis segera melumat bibirku. Aku sedikit gugup menerima serangang yang mendadak ini. Tetapi aku berusaha mengontrol keadaan aku. Disaat bibir Debbie sedang asyik menikmati bbibirku, tanganku yang nakal mulai mengelus punggung wanita paruh baya tersebut.&lt;br /&gt;Dengan kemahiran gigiku, aku melepas kancing blus belahan rendah yang ada pada dada Debbie. Sampai akhirnya 4 kancing atas blus Debbie terbuka, dan mulailah aku bisa mengusasi keadaan. Dengan belaian yang halus dan penuh perasaan, jari-jemariku mulai membuka pengait kancing BH Debbie.&lt;br /&gt;Dengan sedikit sentuhan, 'tess' BH Debbie yang berwarna hitam terbuka. Dan muncullah 2 bukit yang masih kencang didepan mukaku lengkap dengan sepasang puntingnya yang memerah. Aku bisa membaca apa yang sedang terjadi pada diri Debbie, dengan jilatan maut lidahku membuatnya merintih, "Ughh, geli sayang"&lt;br /&gt;Jilatan lidahku yang mendarat di puting Debbie, membuat wanita itu menggeliat tidak beraturan. Karena Debbie masih menggunakan baju kantor (baca: rok mini). Tanganku semakin berani untuk mengelus pahanya yang putih mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali tubuhnya yang sintal bergoyang dipangkuan aku dan sekitar 15 menit aku di posisi itu, semua inderaku bekerja sesuai fungsi masing-masing.&lt;br /&gt;Disaat aku sedang melakukan foreplay, Lucy masih duduk di tempatnya semula. Akan tetapi sekarang kedua kakinya yang jenjang dibuka lebar sedangkan tangannya meremas buah dadanya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mm.. " sesekali Lucy merintih, mendesah melihat adegan Debbie dengan aku.&lt;br /&gt;Setelah 25 menit, aku mencoba menyandarkan tubuh Debbie ke dinding kamar. Posisi ini sangat menguntungkan aku untuk mulai menikmati setiap cm tubuh Debbie. Aku lumat bibir Debbie, kemudian turun ke lehernya dan berlanjut ke buah dadanya yang sintal. Aku menjongkokkan tubuhku untuk menjilati puser Debbie.&lt;br /&gt;"Akhh.. Dy, beri aku janjimu sayang.. Ughh," lidahku mulai nakal menjelajahi perut Debbie. Sampai akhirnya aku mencium aroma bunga di lubang surga Debbie. Tanpa melepas CD yang dipakai, aku segera memainkan lidahku diatas kemaluannya. Dan bersamaan dengan itu kepala Debbie menggeleng kekanan-kekiri, seperti iklan sampho clear yang lagi berketombe di diskotik. Dengan sentuhan perlahan, aku melepas Debbie, karena posisinya berdiri sangat mudah sekali melepas CD warna putih berenda yang dikenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku berusaha membuka kedua kaki Debbie yang masih menggunakan sepatu hak tingginya. Sehingga memudahkan lidahku untuk mengocok lubang kewanitaanya.&lt;br /&gt;"Srupp.. Srupp, crek.. Crek" lidahku mulai menghujam vagina Debbie.&lt;br /&gt;"Dy, kamu memang asyik.. Geli sekali.. Ooohh" Debbie merintih panjang saat lidahku mulai, mengulum, menjilat dan menghisap clitorisnya yang sudah mulai membesar dan berwarna merah. Aku mulai merasakan sesuatu akan meletup dalam diri Debbie. Dengan segala pengetahuan aku dalam ilmu bercinta, aku angkat satu kaki Debbie keatas pangkuan pundakku sehingga lidahku bisa leluasa menikmati cairan yang mulai meleleh di lubang surgawinya.&lt;br /&gt;Dengan posisi berdiri kaki satu, aku semakin mempercepat jilatan lidahku, sampai akhirnya Debbie tidak kuasa membendung orgasmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dy, aku keluar.. Aakkhh" bersamaan dengan itu pula cairan kental muncrat ke wajahku.&lt;br /&gt;Dan diisaat aku masih bingung untuk membasuh wajahku tiba-tiba dari belakang Lucy mengangkatku sambil berkata "Dy, sekarang giliranku".&lt;br /&gt;Rupanya Lucy dari awal sudah memainkan jarinya diatas clitorisnya sambil menonton adegan antara aku dengan Debbie. Terbukti Lucy tidak lagi menggunakan CD yang tadi dikenakannya. Lucy membungkukkan badannya ke bibir meja, sehingga belahan merah pada selangkangannya terlihat jelas dari belakang. Bagaikan segerombolan tawon yang melihat madu, lidahkan langsung menari-nari di lubang kemaluan Lucy.&lt;br /&gt;"Dy, enak.. Sekali sayang.. Akhh" Lucy merintih.&lt;br /&gt;Dengan posisi aku duduk di lantai menghadap selangkangan Lucy, yang membuka lebar pahanya. Memudahkan aku beroperasi secara maksimal untuk menekan lidahku lebih dalam, sedangkan tanganku meremas pantat Lucy yang sexy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat aku sedang asyik menikmati lubang vagina Lucy, tiba-tiba Debbie sudah memereteli celanaku. Sehingga adikku yang berukuran 16 cm kurang dikit dan mempunyai bentuk yang sedikit bengkok ke kiri, menyembul keluar setelah sekian menit dipenjara oleh CD ketatku merk crocodille.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waow Dandy, gila banget besar sekali sayang.. Mmm" selanjutnya tidak ada suara lagi karena penisku sudah dilahap oleh mulut Debbie yang rakus. Aku merasakan betapa pandainya lidah Debbie menari di batang kemaluanku. Sesekali aku melepas kulumanku di vagina Lucy, karena merasakan kenikmatan permainan oral dari mulut Debbie.&lt;br /&gt;Lucy sudah mulai bocor pertahanannya dan berkata sambil mendesah,&lt;br /&gt;"Dandy.. Aku.. Aku.. Mau.. Kelu.. Arr.. Aahh," tangan Lucy yang tadinya beroperasi dibuah dadanya sekarang menekan kepalaku dalam-dalam pada selangkangannya, seolah memohon jangan dilepas isapan fantastis itu. Untuk yang kedua kalinya wajahku belepotan oleh cairan wanita sebaya yang keluar dari lubang surgawi mereka. Disaat aku sedang membasuh wajahku yang penuh cairan, tiba-tiba Debbie menarik lenganku, hingga badanku berdiri.&lt;br /&gt;"Dy, aku ingin style berdiri," ajak Debbie sambil menarik tanganku untuk mengikuti dia berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil bersandar di dinding, aku langsung mengarahkan adik kecilku dari bawah. Sehingga posisi berdiri tersebut sempurna sekali, dan itupun ditambah posisi Debbie yang masih belum melepas sepatu hak tingginya. Karena dengan demikian posisi Debbie lebih tinggi dari posisi aku berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bless" suara adik kecilku menembus belahan kecil diselangkangan Debbie&lt;br /&gt;"Dy, enakk bangett.. Punyamu " erangan Debbie.&lt;br /&gt;Gerakan maju mundurku semakin mentok di pangkal vagina Debbie, hal itu disebabkan karena pantat Debbie ditahan oleh dinding.&lt;br /&gt;"Crekk.. Crekk.. Sslleepp" suara penisku menghujam keluar masuk dalam lubang vagina Debbie. Buatku, Debbie termasuk orang yang bisa megimbangi permainan sex. Buktinya dengan posisi sulit seperti itu, dia juga sedikit mendoyongkan tubuhnya ke dinding sehingga batang penisku benar-benar masuk semua.&lt;br /&gt;Keadaan ini berlangsung sampai akhirnya di menit ke 45, Debbie berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dyy.. Ampun.. Aku.. Mau.. Kelu.. Ar lagi.. Gila" rintih Debbie.&lt;br /&gt;Tubuh Debbie mendekapku erat-erat seolah tidak mau lepas dari batang penisku yang masih menancap lubang surgawinya. Dan sedetik kemudian tubuh Debbie merosot ke bawah dengan lunglai.&lt;br /&gt;Aku berjalan menghampiri Lucy yang sedang menyandarkan tangannya untuk melihat keluar jendela. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, sambil memeluk dia dari belakang, penisku yang masih kencang menerobos liang vagina Lucy sehingga membuat dia terpekik.&lt;br /&gt;"Aaowww.. Dy kamu nakal deh, aku masih capek.. Uuughh" aku tidak mempedulikan erangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya meremas buah dadanya yang kencang dari belakang, pinggulku mulai bergerak maju mundur. Posisi seperti ini benar-benar membuat aku melayang, lubang Lucy yang sedikit sempit dan seret dibanding punya Debbie. Dan hal itu&lt;br /&gt;membuat aku lebih bernafsu untuk menyetubuhinya. Itu wajar karena Lucy belum punya anak walaupun sudah menikah beberapa tahun.&lt;br /&gt;Selang beberapa menit, "Dyy.. Aku nggak tahann.. Gila banget punya kamu terasa masuk sampai ulu hatiku.. Aaugghh," rintih Lucy panjang, sambil tetap menggoyang pinggulnya. Dengan posisi setengah nungging dengan berdiri, memudahkan aku untuk memasukan penisku secara maksimal.&lt;br /&gt;"Ughh.. Mbak.. Asyik banget punya Mbak" desah kenikmatanku untuk memuji kedua wanita itu sering keluar dalam mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dy.. Ampunn.. Aku.. Akkhh" Lucy merintih panjang.&lt;br /&gt;Lucy merapatkan pahanya sehingga penisku terasa tersedot ke dalam semua. Gila, terasa copot penisku dibuatnya. Karena hebatnya permainan itu hingga tak terasa dinginnya AC yang ada dalam kamar itu. Aku coba mengambil segelas air es di kulkas, Debbie yang tadi terkulai menarik tanganku. Cukup sampai sini dulu cerita gue, nantikan &lt;a href="http://cerita.modelperawan.com"&gt;cerita dewasa&lt;/a&gt; gue selanjutnya tentang cerita ngentot yang bikin ngilerrr....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-2736561535716110403?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/2736561535716110403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/2736561535716110403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/10/cari-tante-girang-di-internet.html' title='Cari Tante Girang Di internet'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-4352272920800186103</id><published>2009-08-23T15:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T15:09:18.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto tante girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante girang foto'/><title type='text'>Foto-Foto tante Girang</title><content type='html'>Oke deh ini adalah pencarian foto-foto tante girang yang beredar di beberapa situs internet, silahkan lo cek, benerkah mereka tante girang, jangan-jangan mereka adalah salah satu orang dket lo, lo bisa langsung konfirmasi ke beberapa situs yang menganggap mereka Tante Girang. Untuk mengklarfikasi. Tapi jika bener mereka tante girang, Gw gak bisa ngomong banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img264.imageshack.us/img264/8048/1613644852li2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 600px;" src="http://img264.imageshack.us/img264/8048/1613644852li2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_q_NVTAWBeXs/SpG8xiJjBhI/AAAAAAAAAC8/PU0CISX-gYg/s1600-h/Tante+Girang,+foto+tante+girang,+tante+girang+bugil,+gambar+tante+girang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_q_NVTAWBeXs/SpG8xiJjBhI/AAAAAAAAAC8/PU0CISX-gYg/s320/Tante+Girang,+foto+tante+girang,+tante+girang+bugil,+gambar+tante+girang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373283389596173842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan bener atau tidak mereka tante girang, apa ada nama mereka di listing &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;komunitas tante girang&lt;/a&gt;, sekarang banyak penipuan tentang foto tante girang yang beredar, karena ke sakit hatian orng akhirnya tante baik-baik di sangka tante girang, korban orang kecewa deeh...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img124.imagevenue.com/loc797/th_85440_tante-girang-tante-girang2_122_797lo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://img124.imagevenue.com/loc797/th_85440_tante-girang-tante-girang2_122_797lo.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya cerita tante girang yang mungin menarik buat lo, tapi jangan coba-coba menganggap tante tetangga lo sebagai tante girang, karena bakal menjadi bumerang bagi lo sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-4352272920800186103?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4352272920800186103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4352272920800186103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/08/foto-foto-tante-girang.html' title='Foto-Foto tante Girang'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_q_NVTAWBeXs/SpG8xiJjBhI/AAAAAAAAAC8/PU0CISX-gYg/s72-c/Tante+Girang,+foto+tante+girang,+tante+girang+bugil,+gambar+tante+girang.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-8436009364087059887</id><published>2009-08-04T11:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T11:44:45.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janda muda binal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanda muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janda cantik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='birahi seorang janda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janda seksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janda binal'/><title type='text'>Bercinta dengan janda muda</title><content type='html'>Janda muda apa bisa disebut tante girang? tentu tidak namun masuk dalam kategori tante, seperti cerita seks berikut ini, seorang janda muda yang kesepian birahi, dan akhirnya dengan kebetulan bertemu pemuda yang bisa memuaskan seks nya, ML pun di lakukan dengan keringat yang akhirnya membuat lelah keduanya. berikut cerita lengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf… bisa geser mbak?sapaku membangunkan cewek yang tertidur di bis dewi sri jurusan jakart.&lt;br /&gt;emang dah penuh ya?jawabnya agak bermalas2an.&lt;br /&gt;akhirnya saya duduk di sampingnya,bispun mulai melaju menuju tujuan.&lt;br /&gt;pada mulanya kami saling diem,aku memulai membuka percakapan.&lt;br /&gt;mau ke mana mbak…&lt;br /&gt;ke jakarta…jawabnya..&lt;br /&gt;lama-lama kami mulai akrab karena aku sedikit mengorek ttg dirinya dan bercerita juga tentang masalaluku berpacaran.dari situ aku mulai memberanikan diri memegang tangannya.ternyata walau agak menolak genit tapi dia tetap diam ketika kuremas dan kuelus tangannya.&lt;br /&gt;aku mulai mengeluarkan jurusku,kupijit-pijit tanganya dan dia menikmati.&lt;br /&gt;wah pinter juga yah lo mijit,mau dong pijitin…guraunya.&lt;br /&gt;langsung saja ku teruskan memijit mulai pungggung dan merambat ke daerah di sekitar dadanya.dia diam saja dan mulai mendengus kenikmatan.karena bis melaju kencang dan lampu dimatikan,maka aku bisa lebih leluasa melakuakan aksiku.sesekali orang yang duduk di belakangku bangun dan melihat apa yang kami perbuat.&lt;br /&gt;ah…sebodoh amat,yang penting gw seneng dan cewek disamping gw juga menikmati…begitu gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;hampir semalam suntuk aku kerjain dia,yang tadinya hanya memijit lama kelamaan gw remas toketnya.ternyata dia juga mnikmati,maka kuteruskan aksiku.kususupkan tanganku melalui kaos bagian bawahnya dan yanng satu lagi aku buat memainkan memeknya.dia menggelinjang kenikmatan.&lt;br /&gt;ihhhhhhhh mas sksd deh sindirnya..&lt;br /&gt;emang apa sksd ?tanyaku&lt;br /&gt;sok tahu sok dekat…&lt;br /&gt;owwwwwww….&lt;br /&gt;lo juga suka kan?&lt;br /&gt;dia hanya tersenyum.lalu kuteruskan pekerjaanku sampe dia klimaks.tak terasa sudah sampai pulo gadung dan dia mau cepat-cepat berangkat kerja.makanya dia langsung ngacir naik ojek karena takut kesiangan.untungnya saat di bisa kita saling tuker hp dan janjian mau ketemuan sabtu sorenya.&lt;br /&gt;singkat cerita…&lt;br /&gt;sore itu ku tunggu dia di terminal tanjung priok,karena kemacetan yanng di sebabkan naiknya harga BBM (waktu itu pas hari pertama naik) maka dia agak terlambat,waktu aku telp dia kubilang,udah naik ojek aja ntar gw yang bayarin.&lt;br /&gt;mau kemana kita sri….&lt;br /&gt;kemana aja deh mas katanya….&lt;br /&gt;ya udah ke ancol aja yuk..&lt;br /&gt;aku dah sangat bernafsu begitu dia sambut ajakanku.yanng ada dalam benakku hanya bagaimana aku bisa ngentot sama dia.&lt;br /&gt;sesampainya di ancol kupilih tempat yang agak sepi agar bisa bebas bermesraan.tapi saat aku minta dia untuk saling merangsang dia malah gak mau,malu katanya.&lt;br /&gt;ya udah kita jalan-jalan aja yuk.akhirnya kita jalan sampe jam 10 malam.&lt;br /&gt;sri kalo malam gini dah gak ada angkutan neh,gemana kalo kita cari tempat nginap aja?&lt;br /&gt;nggak akh takut…katanya.&lt;br /&gt;takut kenapa?aku janji gak ku apa-apain deh,swear…&lt;br /&gt;walau agak lama kurayu namun akhirnya membuahkan hasil juga.lalu kami naik mobil jurusan kota dan naik lagi sampe pasar baru.langsung saja aku ajak dia masuk ke hotel ***.karena dia belom pernah masuk hotel,kelihatan sekali dia sangat canggung.&lt;br /&gt;sesampainya didalam aku dah gak sabar lagi,tapi dia menolak waktu kuajak ML,ya udah kita cerita-cerita dulu.sambil cerita kurangsang dia,kuremas susunya dan kusedot-sedot putingnya.ternyata di situlah titik lemahnya,dia nggak tahan lagi.ku lucuti semua pakaian yang ada tanpa dia sadari,mungkin saking nikmatnya hingga dia gak memperhatikan apa yang kulakukan.mulai kususuri semua kulitnya,ku jilati telinga belakangnya.dia semakin menggelinjang.massssssss….ohhh h..enakkkkkkkkkk..trss masasssssss..ceracaunya.kuturu nkan jilatanku sampai ke kedua payudarannya.kusedot-sedot dan ku remas-remas keduannya bergantian.dia semakin melayang terbang ke awan.jilatanku trs merembet sampai akhirnya kujilat dan kumainkan memeknya.ternyata sudah basah…enak ya say?…&lt;br /&gt;ssssssss iya mas…trs mas…….ohhhhh.ssssssshh…terus ku mainkan memeknya sampe bener-bener siap..aku tidak mau membuang kesempatan sia-sia,kupasangkan kontolku tepat di depan pintu memeknya.selagi dia menikmati rangsangankku di kedua payudara dan mulut serta kupingnya,ku masukkan saja kontolku.aku langsung tancap sampe bener-bener mentok.walaupun sudah janda tapi ternyata masih seret banget.(dari cerita-cerita kami, ku tahu bahwa dia sudah bukan gadis lagi,dia janda di tinggal suaminya,makanya dia sangat hot ketika dirangsang sedikit)tanpa ba-bi-bu terus ku genjot tubuhnya sampai ranjang hotel berderit.dia merem melek menikmati apa yang ku lakukan.masssssss sssshh nikmat masssss…lama aku entot dia sampe akhirnya ku gak kuat dan keluarlah spermaku di dalam memeknya.dia kaget dan tersadar bahwa aku sudah menjerumuskan dia ke lubang kenikmatan.dia menatapku sambil bertanya.mas tadi mas masukin yah kontolnya?…&lt;br /&gt;iya ..emang kamu gak terasa?&lt;br /&gt;iya sih enak banget,tapi kok dimasukkin sih?kan dah janji..&lt;br /&gt;iya deh sory-sory..aku gak tahan soalnya.&lt;br /&gt;akhirnya dia nangis di dadaku,terasa damai hatiku ada cewek nangis di dadaku.&lt;br /&gt;setelah beristirahat dan cerita-cerita ttg kehidupannya,aku mulai merangsang dia lagi.sekarang dia sudah tidak menolak sama sekali.dia menikmati semua yang ada.mungkin sudah terlanjur pikirnya.ku kulum bibirnya,kumainkan lidahku didalam mulutnya.dia mulai berreaksi menyambut kenikmatan yang kuberikan.kuremas-remas susunya.dia semakin menggelinjang tidak karruan.lalu kucium dan ku sedot kedua putingnya bergantian sambil kuremas-remas mesra.dia semakin tidak tahan.ku elus-elus vaginanya.kujilati lagi dan kumainkan klitorisnya,dia mengerang dahsyat.ssssssssshhhhhhhh…mass sss..ouuuuuhhhhhhgggggf..trs mas..enakkkk…iiya say jawabku.&lt;br /&gt;sekarang masukin yah say?&lt;br /&gt;dia hanya diam sambil menatapku sayu.&lt;br /&gt;lalu ku atur posisi,ku letakkan pantatnya di pingir ranjang,aku berdiri,sementara kontolku sudah tepat di depan liang surganya.kumasukkan pelan-pelan.dia merintih keenakan.ayo mas..lakukan..puaskan dahagaku..aku dah gak kuat….&lt;br /&gt;ku tekan pelan2 kontolku,clep..blesssss..masuk semuanya walau masih sulit.kudiamkan sebentar sambil memberi dia kesempatan menerima kontolku yang cukup besar.&lt;br /&gt;mulai ku goyanng dan ku genjot maju mundur pelan…pelan dan akhirnya lebih cepat kugenjot dia.sssssssshhhhhh yeahhhhh..ayo mas terus mas…enak banget mas…&lt;br /&gt;setelah agak lama kuminta ganti posisi.say..sekarang ganti gaya yah..lo nungging..yah..&lt;br /&gt;lalu kuangkat pantanya sampe nunging.aku naik keranjang dan memasang kontolku pas di luang vaginanya.ku elus seluruh kulit punggungnya.ku cium dan ku jilat-jilat telinga belakangnya….ayo mas..masukin..dah gak tahan nih….&lt;br /&gt;iya say…kutekan kontolku merangsek ke dalam lubang nikmatnya.blesss..masuk juga kontolku di telan memeknya.terasa lebih sempit.ku genjot lagi dan lagi.sampai dia gak tahan dan mengerang panjang…kontolku terasa di sedot masuk kedalam,di pijat enak sekali…….ohhhhhhh masssssssss aku keluaaaaarrrrrr….&lt;br /&gt;ku biarkan kontolku di dalam memeknya,sambil memberi kesempatan dia istirahat,lalu ku ganti posisinya terlentang.&lt;br /&gt;kuangkat kedua kakinya ke pundakku,dan kumasukkan lagi kontolku,dia masih diam.ku genjot terus memeknya,gw dah gak sabar mau ngentot dia sampe lemes…&lt;br /&gt;akhirnya dia berreaksi,dia goyangkan pantanya dan sesekali ikut naik turun.&lt;br /&gt;sssssssseehhhhhhhh..ogffffffff ff nikmat mas,trs …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; dari janda muda, nantikan cerita seks kami lainnya hanya di komunitas tante girang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-8436009364087059887?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/8436009364087059887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/8436009364087059887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/08/bercinta-dengan-janda-muda.html' title='Bercinta dengan janda muda'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-474962391575152877</id><published>2009-07-30T08:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T09:02:28.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot tante sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan tante sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ML dengan tante sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante dan keponakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot keponakan'/><title type='text'>Tante Lina Tanteku sendiri</title><content type='html'>Bercinta atau ngentot dengan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tante girang&lt;/span&gt; udah biasa, banyak pemuda ataupun brondong yang pernah melakukan ML dengan tante girang, tapi bagaimana jika ml atau bercinta dengan tante kita sendiri?? mmmhhh... walaupun sama-sama tante, tapi masih saja ada hubungan sedarah, dan bercinta dengan tante sendiri sangat tidak wajar, berikut cerita seseorang yang memiliki ceritya seks dengan tante nya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Andi, umurku 30 tahun dengan tinggi badan 185 cm dan berat badan 82 kg. Aku kini bekerja sebagai supervisor di salah satu perusahaan di Medan. Aku lebih menyukai wanita setengah baya. Aku sangat suka membaca cerita di .com khususnya di bagian “Setengah Baya”. Aku ingin menceritakan kisah nyata dengan tanteku sendiri, Tante Lina. Cerita yang dituangkan di sini adalah kisah nyata dan bagi yang kebetulan merasa sama nama atau kisahnya mohon dimaafkan itu hanyalah kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, waktu itu aku masih berusia 24 tahun. Aku mempunyai seorang tante bernama Lina yang umurnya waktu itu 36 tahun. Tante Lina adalah adik dari Mamaku. Tante Lina sudah menjanda selama lima tahun. Dari perkawinan dia dengan almarhum suaminya tidak di karunia anak. Tante Lina sendiri melanjutkan usaha peninggalan dari almarhum suaminya. Dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumahku. Dia tinggal dengan seorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Lina ini orangnya menurutku seksi sekali. Payudaranya besar bulat dengan ukuran 36C, sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati dan perutnya rata soalnya dia belum punya anak. Hal ini membuatku sering ke rumahnya dan betah berlama-lama kalau sedang ada waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan tante Lina yang seksi ini dan dia itu orangnya supel benar tidak canggung cerita-cerita denganku. Dari cerita tante Lina bisa aku tebak bahwa dia itu orangnya kesepian sekali semenjak suaminya meninggal. Maka aku berupaya menemaninya dan sekalian ingin melihat tubuhnya yang seksi. Setiap kali aku melihat tubuhnya yang seksi, aku selalu terangsang dan aku lampiaskan dengan onani sambil membayangkan tubuhnya. Kadangkala timbul pikiran kotorku ingin bersetubuh dengannya tapi aku tidak berani berbuat macam-macam terhadap dia, aku takut nanti dia akan marah dan melaporkan ke orang tuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan tante Lina semakin kuat saja. Kadang-kadang kupergoki tante Lina saat nabis mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku deg-degan rasanya, ingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang-kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Benar-benar memancing gairahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada hari itu tepatnya malam minggu, aku sedang malas keluar bersama teman-teman dan aku pun pergi ke rumah Tante Lina. Sesampai di rumahnya, tante Lina baru akan bersiap makan dan sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. Kami pun saling bercerita, tiba-tiba hujan turun deras sekali dan Tante Lina memintaku menginap saja di rumahnya malam ini dan memintaku memberitahu orang tuaku bahwa aku akan menginap di rumahnya berhubung hujan deras sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di, tante mau tidur dulu ya, udah ngantuk, kamu udah ngantuk belum?”, katanya sambil menguap.&lt;br /&gt;“Belum tante”, jawabku.&lt;br /&gt;“Oh ya tante, Andi boleh pakai komputernya nggak, mau cek email bentar”, tanyaku.&lt;br /&gt;“Boleh, pakai aja” jawabnya lalu dia menuju ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku memakai komputer di ruang kerjanya dan mengakses situs porno. Dan terus terang tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar wanita setengah baya bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali berukuran sekitar 15 cm karena aku sudah terangsang sekali. Tanpa kusadari, tahu-tahu tante Lina masuk menyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya aku tidak sempat lagi menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Lina sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang hingga langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hayyoo lagi ngapain kamu, Di?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Aah, nggak apa-apa tante lagi cek email” jawabku sekenanya. Tapi tante Lina sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.&lt;br /&gt;“Ada apa sih tante?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Aah nggak, tante cuma pengen ajak kamu temenin tante nonton di kamar” jawabnya.&lt;br /&gt;“Oh ya sudah, nanti saya nyusul ya tante” jawabku.&lt;br /&gt;“Tapi jangan lama-lama yah” kata Tante Lina lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak menuju ke kamar tante dan menemani tante Lina nonton film horor yang kebetulan juga banyak mengumbar adegan-adegan syur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat film itu langsung saja aku menjadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi. Malah Tante Lina sudah memakai baju tidur yang tipis dan gilanya dia tidak memakai bra karena aku bisa melihat puting susunya yang agak mancung ke depan. Gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi apa boleh buat aku tidak berani berbuat macam-macam. Batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku terpaksa bergerak-gerak sedikit guna membetulkan posisinya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu tante Lina rupanya langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi ngapain sih kamu, Di?” tanyanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Ah nggak apa-apa kok, tante” jawabku malu. Sementara itu tante Lina mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat di atas ranjang.&lt;br /&gt;“Kamu terangsang yah, Di, lihat film ini?”&lt;br /&gt;“Ah nggak tante, biasa aja” jawabku mencoba mengendalikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Lina pun rupanya sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut kamu tante seksi nggak, Di?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Wah seksi sekali tante” kataku.&lt;br /&gt;“Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan payudaranya sehingga terlihat semakin membesar.&lt;br /&gt;“Wah seksi tante dong, abis bodynya tante bagus sih” kataku.&lt;br /&gt;“Ah masa sih?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Iya benar tante, swear..” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak kami semakin merapat karena tante Lina terus mendekatkan tubuhnya padaku, lalu dia bertanya lagi padaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama tante”.&lt;br /&gt;“Mmaauu tante..” Ah, seperti ketiban durian runtuh, kesempatan ini tidak tentu aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada tante Lina.&lt;br /&gt;“Wahh barang kamu lumayan juga, Di” katanya.&lt;br /&gt;“Ah tante bisa aja.. Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. Sampe saya gemes deh ngeliatnya..” kataku.&lt;br /&gt;“Ah nakal kamu yah, Di” jawabnya sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku.&lt;br /&gt;“Waahh jangan dipegangin terus tante, ntar bisa tambah gede loh” kataku.&lt;br /&gt;“Ah yang benar nih?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Iya tante.. Ehh.. Ehh aku boleh pegang itu nggak tante?” kataku sambil menunjuk ke arah payudaranya yang besar itu.&lt;br /&gt;“Ah boleh aja kalo kamu mau” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah kesempatan besar, tapi aku agak sedikit takut, takut dia marah tapi tangan si tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh.. Arghh enak Di.. Kamu nakal ya” kata tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.&lt;br /&gt;“Loh kok dilepas sih Di?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Ah takut tante marah” kataku.&lt;br /&gt;“Oohh nggak lah, Di.. Kemari deh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku digenggam tante Lina, kemudian diletakkan kembali di payudaranya sehingga aku pun semakin berani meremas-remas payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aarrhh.. Sshh” rintihnya hingga semakin membuatku penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pun mencoba mencium tante Lina, sungguh di luar dugaanku, Tante Lina menyambut ciumanku dengan beringas. Kami pun lalu berciuman dengan nafsu sekali sambil tanganku bergerilya di payudaranya yang sekal sekali itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh kamu memang hebat Di.. Terusin Dii.. Malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama tante yah.. Arhh.. Arrhh”.&lt;br /&gt;“Tante, aku boleh buka baju tante nggak?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Oohh silakan Di”, sambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat kubuka bajunya sehingga payudaranya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat payudaranya yang memang aku kagumi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arrgghh.. Arrgghh..” lagi-lagi tante mengerang-erang keenakan.&lt;br /&gt;“Teruuss.. Teerruuss Di.. Ahh enak sekali..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama aku menjilati putingnya sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Lalu sekilas kulihat tangan Tante Lina sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kulepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh buka saja Di.. Ahh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas Tante Lina terengah-engah menahan nafsu. Seperti kesetanan aku langsung membuka CD-nya dan lalu kuciumi. Sekarang Tante Lina sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu. Lalu dengan pelan-pelan kumasukkan jariku untuk menerobos liang kemaluannya yang sudah basah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arrhh.. Sshh.. Enak Di.. Enak sekali” jeritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas jariku bergerilya lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin dan mengkilap itu. Lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluannya dengan lidahku turun naik seperti mengecat saja. Tante Lina semakin kelabakan hingga dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil meremas payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aah.. Sshh tante udaahh nggaakk tahaann laaggii.. Tante udaahh maauu kkeeluuaarr.. Ohh”, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan jariku kucobloskan ke liang kemaluannya yang semakin basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya akan orgasme. Lalu kupercepat jilatanku dan tusukan jariku sehingga dia merasa keenakkan sekali lalu dia menjerit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oohh.. Aarrhh.. Tante udah keeluuaarr Dii.. Ahh” sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan dan lidahku masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah ternyata kamu hebat sekali, tante sudah lama tidak merasakan kepuasan ini loh..” ujarnya sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya di bibirku ikut belepotan ke bibir Tante Lina. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di elus-elus oleh tante Lina dan aku pun masih memilin-milin puting tante yang sudah semakin keras itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh..” desahnya sambil terus mencumbu bibirku.&lt;br /&gt;“Sekarang giliran tante.. Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh tante”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan tante Lina segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit tapi kudiamkan saja karena terasa enak juga diremas-remas oleh tangan tante Lina. Lalu aku juga tidak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Rupanya tante Lina mulai terangsang kembali ketika tanganku meremas-remas payudaranya dengan sesekali kujilati putingnya yang sudah tegang itu, seakan-akan seperti orang kelaparan, kukulum terus puting susunya sehingga tante Lina menjadi semakin blingsatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh kamu suka sekali sama dada tante yah, Di?”&lt;br /&gt;“Iya Tante abis tetek tante bentuknya sangat merangsang sih.. Terus besar tapi masih tetap kencang..”&lt;br /&gt;“Aahh kamu memang pandai muji orang, Di..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu tante Lina mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya Tante Lina berjongok di bawah ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang telah mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar merasakan nikmatnya service yang diberikan oleh Tante Lina. Lalu dia mulai membuka mulutnya dan lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Selang beberapa menit setelah tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran-desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Lina kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas ranjang. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh Di, ayolah masukin batang kemaluan kamu ke tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain mem*k tante disodok-sodok sama batangan kamu itu”.&lt;br /&gt;“Iiyaa tante” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluannya tapi aku tidak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan terlebih dulu ke bibir kemaluannya sehingga tante Lina lagi-lagi menjerit keenakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh.. Aahh.. Ayolah Di, jangan tanggung-tanggung masukiinn..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluannya sehingga agak sulit memasukkan batang kemaluanku yang sudah tegang sekali itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh.. Sshh.. Oohh pelan-pelan Di.. Teruss-teruuss.. Aahh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam liang kemaluan Tante Lina sehingga dia merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya. Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Lina juga ikut-ikutan bergoyang. Rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat tante Lina menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. Sementara itu aku terus menjilati puting dan menjilati leher yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Lina mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oohh.. Sshh.. Di.. Enak sekali.. Oohh.. Ohh..” mendengar rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini.&lt;br /&gt;“Aahh.. Cepat Di, tante mau keluuaarr.. Aahh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh tante Lina kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik. Rupanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang sedang merojok-rojok liang kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh.. Sshh.. Sshh”, desahnya, lalu tubuhnya kembali tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.&lt;br /&gt;“Wahh kamu memang hebaat Di.. Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar”&lt;br /&gt;“Iiyaa tante.. Bentar lagi juga Andi keluar nih..” ujarku sambil terus menyodok liang kemaluannya yang berdenyut-denyut itu.&lt;br /&gt;“Aahh enak sekali tante.. Aahh..”&lt;br /&gt;“Terusin Di.. Terus.. Aahh.. Sshh” erangan tante Lina membuatku semakin kuat merojok-rojok batang kemaluanku dalam liang kemaluannya.&lt;br /&gt;“Aauuhh pelan-pelan Di, aahh.. Sshh”&lt;br /&gt;“Aduh tante bentar lagi aku udah mau keluar nih..” kataku.&lt;br /&gt;“Aahh.. Di.. Keluarin di dalam aja yah.. Aahh.. Tante mau ngerasain.. Ahh.. Shh.. Mau rasain siraman hangat peju kamu..”&lt;br /&gt;“Iiyyaa.. Tante..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mengangkat kaki kanan tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh.. Oohh.. Aahh.. Sshh.. Tante, Andi mau keluar nih.. Ahh” lalu aku memeluk tante Lina sambil meremas-remas payudaranya. Sementara itu, tante Lina memelukku kuat-kuat sambil menggoyang-goyangkan pantatnya.&lt;br /&gt;“Aahh tante juga mau keluar lagi aahh.. Sshh..” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. Seerr.. Seerr.. Croott.. Croott..&lt;br /&gt;“Aahh enak sekali tante.. Aahh.. Ahh..” Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Lina untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Lina menbelai-belai rambutku.&lt;br /&gt;“Ah kamu ternyata seorang jagoan, Di..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dia mencabut batang kemaluanku dari liang kemaluannya kemudian dimasukkan kembali ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap olehnya. Dan kemudian kami berdua pun tidur saling berpelukan. Malam itu kami melakukannya sampai tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno. Hubungan kami pun berjalan selama dua tahun dan akhirnya diketahui oleh orang tuaku. Karena merasa malu, Tante Lina pun pindah ke Jakarta dan menjalankan usahanya di sana. Aku benar-benar sangat kehilangan Tante Lina dan semenjak kepindahannya, tante Lina tidak pernah menghubungiku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt; yang unik kali ini, cerita pemuda perkasa sebagai seorang keponakan yang bercinta dengan tante nya sendiri penuh nafsu birahi yang membara dan tak ada lagi batas antara tante dengan keponakan. sampai disini dulu ceita kami, nantikan cerita seks kami lain nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-474962391575152877?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/474962391575152877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/474962391575152877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/07/tante-lina-tanteku-sendiri.html' title='Tante Lina Tanteku sendiri'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-5601583500272801091</id><published>2009-07-20T13:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T13:27:11.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot ibu guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film bokep'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek ibu guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita perselingkuhan'/><title type='text'>Istriku Bejat</title><content type='html'>Semoga diantara kita tak ada yang memiliki istri bejat, istri yang suka selingkuh ataupun istri yang menjadi tante girang dan akhirnya ikut dalam &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;komunitas tante girang&lt;/a&gt;, pasti sangat menyakitkan, berikut adalah cerita perselingkuhan dari pengakuan seorang istri bejat bernama dina. dia mengakui telah beberapa kali melakukan perselingkuhan dengan sadar dan tidak merasa bersalah, berikut cerita lengkapnya. &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/07/istri-selingkuh.html"&gt;Istri Selingkuh&lt;/a&gt; memang menyakitkan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namaku dina, mungkini yang ingin aku cerita kan tentang cerita perselingkuhan aku dengan beberapa pria, mungkin banyak orang mangatakan klo kehidupan ku sangat sempurna karena mendapatkan suami orang luar negeri yang bekerja sebagi pelaut dan aku di karuniai seorang anak yang bernama kaira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dalam hati aku yang dalam aku selama ini sangat menderita dalam kehidupan kelas atas yang penuh dengan ego yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita ini berawal dari kebiasaan ku masih remaja yang sering chat dan membuka beberapa situs pertmanan, saat itu aku aku sedang chat dengan suami aku, gak sengaja aku berkenalan dengan seorang pria yang belum aku kenal sebelum nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah berkenalan ternyata naman nya budi kerja di sebuah perusahan yang bergerak di bidang investasi lama kami berkenalan sehingga mulai lah dia merayu aku akan kehidupan aku, memang kita telah berkenalan sehingga seiring waktu kita sering bertukar cerita satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singkat cerita kita sepakat ingin bertemu ditempat yang kita tentukan&lt;br /&gt;memang selama aku kanal dengan cowo yang satu ini sangat berbeda dengan suami aku dia bisa membuat aku nyaman. aku pernah mendapat &lt;a href="http://cerita.modelperawan.com/"&gt;cerita dewasa&lt;/a&gt; seperti ini, yang menceritakan nikmatnya perselingkuhan, sehingga pasagan selingkuh terasa sangat beda saat di dekat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah janjian aku pun pergi mandi, di dalam kamar mandi terbayang seperti apa wajah mas budi ini kenapa aku panggil budi karena usia nya lebih tua dari, setelah mandi aku pun pergi ketempat janjian dengan membawa anak kaira karena di rumah gak ada siapa-siapa suami aku pergi keluar kota. jantugku berdebar gak karuan, mengahayal ngentot dengan tuh cowok, membayangkan kontol nya yang gede, pasti akan nikmat di gesek-gesekkan apalagi di masukkan ke memek ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lama aku menunggu mas budi tapi belum ada seorang pria pun yang mengahampiri diriku, setelah beberapa menit datang seorang pria yang gagah, dan tampan meskipun sedikit lebih tua&lt;br /&gt;"hai kamu dina ya" tanyanya&lt;br /&gt;"iya benar saya dina, kamu mas budi ya" kata saya sambil berdiri dari bangku duduk&lt;br /&gt;"itu kaira ya" tanyanya&lt;br /&gt;"iya itu kaira, kenapa lama sekali datang nya" kata saya&lt;br /&gt;"maklum macet, oia kmu suka nonton film gak"tanya sambil memegang tangan ku&lt;br /&gt;"iya suka sih, emang kenapa"jawab saya sambil melepaskan tangannya tapi dia diam saja&lt;br /&gt;"gimana klo kita nonton film kebetulan sekarang ada film bagus nih"uacpnya&lt;br /&gt;"iya boleh sih tapi klo bisa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;film bokep&lt;/span&gt; biar seru. dan kita pun menonton film bokep akhirnya terjadilah peristiwa perselingkuhan pertamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan lanjutkan cerita seks ku dengan beberapa pria pada cerita selanjutnya, hari udah menjelang pagi mungkin aku akan menceritakan nya dengan hot dan pasti kalian suka. karena &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/search/label/perselingkuhan"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perselingkuhan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; itu enak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dikirim Oleh DIna di jakart&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-5601583500272801091?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/5601583500272801091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/5601583500272801091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/07/istriku-bejat.html' title='Istriku Bejat'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-1941676800805535899</id><published>2009-07-14T11:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T11:35:16.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante girang selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istriku selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante selingkuh'/><title type='text'>Istri Selingkuh</title><content type='html'>Ini mungkin cerit seks yang umum terjadi di masyarakat, tapi jika langsung di ceritakan akan lebih seru, apalagi yang menceritakan lagsung adalah seorang wanita kesepian di tinggal suami yang terlalu sibuk kerja, karena hal tersebut lah akhirnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;istri selingkuh&lt;/span&gt; dengan pak RT. langsung lanjut ceritanya berikut ini. Ada adegan &lt;a href="http://100artisindonsia.blogspot.com/"&gt;bugil&lt;/a&gt; yang bikin ngecrot... Memang sedih memiliki istri yang suka selingkuh, tapi mungkin ada alasan kenapa istri &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selingkuh&lt;/span&gt;, istri yang selingkuh memiliki masalah psikis yang mungkin bisa di tanya penyebabnya sehingga dia selingkuh. langsung aja simak &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/04/cerita-selingkuh.html"&gt;cerita selingkuh&lt;/a&gt; berikut ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggal di kompleks perumahan BTN di Jakarta. Suamiku termasuk orang yang selalu sibuk. Sebagai arsitek swasta, tugasnya boleh dibilang tidak kenal waktu. Walaupun dia sangat mencintaiku, bahkan mungkin memujaku, aku sering kesepian. Aku sering sendirian dan banyak melamun membayangkan betapa hangatnya dalam sepi itu Mas Adit, begitu nama suamiku, ngeloni aku. Saat-saat seperti itu membuat libidoku naik. Dan apabila aku nggak mampu menahan gairah seksualku, aku ambil buah ketimun yang selalu tersedia di dapur. Aku melakukan masturbasi membayangkan dientot oleh seorang lelaki, yang tidak selalu suamiku sendiri, hingga meraih kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering hadir dalam khayalan seksualku justru Pak Parno, Pak RT di kompleks itu. Walaupun usianya sudah diatas 55 tahun, 20 tahun di atas suamiku dan 27 tahun di atas umurku, kalau membayangkan Pak Parno ini, aku bisa cepat meraih orgasmeku. Bahkan saat-saat aku bersebadan dengan Mas Aditpun, tidak jarang khayalan seksku membayangkan seakan Pak Parnolah yang sedang menggeluti aku. Aku nggak tahu kenapa. Tetapi memang aku akui, selama ini aku selalu membayangkan kemaluan lelaki yang gedee banget. Nafsuku langsung melonjak kalau khayalanku nyampai ke sana. Dari tampilan tubuhnya yang tetap kekar walaupun tua, aku bayangkan kontol Pak Parno juga kekar. Gede, panjang dan pasti tegar dilingkari dengan urat-urat di sekeliling batangnya. Ooohh.., betapa nikmatnya dientot kontol macam itu ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kompleks itu, di antara ibu-ibu atau istri-istri, aku merasa akulah yang paling cantik. Dengan usiaku yang 28 tahun, tinggi 158 cm dan berat 46 kg, orang-orang bilang tubuhku sintal banget. Mereka bilang aku seperti Sarah Ashari, selebrity cantik yang binal adik dari Ayu Ashari bintang sinetron. Apalagi kalau aku sedang memakai celana jeans dengan blus tipis yang membuat buah dadaku yang cukup besar membayang. Hatiku selangit mendengar pujian mereka ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, tetangga kami punya hajatan, menyunatkan anaknya. Biasa, kalau ada tetangga yang punya kerepotan, kami se-RT rame-rame membantu. Apa saja, ada yang di dapur, ada yang ngurus pelaminan, ada yang bikin hiasan atau menata makanan dan sebagainya. Aku biasanya selalu kebagian bikin pelaminan. Mereka tahu aku cukup berbakat seni untuk membuat dekorasi pelaminan itu. Mereka selalu puas dengan hasil karyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggunakan bahan-bahan dekorasi yang biasanya aku beli di Pasar Senen. Pagi itu ada beberapa bahan yang aku butuhkan belum tersedia. Di tengah banyak orang yang pada sibuk macam-macam itu, aku bilang pada Mbak Surti, yang punya hajatan, untuk membeli kekurangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kebetulan Bu Mar, tuh Pak Parno mau ke Senen, mbonceng saja sama dia', Bu Kasno nyampaikan padaku sambil nunjuk Pak Parno yang nampak paling sibuk di antara bapak-bapak yang lain.&lt;br /&gt;'Emangnya Pak Parno mau cari apaan?, aku nanya.&lt;br /&gt;'Inii, mau ke tukang tenda, milih bentuk tenda yang mau dipasang nanti sore. Sama sekalian sound systemnya', Pak Parno yang terus sibuk menjawab tanpa menengok padaku.&lt;br /&gt;'Iyaa deh, aku pulang bentar ya Pak Parno, biar aku titip kunci rumah buat Mas Adit kalau pulang nanti'. Segalanya berjalan seperti air mengalir tanpa menjadikan perhatian pada orang-orang sibuk yang hadir disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 menit kemudian, dengan celana jeans dan blus kesukaanku, aku sudah duduk di bangku depan, mendampingi Pak Parno yang nyopirin Kijangnya. Udara AC di mobil Pak Parno nyaman banget sesudah sepagi itu diterpa panasnya udara Jakarta. Pelan-pelan terdengar alunan dangdut dari radio Mara yang terdapat di mobil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku jadi ingat kebiasaanku mengkhayal. Dan sekarang ini aku berada dalam mobil hanya berdua dengan Pak Parno yang sering hadir sebagai obyek khayalanku dalam hubungan seksual. Tak bisa kutahan, mataku melirik ke arah selangkangan di bawah kemudi mobilnya. Dia pakai celana drill coklat muda. Aku lihat di arah pandanganku itu nampak menggunung. Aku nggak tahu apakah hal itu biasa. Tetapi khayalanku membayangkan itu mungkin kontolnya yang gede dan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menelan ludahku membayangkan apa di balik celana itu, tiba-tiba tangan Pak Parno nyelonong menepuk pahaku. 'Dik Marini mau beli apaan? Di Senen sebelah mana?', sambil dia sertai pertanyaan ini dengan nada ke-bapak-an.&lt;br /&gt;Dan aku bener-bener kaget lho. Aku nggak pernah membayangkan Pak RT ini kalau ngomong sambil meraba yang di ajak ngomong.&lt;br /&gt;'Kertas emas dan hiasan dinding, Pak. Di sebelah toko mainan di pasar inpress ituu..', walaupun jantungku langsung berdegup kencang dan nafasku terasa sesak memburu, aku masih berusaha se-akan-akan tangan Pak Parno di pahaku ini bukan hal yang aneh.&lt;br /&gt;Tetapi rupanya Pak Parno nggak berniat mengangkat lagi tangannya dari pahaku, bahkan ketika dia jawab balik, 'Ooo, yyaa.. aku tahu ..', tangannya kembali menepuk-nepuk dan digosok-gosokkanya pada pahaku seakan sentuhan bapak yang melindungi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooouuiihh.. aku merasakan kegelian yang sangat, aku merasakan desakan erotik, mengingat dia selalu menjadi obyek khayalan seksualku. Dan saat Pak Parno merabakan tangannya lebih ke atas menuju pangkal pahaku, reaksi spontanku adalah menurunkan kembali ke bawah. Dia ulangi lagi, dan aku kembali menurunkan. Dia ulangi lagi dan aku kembali menurunkan. Anehnya aku hanya menurunkan, bukan menepisnya. Yang aku rasakan adalah aku ingin tangan itu memang tidak diangkat dari pahaku. Hanya aku masih belum siap untuk lebih jauh. Nafasku yang langsung tersengal dan jantungku yang berdegap-degup kencang belum siap menghadapi kemungkinan yang lebih menjurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Parno mengalah. Tetapi bukan mengalah bener-bener. Dia tidak lagi memaksakan tangannya untuk menggapai ke pangkal pahaku, tetapi dia rubah. Tangan itu kini meremasi pahaku. Gelombang nikmat erotik langsung menyergap aku. Aku mendesah tertahan. Aku lemes, tak punya daya apa-apa kecuali membiarkan tangan Pak Parno meremas pahaku. 'Dik Maarr..', dia berbisik sambil menengok ke aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba di depan melintas bajaj, memotong jalan. Pak Parno sedikit kaget. Otomatis tangannya melepas pahaku, meraih presnelling dan melepas injakan gas. Kijang ini seperti terangguk. Sedikit badanku terdorong ke depan. Selepas itu tangan Pak Parno dikonsentrasikan pada kemudi. Jalanan ke arah Senen yang macet membuat sopir harus sering memindah presnelling, mengerem, menginjak gas dan mengatur kemudi. Aku senderkan tubuhku ke jok. Aku nggak banyak ngomong. Aku kepingin tangan Pak Parno itu kembali ke pahaku. Kembali meremasi. Dan seandainya tangan itu merangkak ke pangkal pahaku akan kubiarkan. Aku menjadi penuh disesaki dengan birahi. Mataku kututup untuk bisa lebih menikmati apa yang barusan terjadi dan membiarkan pikiranku mengkhayal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Sesudah jalanan agak lancar, tangan Pak Parno kembali ke pahaku. Aku benar-benar mendiamkannya. Aku merasakan kenikmatan jantungku yang terpacu dan nafasku yang menyesak dipenuhi rangsangan birahi. Langsung tangan Pak Parno meremasi pahaku. Dan juga naik-naik ke pangkal pahaku. Tanganku menahan tangannya. Eeeii malahan ditangkapnya dan diremasinya. Dan aku pasrah. Aku merespon remasannya. Rasanya nikmat untuk menyerah pada kemauan Pak Parno. Aku hanya menutup mata dengan tetap bersender di jok sambil remasan di tangan terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali aku nyeletuk,&lt;br /&gt;'N'tar dilihat orang Pak',&lt;br /&gt;'Ah, nggaakk mungkin, kacanya khan gelap. Orang nggak bisa melihat ke dalam', aku percaya dia.&lt;br /&gt;Sesudah beberapa saat rupanya desakan birahi pada Pak Parno juga menggelora,&lt;br /&gt;'Dik Mar.. kita jalan-jalan dulu mau nggak?', dia berbisik ..&lt;br /&gt;'Kemana..?', pertanyaanku yang aku sertai harapan hatiku ..&lt;br /&gt;'Ada deh.. Pokoknya Dik Mar mau khan..'.&lt;br /&gt;'Terserah Pak Parno.., Tapinya n'tar ditungguin orang-orang .., n'tar orang-orang curiga .. lho'.&lt;br /&gt;'Iyaa, jangan khawatirr.., paling lama sejamlah.', sambil Pak Parno mengarahkan kemudinya ke tepi kanan mencari belokan ke arah balik. Aku nggak mau bertanya, mau ngapain 'sejam'??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis di bawah jembatan penyeberangan dekat daerah Galur, Pak Parno membalikkan mobilnya kembali menuju arah Cempaka Putih. Ah.. Pak Parno ini pasti sudah biasa begini. Mungkin sama ibu-ibu atau istri-istri lainnya. Aku tetap bersandar di jok sambil menutup mataku pura-pura tiduran. Dengan penuh gelora dan deg-degan jantungku, aku menghadapi kenyataan bahwa beberapa saat lagi, mungkin hanya dalam hitungan menit, akan mengalami saat-saat yang sangat menggetarkan. Saat-saat seperti yang sering aku khayalkan. Aku nggak bisa lagi berpikir jernih. Edan juga aku ini.., apa kekurangan Mas Adit, kenapa demikian mudah aku menerima ajakan Pak Parno ini. Bahkan sebelumnya khan belum pernah sekalipun selama 8 tahun pernikahan aku disentuh apalagi digauli lelaki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku rasakan sekarang ini hanyalah aku merasa aman dekat Pak Parno. Pasti dia akan menjagaku, melindungiku. Pasti dia akan mengahadpi aku dengan halus dan lembut. Bagaimanapun dia adalah Pak RT kami yang selama ini selalu mengayomi warganya. Pasti dia nggak akan merusak citranya dengan perbuatan yang membuat aku sakit atau terluka. Dan rasanya aku ingin banget bisa melayani dia yang selama ini selalu jadi obyek khayalan seksualku. Biarlah dia bertindak sesuatu padaku sepuasnya. Dan juga aku ingin merasakan bagaimana dia memuaskan aku pula sesuai khayalanku.&lt;br /&gt;Agu gemetar hebat. Tangan-tanganku gemetar. Lututku gemetar. Kepalaku terasa panas. Darah yang naik ke kekepalaku membuat seakan wajahku bengap. Dan semakin kesana, semakin aku nggak bisa mencabut persetujuanku atas ajakan 'jalan-jalan dulu' Pak Parno ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mobil terasa membelok ke sebuah tempat. Ketika aku membuka mata, aku lihat halaman yang asri penuh pepohonan. Di depan mobil nampak seorang petugas berlarian menuntun Pak Parno menuju ke sebuah garasi yang terbuka. Dia acungkan tangannya agar Pak Parno langsung memasuki garasi berpintu rolling door itu, yang langsung ditutupnya ketika mobil telah yakin berada di dalam garasi itu dengan benar. Sedikit gelap. Ada cahaya kecil di depan. Ternyata lampu di atas sebuah pintu yang tertutup. Woo.. aku agak panik sesaat. Tak ada jalan untuk mundur. Kemudian kudengar Pak Parno mematikan mesin mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Nyampai Dik Mar ..',&lt;br /&gt;'Di mana ini Pak ..?', terus terang aku nggak tahu di mana tempat yang Pak Parno mengajak aku ini. Tetapi aku yakin inilah jenis 'motel' yang sering aku dengar dari temen-temen dalam obrolan-obrolan porno dalam arisan yang diselenggarakan ibu-ibu kompleks itu.&lt;br /&gt;Pak Parno tidak menjawab pertanyaanku, tetapi tangannya langsung menyeberang melewati pinggulku untuk meraih setelan jok tempat dudukku. Jok itu langsung bergerak ke bawah dengan aku tergolek di atasnya. Dan yang kurasakan berikutnya adalah bibir Pak Parno yang langsung mencium mulutku dan melumat. Uh uh uh .. Aku tergagap sesaat.. sebelum aku membalas lumatannya. Kami saling melepas birahi. Aku merasakan lidahnya menyeruak ke rongga mulutku. Dan reflekku adalah mengisapnya. Lidah itu menari-nari di mulutku. Bau lelaki Pak Parno menyergap hidungku. Beginilah rasanya bau lelaki macam Pak Parno ini. Bau alami tanpa parfum sebagaimana yang sering dipakai Mas Adit. Bau Pak RT yang telah 55 tahun tetapi tetap memancarkan kelelakian yang selama ini selalu menyertai khayalanku saat masturbasi maupun saat aku disebadani Mas Adit. Bau yang bisa langsung menggebrak libidoku, sehingga nafsu birahiku lepas dengan liarnya saat ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil melumat, tangan-tangan Pak Parno juga merambah tubuhku. Jari-jarinya melepasi kancing-kancing blusku. Kemudian kurasakan remasan jari kasar pada buah dadaku. Uuiihh .. tak tertahankan. Aku menggelinjang. Menggeliat-geliat hingga pantatku naik-naik dari jok yang aku dudukin disebabkan gelinjang nikmat yang dahsyat. Sekali lagi aku merasa edaann .. aku digeluti Pak RT ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir Pak Parno melumatku, dan aku menyambutnya dengan penuh kerelaan yang total. Akulah yang sesungguhnya menantikan kesempatan macam ini dalam banyak khayalan-khayalan erotikku. Ohh .. Pak Parnoo .. Tolongin akuu Pakee .. Puaskanlah menikmati tubuhkuu ..Paak, .. semua ini untuk kamu Paak .. Aku hauss .. Paak .. Tulungi akuu Paakk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kita turun yok Dik Mar .., kita masuk dulu ..', Pak Parno menghentikan lumatannya dan mengajak aku memasuki motel ini.&lt;br /&gt;Begitu masuk kudengar telpon berdering. Rupanya dari kantor motel itu. Pak Parno menanyakan aku mau minum apa, atau makanan apa yang aku inginkan yang bisa diantar oleh petugas motel ke kamar. Aku terserah Pak Parno saja. Aku sendiri buru-buru ke kamar kecil yang tersedia. Aku kebelet pengin kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung dulu kawan-kawan, saya capek ngetiknya.. panjang amat cerita dari tante girang ini, lain kali saya posting sambungan dari cerita selingkuh tante girang... Nantika juga cerita &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt; lain yang akan memenuhi cerita seks &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;tante girang&lt;/a&gt; yang kami miliki. tante cantik, tante bugil dan tentang tante girang lain nya. tapi jangan sampe ikut selingkuh ya... karena selingkuh gak selamanya indah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-1941676800805535899?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/1941676800805535899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/1941676800805535899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/07/istri-selingkuh.html' title='Istri Selingkuh'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-782135808549445600</id><published>2009-07-09T09:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T09:18:16.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante Girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks tante girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks brondong'/><title type='text'>Cerita seks Brondong</title><content type='html'>Tak hanya &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/search/label/cerita%20tante%20Girang"&gt;cerita tante girang&lt;/a&gt;, cerita dewasa juga menceritakan tentang cerita seks seorang brondong yang menjadi pelampiasan birahi para tante girang yang haus seks, haus dengan kepuasan seks yang selalu menjadi tujuan para tante girang. berikut cerita lengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu cerah sekali. Aku bangun dengan tubuh dan perasaan yang benar-benar fresh. Hari ini hari Sabtu, berarti aku libur dari pekerjaanku sebagai seorang sekretaris direksi sebuah dealer mobil mewah di kawasan S, Jakarta. Hari ini aku rencananya akan menghabiskan weekend di rumah sahabatku, V di kota B (tau kan kotanya ?). Oh ya, namaku *****, teman-teman biasa memanggilku Celyn, umurku saat ini menginjak kepala 3, tapi aku belum menikah karena masih menikmati hidup tanpa ikatan, tapi bukan berarti aku tidak punya pacar. Pacarku namanya Josh, di kerja di perusahaan trading. Kami sudah menjalin hubungan selama satu setengah tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok jadi ngomongin diriku ya? (narsis bgt ya?). Anyway, aku segera bangun untuk bersiap-siap. Aku segera menuju kamar mandi. Seperti biasa, aku langsung melepas piyamaku. Setelah tidak ada sehelai benangpun di tubuhku, akupun mulai menggosok gigi. Sambil menggosok gigi, kuperhatikan tubuhku dicermin yang ada dihadapanku. Tubuhku memang montok, apalagi di bagian pinggul karena aku hampir tidak ada waktu untuk fitness, tapi toh aku tidak perduli, aku bahagia dengan tubuhku ini. Sambil menyikat gigi ku pegang buah dadaku, yang menurutku biasa saja, tapi tidak menurut teman-temanku. Menurut mereka buah dadaku seperti mau tumpah, mungkin karena aku selalu memakai bra yang tidak menutupi semua buah dadaku. Aku terus meraba buah dadaku sambil terus menyikat gigi, rasanya geli…lama-lama aku justru lebih fokus pada remasan tanganku daripada menyikat gigiku. Akhirnya aku tersadar…kuputuskan menghentikan kegiatan menyenangkan diriku itu lalu bergegas bersiap-siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasukkan barang ke H…. J…ku (nanti dikira dapet sponsor), aku segera melaju ke arah tol menuju B. Sebelum berangkat aku sempat meminta alamat V, dan dia segera mengirim SMS alamat lengkapnya. Bukan sekali ini aku ke kota B, tapi Baru dua minggu yang lalu Vina pindah rumah ke daerah CL, dan aku tidak tahu sama sekali dimana itu. Aku pikir toh nanti bisa tanya sama orang di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di B, aku mulai mengikuti petunjuk SMS V untuk menuju ke rumahnya, tapi…jalanan di kota B ini sangat membingungkan. Setelah berputar-putar aku memutuskan untuk bertanya. Di depanku aku melihat kerumunan anak SMP yang baru pulang sekolah, aku lalu meminggirkan mobilku untuk bertanya pada salah satu dari antara mereka.&lt;br /&gt;“Permisi dik, mau tanya alamat ini”, sambil kutunjukkan isi SMS dari V.&lt;br /&gt;“Oooh…dari sini lurus terus nanti ada toko CK, tante belok kiri terus belok kanan, nanti belok kanan lagi, terus ambil kiri, terus ada tanjakan belok ke kanan. Naik terus nanti tanya aja lagi sama orang disitu”, dia memberikan penjelasan panjang lebar.&lt;br /&gt;Diberi penjelasan seperti itu aku langsung kebingungan, tanpa pikir panjang aku langsung minta tolong padanya.&lt;br /&gt;“Aduh, tante bingung nih! Kamu bisa anterin aja ga? Nanti tante kasih ongkos pulang” kataku.&lt;br /&gt;Dia seperti kebingungan.&lt;br /&gt;Aku pun berkata, “Tenang ga akan diculik kok”, kataku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Dia makin kelihatan kebingungan.&lt;br /&gt;“Kalo kamu takut, ajak saja temen kamu”, aku meyakinkannya, karena aku sudah pusing mencari alamat V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia setuju dengan syarat boleh mengjak temannya dan diberi ongkos pulang.&lt;br /&gt;Dia pun mengajak dua orang temannya. Aku menyuruh salah satu dari mereka untuk duduk di depan sebagai penunjuk jalan, lagipula aku tidak mau dikira sepagai sopir antar jemput anak sekolahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam mobil aku berkenalan dengan mereka. Yang duduk didepan bernama Fariz, sedangkan dua temannya yang duduk dibelakang bernama Dharma dan Aziz. Dari obrolan kami ku ketahui mereka baru kelas 2 SMP.&lt;br /&gt;Selama perjalanan kuperhatikan mereka semua mencuri-curi pandang tubuhku. Saat itu aku mengenakan tank top biru muda dan hot pants. Yang paling kuperhatikan tentu saja Fariz karena dia duduk didepan. Setiap kali kuperhatikan dia langsung membuang muka, karena takut ketahuan olehku. Umur-umur segitu anak cowok memang memiliki fantasi seks yang luar biasa. Fariz terus saja mencuri pandang buah dadaku yang “luber”. Akhirnya kuputuskan kubiarkan saja mereka melihat payudaraku, kupikir sebagai bahan masturasi mereka nanti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sampai juga kami di rumah V.&lt;br /&gt;Vina langsung menyambutku, tapi dengan tatapan heran.&lt;br /&gt;“Siapa itu Cel?”, tanyanya.&lt;br /&gt;“Oh..mereka guide”, kataku sambil tersenyum pada mereka.&lt;br /&gt;“Masuk dulu yuk!”, ajakku pada mereka. “Ga buru-buru kan?”, tanyaku lagi.&lt;br /&gt;Akupun mengambil tas kecilku. Aku dan Vina masuk mendahului mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah V –menurutku sih villa, bukan rumah- berada didaerah yang elite, sehingga jarak antar tetangga tidak terlalu dekat.&lt;br /&gt;Vina juga hidup sendiri, sama seperti aku. Dia editor sebuah majalah wanita.&lt;br /&gt;Begitu masuk rumah, Vina langsung menunjukkan kamarku, “kamar lo di atas ya Lyn, yang itu tuh”, katanya sambil menunjukkan kamarku.&lt;br /&gt;Kita ngobrol dibawah yuk, katanya kepada ketiga anak itu sambil turun menuju ruang tamu.&lt;br /&gt;Aku pun menuju kamarku, ketika baru teringat bahwa aku lupa membawa tas yang berisi pakaian.&lt;br /&gt;Aku pun memanggil Fariz, “Riz, bisa minta tolong ambilkan tas tante yang hitam di mobil?”.&lt;br /&gt;Fariz tampak terkejut, “Bisa tante”.&lt;br /&gt;“Tau cara bukanya kan?”, tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Tau kok!”, jawabnya.&lt;br /&gt;Akupun memberikan kunci mobilku kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menuju kamarku. Sesampainya di kamar, aku langsung menutup pintu dan menuju kamar mandi, aku sudah tidak tahan menahan pipis sejak di tol tadi.&lt;br /&gt;Ketika aku baru mengeluarkan pipisku, tiba-tiba Fariz masuk.&lt;br /&gt;Akupun terkejut. Sial, aku lupa mengunci pintu kamar dan lupa menutup pintu kamar mandi karena sudah tidak tahan.&lt;br /&gt;Fariz tampak terkejut melihatku sedang duduk di toilet, “Ma..maaf tante, saya lupa mengetuk pintu”. Dia terpaku di depan pintu.&lt;br /&gt;Cepat-cepat kubilang padanya, “Udah cepet masuk tutup pintunya, tar keliatan orang!”.&lt;br /&gt;Masih kebingungan diapun masuk dan menutup pintu, matanya masih terpaku padaku.&lt;br /&gt;“Lihat apa kamu?”, tanyaku menyadarkannya.&lt;br /&gt;“Eh..ngga liat apa-apa tan”, katanya sambil membalikkan badan.&lt;br /&gt;Setelah selesai akupun berkata padanya, “Maaf ya, tante lupa kunci pintu”.&lt;br /&gt;“Ng…ga pa pa tan, saya keluar dulu”, katanya.&lt;br /&gt;Busyet polos amat anak ini, pikirku. Tiba-tiba muncul niat isengku, melihatku pipis saja sudah kebingungan bagaimana kalo melihatku bugil?&lt;br /&gt;“Riz, tante bisa minta tolong lagi ga?”, pertanyaanku menghentikan langkahnya.&lt;br /&gt;“Bi..bisa tan”, rupanya dia masih shock.&lt;br /&gt;“Tolong pijitin tante dong, tante pegel nih nyetir dari J”, tanyaku.&lt;br /&gt;Rupanya permintaanku ini lebih mengagetkannya. Niat isengku semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;“Nanti tante tambahin deh ongkosnya”, tambahku lagi.&lt;br /&gt;Rupanya kata-kataku yang terakhir ini membuat dia tersadar.&lt;br /&gt;“Bo..boleh deh tan”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun memanggil V untuk meminta lotion untuk membalur tubuhku.&lt;br /&gt;“Mau ngapain lo?”, tanya Vina setengah berbisik kepadaku.&lt;br /&gt;“Mau tau aja”, kataku kepadanya.&lt;br /&gt;Vina yang merupakan petualang seks sejati langsung mengerti maksudku.&lt;br /&gt;“Bisa aja lo cari variasi”, katanya lagi. “Bisa ikutan dong?”, tanyanya.&lt;br /&gt;“Tuh masih ada dua lagi”, kataku sambil menunjuk Dharma dan Aziz.&lt;br /&gt;“Wah cerita baru buat blog gue nih”, katanya bersemangat.&lt;br /&gt;Diapun memberikan lotion kepadaku.&lt;br /&gt;Akupun menutup pintu tanpa kukunci, toh tidak ada siapa-siapa selain kami berlima dirumah ini.&lt;br /&gt;“Nih lotionnya”, kataku sambil menyerahkan lotion kepada Fariz.&lt;br /&gt;Akupun menuju kamar mandi, lalu keluar lagi dengan hanya mengenakan handuk. Aku telah melepaskan semua pakaian dalamku. Perasaan ini mulai membuatku bergairah.&lt;br /&gt;Fariz tampak terkejut melihatku, karena handuk yang kukenakan benar-benar hanya menutupi payudara dan kemaluanku saja.&lt;br /&gt;Aku pun berbaring telungkup di tempat tidur dan menurunkan handukku sehingga hanya menutupi bagian pantatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo..tunggu apa lagi”, kataku kepada Fariz yang tampak tertegun melihat tubuhku yang hampir telanjang.&lt;br /&gt;Diapun duduk disebelahku dan mulai menuang lotion ke atas punggungku. Fariz pun mulai memijitku.&lt;br /&gt;Aku berusaha memulai pembicaraan untuk memecah kesunyian.&lt;br /&gt;“Kamu sekarang kelas 2 SMP ya. Udah punya pacar?”, tanyaku.&lt;br /&gt;“Be..belum tan”, jawabnya gugup.&lt;br /&gt;“Kamu kok grogi gitu? Belum pernah mijit cewek ya?”, tanyaku jahil.&lt;br /&gt;“Be..belum pernah tan”, jawabnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah..kamu pijit kaki tante aja, soal pegal”.&lt;br /&gt;Farizpun mulai memijit kakiku.&lt;br /&gt;“Agak keatas sedikit Riz”, kataku sambil mengarahkan tangannya ke pahaku.&lt;br /&gt;Dia tampak semakin gugup.&lt;br /&gt;Pijatan didekat daerah kemaluanku membuatku secara tidak sadar melebarkan pahaku, menurutku Fariz dapat melihat bulu kemaluanku yang tidak terlalu lebat itu.&lt;br /&gt;“Tapi kamu pernah masturbasi kan?”, kataku mulai memancing.&lt;br /&gt;“Mmm….”, dia terdiam.&lt;br /&gt;“Ga mungkinlah seumuran kamu belum pernah masturbasi”, kataku lagi.&lt;br /&gt;“Pernah tan”, jawabnya pelan.&lt;br /&gt;Kamipun terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agak keatas lagi Riz”.&lt;br /&gt;Farizpun memijit dekat pantatku.&lt;br /&gt;“Udah pernah ML?”, kataku makin tak tahan.&lt;br /&gt;“Be..belum tan”.&lt;br /&gt;Wah perjaka batinku. Aku pun menarik handuk yang menutupi pantatku sehingga kini aku benar-benar bugil.&lt;br /&gt;Fariz benar-benar terkejut.&lt;br /&gt;“Sekarang pijitin pantat tante aja, dari tante duduk nyetir terus”.&lt;br /&gt;Farizpun mulai memijit pantatku yang montok bersih itu. Akupun makin lama makin melebarkan kedua pahaku.&lt;br /&gt;“Riz…”.&lt;br /&gt;“Iya tan”.&lt;br /&gt;“Kamu mau pegang ‘itu’ tante?”, tanyaku nakal. “Pegang aja Riz, ga pa pa kok”, pancingku lagi.&lt;br /&gt;Fariz memindahlan tangannya dari pantatku kea rah kemaluanku. Dia mulai memegang bulu kemaluanku. Nafsuku makin tidak tertahan.&lt;br /&gt;“Gerakin tanganmu maju mundur Riz”, kataku mengarahkan.&lt;br /&gt;Arizpun mulai menggerakkan tangannya di atas kemaluanku. Gesekan antara tangannya dan bulu kemaluannya makin membuat vaginaku basah. Akupun sedikit menunggingkan badanku untuk mempermudah tangan Fariz bermain di atas kemaluanku.&lt;br /&gt;“Masukin jari tengah kamu Riz”, pintaku setengah memohon.&lt;br /&gt;Farizpun mulai mengerti jalannya permainan ini. Dia mulai memasukkan jari tengahnya kedalan vaginaku sambil terus menggosok-gosoknya. Sentuhan tangannya sesekali menyentuh klitorisku, dan itu makin membuatku bernafsu.&lt;br /&gt;Suaraku makin lama makin meracau karena keenakan.&lt;br /&gt;“Iya Riz..yang itu. Gosok ‘itu’ tante Riz”.&lt;br /&gt;“Yang mana tante?”, katanya polos.&lt;br /&gt;Akupun tersadar, dia masih terlalu polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku membalikkan tubuhku, sehingga Fariz kini dapat melihat seluruh rubuhku yang telah bugil dengan leluasa.&lt;br /&gt;“Kamu mau pegang payudara tante?”, tanyaku sambil memgang kedua tangannya dan mengarahkannya ke kedua payudaraku. Aku meremas tangannya sehingga tangannya itu meremas kedua buah dadaku.&lt;br /&gt;Setelah meremas-remas buah dadaku, aku pun menarik kepala Fariz dan mengarahkannya ke dadaku. Diapun mulai menjilati putingku, mataku terpejam akupun makin mendesah tidak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oouuh…aaahh…euuhhh…”, aku mulai liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku tidak tinggal diam. Aku mulai meraba celana Fariz dan memegang kemaluannya yang aku yakin sudah tegang dari tadi. Tanganku menarik retsletingnya dan mengeluarkan kemaluannya. Tidak terlalu besar, hanya sedikit lebih panjang dari genggamanku, mungkin karena ia masih kelas 2 SMP. Tanganku mulai memainkan kejantannya, aku mulai mengocoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku berhenti. Akupun duduk dan mulai melucuti seragam Fariz. Kulihat badannya yang masih polos itu. Kemaluannya baru sedikit ditubuhi bulu-bulu halus. Aku menyuruhnya terlentang. Akupun mulai melakukan oral kepadanya dalam posisi berlutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmph...mmph…mmphh”, suara mulutku yang sedang mengulum batang kemaluannya sambil tanganku memainkan kedua bolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahhhh…ahhhh…enak tan”, Fariz berteriak keenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fariz merubah posisinya dari tidur menjadi duduk. Tangannya kini memainkan buah dadaku. Sesekali aku berhanti mengulum batang kejantanannya untuk menikmati remasan tangan Fariz. Tangan kiriku kini beralih memainkan klitorisku. Aku benar-benar menikmati semua ini.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Fariz berteriak,&lt;br /&gt;“Aa..aa..aaahhhhh, geli banget tan. Aaahh..aaahh…aaahhh…ma..ma..ma u kkkelluuaaarrr”, aku makin mempercepat mulutku dan makin menghisap kuat-kuat batang kejantannya.&lt;br /&gt;Tidak berapa lama…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AAAAHHHHHHH…AAAHHHHHH…AAAAHHH HHH”, Fariz mengeluarkan cairan spermanya didalam mulutku. Aku sempat terkejut, karena banyak sekali cairan sperma yang dikeluarkan anak kelas 2 SMP ini. Tapi itu kupikir karena jarang sekali bermasturbasi.&lt;br /&gt;Sperma yang telah dikeluar didalam mulutku ku keluarkan lagi ke atas batang kemaluannya, hanya untuk kuhisap lagi. Fariz terlihat begitu menikmati oral seks ini. Akhirnya kutelan semua sperma Fariz, dan kuhisap lagi kemaluannya untuk membersihakan sisa-sisa spermanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak Riz?”, tanyaku puas.&lt;br /&gt;“Enak banget tante. Beda ya sama masturbasi”, jawabnya polos.&lt;br /&gt;Aku hanya tertawa sambil menjawab, “ada yang lebih enak, mau?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun mulai mengulum kembali batang kejantanan Fariz yang telah terkulai. Aku sengaja melakukan oral terlebih dahulu kepada Fariz, supaya nanti saat permainan utama dia tidak cepat ‘keluar’. Pelan-pelan aku mulai menjilati kemaluannya. Posisi Fariz kini tiduran kembali dengan kedua kaki diangkat, sehingga kepalaku berada dikedua pahanya. Jilatanku mulai berubah menjadi kuluman. Semakin lama semakin cepat, akupun mulai memperkuat hisapanku pada kepala penisnya. Sesekali paha Fariz menjepit kepalaku menahan rasa geli di penisnya. Ketika penis fariz telah berdiri lagi aku menghentikan oralku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh..kenapa tante?”, tanyanya heran.&lt;br /&gt;“Gantian dong, masa kamu aja yang enak?!”, kataku.&lt;br /&gt;“Maksudnya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun mulai berbaring dan menarik Fariz ke pelukanku. Akupun mulai menciumnya. Mula-mula dia seperti risih, tetapi permainan lidahku mulai mengajarinya untuk berciuman. Kami terus berpelukan sambil berciuman, sesekali penisnya menyentuh klitorisku dan ini membuatku makin menggila. Puas berciuman aku mengarahkan kepalanya ke bauah dadaku. Kini Fariz telah tahu apa yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;Nafsuku makin tak tertahan. Aku mengangkat kepala Fariz, “Riz, jilatin ‘itu’ tante”.&lt;br /&gt;“Yang mana tante?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengambil posisi bersandar pada pinggiran tempat tidur. Kutekuk pahaku dan kubuka lebar-lebar pahaku. Kedua tanganku memegang vaginaku, jari-jariku menyisir bulu kemaluan. Setelah terlihat jelas kemaluanku yang telah basah dari tadi, kutunjukan klitorisku dengan kedua jari telunjuk.&lt;br /&gt;“Yang itu Riz, jilatin ‘itu’ tante”, pintaku setengah memelas.&lt;br /&gt;“Yang ini tante?”, katanya sambil menyentuh klitorisku.&lt;br /&gt;Sontak aku menggelinjang, sentuhan tangan Fariz pada klitorisku membuat tubuhku seperti melayang.&lt;br /&gt;Dia tampaknya menikmati hal ini.&lt;br /&gt;“Yang ini ya?”, tanyanya lagi sambil mulai memainkan klitorisku.&lt;br /&gt;“Aaaahhhh…ii..iiyyaaa…yang itu. Ka..kha..kamu nakal ya”, kataku mulai terengah-engah.&lt;br /&gt;“Aaaahhhh…oouuuhh….uuuhhhhh….j ilatin aja Riz”, kataku tak tahan sambil menurunkan kepalanya kekemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fariz mulai menjilati vaginaku, mula-mula meras aneh, mungkin karena aroma khas vagina yang telah basah. Akupun makin melebarkan pahaku, sambil tanganku membuka vaginaku agar tampak klitorisku oleh Fariz.&lt;br /&gt;“Jilatin yang ini Riz”, kataku sambil menunjukkan letak klitoris.&lt;br /&gt;Fariz mulai menjilati klitorisku dengan lidahnya. Akupun memegang kepalanya dan menggerakkan kepala Fariz naik turun di atas klitorisku. Gerakan lidah Fariz yang kasar menari diatas klitorisku membuatku hampir mencapai orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat-cepat kuangkat kepala Fariz dan kutarik badannya kearahku. Dengan tisak sabar kupegang batang kemaluannya yang telah keras kembali, kuarahkan ke vaginaku.&lt;br /&gt;Cllep…bleessshhh…penisnya langsung masuk kedalam vaginaku yang sudah semakin basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaaahhhh…”, teriakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai memegang pinggang fariz dan menggerakkannya maju mundur.&lt;br /&gt;Plok..plok..plookk…cloopps…clo oppss….suara selangkangan kami beradu ditengah semakin banjirnya cairan vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooooohhh…aaahhhhh…aaahhh…..aa ahhh….aaaa..aaaaa….aaaahhhh…te rus Riz…eennaaak”, teriakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai manarik-narik rambutnya, sambil sesekali kuciumi Fariz dengan brutal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmmppph..hmmmppp…aahhhh..hmm pphh…ooohhh….ohhh yyeesss..hmmmppphhhh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakiku kini melingkari pinggang Fariz agar penisnya bisa masuk sedalam-dalamnya kedalam vaginaku. Tubuhnya menempel dengan tubuhku, kamipun bermandikan keringat. Sensasi bersetubuh dengan bocah polos yang masih perjaka ini benar-benar membuatku bernafsu. Tangan Fariz mulai memainkan kembali buah dadaku. Tidak berapa lama aku merubah posisi. Aku berjongkok di atas Fariz. Ku pegang penisnya dan kumasukkan kedalam vaginaku.&lt;br /&gt;Plok..plok..plok..vaginaku berbunyi karena sangat basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugoyangkan badanku maju mundur, penis Fariz melesak penuh kedalamku. Goyangan ini makin menggesek klitorisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaahhhhh…ooouuuhhhhh….eenaaaa kkkkkk”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu sebentar lagi fariz akan ejakulasi yang kedua, sehingga aku marubah posisiku menjadi “doggy style”. Tubuhku bersandar pada sandaran temapt tidur. Fariz tanpa permisi langsung memasukkan penisnya dengan tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah!” jeritku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fariz makin tidak sabaran. Dia terus memompa vaginaku dengan batangnya, batang yang baru sekali ini merasakan nikmatnya dunia. Dia terus menggerakkan tubuhnya maju mundur, makin lama makin cepat, sambil tangannya memegang pinggulku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah..ah..ah…teerrruuus Riz….terruuusss…..aaaaahhhh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tan, Faarriizz maau kke…..lluaarr….giimaannaa nihhhh…..aahhhh…ahhh?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahhh…aahhh…kkee…ahh…keeluaari nn aja Riz…aahhhhh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plok..plook…clooppss….cloppss… .&lt;br /&gt;Akupun mulai bersiap meneriam muntahan sperma fariz didalam vaginaku, akupun mulai mencapai orgasme yang sejak tadi kutahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahhhhh…tteerrruuussss Rizzzzz…tante ju….Ah!..ga mau keeluuuarrr……aaahhhhh…terusss” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fariz terus mempercepat kocokan penisnya di dalam vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aahh…ahhh..AAAAHHHHHHHHH….!!! !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fariz memuntahkan seluruh spermanya didalam vaginaku. Kurasakan semprotan kuatnya di dinding vaginaku, seperti dikejutkan oleh sengatan listrik. Vaginaku langsung terasa hangat dan basah oleh cairan spermanya, tapi aku tidak menghentikan goyangannya. Tidak berapa lama….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh…oh…oh…ah..ah..ah..ah..ah.. AAAAHHHHHHH!!!!”, akupun berteriak karena orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaginaku makin basah oleh karena cairan kami berdua. Aku tidak membiarkan Fariz melepaskan penisnya dari vaginaku, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana Riz, lebih enak dari yang tadi kan?”, tanyaku.&lt;br /&gt;“He..he..he..iya tan, jauh lebih enak”, jawabnya sambil mengikuti goyangan pinggulku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan mengecilnya penis Fariz, keluar jugalah cairan spermanya dari dalam vaginaku. Cairan sperma itu langsung menempel pada kami berdua. Aku langsung berbalik dan menghisap cairan sperma yang ada pada penis Fariz.&lt;br /&gt;Sambil merasa kegelian Farisz berkata, “Makasih ya tan, ga rugi nganterin tante”.&lt;br /&gt;“Aku juga ga rugi dianterin kamu”, jawabku singkat lalu kembali mengulum penis Fariz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian &lt;a href="http://cerita.modelperawan.com/"&gt;cerita dewasa&lt;/a&gt; kali ini, yang memberikan sensai seks tinggi bagi para pembaca sekalian. mungkin sebagian cerita ada yang di ubah, namun tak banyak merubah cerita asli dari pengakuan seorang tante girang tentang kehidupan seks nya dengan sang brondong...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-782135808549445600?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/782135808549445600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/782135808549445600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/07/cerita-seks-brondong.html' title='Cerita seks Brondong'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-3034189484861205230</id><published>2009-06-25T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T01:40:41.266-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot ibu guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek ibu guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngintip ibu guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan ibu guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toket ibu guru'/><title type='text'>Ibu Guru Yang seksi</title><content type='html'>Bagaimana jika cerita percintaan dengan orang dewasa berlaku pada seorang yang kita hormati seperti ibu guru misalnya? mmhhh.. tentu akan membuat kita semakin bersensasi, mendapatkan kenimatan yang berbeda dari seks orang dewasa. Ibu guru yang seksi adalah &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; yang menceritakan pengalaman seks seorang murid yang bermula dari sebuah khayalan. Berikut cerita nya. Ibu guru ku yang seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai siswa sebuah SMU Swasta, aku bukanlah murid yang pintar tapi juga tidak bodoh-bodoh amat. Biasa-biasa saja. Tidak bisa dibanggakan. Yang bisa aku banggakan adalah wajahku yang ganteng dengan bentuk tubuh yang atletis. Tinggi jangkung dan berat yang seimbang. Dan paling aku banggakan adalah ukuran kemaluanku yang luar biasa besarnya, panjangnya 22 cm dengan diameter 5 cm. Membuat iri teman laki-lakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Doni, cukup terkenal di sekolahku. Mungkin karena aku bandel dan sering berganti-ganti cewek. Banyak teman sekolahku yang pernah aku tiduri. Mereka tergila-gila setelah menikmati kontolku yang luar biasa dan tahan lama kalau bersetubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, setelah semua pelajaran selesai aku bergegas pulang kerumah. Semua buku-buku sudah kumasukkan kedalam tas. Kustart sepeda motorku menuju jalan raya. Tapi di tengah perjalanan aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas. Dengan tergesa-gesa aku balik lagi ke sekolahku. Setelah mengambil kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju parkir sepeda motorku. Untuk mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melewati ruangan guru-guru, aku mendengan suara mendesah-desah disertai rintihan-rintihan kecil. Aku penasaran dengan suara-suara itu. Aku mendekati pintu ruangan, suara-suara itu semakin keras. Aku semakin penasaran dibuatnya. Kubuka pintu ruangan, dengan berjalan mengendap-endap, aku mencari tahu darimana datangnya suara-suara itu. Begitu mendekati ruangan Bu siska, aku terkejut. Disana kulihat Bu Siska, guru bahasa Inggrisku yang telah setahun menjanda, sedang bercumbu dengan Pak Rio, guru olahragaku, dalam posisi berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir mereka saling kecup. Lidah mereka saling sedot. Tangan Pak Rio meremas-remas pantat Bu Siska yang padat, sedangkan tangan Bu Siska melingkar dipinggang Pak Rio. Mereka yang sedang asik tak tahu akan kehadiranku. Aku mendekati arah mereka. Aku membungkukkan badan dan bersembunyi dibalik meja, mengintip mereka dari jarak yang sangat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyudahi bercumbu, kemudian Pak Rio duduk dipinggir meja, kakinya menjuntai kelantai. Bu Sisca berdiri didepannya. Bu siska mendekati Pak Rio, dengan buasnya dia menarik celana panjang Pak Rio. Tak ketinggalan celana dalam Pak Rio juga diembatnya. Hingga Pak Rio setengah telanjang. Bu Siska menguru-urut kontol Pak Rio. Kontolnya yang tidak begitu besar, sedikit demi sedikit menegang. Bu Siska membungkukkan tubuhnya, hingga wajahnya pas diatas selangkangan Pak Rio. Kontol Pak Rio diciuminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Isep.. sayang.. isep.. kontolku" suruh Pak Rio.&lt;br /&gt;Bu Siska tersenyum mengangguk. Dia mulai menjilati kepala kontol Pak Rio. Terus turun kearah pangkalnya. Bu Siska sangat pintar memainkan lidahnya dikontol Pak Rio.&lt;br /&gt;"Oohh.. enakk.. sayang.., truss.., truss".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Rio mengerang ketika Bu Siska mengulum kontolnya. Seluruh batang kontol Pak Rio masuk kemulutnya. Kontol Pak Rio maju mundur didalam mulut Bu Siska. Tangan Bu Siska mengurut-urut buah pelirnya. Pak Rio merasakan nikmat yang luar biasa. Matanya merem melek. Pantatnya diangkat-angkat. Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. Kuraba-raba kontolku yang menegang. Kubuka retsleting celanaku.Kukocok-kocok kontolku dengan tanganku. Birahiku memuncak. Ingin rasanya aku bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima belas menit berlalu, Pak Rio menarik dan menjambak kepala Bu Siska.&lt;br /&gt;"Akhh.., akuu.. mauu.., ke.. keluar sayang" Pak Rio menjerit histeris.&lt;br /&gt;"Keluarin aja sayang, aku ingin meminumnya" sahut Bu Siska.&lt;br /&gt;Bu Siska tak mempedulikannya. Semakin cepat dikulumnya kontol Pak Rio dan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal kontol Pak Rio seirama kocokan mulutnya. Kontol Pak Rio berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan crott! crott! crott! Pak Rio menumpahkan spermanya didalam mulut Bu Siska. Bu Siska meminum cairan sperma itu. Kontol Pak Rio terus dijilatinya, hingga seluruh sisa-sisa sperma Pak Rio bersih. Kontol Pak Rio kemudian mengecil didalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Rio yang sudah mencapai orgasme kemudian turun dari meja.&lt;br /&gt;"Kamu puas sayang dengan serviceku" tanya Bu siska.&lt;br /&gt;"Puas sekali, kamu pitar sayang" puji Pak Rio sambil tersenyum.&lt;br /&gt;"Gantian sayang, sekarang giliranmu memberiku kepuasan" pinta Bu Siska.&lt;br /&gt;Bu Siska melepaskan gaunnya, juga pakaian atasnya, hingga dia telanjang bulat. Astaga ternyata Bu Siska tak memakai apa-apa dibalik gaunnya. Aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putih bersih, ramping dan sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk memeknya yang indah dihiasi bulu-bulu yang dicukur tipis dan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Siska kemudian naik keatas meja, kakinya diselonjorkan kelantai. Pak Rio mendekatinya. Memek Bu Siska diusap-usp dengan tangannya. Jari-jarinya dimasukkan, mencucuk-cucuk memek Bu Siska. Bu Siska menjerit nikmat.&lt;br /&gt;"Isep sayang, isep memekku sayang" pinta Bu Siska menghiba.&lt;br /&gt;Pak Rio menurunkan wajahnya mendekati selangkangan Bu Siska. Lidahnya dijulurkan kememek Bu Siska. Disibaknya bibir memek Bu Siska dengan lidahnya. Pak Rio mulai menjilati memek Bu Siska.&lt;br /&gt;"Oohh.. truss.. sayang.., jilatin terus.., akhh" Bu Siska mendesah.&lt;br /&gt;Pak Rio dengan lihainya memainkan lidahnya dibibir memek Bu Siska. Dihisapnya memek Bu Siska dari bagian luar kedalam. Memek Bu Siska yang merah dan basah dicucuk-cucuknya. Kelentitnya disedot-sedot dengan mulutnya.&lt;br /&gt;"Oohh.., enakk.., truss.., truss.., sayang" jerit Bu Siska.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh bagian memek Bu Siska dijilati Pak Rio. Tanpa sejengkalpun dilewatinya.&lt;br /&gt;"Akkhh.., akuu.. mauu.. ke.. keluar.. sayang" erang Bu Siska.&lt;br /&gt;Memeknya berkedut-kedut. Otot-otot memeknya menegang. Dijambaknya rambut Pak Rio, dibenamkannya keselangkangannya.&lt;br /&gt;"A.. akuu.., keluarr.., sayang" Bu Siska menjerit histeris ketika mencapai orgasme. Memeknya sangat basah oleh cairan spermanya. Pak Rio menjilati memeknya hingga bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu puas Sis?" tanya Pak Rio pendek.&lt;br /&gt;"Belum! Entot aku sayang, aku ingin merasakan kontolmu" pinta Bu Siska.&lt;br /&gt;"Maaf Sis! Aku tak bisa, aku harus pulang".&lt;br /&gt;"Nanti istriku curiga, aku pulang sore" sahut Pak Rio menolak.&lt;br /&gt;"Kamu pengecut Rio! Dikasih enak aja takut!" kata Bu Siska jengkel.&lt;br /&gt;Matanya meredup, memohon pada Pak Rio. Pak Rio tak mempedulikannya. Dia mengenakan celananya, kemudian berlalu meninggalkan Bu Siska yang menatapnya sambil memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kesempatanku! Pikirku dalam hati. Nafsu birahiku yang sudah memuncak melihat mereka saling isap, ingin disalurkan. Setelah Pak Rio berlalu, kudekati Bu Siska yang masih rebahan diatas meja. Kakinya menggantung ditepi meja. Dengan hati-hati aku berjalan mendekat. Kulepaskan baju seragamku, juga celanaku hingga aku telanjang bulat. Kontolku yang sudah menegang, mengacung dengan bebasnya. Sampai didepan selangkangan Bu siska, tanganku meraba-raba paha mulusnya. Rabaanku terus keatas kebibir memeknya. Dia melenguh. Kusibakkan bibir memeknya dengan tanganku. Kuusap-usap bulu memeknya. Kudekatkan mulutku keselangkangannya. Kujilati bibir memeknya dengan lidahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Si.. siapa.., kamu" bentak Bu Siska ketika tahu memeknya kujilati.&lt;br /&gt;"Tenang Bu! Saya Doni murid Ibu! Saya Ingin memberi Ibu kepuasan seperti Pak Rio" sahutku penuh nafsu.&lt;br /&gt;Bu Siska tidak menyahut. Merasa mendapat angin segar. Aku semakin berani saja. Nafsu birahi Bu Siska yang belum tuntas oleh Pak Rio membuatnya menerima kehadiaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melanjutkan aktivitasku menjilati memek Bu Siska. Lubang memeknya kucucuk dengan lidahku. Kelentitnya kusedot-sedot.&lt;br /&gt;"Oohh.., truss.. Don.., truss.. isep.. sayang" pintanya memohon.&lt;br /&gt;Hampir setiap jengkal dari memek Bu siska kujilati. Bu Siska mengerang menahan nafsu birahinya. Kedua kakinya terangkat tinggi, menjepit kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima belas menit berlalu aku menyudahi aktivitasku. Aku naik keatas meja. Aku berlutu diatas tubuhnya. Kontolku kuarahkan kemulutnya. Kepalanya tengadah. Mulut terbuka menyambut kehadiran kontolku yang tegang penuh.&lt;br /&gt;"Wow! Gede sekali kontolmu!" katanya sedikit terkejut.&lt;br /&gt;"Isep Bu! Isep kontolku!" pintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Siska mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia memainkan lidahnya.&lt;br /&gt;"Truss.. Buu.. teruss.., isepp" aku mengerang merasakan nikmat.&lt;br /&gt;Bu Siska menghisap-isap kontolku. Kontolku keluar masuk didalam mulutnya yang penuh sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akuu.. tak.., tahann.., sayang! Entot aku sayang" pintanya.&lt;br /&gt;"Ya.., ya.. Buu" sahutku.&lt;br /&gt;Aku turun dari meja, berdiri diantara kedua pahanya. Kugenggam kontolku, mendekati lubang memeknya. Bu Siska melebarkan kedua pahanya, menyambut kontolku. Sedikit demi sedikit kontolku memasuki lubang memeknya. Semakin lama semakin dalam. Hingga seluruhnya amblas dan terbenam. Memeknya penuh sesak oleh kontolku.&lt;br /&gt;Aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur. Klecot!Klecot! Suara kontolku ketika beradu dengan memeknya.&lt;br /&gt;"Ooh.., nik.. matt.., sayang.., truss" Bu Siska mendesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas kontolku yang bergerak-gerak maju mundur.&lt;br /&gt;"Ooh.., Buu.., enakk.. banget.., memekmu.., hangat" desahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tiga puluh menit aku menggenjotnya, kurasakan memeknya berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.&lt;br /&gt;"Akuu.., tak.. tahan.., Don, aku.. mau.. keluarr" jeritnya.&lt;br /&gt;"Tahan.. Buu.., aku.. masih tegang" sahutku.&lt;br /&gt;Dia bangun duduk dimeja memegang pinggangku erat-erat, mencakar punggungku.&lt;br /&gt;"Akkhh.., akuu.. keluar" Bu Siska menjerit histeris.&lt;br /&gt;Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Bu siska mencapai orgasmenya. Ibu guruku yang sudah berumur 37 tahun menggelepar merasakan nikmatnya kusetubuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang masih belum keluar, tak mau rugi. Kucabut kontolku yang masih tegang. Kuarahkan kelubang anusnya. Kedua pahanya kupegang erat.&lt;br /&gt;"Ja,.jangan.., Don" teriaknya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.&lt;br /&gt;Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku hingga setengah batang kontolku masuk kelubang anusnya yang sempit.&lt;br /&gt;"Aow! Sakitt.. cabutt.., Don.., aku.. sakitt.. jangan" teriaknya keras.&lt;br /&gt;Kusodok terus hingga seluruh batang kontolku amblas. Kemudian dengan perlahan tapi pasti kugerakkan pantatku maju mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan Bu Siska mengendor. Berganti dengan desahan-desahan dan rintihan kecil. Bu Siska sudah bisa menikmati sentuhan kontolku dianusnya.&lt;br /&gt;"Jadi dicabut ngga Bu" candaku.&lt;br /&gt;"Jangan sayang, enak banget" katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusodok terus lubang anusnya, semakin lama semakin cepat. Bu Siska menjerit-jerit. Kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Aku semakin mempercepat sodokanku ketika kurasakan akan mencapai orgasme.&lt;br /&gt;"Buu.., akuu.. mauu.. ke.. keluarr" aku melolong panjang.&lt;br /&gt;"Akhh.. akuu juga sayang" sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang anusnya. Kutarik kontolku. Kuminta dia turun dari meja untuk menjilati kontolku. Bu Siska menurutinya. Dia turun dari meja dan berlutut dihadapanku. Kontolku dikulumnya. Sisa-sisa spermaku dijilatinya sampai bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu hebat Don, aku puas sekali" pujinya.&lt;br /&gt;"Aku juga Bu" sahutku.&lt;br /&gt;"Baru kali ini memekku dimasuki kontol yang sangat besar" katanya.&lt;br /&gt;"Ibu mau khan terus menikmatinya" kataku.&lt;br /&gt;"Tentu sayang" jawabnya sambil berdiri dan mengecup bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami beristirahat sehabis merengkuh kenikmatan. Kenikmatan selanjutnya kudapatkan dirumahnya. Bu Siska, guruku ternyata hyperseks. Dia kuat sekali ngentot. Satu malam bisa sampai empat kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bercinta dengan ibu guru atau orang yang lebih dewasa dari kita memang mendapatkan sensasi yang lebih, terlebih lagi percintaan itu di lakukan dengan dasar suka sama suka dan keinginan mendapatkan kepuasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-3034189484861205230?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/3034189484861205230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/3034189484861205230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/06/ibu-guru-yang-seksi.html' title='Ibu Guru Yang seksi'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-47074168146486405</id><published>2009-06-18T11:12:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T11:19:10.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan pembantu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan istri bos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks ibu muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Istri Bos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan majikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex tante'/><title type='text'>Bercinta dengan Istri Bos</title><content type='html'>Cerita ini …lanjutan ..kisah saya yang terdahulu” &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/03/bercinta-dengan-pembantu.html"&gt;bercinta dengan pembantu&lt;/a&gt;”&lt;br /&gt;Karena saya pindah ke kantor Jakarta maka saya berpisah dengan Asih. walaupun kali ini istri bos ku bukanlah seorang &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;tante girang&lt;/a&gt;, tapi tante yang kalem ini bener-bener bikin aku ah uh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu kantorku bikin cabang di Jakarta , dan recruit orang asing ( hangguk saram ) baru…yang akan jadi bosku dan bersama-sama ditempatkan di cabang Jakarta , kebetulan calon bosku ini memang sebelumnya tinggal di Tangerang..dan baru saja menikah dengan Cewek pribumi dari bogor…. Nama panggilannya Chacha padahal nama aslinya Siti Julai*** he..eheh baru berumur 20 th Cerita Ketemu dengan bos aku katanya dulu waktu dia kerja di mall Krwc.jadi SPG Cantik, putih, rambut panjang ,… tipikal cewek sonolahsayangnya denger2 sih cuman lulusan smp kesan pertama saya ketemu…. Wah boleh juga nih istri Bos… hehehe……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saya tinggal bersama bos saya dirumahnya di daerah LP Krwc , sementara masih kontrak 2 kamar yang berdampingan , sementara kantor jauh di daerah jakut….&lt;br /&gt;Tiap hari saya sama bos aku pulang pergi selalu berdua, kemana-mana berdua…, dugem, karaoke,. pulang malam terusss…bahkan kadang pagi …namanya jg WNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara istri yang baru dikawinin sering…ditinggal sendiri dirumah…kalau dah pulang telat….pasti mbak chacha ( begitu aku panggil biarpun istri bos… tp umurnya jauh dibawahku dan dia panggil aku mas andri ) pasti dia telepon saya, tanya posisi dimana … suaminya ngapain dlll, kadang-kadang bosku mabuk berat…dang a mau pulang…sementara istri telpon melulu kesaya terpaksa bosku saya seret aja ke mobil….dan sring jg berantem sampai pukul-pukulan di dalam mobil……anehnya setelah dia sadar dari mabuknya ga ingat kejadian …berantem sama aku semalam kadang-kadang klo dah mabuk bawa cewek.. CI di hotel…aginya tanya ke aku “ semalam saya sama cewekkah? ” glek..lah cewek semalem dikemanain…bayar mahal.hehehe saya ga habis piker orang mabuk bisa sebegitunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke istrinya…Hamper tiap hari pulang malam ato hampir pagi……mulai terjadi pertengkaran2 diantara mereka kudengar lewat kamar samping kadang2 pertengkaran diakhiri dengan making love…sehingga suara…suara…kenikmatan sampai terdengar di kamarku&lt;br /&gt;Busyetttt gw kadang horny jg dengernya..kebiasaan lagi klo dah mabuk berat bosku langsung masuk kamar dan tidur Dan sang istri biasanya datang ke aku tanya habis dari mana…ngapain…Curhat.. ya jawab aja sekenanya….sambil bohong2 dikit..saya jadi tau persis kapan mbak chacha ini ditiduri…dan berapa lama ga ditiduri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan mereka baru 2 bln. pada malam itu seperti biasa kami pulang larut malam dan kondisi bosku mabuk berat…. Sehingga sampai rumah langsung masuk kamar…… istrinya kemudian datang ke kamar saya “ abis dari mana aja tadi? “ , “ ga kemana-mana mbak, cuman di café becak” .(gw bohong ) padahal abis dari diskotik CP . “sama cewek ya ? “ dia tanya lagi , “ ga, mbak cuman minum doing “ jawabku, “ mas andri jangan bohong ya” “ itu bekas liptik di bajunya, punya sapa!! “ katanya keras, ..glek…goblok sekali si bos ini…., waduuuh aku harus bilang apa ini….” Tuh kan diam.” Suaranya menggelegar …” ga …mbak minumnya emang ditemani cewek, tp kita ga ngapain2 kok” jawabku sekenanya , kulihat dimatanya mulai berkaca-kaca….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bohong..mas andri bohong….pasti maen sama cewek lain….saya sudah sering kali ditipu bahkan sebelum mas andri ada disini” dengan nada yang serak menahan tangiss, “ ngga kok mbak…saya selalu jaga dia kok mbak….ni bahkan dompetnya saya bawa” …memang biasa sebelum minum dompet bos selalu dikasih aku..jadi aku yang bayar semua klo dia sudah mabuk, saya sadar betul istri bos ini masih mudah , baru nikah… lagi hot-hotnya…dan seminggu ini saya tidak denger suara kenikmatan dari kamarnya, pasti dia butuh sekali, sapa suruh nikah sama orang asing, resikonya ya begini ..kata batinku.,..”bohoooong “ kembali dia menjerit sambil mau memukul dadaku, reflex…langsung aku tangkap tangannya.dan aku rangkul tubuhnya ….ehhh dia malah menangis didadaku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku diam saja…gat au apa yang harus aku lakukan.selama beberapa menit dia masih…menagis didadaku, “ udah mbak…sabar” cuman itu kataku menghibur “ uk..uk…saya menyesal mo nikah sama dia mas andri”&lt;br /&gt;“ udahlah… itukan sudah terjadi…ga bisa kita balik lagi kemasa lalu , mo gimana lagi sekarang….salah satu jalan ya mbak harus menikmati apa yang ada” du…kayaknya setan burik dah mulai memanas-manasi “ bagaimana menikmati klo gini….” Kata dia sambil terisak…” ya , bikin senenglah…dia kan banyak uang,…maen aja ke mall…kemana2 gitu biar nglupain masalah” kataku, “klo itu sih gampang , tapi kebutuhan kan ga itu saja “ katanya, ho..ho… mulai nih…hehehe , “ ya cari kesenangan lah ..bagaimana caranya , biar sama-sama enak dan pertengkaran bisa dikurangi” kataku, ….anehnya sudah bicara panjang begitu… tubuhnya masih menempel dengan tubuhku, kami diam sejenak….. kemudian tiba-tiba dia mendongak keatas dan mencium bibirku, “ Upss …apa ini mbak” aku lepaskan tubuhku dari dia dan pura-pura kaget….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehe reaksi ini yang sebenarnya dari tadi aku harapkan. “kenapa…mas…, tadi kan mas andri saya harus cari kesenangan biar lupain masalah” katanya, “ iya tttapi….ttttapi…jangan ssssya “ heheh e pura-pura gugup, “ napa mass klo dengan mas andri saya senang , napa harus cari lain…” katanya “ urusannya nanti berat mbakk klo ketahuan..boss” kataku, “ ga papa mast oh dia klo mabuk ga bakalan inget… apa mas andri… ga suka sama saya?, saya liat mas andri sering curi-curi liat sama saya” , haisss ternyata aku selama ini dah ketahuan klo sering curi pandang, “ saya cantikkan mas? “ tanyanya “ iya sih” jawabku lirih.” Mo apalagi mass, bikin aku senang”, “ iya tapi tolong bener2 dirahasiakan ya “ pintaku “ aku jamin mas “ “ ya okeylah klo mbak chacha jamin “ jawabku, kebetulan pada malam itu bak chacha lagi pakai baju tidur merah muda yang tipis banget dan hampir tranparan , sehingga benjolan dada dan belahan pahanya terlihat jelas, ditambah mukanya yang masih merah bekas menangis, langsung aja aku sergap bibirnya yang merah…kucumbu dan kusedot lidahnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasnya mulai ngos..ngosan menahan nafsu…. Begitu juga aku…..terus kucium bibirnya …ku gigit telinganya dan kuhembuskan nafas ditelinga…. Semakin menambah nafsunya……., tanganku mulai mencari tali bra….dan kulepaskan. lalu pindah ke dadanya …dan kuremas-remas.”ouch… mas “ aku ga peduli dia mulai meracau kuangkat baju tidurnya melewati kepala sekalian lepas branya. Ho..hoh.ho …pemandangan yang sangat indah putih mulus. Kenceng sekali istri bos ini biarpun msih muda., terusss kurangkul dia dan kuelus punggungnya .halus.sekali. perlahan kecupanku pindah keleher… terus ke dadanya dan ke masing2 puncak bukit kembarnya….. “ ouch…mas…enak….mas “ silih berganti ku kecup dank u sedot nipple nya… mbak chacha semakin meracau…..sementara posisi kami masih berdiri dan dia tinggal cd aja yang menempel di tubuhnya , aku masih berpakaian lengkap….., “ mabak buka pakaianku…mbak…..” sambil terus mengulum teteknya….., perlahan tangannya mulai melepas kancing bajuku dan melepasnya bersama pakaian dalam ku dan selanjutnya ikat pinggang ku mulai dibuka serta kancing celana,sehingga jatuh, aku tinggal cd saja dia jg … sambil terus mencium…mengulum dan menjilat bagian dadanya, kurebahkan tubuh mbak chacha istri bosku ini ke tempat tidur…… jilatanku semakin turun dan akhirnya sampai di daerah V nya biarpun masih tertutup CD…. Perlahan kulepas CD….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pemadangan yang luar biasa …terpampang di depanku Belahan V yang merah merekah, dengan sedikit rambut. Uhhhhhh nikmat banget…..kesempatan ini….., tdak aku sia-siakan segera aku jilatin pinggir m****knya yang merah, cairan putih sudah mulai banyak mengalir disela-selanya….bertan da dia sudah sangat terangsang,… aku hisap-hisap dan ku mainkan It***lnya…. Dia semakin mengerang” masssss enak…..massssssss “ tangannya mulai menjambak rambutku.dan menekannya sehingga lidahku semakin dalam menghisap….rongga Vnya……kemudian aku pindah menjilati… pusernya terus keatas kembali ke te***knya…kuputer-puter sebentar dan terus keatas leher dan akhirnya bibir lagi… kutukar ludahku dengan ludanya kemudian aku jilatin seluruh mukanya yang putih mulus ….. lehernya……dadahnya …perutnya….sampai keteknya yang bersih pun aku jilat….ga ada bagian yang lepas dari jilatanku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mbak chacha hanya bisa menggelijang-gelinjang seperti cacing kepanasan….sambil terus meracau…..kulanjutkan ke tangannya sampai ujung jari tangannya… terus kembali ke tangan satunya……kembali lagi ke dada ouch nikmat sekali…jilatanku semakin turun ke daerah M**knya kuputer sebentar……turuk ke pahanya yang putih…..dengan sedikit bulu-bulu tipis di kakinya…. Membuat aku semakin bernafsu… sampai jari kakinya ,,,,,, pindah ke jari kaki kirinya…….dan naik lagi ke pangkal pahanya…… mbak chacha terus meracau tidak jelas., sepertinya bosku belum pernah memperlakukanya seperti ini “ ouch masssss…pintar sekali….enaaaaakk “ kembali dia meracau…….”mass aku sudah ga tahannnnnn masukin…mas…masukin ..” , “ bentar sayaaaang “ aku sudah ga manggil bak lagi ……dua jari tangan kananku kumasuk..kan ke Mmemeknya . dia menjerit…..”ouch…..uuuuuu…” ku korek2 rongga M**kya dengan jariku ….dia semakin mengelinjang …dan mengangkat-angkat pinggulnya………. Masss masukin ko***lmu…masukin masssss aku ga tahaaaan…….” Dari tadi dia belum liat ko***lku , yang besar dan tinggi menjulang bagai monas ini” kuambil posisi…… perlahan kuputer kepala torpedoku di sekitar belahan M****knya, mbak chacha semakin meracau…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;plzzzzzzz masssss masukin…….aku ga tahan perlahan kumasukkan ko****lku rasanya tidak muat dilubangnya dia yang kecil, kutekan semakin dalam …. Dia menjerit….mas …sakit….. “ tahan sayangg “ kataku , rupanya selama ini yang telah masuk lubang ini jauh lebih kecil dari torpedoku…. Sehingga dia merasa kesakitan…., kembali kutekan K*****lku semakin dalam dan masuk semua ke dalam lobang M***knya, “enaaaaaaak mas…” Perlahan mulai kupompa .nikmat bener istri bosku ini…….masih peret….. ABG sih hehehehe., semakin keras dan cepat kugerakkan K*****lku….dia semakin menggelepar… kuangkat kakinya dan kutaruh dipundakku Panetrasiku semakin dalam….massssss ammmmpunnnn mas , dasar ABG baru segini sudah ampun –ampun batinku belum gaya yang lain……. Semakin cepat kugerakkan dan dia semakin meracau…… sementara lelehan Lumpur putih mengalir semakin deras….sehingga setiap hentakanku menimbulkan irama yang merdu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cpok…cpok…cpokkk , kutundukkan badanku dan kuciumi teteknya sambil terus menggejot… istri bosku ini….. kuangkat badannya dank u puter sehingga sekarang aku yang ada dibawah…….. “ kamu yang genjot…. Sayang….. “ kataku…. Mulai dia memaju mundurkan pinggulnya…… K******lku semakin terjepit … dan rasanya ruaaaarrrr biasa nikmatnya …….terus dia memaju mundurkan pinggulya semakin cepat….. dan kepalanya tak henti-hentinya dipalingkan kanan kiri keatas….seperti orang kesurupan…… ouuuuuuhhhhh nikmat sayaaaaaang…. Oh lebih nikmat dari semua cewek yang aku tiduri ….oooooooooooo, dia jg semakin kesetanaan……massssss ga tahaaaannnnnnnnnn massssssss” tahan sedikit sayaang kita keluar barenggggg ,… aaahhhh….ahhhhh.aahhhhhhahh aku meracau …. Ayo sayangggg lebih kerassss… , massssssssssss mau keluar …. Aku jg sayaaaang ..oooooooooo ouchhhhhhhhhhhhhhhh dengan jeritan yang panjang ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami berdua keluar bersamaan , rasanya nikmatnya dunia ga ada yang menandingi rasa nikmat ini…. Mbak chacha langsung ambruk di atasku .. kurasakan tubuh kami bersentuhan …..halusssssss dan kupeluk dia…mas andri….. enakkk sekali ko***l mas., masss bikin aku senang terus ya “ pintanya…..”iya sayang… kapanpun kamu mau, aku juga pingin kamu jilatin kayak aku tadi…” iya nanti kita istirahat dulu…..rasanya persendianku luluh lunglai ”&lt;br /&gt;Malam itu kami bermain sepuasnya sampai pagi, dia gentian menjilatin tubuhku …..berganti-ganti gaya… Sampai jam 4.00 pagi dia aku suruh pindah kekamarnya untuk menemani suaminya…. Ang sudah ga bergerak…..karena pengaruh minuman keras sejak saat itu pertengkaran2 semakin jarang terjadi….karena aku siap menjadi penengahnya Beberapa bulan kemudian aku pindah tinggal di mess kantor, karena aku terlalu capek jarak kantor –rumah terlalu jauh….. dan sering terlambat…. Karena urusanku antar Negara sementara .negara K……. waktunya 2 jam lebih cepat. Jadi aku putuskan tinggal di mess kantor….. tapi kadang2 aku masih ikut ke rumah bosku , apalagi klo weekend ditambah ada telp… butuh pelayananku hehehehe. syukurlah. Aku telah membuat bosku dan istrinya damai., Tanpa mengurangi kenikmatan yan ada.hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas dengan istri bosku berhenti ketika aku putuskan menikah dengan pacarku yang aku pacari sudah 6 thn.. tapi hubngan keluargaku dan keluarga bosku masih baik seperti dulu tidak terjadi apa-apa sekarang masih kerja sama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pengalamankan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bermain seks&lt;/span&gt; dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;istri bos&lt;/span&gt;.. Benar benar bikin crot...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-47074168146486405?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/47074168146486405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/47074168146486405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/06/bercinta-dengan-istri-bos.html' title='Bercinta dengan Istri Bos'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-4224866373345578991</id><published>2009-06-14T10:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T10:37:40.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips mendapat tante girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex tante girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex setengah baya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perselingkuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips mendapatkan tante girang di internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante selingkuh'/><title type='text'>Ngentot  istri Orang</title><content type='html'>Pengalaman seorang pria bercinta dengan istri orang  karena perkenalan lewat dunia maya. silahkan menikmati ceritanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw mao sedikit intro ttg TTM gw yg notabene adalah binor. nama dia Eve (nama samaran aja yah, menjaga privacy) umur 26 thn, chinese.. spek lengkapnya menyusul nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw kenal Eve sejak 15 jan 08 lalu, dari satu forum yang lebih condong ngebahas ttg pernikahan, kebetulan sub forum ini lebih ke arah love&amp;sex. Dia buat thread ttg hubungannya dgn suaminya yg kurang harmonis, disana dia banyak cerita ttg gimana kehidupan love&amp;sex dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di thread itu pula dia cerita kalo dia pesan sextoys secara online atas saran dari member forum itu, sampe akhirnya sextoys itu sampe di rumah dia, dan dicobain (dia beli dua item, yg bola2 kecil dan dildo) suaminya dikasih tau ttg hal ini, tp suaminya itu orgnya cuek jadi dibiarinin aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian gw register id ym baru utk penyamaran, dan posting di thread itu utk menawarkan diri menjadi teman ngobrol, pucuk di cinta ulam tiba ... akhirnya dia add ym gw dan mulai berkenalan basa-basi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama2 dia gak mau kasih tau nama aseli, sampe akhirnya luluh juga. dan gw pun juga ngasih nama aseli gw, biar sama2 enak aja, trus mulai curhat2an. ssi dilakukan dari hari ke hari. detail ssi nya gw kaga save, soalnya ssi dilakukan di messenger kantor yg archievenya gw non-aktifin supaya aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detailnya gw dah lupa, tapi yg pasti gw tiap hari sapa dia dipagi hari, siang hari, sampe mau pulang kerja. dari awal gw udah ssi bilang sayang dan suka sama dia, dan dia biasa2 aja. sampe suatu hari gw coba pancing2 tanya gmn perasaan dia thd gw, dan dia bilang dia mulai suka ma gw (*hati berbunga-bunga deh*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ssi setiap hari, akhirnya dia berani bilang (i luv u too) mak nyuuusss ...&lt;br /&gt;gw udah lihat foto dia lewat fs, dan gw nanya2 ttg MMS .. ternyata dia gaptek, hpnya lom disetting GPRS nya dan dia gak ngerti cara pakai MMS. ya udah gw bimbing dia, udah coba bimbing setting GPRS, tapi ternyata susah juga .. akhirnya nyerah deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali waktu gw coba minta dia fotoin foto diri dia yg seksi, dan gw minta dikirimin lewat email. pertama2 dia gak mau, akhirnya dia mau juga .. dan gw dapet full body!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus gw manja2an sama dia, kadang via telpon... pertama2 gw yg telpon, lama kelamaan dia yg telpon gw .. walaupun jakarta-bandung ga masalah, namanya udah nempel. tiap kali gw tanyain kapan sempet ke jkt, gw dah gak sabar utk ketemuan ... dia bilang dia juga pengen ketemuan, tapi masih takut... katanya takut kalo gw ga suka ma dia, lgsg deh gw ssi lagi dan bilang gw ga akan bilang ga suka ma u, tapi gw akan menerima u apa adanya dan memberikan seks yg selama ini gak u dapetin dari suami u.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan stlh itu hampir tiap hari chat kita selalu dibumbui oleh chat2 yg bikin ngaceng. dia sendiri bilang selama kenal sama gw, pas dia ml sama suaminya .. yg dibayangin adalah muka gw, dan itu bikin dia tambah horny. shit man, gw horny banget saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senin minggu lalu, dia blg ke gw, temennya ada acara foto prewed dan dia diminta utk temenin, jadi rabu dan kamisnya dia mau minta cuti. jadi plannya adalah rabu ke jkt utk ketemu gw, kamis baru foto prewed temennya itu. jadi dia ada alibi ke suaminya utk cuti. stlh bertanya2 kethread lounge akhirnya gw tau tempat utk eksekusi Eve. tadinya berencana bulan maret baru mau ketemuan, tapi berhubung dia udah punya alibi, gw yg ikutin jadwal dia aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;janjian hari rabu pagi2 di citraland, gw cari2 alibi supaya bisa free hari itu. akhirnya pagi2 udah sms2an sama Eve, dan ternyta si Eve telat naik bus ke jkt, tadinya rencana naik yg jam 6, karena telat dia terpaksa naik yang jam 7.15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke lah gpp telat, gw urus2 kerjaan gw bentar dulu, terus ke apotik utk beli fiesta ultra safe. sampe di citraland jam 9. ternyata Eve sms, dia masih di bus. katanya baru mau masuk tol dalam kota, dan nanti stop di slipi, TA, baru di CL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singkat cerita dia sampe di CL jam 10an gitu. dia genggam tangan gw, halo ... gitu katanya, tangannya dingin banget... dia bilang grogi banget nih. gw perhatikan facenya, duh cantik banget ... rambutnya baru di cat hilite agak2 pirang. tingginya kurang lebih 160-165. pakai baju semacem sweater garis2 pink hijau. pakai jeans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus dia nanya mau jalan2 apa engga, wah gw bilang ngeri euy jalan2 di citraland, kalo ada koneksi nya polda atau koneksi gw yg lihat bisa runyam, gw bilang kita lgsg cari kamar aja, gw dah ga sabar mau peluk Eve (sebelomnya di chat udah pernah bicarain hal ini, kalo ketemu mau ngapain, dan gw bilang mau peluk Eve ... dan buka kamar aja biar gampang peluk2annya, dan dia udah setuju)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya kita meluncur ke PCG, gw bener2 newbie .. blom pernah kesono, dgn begonya gw tanya parkir motornya dimana mas? dia bilang lgsg masuk aja (dia nunjuk ke garasi dgn pintu ijo yg kebuka) ya udah gw masukin motor gw kesana. terus si Eve nanya2, gimana nih bayarnya gimana? gw bilang gw juga kaga tau lom pernah soalnya. terus ada tombol merah di dinding, gw pencet utk nutup pintu garasinya, dan kita berdua naek ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masuk kamar, wah nyaman kamarnya ... nyalain tv, nyalain ac .. beres2 sebentar. terus gw bilang; kemari dong, gw mau peluk Eve ... dgn malu2 dia nyamperin, kita pelukan sebentar. bbrp saat kemudian, ada suara mas2 dan lemari disamping pintu berputar. gw samperin, ga taunya disuruh bayar 147rb. gw keluarin 150rb dan ada bonus tango buat nyemil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;stlh bayar, gw samperin Eve, lanjutin pelukan yg tertunda tadi. gw uadh ga sabar, gw kiss bibir dia.. dia juga jago FK nya, lidahnya liar. gw lepasin baju dan bra Eve. ternyata foto2 yg dia kasih sama persis, nenen dia ga besar cuma 32A tapi ga masalah, yg penting masih bisa di remes2 ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw remes2 nenennya yg imut itu kiri dan kanan, ga berapa lama tangan gw coba utk buka jeans dia ... susah payah akhirnya kebuka juga .. skrg tubuh dia tanpa benang sehelaipun, dan gw juga buka jeans gw ... kita sama2 telanjang, dan gw kiss lagi bibirnya dgn ganas .. tangan gw ke pantatnya utk remas2 pantatnya. gw dah ngaceng berat saat itu, dan gw dorong kepala dia utk ke bawah, seakan udah mengerti aba2 dari gw .. Eve lgsg lumat kontol gw perlahan ... rasanya ga usah ditanya .... euuuuuuaannakkk banget! ternyata si Eve udah expert ngoral kontol, dah gitu gw bilang ayo tiduran diatas gw ... Eve nanya mau ngapain, gw bilang mao 69 .. pertama dia ragu2, tapi akhirnya mau juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw jilatin meki nya Eve, enak banget ngoral sambil di oral... tapi lama2 bosen juga, lgsg gw suruh dia rebahan, terus gw ambil fiesta ultrasafe dan pasangin caps lalu gw masukin kontol gw pelan2 ke meki Eve, krn udah basah jadinya gampang masukinnya, masuk gigi 1 ... desahan Eve makin gede, terpaksa masuk gigi 2 dan lanjut gigi 3 ... terus ke top speed, bbrp menit kemudian gw crot di caps, gw peluk Eve kenceng2 ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus lepas caps, buang ke tong sampah dan gw ajak Eve utk mandi bareng, pertama dia nolak .. tapi akhirnya mau juga. kita peluk2an bareng dan ngobrol betapa gilanya kita melakukan hal ini. gw iya2in aja, ga tau mau ngomong apa lagi. pas mandi bareng itu gw cuman tujuannya utk mandi, jadi kita cuman peluk2an doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abis gitu handukan, ntn tv .. ada berita2 gak penting. lalu kita peluk2an lagi. tapi dia bilang mau keringin rambut dulu, duduk di sofa samping deket jendela ya udah gw baringan sambil ntn tv, dia handukin rambutnya, dan di angin2in. bbrp menit kemudian rambut dia udah kering, gw epluk badannya, dan gw kiss lehernya .. dia kegelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abis gitu foreplay bbrp saat, dan dia oral kontol gw lagi pelan2... ooghhh yesss, enak banget Eve!&lt;br /&gt;tangan gw kobel2 mekinya, tapi gw susah konsen ke mekinya, soalnya lagi di oral enak banget dah... terus gantian, gw yg oralin Eve ... gila desahannya ga nahan, kenceng banget desahan Eve!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhubung udah sama2 basah, gw pasangin caps lagi dan coba utk masukin ke meki Eve ... tapi dia bilang dia blom basah, jadi di kocok2 sama Eve, wow kocokannya mantep banget, untung udah pakein caps ... jadi gak perih, nikmat bangetttt! sampe akhirnya Eve yg bimbing sendiri pake tangan Eve masukin ke lubang mekinya yg udah siap di genjot lagi. gw genjot perlahan ... ahhhh, enak banget, anget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw genjot genjot lagi, posis MOT. nikmat tenannnn. kakinya Eve gw angkat satu biar lebih enak. abis gitu gw angkat dua2nya... posisi agak susah soalnya masih di sofa, sempit banget tempatnya.. bbrp kali genjotan, gw minta pindah ke ranjang aja lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya di ranjang gw genjot lagi si Eve, dia keenakan ... dia bialng terus .. terus .. enakkk&lt;br /&gt;gw angkat kaki Eve dua-duanya, genjot dgn kecepatan sedang ... terus ke high speed, terus gw turunin lagi speednya ... waduh pokoknya nikmat banget dah, terus dia bilang kok lama banget keluarnya, ya udah gw genjot full spped ... sampe akhirnya gw ngecrot di caps, gw gak lgsg cabut kontol ... tapi gw peluk dia erat2 dulu, terus gw kiss dia. sampe akhirnya lemes dan gw buang caps gw ke tong sampah, dah gitu bersih2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tertarik mencoba perselingkuhan di dunia internet atau dunia maya? bisa saja. anda bisa dapat menikmati tubuh tante girang lewat dunia maya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-4224866373345578991?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4224866373345578991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/4224866373345578991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/06/ngentot-istri-orang.html' title='Ngentot  istri Orang'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-6679756734388575748</id><published>2009-06-14T09:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T09:14:40.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngetot mama tiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan mama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex dengan ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngeseks mama tiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan mama tiri'/><title type='text'>Bercinta dengan mama Tiri</title><content type='html'>memiliki pengalaman ngentot dengan mama tiri adalah pengalaman yang tak pernah terlupakan, berikut adalah kisah atau cerita ngetot seorang anak dengan mama tirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat usia 10 tahun, Papa dan Mama bercerai karena alasan tidak cocok. Aku sebagai anak-anak sih nerima aja tanpa bisa protes. Saat aku berusia 15 tahun, Papa kawin lagi. Papa yang saat itu berusia 37 tahun kawin dengan Tante Nuna yang berusia 35 tahun. Tante Nuna orangnya cantik, setidaknya pikiranku sebagai lelaki disuia ke 15 tahun yang sudah mulai merasakan getaran terhadap wanita. Tubuhnya tinggi, putih, pantatnya berisi dan buah dadanya padat. Saat menikah dengan Papa, Tante Nuna juga seorang janda tapi nggak punya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kawin, Papa jadi semangat hidup berimbas ke kerjanya yang gila-gilaan. Sebagai pengusaha, Papa sering keluar kota. Tinggallah aku dan ibu tiriku dirumah. Lama-lama aku jadi deket dengan Tante Nuna yang sejak bersama Papa aku panggil Mama Nuna. Aku jadi akrab dengan Mama Nuna karena kemana-mana Mama minta tolong aku temenin. Dirumahpun kalo Papa nggak ada aku yang nemenin nonton TV atau nonton film VCD. Aku senang sekali dimanja sama Mama baruku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sudah Papa kawin dengan Mama Nuna tapi belom ada tanda -tanda kalo aku bakalan punya adik baru. Bahkan Papa semakin getol cari duit dan sering banget keluar kota. Aku dan Mama Nuna semakin akrab aja. Sampai-sampai kami seperti tidak ada batasan sebagai anak tiri dan ibu tiri. Kami mulai sering tidur disatu tempat tidur bersama. Mama Nuna mulai nggak risih untuk mengganti pakaian didepanku walaupun tidak bener-bener telanjang. Tapi terkadang aku suka menangkap basah Mama Nuna lagi berpolos ria mematut didepan kaca sehabis mandi. Beberapa kali kejadian aku jadi apal kalo setiap habis mandi Mama pasti masuk kamarnya dengan hanya melilitkan handuk dan sesampai dikamar handuk pasti ditanggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali kejadian aku membuka kamar Mama yang nggak dikunci aku kepergok Mama Nuna masih dalam keadaan tanpa sehelai benang sedang bengong didepan cermin. Lama-lama aku sengajain aja setiap selesai Mama mandi beberapa menit kemudian aku pasti pura-pura nggak sengaja buka pintu dan pemandangan indah terhampar dimata mudaku. Sampai suatu ketika, mungkin karena terdorong nafsu laki-laki yang mulai menggeliat diusia 16 tahun, aku menjadi bernafsu besar ketika melihat Mama sedang tiduran dikasur tanpa pakaian. Matanya terpejam sementara tangannya menggerayang tubuhnya sendiri sambil sedikit merintih. Aku terpana didepan pintu yang sedikit terbuka dan menikmati pemandangan itu. Lama aku menikmati pemandangan itu. Kemaluanku berdiri tegak dibalik celana pendekku. Ah, inikah pertanda kalo anak laki-laki sedang birahi? Batinku. Aku terlena dengan pemandangan Mama Nuna yang semakin hot menggeliat-geliat dan melolong. Tanpa sadar tanganku memegang dan memijit-mijit si otong kecil yang sedari tadi tegang. Tiba-tiba aku seperti pengen pipis dan ahh koq pipisnya enak ya. Akupun bergegas kekamar mandi seiring Mama Nuna yang lemas tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti jadi pemandanganku setiap hari. Lama -lama aku jadi bertanya-tanya. Mungkinkah ini disengaja sama Mama? Dari keseringan melihat pemandangan ini rupanya terekam diotakku kalau wanita cantik itu adalah wanita yang lebih dewasa. Wanita berumur yang cantik dimataku terlihat sangat sexi dan sangat menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang sepulang aku dari sekolah aku langsung ke kamarku. Seperti biasa aku melongok ke kamar Mama. Kulihat Mama Nuna dalam keadaan telanjang bulat sedang tertidur pulas. Kuberanikan untuk mendekat Mumpum perempuan cantik ini lagi tidur, batinku. Kalau selama ini aku hanya berani melihat Mama dari balik pintu kali ini tubuh cantik tanpa busana bener-bener berada didepanku. Kupelototi semua lekuk liku tubuh Mama. Ahh, si otong bereaksi keras, menyentak-nyentak ganas. Tanpa kusadari, mungkin terdorong nafsu yang nggak bisa dibendung, kuberanikan tanganku mengusap paha Mama Nuna, pelan, pelan. Mama diam aja, aku semakin berani. Kini kedua tanganku semakin nekad menggerayang tubuh cantik Mama tiriku. Kuremas-remas buah dada ranum dan dengan naluri plus pengetahuan dari film BF aku bertindak lebih lanjut dengan mengisap putting susu Mama. Mama masih diam, aku makin berani. Terispirasi film blue yang kutonton bersama temen -temen, aku tanggalkan seluruh pakaianku dan si otong dengan marahnya menunjuk-nujuk. Aku tiduran disamping Mama sambil memeluk erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit sadar dan ketakutan ketika Mama tiba -tiba bergerak dan membuka mata. Mama Nuna menatapku tajam.&lt;br /&gt;“Ngapain Ndy? Koq kamu telanjang juga?” tanya Mama.&lt;br /&gt;“Maaf ma, Andy khilaf, abis nafsu liat Mama telanjang gitu” jawabku takut-takut.&lt;br /&gt;“Kamu mulai nakal ya” kata Mama sambil tangannya memelukku erat.&lt;br /&gt;“Ya udah Mama juga pengen peluk kamu, udah lama Mama nggak dipeluk papamu. Mama tadi kegerahan makanya Mama telanjang, e nggak taunya kamu masuk” jelas Mama.&lt;br /&gt;Yang nggak kusangka-sangka tiba-tiba Mama mencium bibirku. Dia mengisap ujung lidahku, lama dan dalam, semakin dalam. Aku bereaksi. Naluri laki-laki muda terpacu. Aku mebalas ciuman Mama tiriku yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya berjalan begitu saja tanpa direncanakan. Lidah Mama kemuidan berpindah menelusuri tubuhku.&lt;br /&gt;“Kamu sudah dewasa ya Ndy, gak apa-apa kan kamu Mama perlakukan seperti papamu” gumam Mama disela telusuran lidahnya.&lt;br /&gt;“Punya kamu juga sudah besar, belom sebesar punya papamu tapi lebih keras dan tegang”, cerocos Mama lagi.&lt;br /&gt;Aku hanya diam menahan geli dan nikmat. Mama lebih banyak aktif menuntun (atau mengajariku). Si otong kemudian dijilatin Mama . Ini membuat aku nggak tahan karena kegelian. Lalu, punyaku dikulum Mama. Oh indah sekali rasanya. Lama aku dikerjain Mama cantik ini seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama kemudian tidur telentang, mengangkangkan kaki dan menarik tubuhku agar tiduran diatas tubuh indahnya. Mama kemudian memegang punyaku, mengocoknya sebentar dan mengarahkan keselangkangan Mama. Aku hanya diam saja. Terasa punyaku sepertinya masuk ke vagina Mama tapi aku tetep diam aja sampai kemudian Mama menarik pantatku dan menekan. Berasa banget punyaku masuk ke dalam punya Mama. Pergesekan itu membuat merinding. Secara naluri aku kemudian melakukan gerakan maju mundur biar terjadi lagi gesekan. Mama juga mengoyangkan pinggulnya. Mama yang kulihat sangat menikmati bahkan mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya sehingga aku seperti sedang naik kuda diatas pinggul Mama.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Mama berteriak kencang sambil memelukku erat-erat, “Andyy, Mama enak Ndy” teriak Mama.&lt;br /&gt;“Ma, Andy juga enak nih mau muncrat” dan aku ngerasain sensasi yang lebih gila dari sekedar menonton Mama kemarin-kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lemes banget, dan tersandar layu ditubuh mulus Mama tiriku. Aku nggak tau berapa lama, rupanya aku tertidur, Mama juga. Aku tersadar ketika Mama mengecup bibirku dan menggeser tubuhku dari atas tubuhnya. Mama kemudian keluar kamar dengan melilitkan handuk, mungkin mau mandi. Akupun menyusul Mama dalam keadaan telanjang. Kuraba punyaku, lengket sekali, aku pengen mencucinya. Aku melihat Mama lagi mandi, pintu kamar mandi terbuka lebar. Uhh, tubuh Mama tiriku itu memang indah sekali. Nggak terasa punyaku bergerak bangkit lagi. Dengan posisi punyaku menunjuk aku berjalan ke kamar mandi menghampiri Mama.&lt;br /&gt;“Ma, mau lagi dong kayak tadi, enak” kini aku yang meminta.&lt;br /&gt;Mama memnandangku dan tersenyum manis, manis sekali. Kamuipun melanjutkan kejadian seperti dikamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Mama berjongkok di kloset lalu punyaku yang sedari tadi mengacung aku masukkan ke vagina Mama yang memerah. Kudorong keluar masuk seperti tadi. Mama membantu dengan menarik pantatku dalam -dalam. Nggak berapa lama Mama mengajak berdiri dan dalam posisi berdiri kami saling memeluk dan punyaku menancap erat di vagina Mama. Aku menikmati ini, karena punyaku seperti dijepit. Mama menciumku erat. Baru kusadari kalau badanku ternyata sama tinggi dengan mamaku. Dlama posisi berdiri aku kemudian merasakan kenikmatan ketika cairan kental kembali muncrat dari punyaku sementara Mama mengerang dan mengejang sambil memelukku erat. Kami sama–sama lunglai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian hari itu, kami selalu melakukan persetubuhan dengan Mama tiriku. Hampir setiap hari sepluang sekolah, bahkan sebelum berangkat sekolah. Lebih gila lagi kadang kami melakukan walaupun Papa ada dirumah. Sudah tentu dengan curi-curi kesempatan kalo Papa lagi tidur. Kehadiran Papa dirumah seperti siksaan buatku karena aku nggak bisa melampiaskan nafsu terhadap Mama. Aku sangat menikmati. Aku senang kalo Papa keluar kota untuk waktu lama, Mama juga seneng. Mama terus melatih aku dalam beradegan sex. Banyak pelajaran yang dikasi Mama, mulai dari cara menjilat vagina yang bener, cara mengisap buah dada, cara mengenjot yang baik. Pokoknya aku diajarkan bagaimana memperlakukan wanita dengan enak. Aku sadar kalo aku menjadi hebat karena Mama tiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setahun lebih aku menjadi pemuas Mama tiriku menggantikan posisi ayah. Aku bahkan jatuh cinta dengan Mama tiriku ini. Nggak sedetikpun aku mau berpisah dengan mamaku, kecuali sekolah. Dikelaspun aku selalu memikirkan Mama dirumah, pengen cepet pulang. Aku jadi nggak pernah bergaul lagi sama temen -temen. Sebagai cowok yang ganteng, banyak temen cewek yang suka mengajak aku jalan tapi aku nggak tertarik. Aku selalu teringat Mama. Justru aku akan tertarik kalo melihat bu guru Ratna yang umurnya setua Mama tiriku atau aku tertarik melihat bu Henny tetanggaku dan temen Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi percintaan dengan Mama hanya bertahan setahun lebih karena kejadian tragis menimpa Mama. Mama meninggal dalam kecelakaan. Ketika itu seorang diri Mama tiriku mengajak aku nemenin tapi aku nggak bisa karena aku ada les. Mama akhirnya pergi sendiri ke mal. Dijalan mobil Mama tabrakan hebat dan Mama meminggal ditempat. Aku merasa sangat berdosa nggak bisa nemenin Mama tiriku tercinta. Aku shock. Aku ditenangkan Papa.&lt;br /&gt;“Papa tau kamu deket sekali dengan Mama Nuna, tapi nggak usah sedih ya Ndy, Papa juga sedih tapi mau bilang apa” kata papaku.&lt;br /&gt;Selama ini papaku tau kalo aku sangat deket dengan Mama. Papa senang karena Papa mengira&lt;br /&gt;aku senang dengan Mama Nuna dan menganggapnya sebagai Mama kandung. Padahal kalau Papa tau apa yang terjadi selama ini. Aku merasa berdosa terhadap Papa yang dibohongi selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua apa yang diberikan Mama Nuna, kasih sayang, cinta dan pelajaran sex sangat membekas dipikiranku. Sampai saat ini, aku terobsesi dengan apa semua yang dimiliki Mama Nuna dulu. Aku mendambakan wanita seumur Mama, secantik Mama, sebaik Mama dan hebat di ranjang seperti Mama tiriku itu. Kusadari sekarang kalo aku sangat senang bercinta dengan wanita STW semuanya berawal dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadikan pelajaran buat kita agar tak memandang remeh hubungan antara mama tiri dengan anak tiri, bisa terjadi ngetot ataupun hubungan seks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-6679756734388575748?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6679756734388575748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/6679756734388575748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/06/bercinta-dengan-mama-tiri.html' title='Bercinta dengan mama Tiri'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-507571753724547793</id><published>2009-06-07T10:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T10:28:03.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips mendapat tante girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante Girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita setengah baya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips mendapatkan tante girang di internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips mencari tante girang'/><title type='text'>Bercinta dengan tante ken</title><content type='html'>Sebelum bercerita panjang , saya akan membahas tentang banyaknya email yang bertanya tentang tips mendapatkan tante girang di internet. Cara Menggaet Tante Girang di Internet. Bagi beberapa pria, mendapatkan seorang tante girang adalah sebuah prestasi dalam kehidupan seks mereka. namun untuk lebih jelasnya tips itu, akan saya bahas pada postingan berikutnya. Berikut kisah seorang tante aduhai bernama tante ken...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercinta dengan tante ken yang aduhai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi kurang lebih setahun yang lalu. Tepatnya awal bulan mei 2003. Panggil saja namaku Roni. Usiaku saat ini 27 tahun. Dikampungku ada seorang janda berusia 46 tahun, namanya panggil aja Tente Ken. Meski usianya sudah kepala empat dan sudah punya 3 orang anak yang sudah besar-besar, namun tubuhnya masih tetap tampak bagus dan terawat. Tante Ken mempunyai wajah yang cantik dengan rambut sebahu. Kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante Ken yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C. Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu. Bodi tante Ken yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi. Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor aku jalankan pelan keluar dari gerbang rumah. Dikejauhan aku melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian. Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, aku terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir. Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante Ken. Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kontolku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan motor aku arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante Ken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh tante Ken. Mau kemana tante?”, sapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Ken agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm.. Kamu Ron. Tante mau ke kantor. Kamu mau ke kampus?”, tante Ken balik bertanya.&lt;br /&gt;“Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi”, kataku sambil menawarkan jasa dan berharap tante Ken tidak menolak ajakanku.&lt;br /&gt;“Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tante Ken yang empuk dan lembut sesaat membuat penisku semakin menegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat”, kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi aku tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.&lt;br /&gt;“Benar nih Roni mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu”, kata tante Ken sambil melangkahkan kakinya diboncengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu. Tapi bagaimanapun aku tetap diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan&lt;br /&gt;empuknya payudara tante yang memang sangat aku kagumi. Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku. Pagi itu tante Ken aku anter sampai ke kantornya. Dan aku segera menuju ke kampus dengan perasaan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering. Segera saja aku angkat. Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa bicara dengan Roni?”&lt;br /&gt;“Iya saya sendiri?”, jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.&lt;br /&gt;“Selamat pagi Roni. Ini tante Ken!”, aku benar-benar kaget bercampur aduk.&lt;br /&gt;“Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante?”, kataku agak gugup.&lt;br /&gt;“Pagi ini kamu ada acara nggak Ron? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan?”, pinta tante Keny dari ujung telepon.&lt;br /&gt;“Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante”, jawabku. Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kontolku yang mulai membesar karena membayangkan tante Ken.&lt;br /&gt;“Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya. Met pagi Roni.. Sampai nanti!” Suara lembut tante Ken yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu aku benar-benar senang mendengar permintaan tante Ken untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana-mana. Sementara tanganku masih saja mengelus-elus penisku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan jika yang memegang kontolku itu adalah tante Ken. Karena hasratku sudah menggebu, maka segera saja aku lampiaskan birahiku itu dengan onani menggunakan boneka didol montok yang aku beli beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bayangkan aku sedang bersetubuh dengan tante Ken yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok menunggu untuk dikenyut dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh boneka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante… Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah”, mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante Ken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah tidak tahan lagi, segera saja batang penisku, kumasukkan ke dalam vagina didol itu. Aku mulai melakukan gerakan naik turun sambil mendekap erat dan menciumi bibir boneka yang aku umpamakan sebagai tante Ken itu dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm.. Ehs.. Nikmat sekali sayang..”&lt;br /&gt;Kontolku semakin aku kayuh dengan cepat.&lt;br /&gt;“Tante.. Nikmat sekali memekmu. Aaah.. Punyaku mau keluar sayang..”, mulutku meracau ngomong sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tak lama kemudian penisku menyemburkan cairan putih kental ke dalam lubang vagina boneka itu. Lemas sudah tubuhku. Setelah beristirahat sejenak, aku kemudian segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan kontol dan tubuhku.&lt;br /&gt;Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Aku sudah selesai mandi dan berdandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante Ken. Aku sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan tubuhmu dari dekat sayang”, gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante Ken yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku. Sampai di rumah janda montok itu, segera saja aku ketuk pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, sebentar”, sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante Ken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante Ken yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku. Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya yang agak ke bawah. Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa. Tante Ken kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu. Aku sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala?”, tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman indah dari bibir sensual tante Ken mengembang sesaat mendengar pertanyaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, biar aman aja. Kan aku mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV”, jawab tante Ken seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi penisku tegang karena terangsang oleh penampilan tante Ken. Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kontolku nggak bisa diajak kompromi karena semakin besar aja. Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya. Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo Ron diminum dulu sirupnya”, kata tante padaku.&lt;br /&gt;Aku kemudian mengambil gelas dan meminumnya.&lt;br /&gt;“Ron. Kamu tahu nggak kenapa aku minta kamu datang ke sini?”, tanya tante Ken sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup.&lt;br /&gt;“Ehm.. Eng.. Nggak tante”, jawabku.&lt;br /&gt;“Tante sebenarnya butuh teman ngobrol. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana. Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian. Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!”, kata tente Ken seperti mengiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas. Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau sekiranya saya dibutuhkan, ya boleh-boleh aja tante. Justru saya senang bisa ngobrol sama tante. Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante tersenyum mendengar jawabanku. Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV. Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan-anganku semakin melayang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ron, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak?”, tanya tante Ken yang kali ini sedikit manja.&lt;br /&gt;“Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin”, jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul, seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Tante Ken terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi, meski sebenarnya birahiku sedang menanjak. Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau panas dilepas aja ya Ron, biar cepet adem”, kata tante Ken sembari membuka satu-persatu kancing bajuku, dan melepaskannya hingga aku telanjang dada…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku. Dan aku pun hanya bisa diam terbengong-bengong. Aku tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente Ken pagi itu yang memintaku untuk membantu melepaskan kaos ketatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ron, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..”, pinta tante Ken dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini, aku lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante Ken. Dan apa yang berikutnya aku lihat sungguh membuat darahku berdesir dan penisku semakin tegang membesar serta jantung berdetak kencang. Payudara tante Ken yang besar tampak nyata di depan mataku, tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak kencang dan padat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Ron. Kok tiba-tiba diam?”, tanya tante Ken padaku.&lt;br /&gt;“E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante”, jawabku spontan sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;“Ala.. enggak usah pura-pura. Aku tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. Roni sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?” kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok.&lt;br /&gt;“Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..”, aku seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup. Apalagi tubuh tante Ken semakin merapat ke tubuhku.&lt;br /&gt;“Ron.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu. Nggak usah takut-takut sayang. Aku sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki”, rajuk tante Ken sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai. Aku semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja. Dengan nafsu yang membara, susu tante Ken aku remas-remas. Sementara bibirku dan bibirnya saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas, yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh. Permaianan kami semakin panas. Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uuhh… Aah…” Tante Ken mendesah-desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya. Sekali-kali putingnya aku gigit hingga membuat Tante Ken menggelinjang merasakan kenikmatan. Sementara tangan kananku mulai menggerayangi “vagina” yang sudah mulai basah. Aku usap-usap bibir vagina tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ron.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasilah tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu”, suara itu keluar dari bibir janda montok itu.&lt;br /&gt;Aku menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya. Perlahan setelah puas bermain-main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah menuju vagina tante Ken yang bersih terawat tanpa bulu. Dengan leluasa lidahku mulai menyapu vagina yang sudah basah oleh cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah tudak sabar lagi. Batang penisku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan vagina janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang penisku ke celah-celah vagina. Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya. Kutekan perlahan dan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah…”, suara itu keluar dari mulut tante Ken setelah penisku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupompa penisku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..”, tante Ken mulai menikmati permainan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus mengayuh penisku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul. Aku merasa sudah hampir&lt;br /&gt;tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante.. Punyaku sudah mau keluar..”&lt;br /&gt;“Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..”, akhirnya tante Ken tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun mengeluarkan cairan kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke dalam liang senggama tante, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih Roni. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan. Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante?”, tanya beliau padaku.&lt;br /&gt;Aku tersenyum sambil mencium kening janda itu dengan penuh sayang.&lt;br /&gt;“Aku sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan kenikmatan ini padaku. Karena sudah lama sekali aku berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Ken tersenyum senang mendengar jawabanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Roni sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja, karena tubuh tante sekarang adalah milikmu. Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin… Roni temani tante ya.”, kata tante Ken kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju. Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya. Hari itu adalah hari yang tidak pernah bisa aku lupakan. Karena angan-anganku untuk bisa bercinta dengan tante Ken dapat terwujud menjadi kenyataan. Sampai saat ini aku dan tante Ken masih selalu melakukan aktivitas sex dengan berbagai variasi. Dan kami sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;cerita sex&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;tante girang&lt;/a&gt; yang penuh nafsu birahi, cerita &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;komunitas tante girang&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4595695877911794141-507571753724547793?l=komunitas-tante-girang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/507571753724547793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4595695877911794141/posts/default/507571753724547793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/2009/06/bercinta-dengan-tante-ken.html' title='Bercinta dengan tante ken'/><author><name>Coast</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13361279610885697439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4595695877911794141.post-4107289723100467581</id><published>2009-06-03T02:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:35:04.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan ibu kost'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita setengah baya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex setengah baya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercinta dengan mama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita sex ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Bercinta dengan mama</title><content type='html'>Bagi orang umumnya cerita ini sangat menyimpang, jika seorang anak bercinta dengan mama temannya mungkin masih bisa dianggap biasa, namun bagaimana dengan cerita sex anak dengan mama sendiri? sungguh hal yang menjadi tanda tanya apakah psikologos anak itu sehat atau mungkin sedang sakit. berikut adalah cerita sex antara mama dan anaknya sendiri. walau bukan cerita &lt;a href="http://indonesiaceleb2009.blogspot.com/"&gt;tante girang&lt;/a&gt;, tapi masih masuk kate gori cerita sex &lt;a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com/"&gt;tante girang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita sex dengan mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan namaku Timmy (nama singkat saja). Umurku baru saja 19 tahun. Aku sedang melanjutkan studi kuliahku di kota Perth Aussie. Aku sudah tinggal di kota ini sejak 1 tahun yang lalu, dan sekarang sedang dalam studi semester pertama di kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memiliki aib yang tiada satu pun teman atau orang lain yang mengetahui tentang aib ini, kecuali mamaku sendiri. Aku sebenarnya sangat malu menceritakan pengalamanku ini ke publik, karena sangat terkesan tabu. Namun aku memberanikan diri untuk berbagi pengalamanku ini dengan para pembaca cerita-cerita seru IndoDiva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari judul yang aku cantumkan, aku yakin para pembaca bisa dengan mudah menebak inti dari ceritaku ini. Tapi yang ingin aku ceritakan adalah bagaimana sampai tabu ini terjadi. Mengapa aku bisa sampai terlampau melewati batas norma-norma masyarakat dengan melibatkan diriku dengan kelainan seks yang istilah ilmiahnya bernama incest. Kejadian ini terjadi sewaktu mamaku sedang berlibur ke kota Perth sambil menjengukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lahir di Jakarta tahun 1989. Di saat itu mamaku baru berumur 17 tahun. Mama kawin muda karena alasan berbagai macam. Papa kandungku berasal dari latar belakang yang cukup berada dengan bisnis/toko-toko electronic yang lumayan terkenal di Jakarta. Kehidupan rumah tangga kami kurang begitu harmonis. Papa sangat sibuk mengurus toko yang mana cabangnya di mana-mana. Untung saja mama adalah fulltime housewife (ibu rumah tangga). Saat ini mamaku baru saja berumur 36 tahun, dan masih tampak cantik dan berkulit putih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, kami hanya memiliki satu pembantu rumah tangga, tidak seperti rumah-rumah tangga yang lainya, yang bisa memiliki lebih dari 2 pembantu rumah tangga. Aku hanya anak tunggal, jadi cukup dengan 1 pembantu rumah tangga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengalami puberitas sewaktu masih duduk di bangku 2 SMP. Aku mengenal yang namanya blue film, cerita stensilan, dan game computer porno dari teman-teman seperguruan. Kami sering kali bertukar blue film, atau barang-barang pornografi. Sepertinya inilah yang membuatku menjadi sedikit abnormal dengan masalah seksualitas, ditambah dengan kejadian-kejadian aneh di rumah yang sering aku alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi kamarku bersebelahan langsung dengan kamar papa/mama. Di tengah malam di saat ingin membuang air kecil, aku sering mendengar desahan mama/papa di saat mereka sedang menikmati malam suami-istri mereka. Pertama-tama aku sangat amat jijik dan risih mendengarnya, kemudian menjadi biasa, dan pada waktu aku menginjak saat SMA/SMU, aku malah menjadi penasaran saja apa yang mereka lakukan di balik pintu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar mama ada kipas angin yang menempel di dinding yang digunakan untuk membuang udara dalam kamar keluar. Mama/papa sering lupa menutup kipas angin tersebut di saat menyalakan AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, papa/mama sedang 'gituan' di dalam kamar, dan mereka lagi-lagi mereka lupa menutup kipas angin mereka. Aku menjadi penasaran, dan ingin mengintip apa yang sedang mereka lakukan di dalam kamar. Aku mendengar jelas suara mama sedang mendesah dan mengeluh panjang, seperti atau mirip dengan wanita-wanita yang pernah aku tonton di film-film bokep. Aku menjadi sedikit kelainan, ingin sekali dan penasaran ingin melihat wajah mama di saat sedang di-'gituin' oleh papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengintip, meskipun aku rasa takutku akan kepergok masih sama besarnya pula. Aku tarik kursi belajarku pelan-pelan, kemudian aku taruh pas di bawah kipas angin. Dengan perlahan-lahan aku naik ke kursi belajar, dan mencoba mengintip sedikit demi sedikit. Untunglah situasi di luar kamar kami tampak gelap, hanya lampu di luar rumah saja yang masih menyala, sehingga bisa mereka tidak mungkin dapat melihat sosokku di balik kipas angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar mama masih tampak remang-remang, hanya lampu di samping ranjang mereka yang sedang menyala, namun masih tampak jelas seisi ruangan kamar mereka. Kakiku seperti lemas langsung melihat mama merebah di atas ranjang dengan selangkangannya terbuka lebar-lebar. Aku hanya melihat punggung papa yang penuh dengan peluh keringat dan papa tampak asyik memainkan pinggulnya maju mundur di selangkangan mama. Kedua tangan mama meremas-remas selimut tipis, matanya terpejam, dan bibir mama hanya berkomat-kamit seakan-akan menahan geli dan nikmat yang luar biasa. Jujur saja jantungku berdegup kencang, dan aku pun ikut bernafsu melihat mereka sedang asyik di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit kemudian, tubuh papa tiba-tiba bergetar sedikit, dan papa mulai membuka suara yang amat pelan seperti memberikan aba-aba kepada mama dan mama hanya mengangguk saja seperti mengerti apa yang akan terjadi. Tak lama dari aba-aba papa, tiba-tiba tubuh papa bergetar hebat, dan pinggulnya menekan dalam-dalam ke dalam selangkangan mama. Mama pun sama, seperti sedang keenakan, mama menempelkan kedua telapak tangannya ke pantat papa, dan menekannya dengan kencang, seperti ingin agar yang sedang masuk di selangkangan mama itu tertanam dalam-dalam. Mama mengeluh panjang, begitu juga dengan papa. Papa memeluk mama yang sedang merebah di atas ranjang, sambil menciumi leher mama dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut kepergok, aku cepat-cepat turun dan kabur dari sana. Biasanya seabis keluhan panjang mama/papa, karena paling tidak salah satu dari mereka pasti keluar dari kamar. Paling sering mama yang keluar dulu dari kamar, dan langsung ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku ngga bisa tidur. Sosok mereka terbayang-bayang di dalam otakku. Mama yang begitu cantik dan lembut, tampak binal dan merangsang sekali di saat 'begituan' dengan papa. Seperti singa betina yang haus dengan nafsu birahi. Untunglah papa juga singa jantan yang mampu memuaskan singa betina yang haus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itulah, aku tumbuh sedikit demi sedikit menjadi aneh. Aku suka sekali membayangkan tubuh mamaku sendiri. Aku tau bahwa ini sangat tidak benar. Puberitasku semakin berapi-api. Aku sering sekali mengintip mamaku mandi atau sesekali mengintip sewaktu dia sedang ganti baju di kamarnya. Aku tidak lagi mengintip aksi papa dan mama di dalam hari, karena ada perasaan ngga senang atau jealous.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kelainan yang aku alami ini aku simpan sendiri, dan tiada satupun teman atau orang lain yang mengetahui sifat kelainanku ini. Perlu yang para pembaca ketahui, bahwa aku masih suka menonton film biru, dan masih terangsang saja melihat wanita lain dalam keadaan terlanjang di film biru atau mengenakan pakaian seksi di tempat umum. Namun, di samping itu, aku pun juga suka melihat mamaku sendiri dalam keadaan terlanjang. Aku lebih memilih untuk berdiam diri, karena apabila bersuara sekali, bisa heboh dan rusak nama baikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cukup memendam perasaan aneh ini lebih dari 3 tahun. Setelah tamat SMA, aku langsung memutuskan untuk kuliah di kota Perth. Aku berangkat ke sana sendirian, dan sempat tinggal di homestay selama 3 bulan, kemudian aku memutuskan untuk tinggal di apartment sendiri dengan alasan kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu setelah aku tinggal di apartment, mamaku memberi kabar bahwa dia akan datang menjengukku sekalian jalan-jalan di negeri Australia. Rencana awal mama akan datang bersama papa dan adik mama. Namun seperti biasanya, alasan sibuk papa selalu saja menjadi penghalang utama untuk tidak ikut dengan mama. Adik mama sebenarnya ingin sekali datang, tapi karena saudara sepupuku (anak dari adik mama) terkena cacar air, jadi urunglah niatnya untuk datang bersama mamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jemput mamaku di airport hari Minggu pagi. Cuaca saat itu lumayan sejuk, dan mungkin terasa dingin untuk mamaku yang datang langsung dari kota Jakarta yang panasnya minta ampun. Aku bawa jaket cadangan, jaga-jaga apabila mungkin mama kedinginan sewaktu keluar dari airport. Saat itu aku sedang liburan pertengahan tahun selama 3 minggu. Jadi kunjungan mama ini tepat pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa gembiranya bisa bertemu mamaku lagi setelah beberapa bulan berpisah. Setelah berpelukan melepas kangen/rindu, kami kemudian naik taxi menuju apartementku. Selama perjalanan kami banyak berbincang-bincang. Mama lebih banyak bertanya daripada aku, terutama tentang bagaimana kehidupanku selama jauh dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lebih dari setengah jam, kami sampai di apartmentku. Setelah membayar uang taxi, kami langsung naik lift menuju kamar apartmentku. Kamar apartmentku hanya ada 1 kamar, dan karena aku baru beberapa minggu pindah di apartment ini, aku belum banyak membeli perabotan rumah. Ruang tamuku hanya ada TV dan 1 bean bag sofa. Aku belum sempat membeli sofa beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Timmy, kamu kok jorok banget! Apartmentmu berantakan sekali." sambil mecubit pipiku. Aku hanya tertawa saja.&lt;br /&gt;"Sekarang mama mau kemana? Mau sarapan dulu?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Mama pengen tidur-tiduran dulu deh. Tadi mama sudah sarapan di pesawat. Timmy kalo mau sarapan, mama bikinin dah." tawar mama.&lt;br /&gt;"Hmmm ... ngga usah dah ... Timmy beli aja di Mc Donald. Breakfastnya lumayan kok. Mama tidur aja dulu." jawabku. Mama lalu menggangguk, dan aku pun berangkat membeli breakfast meal di Mc Donald. Aku memutuskan untuk sarapan di tempat saja, daripada di bawa pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian aku pulang ke apartment. Suasana di apartementku hening. Kulihat bagasi mama sudah terbuka, aku bisa memastikan mama sudah ganti pakaian. Kemudian ku cek kamarku, kulihat mama sedang tidur pulas di atas ranjangku. Aku membiarkan dia beristirahat dulu. Sambil menunggu mama bangun, aku menghabiskan waktu browsing-browsing Internet di laptopku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang 3 jam kemudian, mama tiba-tiba keluar dari kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Timmy, kamu lagi ngapain?" tanya mama sambil mulutnya menguap ngantuk.&lt;br /&gt;"Lagi main Internet, ma. Mama sudah lapar belon? Sudah jam 2 siang loh." tanyaku.&lt;br /&gt;"Belum seberapa lapar sih. Emang Timmy mau makan apa?" tanya mama balik.&lt;br /&gt;"Hmmm ... Timmy mau ajak mama makan di restoran Thailand deket sini. Enak banget deh, mama pasti doyan." ajakku.&lt;br /&gt;"Ok, mama ganti baju dulu yah" singkat mama. Aku pun menggangguk dan bersiap-siap diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama mengambil baju lagi dari tas bagasinya, dan kemudian masuk ke kamar untuk ganti pakaian. 5 menit kemudian mama keluar dari kamar. Siang itu mama mengenakan kaus ketat, dan celana jeans. Tampak dada montok mama menonjol. Aku jadi sedikit risih melihatnya, meskipun dalam hati ada perasaan senang. Mama tampak seperti wanita yang baru berumur 25 tahunan. Padahal saat itu mama sudah berumur 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu aku mengajak mama jalan-jalan melihat kota Perth. Mama tampak hepi menikmati liburannya. Tidak bosan-bosannya mama mengambil foto dan sesekali meminta orang yang sedang lewat untuk mengambil foto bersamaku. Dengan wajah mama yang tidak seperti wanita berumur 35 tahun, kami seperti terlihat sedang pacaran saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jalan-jalan sampai larut malam, dan kami kembali ke apartment sekitar jam 11 malam lebih. Badanku amat letih, begitu juga dengan mama. Aku senang sekali mama bisa datang ke sini. Selain aku bisa dimanja, aku juga bisa mengajaknya jalan-jalan kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama mandi dulu aja." suruhku sambil memberi handuk bersih ke mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu aku sedang unpacking barang belanjaan kami seharian, tiba-tiba terdengar suara mama sedikit teriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Timmy, ini gimana ngunci kamar mandi. Kok mama ngga liat ada kunci di sini?" tanya mama penasaran sambil tubuhnya dibalut handuk. Kulihat pundak dan paha mama yang benar-benar mulus.&lt;br /&gt;"Di sini emang sudah biasa ngga ada kunci di kamar mandi, ma. Sudah biasa aja orang sini." jawabku.&lt;br /&gt;"Iya, tapi mama ngga biasa." protes mama kemudian balik ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lebih dari 10 menit, mama keluar dari kamar mandi. Malam itu mama mengenakan kaus ketat dan celana boxer yang amat pendek (kira-kira 20 cm dari lutut), sehingga tampak paha mama yang putih mulus dan juga kedua payudaranya yang menonjol karena kaus ketatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama kemudian duduk disebelahku seakan-akan melihat sedang apa aku di depan laptopku. Bau sabun wangi terhirup dengan jelas dari tubuh mama. Bau sabun yang tidak asing lagi bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Timmy, kenapa kamu belon beli sofa?" tanya mama.&lt;br /&gt;"Belon sempat aja ma." jawabku santai.&lt;br /&gt;"Besok mau beli sofa? Mama beliin deh." tawaran mama.&lt;br /&gt;"Boleh aje ..." jawabku santai.&lt;br /&gt;"Timmy, sono mandi. Mama pinjam laptop dulu, mau emailin papa dulu." sambung mama lagi. Tanpa perlu dikomando, aku kemudian bangkit dari bean bag sofa, dan langsung menuju kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamar mandi, diotakku sempat keluar pikiran jorok. Aku berpikir ingin mengintip mama mandi besok, mumpung tidak ada kunci di kamar mandi apartementku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mandi dan mengeringkan rambut, kulihat mama masih asyik chatting dengan papa. Aku diminta mama juga ikutan membaca chattingan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam telah menunjukkan pukul 1 pagi. Aku tidak kuat lagi menahan rasa kantuk. Aku berpamitan untuk tidur dulu. Mama masih terlihat asyik ber-chatting ria dengan papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku masih belon punya sofa beneran, malam itu aku tidur bersama mama di satu ranjang. Untung tempat tidurku itu ukuran queen bed, jadi cukup luas untuk 2 orang. Untung mama tidak sungkan atau risih dengan ide tidur satu ranjang. Mungkin karena anak sendiri mungkin mama tidak menaruh curiga atau risih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku tidur nyenyak sekali, karena sehari sebelum-nya aku kurang tidur karena harus menjemput mama pagi-pagi di airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 8 pagi, aku membuka kedua mataku perlahan-lahan. Sang surya telah terbit dengan cerahnya dibalik gorden/kerai kamar. Aku merasakan ada sesuatu yang lembut dan empuk ditangan kananku. Perlahan-lahan aku menoleh ke kanan, tampak mama yang masih tertidur lelap di samping kananku sambil memeluk lengan kananku. Terasa hangat dan empuk payudara mama di lengan kananku. Baju ketat yang mama kenakan itu terkesan tipis ditambah dengan mama yang tidak mengenakan BH, sehingga terasa betul kekenyalan payudara mama. Wajah mama bersembunyi dibalik lengan kanan atasku, sedangkan paha kanannya menimpa paha atasku. Namun, kedua tubuh kami masih terbungkus selimut tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu lumayan dingin, jadi ini mungkin instinct mama (dibawah sadar) untuk mencari kehangatan. Jadi tanpa sadar dia memeluk lenganku, agar merasa hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaanku tidak karuan rasanya. Biasanya setiap bangun tidur, mr junior pasti juga ikut bangun. Tapi pagi ini mr junior bangun dalam keadaan yang benar-benar keras. Aku memilih untuk diam seperti patung. Aku tak ingin goyang sedikit pun. Takut apabila aku goyang sedikit, mama bakalan merubah posisinya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam menunjukkan pukul 9 kurang. Berarti aku telah hampir 1 jam lamanya diam seperti patung. Posisi mama pun tidak berubah pula, malah lebih mengencangkan pelukannya dan paha mulus mama sekarang mendarat di perutku. Mr junior alias batang penisku tertimpa paha mulusnya. Namun bukan berarti mr junior bakalan loyo, justru kebalikannya - makin tegang saja. Jantungku berdegup kencang, karena pikiran kotorku telah meracuni akal sehatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kiriku mulai bangkit dan memutuskan untuk bergerilya di paha kanan mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan aku mengelus-elus dengkulnya, selang beberapa lama kemudian aku mulai mengelus-elus pahanya. Sungguh susah kupercaya, bahwa paha yang mulus tanpa borok ini adalah milik mamaku sendiri. Aku semakin bersemangat mengelus-elus paha mama. Tubuh mama masih tidak bereaksi. Aku semakin berani dan nekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini jarak elusan tanganku semakin melebar. Pertama dari dengkul, kemudian merangkak maju sampai ke batas celana boxer mama, sekarang mulai masuk ke celana boxernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam hitungan beberapa menit, tubuh mama mulai bereaksi perlahan-lahan dan kesadaran mama pun mulai bangkit perlahan-lahan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmm ... Timmy ... kamu lagi ngapain? Geli loh!" tanya mama sambil terkantuk-kantuk, tapi masih memeluk lenganku.&lt;br /&gt;"Anu ... Timmy lagi elus-elus mama." jawabku seadanya plus sedikit panik.&lt;br /&gt;"Ehmm ... kalo mau elus-elus mama, punggung mama aja atau rambut mama. Jangan di paha, geli banget di sana." kata mama.&lt;br /&gt;"Jadi ngga enak?" tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;"Bukan ngga enak sayang, tapi geli aja. Enak sih enak, tapi jadinya lain ..." ucapan mama stop.&lt;br /&gt;"Lain apanya?" tanyaku lagi.&lt;br /&gt;"Pokoknya lain enaknya. Jangan di sana lagi deh." pinta mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian menghentikan gerilyaku, dan kembali menjadi patung lagi. Aku tidak tau apakah mama merasakan tonjolan mr junior di pahanya atau tidak. Kalo dipikir secara logika, dia pasti merasakan tonjolan keras dibalik celana tidurku, karena pahanya tepat mendarat di sana. Tapi dia tidak beraksi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, mama tidak bisa lagi tidur. Jadi kami akhirnya ngobrol-ngobrol di atas ranjang dengan posisi yang sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir 1 jam kami ngobrol di atas ranjang, akhirnya aku meminta mama untuk mandi dulu, karena hari ini kita mau jalan-jalan lagi. Mama kemudian bangkit dari tempat tidur, dan menuju kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 menit kemudian, aku pun bangkit dari tempat tidur. Kupikir sambil menunggu mama selesai mandi, lebih baik aku menyiapkan sarapan pagi (roti panggang pake selai strawberry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan beberapa langkah dari pintu kamar, aku dikejutkan oleh sesuatu di depan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudapat pintu kamar mandi tidak tertutup rapat oleh mama. Ini adalah kesengajaan atau tidak, aku tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal sehatku mulai berkelahi dengan akal kotorku. Akal sehatku menyuruhku untuk tidak melihat dibalik pintu yang tidak tertutup rapat itu dan segera langsung menuju ke daput, sedangkan akal kotorku mengatakan kalo hanya mengintip sebentar tidak ada ruginya. Alhasil dari perkelahian akal sehat melawan akal kotor, pemenangnya adalah akal ngga sehatku alias akal kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan sambil berjinjit-jinjit, agar langkah kakiku tidak terdengar olehnya. Kudorong perlahan-lahan pintu kamar mandi yang tidak tertutup rapat tersebut. Posisi shower di kamar mandi tepat disamping pintu kamar mandi. Shower cubic/ruang shower di kamar mandi terlapisi oleh kaca yang bening. Sehingga dapat terlihat dengan jelas siapapun yang mandi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka pintu kamar mandi hanya sekitar 1.5 centimeter lebarnya, dan mata kananku perlahan-lahan mulai mengintip lewat celah sempit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekilas saja, aku langsung menelan ludah, dan jantungku kembali berdegup kencang. Antara takut dan bergairah menjadi satu. Takut apabila nanti kepergok mengintip mandi, dan bergairah karena menonton tubuh bugil mama sedang mandi. Mr junior alias batang penisku kembali mengeras. Napasku jadi tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat mama sedang membilas rambutnya dengan shampoo dengan mata yang terpejam, kemudian setelah itu menyabuni tubuhnya (dari dada, perut, punggung, tangan, dan kakinya) dengan shower gel. Oh ... sungguh indah pemandangan saat itu. Begitu sempurna tubuhnya di umurnya yang masih 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 10 menit lamanya aku berdiri termangu di depan pintu kamar mandi. Jantungku terus menerus berdegup dengan kencang-nya. Mr junior pun ikut nyut2an alias menegang pada tegangan yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mama memutar kran showernya, pertanda mandinya telah selesai. Aku dengan segera lari-lari berjinjit-jinjit menuju dapur. Sesampai di dapur, aku lupa apa tujuan awalku di dapur. Aku hanya membuka-buka lemari di dapur dan kulkas. Mengambil makanan apa saja yang aku lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian mama keluar dari kamar mandi dengan santainya dan menuju ke dapur. Tidak tampak di raut wajahnya adanya perasaan kaget atau curiga. Sikap mama biasa-biasa saja sambil berjalan mendekatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Timmy, kamu mau bikin apa?" tanya mama santai.&lt;br /&gt;"Oh ini ... Timmy mau bikin breakfast dulu. Mama siap-siap aja dulu. Kita keluar setengah jam lagi." jawabku.&lt;br /&gt;"Iya sudah, sini mama yang bikinin, kamu mandi dulu deh. Biar ngga buang-buang waktu." perintah mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di kamar mandi, bayangan tubuh mama tadi yang sedang bugil sambil mandi tidak dapat dengan mudah lepas dari pikiranku. Aku dibikin pusing oleh pikiran jorok ini. Tetapi di dalam hati kecilku berharap agar hari-hari berikutnya aku masih bisa mengintipnya paling tidak sekali atau dua kali, dengan harapan mama mungkin lupa menutup kamar mandinya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu kami menghabiskan waktu berjalan-jalan di kota pinggiran dan sempat mampir ke toko furniture untuk membeli sofa. Namun sayang sekali sofa yang kami pilih tersebut masih harus menunggu sekitar 2 minggu untuk bisa diantar ke rumah, karena kami memilih warna sofa yang sedang tidak ada stok barangnya. Jadi si toko tersebut harus membuat yang baru. Bagiku 2 minggu menunggu tidak ada masalah, karena ide untuk membeli sofa bukan datang dariku. Tidak ada sofa pun aku masih bisa bertahan hidup, karena pada dasarnya aku hanya tinggal sendirian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mama bakalan tinggal di Australia ini lebih dari 2 minggu, kami sempat mampir ke travel agent terdekat untuk mencari-cari info tentang holiday di Sydney, Gold Coast, Melbourne, dan Hobart (Tasmania). Namun hari itu kami masih belon memberikan keputusan akan berlibur di kota yang mana. Aku secara pribadi ingin sekali mengunjungi kota Sydney dan bermain-main di theme park di Gold Coast. Kalo mama antar Sydney atau Melbourne. Karena masih belum ada keputusan yang solid, kami tidak mem-booking dulu pake holiday tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa kami seharian keluar rumah. Sesampai di rumah pukul 8 malam. Malam itu kami membeli makanan take away untuk makan malam kami. Terlalu letih untuk makan di restoran lagi, dan terlalu letih untuk memasak di apartment. Jadi membeli makanan take away adalah pilihan yang tepat. Mama membeli paket sushi kesukaannya, dan karena aku tidak doyan sushi, aku membeli paket bento yang berisi nasi, ayam terayaki, dan sayur mayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami makan sambil ngobrol santai. Kalo dengan mama ada saja yang bisa diobrolkan. Dia sepertinya banyak sekali bahan pembicaraan. Dari cerita kehidupannya, kehidupan papa, dan kehidupan teman-temannya. Termasuk kehidupanku sewaktu masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam telah menunjukkan pukul 10 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besok kita mau ke mana?" tanya mama.&lt;br /&gt;"Hmm ... terserah mama. Besok mau coba main golf ngga? Di sini banyak orang Indo pula yang datang untuk bermain golf di sini." ajakku.&lt;br /&gt;"Tapi mama ngga bisa maen golf. Papa tuh jago maen golf." puji mama.&lt;br /&gt;"Iya kita ke sana aja. Kita maen aja yang asal pukul aja ... namanya Driving Range." jawabku lagi.&lt;br /&gt;"Ok." jawab mama singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun segera beranjak dari meja makan, dan membereskan piring-piring kotor. Mama pun beranjak dari meja makan, kemudian menuju laptopku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama mau emailin papa dulu yah. Moga-moga dia online. Jadi mama ngga perlu telp. Timmy mandi dulu abis cuci piring yah?!" ujar mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama aku mencuci piring, suasana menjadi sedikit hening. Mama terlalu berkonsentrasi dengan laptopku menulis cerita tentang kegiatan kita seharian lewat email. Pikiran jorokku mulai kambuh lagi di saat aku sedang asyik mencuci piring. Di dalam hati kecilku juga berharap agar malam ini mama lupa lagi menutup rapat pintu kamar mandinya. Pikiran jorok dan harapan yang tidak tau malu ini masih meracuniku di saat aku sedang mandi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ma, Timmy dah selesai mandi. Mama mandi dulu deh." suruhku.&lt;br /&gt;"Iya, ntar rada tanggung." jawab mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun duduk bersila di samping mama. Kulihat monitor laptopku. Mama sedang mengetik panjang email tentang kegiatan kami seharian. Dari makan pagi sampai makan malam. Tapi aksiku di pagi hari yang mengelus-elus paha mama jelas tidak diceritakan di email tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah email itu dikirim, mama pun beranjak dari bean bag sofa dan langsung menuju kamar tidur untuk menata oleh-oleh yang dibelinya seharian dan juga mengambil pakaian tidur barunya sebelum mandi. Aku diam-diam mengamati gerak-gerik mama. Aku berpura-pura mondar-mandi di dapur untuk mencari camilan dan minuman ringan. Sesekali aku masuk ke kamar tidur dengan pura-pura mengambil buku atau mengambil apa aja. Berlagak pura-pura sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian, mama keluar dari kamar tidur dan menuju kamar mandi. It is the moment of truth (inilah moment yang ditunggu-tunggu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Takkk ... " begitulah bunyi pintu kamar mandi. Suara pintu yang tidak begitu keras. Aku mencoba untuk tidak bertindak terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu 5 menit lamanya, aku bangkit dari bean bag sofa-ku dan berjalan berjinjit-jinjit menuju ke kamar mandi untuk mengecek keadaan pintu kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di depan kamar mandi, entah mengapa hatiku menjadi girang tak karuan. Sekali lagi, pintu kamar mandi tidak mama tutup dengan rapat. Aku mulai menaruh sedikit kecurigaan dengan kelakuan mama ini. Aku curiga apa ini dilakukan dengan sengaja olehnya. Karena pertama, pintu kamar mandi tidak rusak, dan bisa tertutup dengan rapat apabila memang mau ditutup. Kedua, tadi pagi sewaktu mama selesai mandi, semestinya dia sadar apabila pintu kamar mandi tidak tertutup rapat, bahkan terbuka 1.5 centimeter. Apabila dikata yang tadi pagi itu adalah suatu kesalahan, tidaklah mungkin akan mama lakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku kembali lagi berdegup dengan kencang, namun kali ini perasaan takutku menjadi sedikit berkurang dibanding yang pagi hari. Karena diotakku telah ada asumsi bahwa ini adalah suatu kesengajaan dari mama. Sekali lagi aku sedang menikmati pemandangan indah yang kurang lebih mirip seperti yang pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku sedang asyik menonton pemandangan yang indah penuh nafsu itu, tiba-tiba kran shower tiba-tiba dimatikan olehnya. Inilah sinyal untuk segera kembali ke tempat asalku yang tadi. Aku berpura-pura memandangi layar monitor laptopku, namun otak bersihku masih belum sepenuhnya sadar. Aku berpura-pura membuka berita-berita di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai 5 menit sejak kran shower dimatikan, mama muncul dari kamar mandi. Aku berpura-pura sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau wangi yang tidak asing lagi semakin lama semakin mendekat. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara dibelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Papa online ngga?" tanya mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamak ... aku kaget sekali dan hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat di sampingku. Mama tiba-tiba bertekuk lutut di sampingku sambil melihat layar monitor laptopku dengan tubuhnya yang setengah basah hanya terbungkus handuk sambil memegang baju kotornya. Aku sampai sempat melongo dengan tingkah mama malam itu. Selama ini belum pernah aku melihat kondisi mama yang seperti ini sewaktu aku masih di Indonesia. Bisa dikatakan kondisi mama saat itu setengah terlanjang. Bahu dan dada atasnya yang putih mulus tampak terlihat dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpura-pura cool atau bisa dikatakan sok cool. Seperti cuek aja dengan kelakuan mama malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nup, papa ngga online." jawabku santai.&lt;br /&gt;"Ehmmm ... apa belum pulang papa dari kantor?" tanya mama heran.&lt;br /&gt;"Coba aja mama sms papa." jawabku lagi.&lt;br /&gt;"Iya dah gampang. Mama mau coba packing oleh-oleh lagi deh." serunya sambil meninggalkan ruang tamu, kemudian menuju kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memutuskan bahwa asumsiku tidaklah salah. Ini pasti ada unsur kesengajaan mama. Aku semakin penasaran saja apa sebenarnya rencana dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakku semakin berperang, batinku tidak tenang. Positive dan negative tidaklah lagi seimbang. Otakku semakin menjurus ke negative thinking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam kemudian, suasana di dalam rumah menjadi hening. Aku tidak mendengar suara gaduh dari kamar tidurku. Yang aku dengar hanya kipas angin laptopku saja. Kulihat jam sudah lewat pukul 12 malam. Aku berjalan pelan-pelan menuju ke kamar, kulihat mama sudah tidur di atas ranjang dengan lampu yang masih menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mematikan laptopku, kemudian sikat gigi, bersiap-siap untuk tidur pula. Besok adalah hari yang panjang lagi. Banyak kegiatan dan aktifitas yang ingin aku lakukan dengannya. Kumatikan lampu kamar tidur, dan kemudian naik ke ranjang dan cepat-cepat menutup selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku susah sekali untuk tidur, sudah 15 menit aku membolak-balikkan badanku, mencari posisi yang enak untuk tidur. Otakku yang sebelumnya berpikiran jorok, sekarang menjadi nakal. Entah ada dorongan dari mana, tiba-tiba aku ingin sekali menjahili mama malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba memepetkan tubuhku dengan tubuhnya dibalik selimut. Posisi tidur mama sedang terlentang. Perlahan-lahan tangan kananku mendarat ke paha kirinya. Aku diam sejenak seperti patung. Setelah mengatur nafasku, aku mencoba mengelus-elus paha kirinya dengan lembut. Aku kembali teringat kata-kata mama apabila pahanya dielus-elus memberikan kesan yang berbeda enaknya. Aku menjadi penasaran dan ingin tahu perasaan berbeda yang seperti apakah yang dimaksud mama pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama aku elus-elus paha kirinya, tidak ada reaksi yang berarti darinya. Kucoba naik sedikit mendekati pangkal pahanya. Untung saja malam itu mama mengenakan celana boxer yang sama seperti kemarin malam. Jadi mengelus-elus daerah paha atasnya atau daerah pangkal pahanya tidaklah sulit. Hanya beberapa menit saja, aku merasakan ada reaksi dari tubuh mama. Kedua kakinya mulai sedikit bergerak-gerak. Seperti menahan geli yang nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin berani dan mulai sedikit kurang ajar. Seakan-akan berasumsi bahwa ini adalah lampu hijau, aku semakin nekat saja jadinya. Mr junior kembali menjadi tegak. Nafasku menjadi terputus-putus. Telapak tanganku berusaha mencapai pangkal paha kirinya, dan setelah merasa sudah mentok di sana, kujulurkan jari tengahku untuk menyelinap di balik celana dalam mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai pada mulut kemaluannya atau mulut vaginanya, aku merasakan jelas bulu pubis atau istilahnya jembut mama sudah basah, dan hanya dengan hitungan detik tiba-tiba ... "Plakkk" ... sakit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"TIMMY ... kamu kok kurang ajar sekali ama mama." bentak mama setelah menampar pipiku.&lt;br /&gt;"Kamu ini belajar dari mana sampai kurang ajar seperti ini." bentaknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak bisa melihat wajah mama yang sedang marah karena suasana kamar telah gelap. Aku takut bercampur malu. Tapi rasa takutku lebih banyak daripada rasa maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Timmy ... jawab pertanyaan mama. Kamu kok bisa kurang ajar ama mama." desak mamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mati kutu, benar-benar tidak tau harus menjawab apa. Karena memang tidak ada yang mengajariku untuk berbuat kurang ajar seperti itu. Ingin menceritakan kepadanya bahwa aku sering melihatnya 'bermesraan' dengan papa, kayaknya sudah tidak mungkin. Karena mungkin itu akan membuatnya semakin marah dan malu. Aku menjadi pasrah saja dengan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anu ... anu ... Timmy ngga tau mama." jawabku pasrah.&lt;br /&gt;"Kalo ngga tau kenapa kamu kurang ajar sekali dan nekat gitu." tegas mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyesal sekali karena asumsiku ternyata salah total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku memilih untuk menyerah dan menceritakan apa yang sedang aku alami sewaktu masih di Indo, dan kelainan aneh yang aku alami dari pertama sampai akhir. Mama mendengarkan dengan seksama dan menderung untuk mendengarkan. Aku bercerita tentang diriku yang aneh dan kejadian-kejadian aneh yang aku alami ini dari A sampai Z cukup lama. Aku menafsir kira-kira 2 jam lamanya aku menceritakan semua isi hatiku ini kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan, justru setelah aku menceritakan semuanya ini, beban perasaan yang aku simpan bertahun-tahun ini langsung lenyap. Meskipun aku tahu bahwa yang mendengarkan ceritaku ini adalah mamaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ceritaku berakhir, mama hanya diam saja. Tidak ada omelan, ocehan, atau bentakan darinya lagi. Tingkah mama seolah-olah mengerti, memaklumi, dan seolah-olah seperti menemukan jawaban yang dia nanti-nantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama kembali merebahkan tubuhnya kembali di atas ranjang sambil membelakangiku. Suasana kembali hening. Aku juga ikut berbaring di atas ranjang. Mataku masih belum terpejam, dan sedang merawang-rawan di atas langit-langit kamar yang gelap. Aku menghela nafas panjang. Kecewa, malu, lega, dan takut menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi mama pun juga sama, dia juga tidak bisa tidur. Meskipun dia sedang membelakangiku, namun tubuhnya tidak pernah diam. Seperti mau begini tidak enak, mau begitu tidak enak. Aku tidak tau apa yang sedang mama pikirkan, dan aku juga tidak berani bertanya macam-macam lagi. Aku memilih untuk diam dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mama membalikkan badannya, dan tanpa aku duga tiba-tiba tangan kanan menyelinap di bawah celana tidurku dan langsung menggenggam penisku yang masih loyo dengan gampang dan cepatnya. Perlu diketahui bahwa aku sampai sekarang ini tidak pernah memakai celana dalam sewaktu tidur, karena alasan kenyamanan saja bila melepas celana dalam waktu tidur. Terang saja tidak sulit baginya untuk menemukan posisiku penisku di balik celana tidurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang aku kaget setengah mampus dengan gelagat mama malam itu. Aku tidak pernah menyangka sama sekali apa yang sedang dia lakukan sekarang. Dengan cepatnya dia menggenggam penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama ... " seruku kaget setengah protes.&lt;br /&gt;"Sssttt ... Timmy tenang aja. Anggap ini bonus." bisik mama. Aku kembali diam, dan membiarkan apa rencana yang akan mama buat malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisku perlahan-lahan mulai mengeras, karena ternyata mama mengganti genggamannya dengan kocokan-kocokan lembut. Jantungku kembali berdegup kencang. Nikmat sekali kocokan-kocokan lembut dari tangannya. Sangat berbeda dengan kocokan tanganku sendiri sewaktu sedang ingin ber-onani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahhh ... " desahku. Tanpa bisa aku kontrol desahan ini tiba-tiba keluar dari mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, mama menaruh air liur sedikit di telapak tan
