Tempatnya Kumpulan Komunitas tante girang yang tukar no hp brondong, tukar info brondong, tukar info Tante girang seluruh Indonesia

Tampilkan postingan dengan label cerita seks ibu muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita seks ibu muda. Tampilkan semua postingan

Bercinta dengan Istri Bos

Cerita ini …lanjutan ..kisah saya yang terdahulu” bercinta dengan pembantu”
Karena saya pindah ke kantor Jakarta maka saya berpisah dengan Asih. walaupun kali ini istri bos ku bukanlah seorang tante girang, tapi tante yang kalem ini bener-bener bikin aku ah uh...

Pada waktu itu kantorku bikin cabang di Jakarta , dan recruit orang asing ( hangguk saram ) baru…yang akan jadi bosku dan bersama-sama ditempatkan di cabang Jakarta , kebetulan calon bosku ini memang sebelumnya tinggal di Tangerang..dan baru saja menikah dengan Cewek pribumi dari bogor…. Nama panggilannya Chacha padahal nama aslinya Siti Julai*** he..eheh baru berumur 20 th Cerita Ketemu dengan bos aku katanya dulu waktu dia kerja di mall Krwc.jadi SPG Cantik, putih, rambut panjang ,… tipikal cewek sonolahsayangnya denger2 sih cuman lulusan smp kesan pertama saya ketemu…. Wah boleh juga nih istri Bos… hehehe……

Sementara saya tinggal bersama bos saya dirumahnya di daerah LP Krwc , sementara masih kontrak 2 kamar yang berdampingan , sementara kantor jauh di daerah jakut….
Tiap hari saya sama bos aku pulang pergi selalu berdua, kemana-mana berdua…, dugem, karaoke,. pulang malam terusss…bahkan kadang pagi …namanya jg WNA.

Sementara istri yang baru dikawinin sering…ditinggal sendiri dirumah…kalau dah pulang telat….pasti mbak chacha ( begitu aku panggil biarpun istri bos… tp umurnya jauh dibawahku dan dia panggil aku mas andri ) pasti dia telepon saya, tanya posisi dimana … suaminya ngapain dlll, kadang-kadang bosku mabuk berat…dang a mau pulang…sementara istri telpon melulu kesaya terpaksa bosku saya seret aja ke mobil….dan sring jg berantem sampai pukul-pukulan di dalam mobil……anehnya setelah dia sadar dari mabuknya ga ingat kejadian …berantem sama aku semalam kadang-kadang klo dah mabuk bawa cewek.. CI di hotel…aginya tanya ke aku “ semalam saya sama cewekkah? ” glek..lah cewek semalem dikemanain…bayar mahal.hehehe saya ga habis piker orang mabuk bisa sebegitunya.

Kembali ke istrinya…Hamper tiap hari pulang malam ato hampir pagi……mulai terjadi pertengkaran2 diantara mereka kudengar lewat kamar samping kadang2 pertengkaran diakhiri dengan making love…sehingga suara…suara…kenikmatan sampai terdengar di kamarku
Busyetttt gw kadang horny jg dengernya..kebiasaan lagi klo dah mabuk berat bosku langsung masuk kamar dan tidur Dan sang istri biasanya datang ke aku tanya habis dari mana…ngapain…Curhat.. ya jawab aja sekenanya….sambil bohong2 dikit..saya jadi tau persis kapan mbak chacha ini ditiduri…dan berapa lama ga ditiduri..

Pernikahan mereka baru 2 bln. pada malam itu seperti biasa kami pulang larut malam dan kondisi bosku mabuk berat…. Sehingga sampai rumah langsung masuk kamar…… istrinya kemudian datang ke kamar saya “ abis dari mana aja tadi? “ , “ ga kemana-mana mbak, cuman di café becak” .(gw bohong ) padahal abis dari diskotik CP . “sama cewek ya ? “ dia tanya lagi , “ ga, mbak cuman minum doing “ jawabku, “ mas andri jangan bohong ya” “ itu bekas liptik di bajunya, punya sapa!! “ katanya keras, ..glek…goblok sekali si bos ini…., waduuuh aku harus bilang apa ini….” Tuh kan diam.” Suaranya menggelegar …” ga …mbak minumnya emang ditemani cewek, tp kita ga ngapain2 kok” jawabku sekenanya , kulihat dimatanya mulai berkaca-kaca….

” Bohong..mas andri bohong….pasti maen sama cewek lain….saya sudah sering kali ditipu bahkan sebelum mas andri ada disini” dengan nada yang serak menahan tangiss, “ ngga kok mbak…saya selalu jaga dia kok mbak….ni bahkan dompetnya saya bawa” …memang biasa sebelum minum dompet bos selalu dikasih aku..jadi aku yang bayar semua klo dia sudah mabuk, saya sadar betul istri bos ini masih mudah , baru nikah… lagi hot-hotnya…dan seminggu ini saya tidak denger suara kenikmatan dari kamarnya, pasti dia butuh sekali, sapa suruh nikah sama orang asing, resikonya ya begini ..kata batinku.,..”bohoooong “ kembali dia menjerit sambil mau memukul dadaku, reflex…langsung aku tangkap tangannya.dan aku rangkul tubuhnya ….ehhh dia malah menangis didadaku….

aku diam saja…gat au apa yang harus aku lakukan.selama beberapa menit dia masih…menagis didadaku, “ udah mbak…sabar” cuman itu kataku menghibur “ uk..uk…saya menyesal mo nikah sama dia mas andri”
“ udahlah… itukan sudah terjadi…ga bisa kita balik lagi kemasa lalu , mo gimana lagi sekarang….salah satu jalan ya mbak harus menikmati apa yang ada” du…kayaknya setan burik dah mulai memanas-manasi “ bagaimana menikmati klo gini….” Kata dia sambil terisak…” ya , bikin senenglah…dia kan banyak uang,…maen aja ke mall…kemana2 gitu biar nglupain masalah” kataku, “klo itu sih gampang , tapi kebutuhan kan ga itu saja “ katanya, ho..ho… mulai nih…hehehe , “ ya cari kesenangan lah ..bagaimana caranya , biar sama-sama enak dan pertengkaran bisa dikurangi” kataku, ….anehnya sudah bicara panjang begitu… tubuhnya masih menempel dengan tubuhku, kami diam sejenak….. kemudian tiba-tiba dia mendongak keatas dan mencium bibirku, “ Upss …apa ini mbak” aku lepaskan tubuhku dari dia dan pura-pura kaget….

hehehe reaksi ini yang sebenarnya dari tadi aku harapkan. “kenapa…mas…, tadi kan mas andri saya harus cari kesenangan biar lupain masalah” katanya, “ iya tttapi….ttttapi…jangan ssssya “ heheh e pura-pura gugup, “ napa mass klo dengan mas andri saya senang , napa harus cari lain…” katanya “ urusannya nanti berat mbakk klo ketahuan..boss” kataku, “ ga papa mast oh dia klo mabuk ga bakalan inget… apa mas andri… ga suka sama saya?, saya liat mas andri sering curi-curi liat sama saya” , haisss ternyata aku selama ini dah ketahuan klo sering curi pandang, “ saya cantikkan mas? “ tanyanya “ iya sih” jawabku lirih.” Mo apalagi mass, bikin aku senang”, “ iya tapi tolong bener2 dirahasiakan ya “ pintaku “ aku jamin mas “ “ ya okeylah klo mbak chacha jamin “ jawabku, kebetulan pada malam itu bak chacha lagi pakai baju tidur merah muda yang tipis banget dan hampir tranparan , sehingga benjolan dada dan belahan pahanya terlihat jelas, ditambah mukanya yang masih merah bekas menangis, langsung aja aku sergap bibirnya yang merah…kucumbu dan kusedot lidahnya….

Nafasnya mulai ngos..ngosan menahan nafsu…. Begitu juga aku…..terus kucium bibirnya …ku gigit telinganya dan kuhembuskan nafas ditelinga…. Semakin menambah nafsunya……., tanganku mulai mencari tali bra….dan kulepaskan. lalu pindah ke dadanya …dan kuremas-remas.”ouch… mas “ aku ga peduli dia mulai meracau kuangkat baju tidurnya melewati kepala sekalian lepas branya. Ho..hoh.ho …pemandangan yang sangat indah putih mulus. Kenceng sekali istri bos ini biarpun msih muda., terusss kurangkul dia dan kuelus punggungnya .halus.sekali. perlahan kecupanku pindah keleher… terus ke dadanya dan ke masing2 puncak bukit kembarnya….. “ ouch…mas…enak….mas “ silih berganti ku kecup dank u sedot nipple nya… mbak chacha semakin meracau…..sementara posisi kami masih berdiri dan dia tinggal cd aja yang menempel di tubuhnya , aku masih berpakaian lengkap….., “ mabak buka pakaianku…mbak…..” sambil terus mengulum teteknya….., perlahan tangannya mulai melepas kancing bajuku dan melepasnya bersama pakaian dalam ku dan selanjutnya ikat pinggang ku mulai dibuka serta kancing celana,sehingga jatuh, aku tinggal cd saja dia jg … sambil terus mencium…mengulum dan menjilat bagian dadanya, kurebahkan tubuh mbak chacha istri bosku ini ke tempat tidur…… jilatanku semakin turun dan akhirnya sampai di daerah V nya biarpun masih tertutup CD…. Perlahan kulepas CD….

Kembali pemadangan yang luar biasa …terpampang di depanku Belahan V yang merah merekah, dengan sedikit rambut. Uhhhhhh nikmat banget…..kesempatan ini….., tdak aku sia-siakan segera aku jilatin pinggir m****knya yang merah, cairan putih sudah mulai banyak mengalir disela-selanya….bertan da dia sudah sangat terangsang,… aku hisap-hisap dan ku mainkan It***lnya…. Dia semakin mengerang” masssss enak…..massssssss “ tangannya mulai menjambak rambutku.dan menekannya sehingga lidahku semakin dalam menghisap….rongga Vnya……kemudian aku pindah menjilati… pusernya terus keatas kembali ke te***knya…kuputer-puter sebentar dan terus keatas leher dan akhirnya bibir lagi… kutukar ludahku dengan ludanya kemudian aku jilatin seluruh mukanya yang putih mulus ….. lehernya……dadahnya …perutnya….sampai keteknya yang bersih pun aku jilat….ga ada bagian yang lepas dari jilatanku….

mbak chacha hanya bisa menggelijang-gelinjang seperti cacing kepanasan….sambil terus meracau…..kulanjutkan ke tangannya sampai ujung jari tangannya… terus kembali ke tangan satunya……kembali lagi ke dada ouch nikmat sekali…jilatanku semakin turun ke daerah M**knya kuputer sebentar……turuk ke pahanya yang putih…..dengan sedikit bulu-bulu tipis di kakinya…. Membuat aku semakin bernafsu… sampai jari kakinya ,,,,,, pindah ke jari kaki kirinya…….dan naik lagi ke pangkal pahanya…… mbak chacha terus meracau tidak jelas., sepertinya bosku belum pernah memperlakukanya seperti ini “ ouch masssss…pintar sekali….enaaaaakk “ kembali dia meracau…….”mass aku sudah ga tahannnnnn masukin…mas…masukin ..” , “ bentar sayaaaang “ aku sudah ga manggil bak lagi ……dua jari tangan kananku kumasuk..kan ke Mmemeknya . dia menjerit…..”ouch…..uuuuuu…” ku korek2 rongga M**kya dengan jariku ….dia semakin mengelinjang …dan mengangkat-angkat pinggulnya………. Masss masukin ko***lmu…masukin masssss aku ga tahaaaan…….” Dari tadi dia belum liat ko***lku , yang besar dan tinggi menjulang bagai monas ini” kuambil posisi…… perlahan kuputer kepala torpedoku di sekitar belahan M****knya, mbak chacha semakin meracau…….

plzzzzzzz masssss masukin…….aku ga tahan perlahan kumasukkan ko****lku rasanya tidak muat dilubangnya dia yang kecil, kutekan semakin dalam …. Dia menjerit….mas …sakit….. “ tahan sayangg “ kataku , rupanya selama ini yang telah masuk lubang ini jauh lebih kecil dari torpedoku…. Sehingga dia merasa kesakitan…., kembali kutekan K*****lku semakin dalam dan masuk semua ke dalam lobang M***knya, “enaaaaaaak mas…” Perlahan mulai kupompa .nikmat bener istri bosku ini…….masih peret….. ABG sih hehehehe., semakin keras dan cepat kugerakkan K*****lku….dia semakin menggelepar… kuangkat kakinya dan kutaruh dipundakku Panetrasiku semakin dalam….massssss ammmmpunnnn mas , dasar ABG baru segini sudah ampun –ampun batinku belum gaya yang lain……. Semakin cepat kugerakkan dan dia semakin meracau…… sementara lelehan Lumpur putih mengalir semakin deras….sehingga setiap hentakanku menimbulkan irama yang merdu…..

cpok…cpok…cpokkk , kutundukkan badanku dan kuciumi teteknya sambil terus menggejot… istri bosku ini….. kuangkat badannya dank u puter sehingga sekarang aku yang ada dibawah…….. “ kamu yang genjot…. Sayang….. “ kataku…. Mulai dia memaju mundurkan pinggulnya…… K******lku semakin terjepit … dan rasanya ruaaaarrrr biasa nikmatnya …….terus dia memaju mundurkan pinggulya semakin cepat….. dan kepalanya tak henti-hentinya dipalingkan kanan kiri keatas….seperti orang kesurupan…… ouuuuuuhhhhh nikmat sayaaaaaang…. Oh lebih nikmat dari semua cewek yang aku tiduri ….oooooooooooo, dia jg semakin kesetanaan……massssss ga tahaaaannnnnnnnnn massssssss” tahan sedikit sayaang kita keluar barenggggg ,… aaahhhh….ahhhhh.aahhhhhhahh aku meracau …. Ayo sayangggg lebih kerassss… , massssssssssss mau keluar …. Aku jg sayaaaang ..oooooooooo ouchhhhhhhhhhhhhhhh dengan jeritan yang panjang ….

kami berdua keluar bersamaan , rasanya nikmatnya dunia ga ada yang menandingi rasa nikmat ini…. Mbak chacha langsung ambruk di atasku .. kurasakan tubuh kami bersentuhan …..halusssssss dan kupeluk dia…mas andri….. enakkk sekali ko***l mas., masss bikin aku senang terus ya “ pintanya…..”iya sayang… kapanpun kamu mau, aku juga pingin kamu jilatin kayak aku tadi…” iya nanti kita istirahat dulu…..rasanya persendianku luluh lunglai ”
Malam itu kami bermain sepuasnya sampai pagi, dia gentian menjilatin tubuhku …..berganti-ganti gaya… Sampai jam 4.00 pagi dia aku suruh pindah kekamarnya untuk menemani suaminya…. Ang sudah ga bergerak…..karena pengaruh minuman keras sejak saat itu pertengkaran2 semakin jarang terjadi….karena aku siap menjadi penengahnya Beberapa bulan kemudian aku pindah tinggal di mess kantor, karena aku terlalu capek jarak kantor –rumah terlalu jauh….. dan sering terlambat…. Karena urusanku antar Negara sementara .negara K……. waktunya 2 jam lebih cepat. Jadi aku putuskan tinggal di mess kantor….. tapi kadang2 aku masih ikut ke rumah bosku , apalagi klo weekend ditambah ada telp… butuh pelayananku hehehehe. syukurlah. Aku telah membuat bosku dan istrinya damai., Tanpa mengurangi kenikmatan yan ada.hehehe.

Aktivitas dengan istri bosku berhenti ketika aku putuskan menikah dengan pacarku yang aku pacari sudah 6 thn.. tapi hubngan keluargaku dan keluarga bosku masih baik seperti dulu tidak terjadi apa-apa sekarang masih kerja sama dia.

Demikianlah pengalamankan bermain seks dengan istri bos.. Benar benar bikin crot...

Cerita sex Ibu Tetty

Kini cerita sex beralih Pada kepuasan nafsu seseorang, awalnya cerita sex di berikan untuk menjadikan pelajaran bagi kita, agar terhindar dari kesalahan akibat dari birahi, Namun cerita kali ini lebih pada cerita mengumbar nafsu, bagi anda yang belum cukup dewasa sangat tidak di anjurkan membaca cerita berikut ini.

Asmaea Birahi Bu Tetty

namaku Priambudhy Saktiaji, teman-teman memanggilku Budhy. Aku tinggal di Bogor, sebelah selatan Jakarta. Tinggiku sekitar 167 cm, bentuk wajahku tidak mengecewakan, imut-imut kalau teman-teman perempuanku bilang. Langsung saja aku mulai dengan pengalaman pertamaku ‘make love’ (ML) atau bercinta dengan seorang wanita. Kejadiannya waktu aku masih kelas dua SMA (sekarang SMU).

Saat itu sedang musim ujian, sehingga kami di awasi oleh guru-guru dari kelas yang lain. Kebetulan yang mendapat bagian mengawasi kelas tempatku ujian adalah seorang guru yang bernama Ibu Netty, umurnya masih cukup muda, sekitar 25 tahunan. Tinggi badannya sekitar 155 cm. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, bentuk wajahnya oval dengan rambut lurus yang di potong pendek sebatas leher, sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang.

Yang membuatku sangat tertarik adalah tonjolan dua bukit payudaranya yang cukup besar, bokongnya yang sexy dan bergoyang pada saat dia berjalan. Aku sering mencuri pandang padanya dengan tatapan mata yang tajam, ke arah meja yang didudukinya. Kadang, entah sengaja atau tidak, dia balas menatapku sambil tersenyum kecil. Hal itu membuatku berdebar-debar tidak menentu. Bahkan pada kesempatan lain, sambil menatapku dan memasang senyumnya, dia dengan sengaja menyilangkan kakinya, sehingga menampakkan paha dan betisnya yang mulus.

Di waktu yang lain dia bahkan sengaja menarik roknya yang sudah pendek (di atas lutut, dengan belahan disamping), sambil memandangi wajahku, sehingga aku bisa melihat lebih dalam, ke arah selangkangannya. Terlihat gundukan kecil di tengah, dia memakai celana dalam berbahan katun berwarna putih. Aku agak terkejut dan sedikit melotot dengan ‘show’ yang sedang dilakukannya. Aku memandang sekelilingku, memastikan apa ada teman-temanku yang lain yang juga melihat pada pertunjukan kecil tersebut. Ternyata mereka semua sedang sibuk mengerjakan soal-soal ujian dengan serius. Aku kembali memandang ke arah Ibu Netty, dia masih memandangku sambil tersenyum nakal. Aku membalas senyumannya sambil mengacungkan jempolku, kemudian aku teruskan mengerjakan soal-soal ujian di mejaku. Tentu saja dengan sekali-kali melihat ke arah meja Ibu Netty yang masih setia menyilangkan kakinya dan menurunkannya kembali, sedemikian rupa, sehingga memperlihatkan dengan jelas selangkangannya yang indah.

Sekitar 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, aku bangkit dan berjalan ke depan untuk menyerahkan kertas-kertas ujianku kepada Ibu Netty. “Sudah selasai?” katanya sambil tersenyum. “Sudah, bu….” jawabku sambil membalas senyumnya. “Kamu suka dengan yang kamu lihat tadi?” dia bertanya mengagetkanku. Aku menganggukkan kepalaku, kami melakukan semua pembicaraan dengan berbisik-bisik. “Apa saya boleh melihatnya lagi nanti?” kataku memberanikan diri, masih dengan berbisik. “Kita ketemu nanti di depan sekolah, setelah ujian hari ini selesai, ok?” katanya sambil tersenyum simpul. Senyum yang menggetarkan hatiku dan membuat tubuhku jadi panas dingin.

Siang itu di depan gerbang sekolah, sambil menenteng tasnya, bu Netty mendekati tempatku berdiri dan berkata, “Bud, kamu ikuti saya dari belakang” Aku mengikutinya, sambil menikmati goyangan pinggul dan pantatnya yang aduhai. Ketika kami sudah jauh dari lingkungan sekolah dan sudah tidak terlihat lagi anak-anak sekolah di sekitar kami, dia berhenti, menungguku sampai di sampingnya. Kami berjalan beriringan. “Kamu benar-benar ingin melihat lagi?” tanyanya memecah kesunyian. “Lihat apa bu?” jawabku berpura-pura lupa, pada permintaanku sendiri sewaktu di kelas tadi pagi. “Ah, kamu, suka pura-pura…” Katanya sambil mencubit pinggangku pelan. Aku tidak berusaha menghindari cubitannya, malah aku pegang telapak tangannya yang halus dan meremasnya dengan gemas. bu Netty balas meremas tanganku, sambil memandangiku lekat-lekat.

Akhirnya kami sampai pada satu rumah kecil, agak jauh dari rumah-rumah lain. Sepertinya rumah kontrakan, karena tidak terlihat tambahan ornamen bangunan pada rumah tersebut. Bu Netty membuka tasnya, mengeluarkan kunci dan membuka pintu. “Bud, masuklah. Lepas sepatumu di dalam, tutup dan kunci kembali pintunya!” Perintahnya cepat. Aku turuti permintaannya tanpa banyak bertanya. Begitu sampai di dalam rumah, bu Netty menaruh tasnya di sebuah meja, masuk ke kamar tanpa menutup pintunya. Aku hanya melihat, ketika dengan santainya dia melepaskan kancing bajunya, sehingga memperlihatkan BH-nya yang juga terbuat dari bahan katun berwarna putih, buah dadanya yang putih dan agak besar seperti tidak tertampung dan mencuat keluar dari BH tersebut, membuatnya semakin sexy, kemudian dia memanggilku. “Bud, tolong dong, lepasin pengaitnya…” katanya sambil membelakangiku. Aku buka pengait tali BH-nya, dengan wajah panas dan hati berdebar-debar. Setelah BH-nya terlepas, dia membuka lemari, mengambil sebuah kaos T-shirt berwarna putih, kemudian memakainya, masih dengan posisi membelakangiku. T-shirt tersebut terlihat sangat ketat membungkus tubuhnya yang wangi.

Kemudian dia kembali meminta tolong padaku, kali ini dia minta dibukakan risleting roknya! Aku kembali dibuatnya berdebar-debar dan yang paling parah, aku mulai merasa selangkanganku basah. Kemaluanku berontak di dalam celana dalam yang rangkap dengan celana panjang SMA ku. Ketika dia membelakangiku, dengan cepat aku memperbaiki posisi kemaluanku dari luar celana agar tidak terjepit. Kemudian aku buka risleting rok ketatnya. Dengan perlahan dia menurunkan roknya, sehingga posisinya menungging di depanku. Aku memandangi pantatnya yang sexy dan sekarang tidak terbungkus rok, hanya mengenakan celana dalam putihnya, tanganku meraba pantat bu Netty dan sedikit meremasnya, gemas.
“Udah nggak sabar ya, Bud?” Kata bu Netty.
“Maaf, bu, habis bokong ibu sexy banget, jadi gemes saya….”
“Kalo di sini jangan panggil saya ‘bu’ lagi, panggil ‘teteh’ aja ya?”
“Iya bu, eh, teh Netty”
Konsentrasiku buyar melihat pemandangan di hadapanku saat ini, bu Netty dengan kaos T-shirt yang ketat, tanpa BH, sehingga puting susunya mencuat dari balik kaos putihnya, pusarnya yang sexy tidak tertutup, karena ukuran kaos T-shirt-nya yang pendek, celana dalam yang tadi pagi aku lihat dari jauh sekarang aku bisa lihat dengan jelas, gundukan di selangkangannya membuatku menelan ludah, pahanya yang putih mulus dan ramping membuat semuanya serasa dalam mimpi.
“Gimana Bud, suka nggak kamu?” Katanya sambil berkcak pinggang dan meliuk-liukkan pinggulnya.
“Kok kamu jadi bengong, Bud?” Lanjutnya sambil menghampiriku.
Aku terdiam terpaku memandanginya ketika dia memeluk leherku dan mencium bibirku, pada awalnya aku kaget dan tidak bereaksi, tapi tidak lama. Kemudian aku balas ciuman-ciumannya, dia melumat bibirku dengan rakusnya, aku balas lumatannya. “Mmmmmmmmmhhhhhhhhhhh….” Gumamnya ditengah ciuman-ciuman kami. Tidak lama kemudian tangan kanannya mengambil tangan kiriku dan menuntun tanganku ke arah payudaranya, aku dengan cepat menanggapi apa maunya, kuremas-remas dengan lembut payudaranya dan kupilin-pilin putingnya yang mulai mengeras. “Mmmmhhhh….mmmmmhhhhh” Kali ini dia merintih nikmat. Aku usap-usap punggungnya, turun ke pinggangngya yang tidak tertutup oleh kaos T-shirtnya, aku lanjutkan mengusap dan meremas-remas pantatnya yang padat dan sexy, lalu kulanjutkan dengan menyelipkan jari tengahku ke belahan pantatnya, kugesek-gesek kearah dalam sehingga aku bisa menyentuh bibir vaginanya dari luar celana dalam yang dipakainya. Ternyata celana dalamnya sudah sangat basah. Sementara ciuman kami, berubah menjadi saling kulum lidah masing-masing bergantian, kadang-kadang tangannya menjambaki rambutku dengan gemas, tangannya yang lain melepas kancing baju sekolahku satu per satu. Aku melepas pagutanku pada bibirnya dan membantunya melepas bajuku, kemudian kaos dalam ku, ikat pinggangku, aku perosotkan celana panjang abu-abuku dan celana dalam putihku sekaligus. Bu Netty pun melakukan hal yang sama, dengan sedikit terburu-buru melepas kaos T-shirtnya yang baru dia pakai beberapa saat yang lalu, dia perosotkan celana dalam putihnya, sehingga sekarang dia sudah telanjang bulat.

Tubuhnya yang putih mulus dan sexy sangat menggiurkan. Hampir bersamaan kami selesai menelanjangi tubuh kami masing-masing, ketika aku menegakkan tubuh kembali, kami berdua sama-sama terpaku sejenak. Aku terpaku melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun. Aku sudah sering melihat tubuh telanjang, tetapi secara langsung dan berhadap-hapan baru kali itu aku mengalaminya. Payudaranya yang sudah mengeras tampak kencang, ukurannya melebihi telapak tanganku, sejak tadi aku berusaha meremas seluruh bulatan itu, tapi tidak pernah berhasil, karena ukurannya yang cukup besar. Perutnya rata tidak tampak ada bagian yang berlemak sedikitpun. Pinggangnya ramping dan membulat sangat sexy. Selangkangannya di tumbuhi bulu-bulu yang sengaja tidak dicukur, hanya tumbuh sedikit di atas kemaluannya yang mengkilap karena basah.

Tubuh telanjang yang pernah aku lihat paling-paling dari gambar-gambar porno, blue film atau paling nyata tubuh ABG tetanggaku yang aku intip kamarnya, sehingga tidak begitu jelas dan kulakukan cepat-cepat karena takut ketahuan. Kebiasaan mengintipku tidak berlangsung lama karena pada dasarnya aku tidak suka mengintip.

Sementara bu Netty memandang lekat kemaluanku yang sudah tegang dan mengeras, pangkalnya di tumbuhi bulu-bulu kasar, bahkan ada banyak bulu yang tumbuh di batang kemaluanku. Ukurannya cukup besar dan panjangnya belasan centi. “Bud, punyamu lumayan juga, besar dan panjang, ada bulunya lagi di batangnya” katanya sambil menghampiriku.

Jarak kami tidak begitu jauh sehingga dengan cepat dia sudah meraih kemaluanku, sambil berlutut dia meremas-remas batang kemaluanku sambil mengocok-ngocoknya lembut dan berikutnya kepala kemaluanku sudah dikulumnya. Tubuhku mengejang mendapat emutan seperti itu. “Oooohhhh…. enak teh….” rintihku pelan. Dia semakin bersemangat dengan kuluman dan kocokan-kocokannya pada kemaluanku, sementara aku semakin blingsatan akibat perbuatannya itu. Kadang dimasukkannya kemaluanku sampai ke dalam tenggorokannya. Kepalanya dia maju mundurkan, sehingga kemaluanku keluar masuk dari mulutnya, sambil dihisap-hisap dengan rakus. Aku semakin tidak tahan dan akhirnya…, jebol juga pertahananku. Spermaku menyemprot ke dalam mulutnya yang langsung dia sedot dan dia telan, sehingga tidak ada satu tetespun yang menetes ke lantai, memberiku sensasi yang luar biasa. Rasanya jauh lebih nikmat daripada waktu aku masturbasi.
“Aaaahhhh… ooooohhhhh…. teteeeeehhhhh!” Teriakku tak tertahankan lagi.
“Gimana? enak Bud?” Tanyanya setelah dia sedot tetesan terakhir dari kemaluanku.
“Enak banget teh, jauh lebih enak daripada ngocok sendiri” jawabku puas.
“Gantian dong teh, saya pengen ngerasain punya teteh” lanjutku sedikit memohon.
“Boleh…,” katanya sambil menuju tempat tidur, kemudian dia merebahkan dirinya di atas ranjang yang rendah, kakinya masih terjulur ke lantai. Aku langsung berlutut di depannya, kuciumi selangkangannya dengan bibirku, tanganku meraih kedua payudaranya, kuremas-remas lembut dan kupilin-pilin pelan puting payudaranya yang sudah mengeras. Dia mulai mengeluarkan rintihan-rintihan perlahan. Sementara mulutku menghisap, memilin, menjilat vaginanya yang semakin lama semakin basah. Aku permainkan clitorisnya dengan lidahku dan ku emut-emut dengan bibirku.
“Aaaaaahhhhh… ooooohhhhhh, Buuuuddddhyyyyy…, aku sudah tidak tahan, aaaaauuuuuhhhhhh!” Rintihannya semakin lama semakin keras. Aku sedikit kuatir kalau ada tetangganya yang mendengar rintihan-rintihan nikmat tersebut. Tetapi karena aku juga didera nafsu, sehingga akhirnya aku tidak terlalu memperdulikannya. Hingga satu saat aku merasakan tubuhnya mengejang, kemudian aku merasakan semburan cairan hangat di mulutku, aku hisap sebisaku semuanya, aku telan dan aku nikmati dengan rakus, tetes demi tetes. Kakinya yang tadinya menjuntai ke lantai, kini kedua pahanya mengapit kepalaku dengan ketat, kedua tangannya menekan kepalaku supaya lebih lekat lagi menempel di selangkangannya, membuatku sulit bernafas. Tanganku yang sebelumnya bergerilya di kedua payudaranya kini meremas-remas dan mengusap-usap pahanya yang ada di atas pundakku.

“Bud, kamu hebat, bikin aku orgasme sampai kelojotan begini, belajar darimana?” Tanyanya. Aku tidak menjawab, hanya tersenyum. Aku memang banyak membaca tentang hubungan sexual, dari majalah, buku dan internet. Sementara itu kemaluanku sudah sejak tadi menegang lagi karena terangsang dengan rintihan-rintihan nikmatnya bu Netty. Akupun berdiri, memposisikan kemaluanku didepan mulut vaginanya yang masih berkedut dan tampak basah serta licin itu.
“Aku masukin ya teh?” Tanyaku, tanpa menunggu jawaban darinya, aku melumat bibirnya yang merekah menanti kedatangan bibirku.
“Oooohhhh…” rintihnya,
“Aaaahhhh…” kubalas dengan rintihan yang sama nikmatnya, ketika kemaluanku menembus masuk ke dalam vaginanya, hilanglah keperjakaanku. Kenikmatan tiada tara aku rasakan, ketika batang kemaluanku masuk seluruhnya, bergesekan dengan dinding vagina yang lembut, hingga ke pangkalnya. Bu Netty merintih semakin kencang ketika bulu kemaluanku yang tumbuh di batang kemaluanku menggesek bibir vagina dan clitorisnya, matanya setengah terpejam mulutnya menganga, nafasnya mulai tersenggal-senggal.
“Ahh-ahh-ahh auuuu!” Kutarik lagi kemaluanku perlahan, sampai kepalanya hampir keluar. Kumasukkan lagi perlahan, sementara rintihannya selalu di tambah teriakan kecil, setiap kali pangkal batang kemaluanku menghantam bibir vagina dan clitorisnya. Gerakanku semakin lama semakin cepat, bibirku bergantian antara melumat bibirnya, atau menghisap puting payudaranya kiri dan kanan. Teriakan-teriakannya semakin menggila, kepalanya dia tolehkan kekiri dan kekanan membuatku hanya bisa menghisap puting payudaranya saja, tidak bisa lagi melumat bibirnya yang sexy.

Sementara itu pinggulnya dia angkat setiap kali aku menghunjamkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang kini sudah sangat basah, sampai akhirnya, “Buuudddhhyyyyyy…. aku mau keluar lagiiiiii… oooohhhhhh… aaahhhhh” teriakannya semakin kacau.
Aku memperhatikan dengan puas, saat dia mengejan seperti menahan sesuatu, vaginanya kembali banjir seperti saat dia orgasme di mulutku. Aku memang sengaja mengontrol diriku untuk tidak orgasme, hal ini aku pelajari dengan seksama, walaupun aku belum pernah melakukan ML sebelum itu. Bu Netty sendiri heran dengan kemampuan kontrol diriku.

Setelah dia melambung dengan orgasme-orgasmenya yang susul- menyusul, aku cabut kemaluanku yang masih perkasa dan keras. Aku memberinya waktu beberapa saat untuk mengatur nafasnya. Kemudian aku memintanya menungging, dia dengan senang hati melakukannya. Kembali kami tenggelam dalam permainan yang panas.

Sekali lagi aku membuatnya mendapatkan orgasme yang berkepanjangan seakan tiada habisnya, aku sendiri karena sudah cukup lelah, kupercepat gerakanku untuk mengejar ketinggalanku menuju puncak kenikmatan. Akhirnya menyemburlah spermaku, yang sejak tadi aku tahan, saking lemasnya dia dengan pasrah tengkurap diatas perutnya, aku menjatuhkan diriku berbaring di sebelahnya.

Sejak kejadian hari itu, aku sudah tidak lagi melakukan masturbasi, kami ML setiap kali kami menginginkannya. Ketika aku tanya mengapa dia memilihku, dia menjawab, karena aku mirip dengan pacar pertamanya, yang membuatnya kehilangan mahkotanya, sewaktu masih SMA. Tapi bedanya, katanya lagi, aku lebih tahan lama saat bercinta (bukan GR lho). Saat kutanya, apa tidak takut hamil?, dengan santai dia menjawab, bahwa dia sudah rutin disuntik setiap 3 bulan.

Selesai dulu cerita tante girang kali ini, nantikan cerita tante girang lainya di cerita sex berikutnya.

Bercinta dengan bu Mila

Perjalanan sex seseorang tak terhitung dan tak terbatas, kadang permainan sex menimbulkan percintaan dengan wanita setengah baya. biasanya wanita setengah baya yang menjadi pemuas sex adalah wanita yang kurang mendapat sentuhan keharmonisan dari suami, sehingga menyalurkan hasrat seks nya dengan tetangga ataupun teman dekat. ini karena keterbatasan dana , sangat berbeda dengan tante girang yang bisa membeli kepuasan seks lewat brondong yang mencari Tante girang. Berikut kisah wanita setengah baya yang bercinta dengan seorang pemuda. bercinta dengan Ibu mila

Aku benar-benar jadi ketagihan berhubungan sex dengan wanita-wanita yang umurnya jauh lebih tua dariku. Hubungan cintaku dengan Ibu mertuaku masih terus berlanjut sampai saat ini. Jika aku sudah sangat rindu akan tubuh Ibu mertuaku, aku menelpon Ibu mertuaku, kami janjian untuk bertemu di salah satu hotel, yang lokasinya dekat dengan bandara.

Pagi pagi sekali aku berangkat, setelah kami berjumpa, kami tumpahkan semua rasa rindu kami, sehari penuh kami tidak keluar kamar mengejar sejuta kenikmatan.

Aku dan Ibu mertuaku benar benar memanfaatkan waktuku yang singkat, karena sore harinya aku harus segera kembali ke Jakarta. Saat menunggu dibandara, jika birahi ku datang, aku dan Ibu mertuaku masuk ke toilet bandara yang cukup sepi. Langsung kusingkap roknya, kuturunkan CDnya, kuturunkan celana dan CD ku sebatas lutut, dari belakang langsung kutancapkan kontolku kelubang memek Ibu mertuaku, kogoyang maju mundur pantatku dengan sangat cepat, agar secepat mungkin kami raih kenikmatan. Mungkin aku sudah gila, aku jatuh cinta sama Ibu mertuaku sendiri.

Banyak diantara pembaca sekalian yang bertanya tanya tentang hubungan sexku dengan Indri istriku? Dalam hubungan sex, Indri, tidaklah sehebat ibunya, dalam bercinta istriku tidak suka dengan gaya yang aneh aneh. Bahkan Untuk melakukan oral sex saja, Indri enggan melakukannya, jijik, katanya.

Dalam berhubungan badan, aku dan Indri lebih banyak mengunakan gaya konvensional dalam bercinta. Apalagi Indri istriku termasuk wanita karier yang cukup berhasil, kadang kadang disaat aku ingin bersetubuh istriku sering menolaknya, capek sekali, katanya.

Tapi bukan itu yang menjadi alasan aku harus selingkuh dengan ibunya atau dengan wanita setengah baya lainnya. Aku bangga akan istriku.

Hanya saja, dengan Indri semua fantasi sexku tidak pernah kesampaian, terlalu monoton, Dengan Ibu mertuaku atau dengan wanita setengah baya lainnya yang pernah kusetubuhi, aku bebas berexpresi, dan fantasi sexualku juga bisa terpenuhi.
Dengan mereka, aku benar benar merasakan kepuasan sexual yang luar biasa.

Sekarang aku akan melanjutkan ceritaku, tentang hubunganku dengan Ibu Mila, setelah persetubuhan kami yang pertama.

*****

Saat keesokan harinya, ketika aku sudah tiba dikantor, aku hanya senyum senyum sendiri membayangkan Ibu Mila atasanku, orang yang begitu ditakuti dikantorku ini, akhirnya menyerah pasrah dalam pelukanku, memohon mohon agar ladangnya segera dicangkul dan sirami oleh air kehidupan yang begitu nikmat. Aku hanya tersenyum sendiri kalau mengingat apa yang terjadi semalam antara aku dengan Ibu Mila.

Aku benar benar menunggu kedatangan orang yang paling berpengaruh dikantorku, dan ingin sekali melihat reaksi dan expresi Ibu Mila kepadaku. Setelah lewat setengah jam, Ibu mila belum Muncul juga. Dari Yena, sekretaris Ibu Mila aku tahu, bahwa hari ini Ibu Mila tidak masuk kantor karena kurang enak badan. Banyak teman teman yang tersenyum lepas, karena bisa bebas bekerja tanpa perlu ada yang ditakuti.

Cuma aku yang tidak senang atas peristiwa ini, karena aku ingin sekali melihat expresi wajah Ibu Mila. Ya sudahlah Akupun sibuk dan larut dengan pekerjaanku. Tanpa terasa sudah jam sepuluh pagi, tiba tiba aku dikejutkan oleh suara dering Hpku, tanda bahwa ada pesan yang masuk. Aku lihat ternyata Ibu Mila yang mengirim pesan, segera kubaca isi pesan tersebut.

“Pento.., kamu lumayan juga diatas ranjang, jadi wajar, kalau Ibu mertuamu sampai hamil. Hari ini saya nggak masuk kerja, saya tunggu kamu dirumah saya, jam satu siang. Minta izin sama Siska bilang saja kamu sakit.

Mila.”..

Uh dasar.. Bos, Sudah jelas jelas Ibu Mila kubuat KO di atas ranjang, masih bilang aku hanya lumayan. Tapi aku bersyukur juga, berarti hari ini aku bisa mengentot Ibu Mila lagi. Langsung terbayang semua kenikmatan yang akan kuperoleh dari tubuh gendut Ibu Mila.

Dengan alasan kurang enak badan, akupun izin untuk istirahat pulang, kutelpon taksi, saat taksi sudah datang, akupun langsung cabut dari kantorku menuju rumah Ibu Mila.

Setelah mendapat SMS dari Ibu Mila, aku begitu penuh semangat, hari ini aku ingin membuat Ibu Mila mengemis dan mohon ampun padaku. Cuma aku sadar, kemampuan sexku tidaklah terlalu hebat. Nggak mungkinlah, aku bisa kuat ngentot berjam jam. Untuk menambah stamina dan daya tahan sex ku, aku mampir ke salah satu toko yang menjual obat kuat, dari uang yang diberikan Ibu Mila kepadaku, aku beli beberapa butir obat kuat yang cukup ampuh. Didalam taksi langsung aku minum sebutir. Haa.. ha.. rasakan nanti, batinku.

Jam satu kurang, aku sudah tiba dirumah Ibu Mila, Kupencet bell dengan perasaan berdebar. Saat pintu gerbang terbuka kulihat Agus, satpam penjaga rumah Ibu Mila membukakan pintu.
“Eh.., Bapak Pento Silahkan masuk Pak, Ibu sudah menunggu Bapak di dalam”.
“Terima kasih Pak”, jawabku.

Akupun masuk kedalam, jauh juga jarak dari pintu gerbang sampai kepintu rumah Ibu Mila. Kulihat Ibu Mila sudah menunggu diteras rumahnya dan melambaikan tangannya.
“Hai, kamu datang juga.., aku pikir kamu nggak datang”, sapa Ibu Mila.
“Aku pasti datang Bu, kalau tidak datang, bisa-bisa rahasiaku terbongkar”, candaku.
“Ayo masuk, kamu sudah makan siang belum? Kita makan sama sama, hari ini Ibu sudah pesankan makanan untuk kita berdua. Spesial buat kamu dan Ibu”.
“Mmm.. ramah sekali Ibu Mila hari ini”, batinku.

Aku dan Ibu Mila masuk kedalam ruangan yang begitu besar, sepertinya kamar tidur Ibu Mila. Di dekat jendela yang menghadap kearah kolam renang, aku melihat sebuah meja kecil yang sudah ditata rapi, dengan nyala lilin dan sebotol wine, romantis sekali.

Aku dan Ibu Mila duduk berhadapan, Ibu Mila begiti lemah lembut, kamipun makan siang bersama, dalam suasana kamar yang begitu romantis.
“Boleh saya merokok disini Bu?”
“Silakan Pento, dulu almarhum suami Ibu juga seorang perokok”, jawab Ibu Mila.
“Kamu mau Minum wine?”, tanya Ibu Mila.
Kemudian Ibu Mila memberikan segelas wine untukku, kami terus berbicara sambil menghabiskan minuman kami.

Kupeluk tubuh Ibu Mila dari belakang saat Ibu Mila berdiri dijendela memandang keluar, Kucium dengan lembut wajahnya, bibirnya, burungku yang menempel tepat di belahan pantat Ibu Milapun sudah tegak berdiri, sampai sakit sekali rasanya, mungkin pengaruh obat kuat yang sudah aku minum.

“Pento, Sebenarnya Ibu mau mengajak kamu makan malam disuatu tempat yang romantis sekali, Cuma Ibu tahu, kamu tidak punya banyak waktu kalau malam hari jadi Ibu ajak kamu makan siang di sini, dikamar Ibu, dan sengaja suasananya Ibu buat seperti ini, agar tetap terkesan romantis”
“Terima kasih Bu, Ibu baik sekali”. Jawabku
“Kamu tahu Pen? Ini kamar tidur Ibu dan almarhum Bapak, kamu lelaki kedua setelah almahum Bapak, yang boleh masuk di kamar ini. Ibu sudah lama suka sama kamu, Cuma Ibu nggak yakin, melihat gayamu yang cool, apa iya kamu mau sama Ibu?, Untung Ibu mendengar pembicaraan kamu dan Ibu mertuamu, yah terpaksa Ibu harus mainkan siasat, untuk mendapatkan kamu”.
“Pento kamu maukan, hari ini, kamu bercinta dengan Ibu tanpa merasa terpaksa”.

Aku tersenyum dan kupandangi wajah Ibu Mila, aku merasa bangga sekali, kupeluk lebih erat lagi tubuh Ibu Mila. Tubuhku sudah panas rasanya, Ibu Mila berbalik, kami sudah saling berhadapan. Kupandangi wajah Ibu Mila, cantik sekali, kukecup lembut bibir Ibu Mila, kami berdua sudah saling melumat. Lama sekali kami berciuman, ditambah lagi suasana yang begitu romantis menambah tinggi gairah kami berdua.

Kulepas pakaian yang di kenakan Ibu Mila, kuciumi lehernya, Ibu Mila mendesah menikmati cumbuan yang aku berikan, kubuka Bh nya, kuremas dengan lembut tetek Ibu Mila. Ciumanku terus turun kearah buah dadanya, kujilati dan kuhisap tetek Ibu Mila, Ibu Milapun semakin mengeliat dan semakin keras desahannya.

“Uh.. Pento.. Terus hisap sayang.. Uhh.. Enak.. Pen.”..
setelah puas bermain main di buah dada Ibu Mila ciumankupun turun keperutnya. Kujilati pusarnya sambil tanganku berusaha melepas celana dalam Ibu Mila, yang merupakan penutup terakhir di tubuhnya. Masih dalam posisi berdiri kujilati memek Ibu Mila, kuhisap semua lendir yang keluar, dendam yang tadinya begitu mengebu gebu hilang sudah, aku begitu lembut memperlakukan Ibu Mila.

“Ah.. pento.. nikmat sekali sayang, buka pakaianmu sayang”.
Jari jemari tangan Ibu Mila dengan lincah melepas kancing pakaianku. Satu persatu pakaian yang kukenakan terlepas sudah. Akhirnya kami berdua sudah telanjang bulat. Dihisapnya puting dadaku, sambil tangan Ibu Mila meremas remas kontolku yang sudah sangat tegak berdiri.

“Pento aku ingin kita melakukannya di tempat tidur, puaskan aku sayang”.
Kami berdua berjalan menuju kepembaringan, tangan Ibu Mila terus memegangi kontolku. Tubuhku direbahkan diatas pembaringan, kemudian kontolku di kulum dengan lembut, nikmat sekali kuluman Ibu Mila.

“Oh.. Pento Ibu sudah tidak tahan lagi.. Ibu masukin ya sayang.”..
Kemudian Ibu Mila menaiki tubuhku, digemgamnya kontolku dan diarahkan ke lubang memeknya, perlahan lahan sekali Ibu Mila menurunkan pantatnya, mili demi mili batang kontolku masuk meluncur ke lubang memek Ibu Mila yang sangat basah sekali.

“Ahh.”., rintih kami berdua, saat kontolku masuk semua terbenam didalam lubang memek Ibu Mila.
Aku lihat Ibu Mila memejamkan mata dan mengigit bibirnya menikmati sensasi yang begitu indah. Ibu Mila mengangkat pantatnya dengan perlahan sekali, menikmati gesekan batang kontolku dengan dinding memeknya, kemudian diturunkan kembali dengan sangat perlahan. semakin lama goyangan naik turun pantat Ibu Mila semakin cepat.
“Akkhh.. Pento.. ampun.. enak sekali sayang.. kontolmu enak sekali sayang”.
Ibu Mila terus menjerit mendesah berteriak menikmati sensasi nikmat dari pertemuan batang kontolku dengan lubang memeknya. Kontolku yang begitu tegak perkasa terus menerus menerima gesekan demi gesekan dari lubang memek Ibu Mila.
“Iya.. Bu, aku juga nikmat goyang terus Bu”.
Kuremas tetek Ibu Mila, aku angkat badanku kuhisap teteknya, goyangan pinggul Ibu Mila makin menggila dan terkendali.

Jujur saja, kalau bukan karena pengaruh obat kuat yang aku minum, Mungkin aku sudah ejakulasi, dan sudah tidak sanggup lagi bertahan mengimbangi goyangan pantat Ibu Mila yang begitu liar.
“Oh.. Pento.. Ibu.. sudah nggak sanggup lagi.., Ibu mau keluuarr”.
“Ayo.. Bu.. keluarin semuanya Bu.. Nikmatin.. Bu.”..
Kuhisap dengan kuat tetek Ibu Mila, dan Ibu Milapun makin mempercepat goyangan pinggulnya menanti saat saat datangnya orgasme.
“Pentoo.. Arrgghh.”., jerit Ibu Mila, memek Ibu Mila dengan kuat mencengkram batang kontolku.
Sungguh menyesal aku meminum obat kuat, padahal saat seperti inilah, saat yang paling nikmat untuk secara bersamaan melepaskan orgame yang sudah tertahan. Namun kalau aku tidak meminumnya, aku juga tidak tahu apakah aku sanggup bertahan dari serangan dan goyangan pantat Ibu Mila.

Dipeluknya aku dengan erat sekali.
“Hu.. hu.. hu.”., Ibu Mila menangis.
Aku peluk tubuh nya dengan erat. Kurebahkan badanku, Ibu Mila ikut rebah sambil terus memelukku. Kubiarkan Ibu Mila menikmati orgasmenya.

Kukecup kening Ibu Mila, ku belai rambutnya dengan penuh kasih sayang, sementara kontolku masih terus terbenam di dalam lubang memek Ibu Mila.
“Enak sayang”, Tanyaku
“Enak sekali Pen, dasyat sekali rasanya” jawab Ibu Mila lirih.
“Kamu sudah keluar Pento?”.
“Belum Bu, tidak apa apa, yang penting Ibu puas”, Jawabku.
“Ibu lemas sekali Pento, kasihan kamu belum keluar”.
“Tidak apa-apa Bu, Ibu istirahat dulu, nanti kita lanjutkan lagi, toh waktu kita masih panjang”, jawabku.

Ibu Mila mengangkat tubuhnya dan langung menghempaskannya kembali disampingku. Kontolku masih tegak berdiri, sama sekali belum terlihat tanda tanda hendak memuntahkan isinya. Ibu Mila merebahkan kepalanya didadaku, kupeluk tubuh Ibu Mila, sambil kubelai belai ramutnya. Akhirnya Ibu Milapun tertidur.

Kupandangi wajahnya, ada senyum kepuasan disana. Seandainya saja dendamku belum hilang mungkin aku tidak peduli apakah Ibu Mila lelah atau tidak, pasti sudah kutancapkan kembali kontolku yang masih tegak berdiri kelubang memek Ibu Mila sampai Ia minta ampun dan memohon mohon padaku.

Hari itu sampai jam sepuluh malam Aku dan Ibu Mila benar benar menghabiskan waktu kami hanya untuk bersetubuh meraih kenikmatan demi kenikmatan. Kami berdua melakukannya dengan penuh perasaan.

Ternyata di balik ketegaran yang diperlihatkanya dikantor, Ibu Mila tetaplah seorang wanita yang butuh perhatian dan kasih sayang.

Sekian.

Unordered List