Tempatnya Kumpulan Komunitas tante girang yang tukar no hp brondong, tukar info brondong, tukar info Tante girang seluruh Indonesia

Aku dan Mbak Tiyah

Setelah sekian lama komunitas tante girang tidak posting atau update karena beberapa hal, akhirnya kini posting dengan sebuah cerita dewasa yang dikirim seseorang bernama joko tentang pengalaman nya seks dengan kakak temannya sendiri.


Awalnya aku pikir bersetubuh dengan wanita adalah hal yang biasa-biasa saja, atau kenikmatannya sama saja dengan waktu kita beronani dikamar mandi saat kita lagi butuh kepuasan, itu pendapatku waktu itu. Kebiasaanku beronani atau kata orang ” nyoli ” dimulai waktu usiaku masih 17 tahun ketika aku duduk dikelas tiga S M P. Telah menjadi kebiasaanku sepulang sekolah aku harus pergi kesawah untuk mencari sekarung rumput makanan dua ekor kambingku saat masih dikampung, kini aku tinggal di Jakarta bersama budeku. Memang kedua orang tuaku adalah peternak yang kurang sukses.

Karena terbentur utang yang tak kunjung lunas akhirnya hewan perliharaanya tersisa dua ekor lagi. Teman setiaku adalah wawan, rumahnya persis didepan rumahku hanya dibatasi sebuah jalan kecil yang menghubungkan kesebuah danau diantara rumah kami berdua. Waktu itu hari menjelang sore, aku bergegas berganti pakaian sehabis makan sore sepulang sekolah lalu ku ambil sabit yang terselip didinding dapur rumahku yang terbuat dari anyaman bambu, serta tak lupa kutarik karung yang tergeletak dibawah meja makan, kemudian kutaruh keduanya diatas sadel belakang sepeda kesayanganku sambil makan pisang aku bergegas kerumah wawan untuk meminjam asahan menajamkan sabitku supaya mudah menebas rumput, setelah sampai didepan pintu aku masuki rumahnya lalu kupanggil dia ” wan..” iya..jawab wawan dari kamar. ” pinjam asahnya dong wan “, sembari trus berjalan ” dibelakang ko, di kamar mandi, ambil aja, saya lagi ganti pakaian” jawab wawan dari kamar. ” cepatan wan..udah sore nih..” Pintaku ke wawan.

Aku lalu kedapur karena memang kamar mandinya ada diluar, dibelakang rumah. Kamar mandi dikampungku umumnya hanya terbuat dari terpal yang dililitkan diempat tiang yang terpancang ditanah, itupun hanya sepatas pinggul, pendek. Pabila kita mau mandi ya harus duduk supaya nggak kelihatan. Pintu kamar mandinya pun hanya di tutupi dengan handuk, sebagai simbol menandakan kalo didalam kamar mandi ada yang sedang mandi. Kubuka pintu dapur yang menuju keluar - kekamar mandi, memang kamar mandinya di keliling pohon pisang dan rambutan jadi kurang begitu jelas kalo terlihat dari pintu dapur rumah wawan. Setelah beberapa langkah mendekati kamar mandi byur..suara orang sedang mandi betapa kagetnya ketika kulihat kearah kamar mandi, aku pikir tak ada orang dikamar mandi karena tak ada handuk yang terjuntai dipintunya. Sungguh pemandangan yang spektakuler waktu itu, betapa tidak Mbak tiyah kakaknya wawan yang masih kelas 3 SMU Negeri 1 di kampungku itu sedang asik mandi tanpa sehelang benangpun yang menutupi indah tubuhnya. Dibawah kuncuran air yang tertampung dalam kotak segi empat terbuat dari semen yang digantung diatas kamar mandi ia asik membersihkan pantat dan pinggangnya yang ramping, karena ia membelakangiku ia tak tahu kehadiranku aku tertengun kuperhatikan dari ujung kakinya lalu naik kepahanya mulus, putih gempal ditumbuhi bulu lembut diatas lututnya, aku tak tahan pandanganku trus naik kearah pantat luar biasa padat dan berisi ujung pantatnya yang menyembul bergoyang ? goyang ketika Mbak tiyah mengoyangkan kepalanya yang sedang ia keramasi.

Dia membalikkan badannya, semetara aku telah bersembunyi dilebatnya pohon pisang kulihat payudaranya membusung keatas indah dan sekal berjuntai kesana kemari seperti balon yang terisi air, diujung payudara sebelah bawah ada daging kecil warna coklat muda yang agak menonjol dan astaga..!! pandanganku turun kebawah perutnya, ramping sekali dan pusarnya indah serta bersih ..apa itu.. disela-sela kedua panggkal pahanya ada tonjolan daging yang belah ditengahnya ditumbuhi bulu ? bulu halus hampir sampai lubang pusarnya. Aku tetap diam dibalik pohon pisang sembari mataku tak lepas dari pandangan kearah kamar mandi. Aku nikmati pemandangan itu sampai Mbak tiyah selesai mandi, baru aku mengambil asahan kemudian mengajak wawan pergi kesawah untuk mencari rumput.

Malam harinya pikiranku nggak bisa tenang, selalu terbayang dengan busungan kedua payudara dan bulu-bulu halus diselangkangan Mbak tiyah, sambil terbaring dikamar yang telah kukunci kucoba untuk memejamkan mata tetap saja terbayang, akhirnya pikiranku tak bisa tenang perlahan kumasukan jari-jari tangan kananku dibalik sarung, trus kebawah diantara kedua panggkal pahaku lalu tanganku kususupkan kebalik celana dalam merk Sony yang sedang kukenakan, kupegangi bulu-bulu dipangkal kemaluanku, walau baru tumbuh sedikit namun terasa kasar kutarik-kutarik perlahan-lahan bulu yang tumbuh disekitar pangkal penis, penisku menegang beberapa urat terasa menyembul dipinggir batang kemaluanku, kutarik tanganku kemudian kuludahi permukaan tanganku lalu kumasukan kembali kebalik sarung sementara celana dalamku telah kulepas tapi masih tersangkut dimata kakiku.

Ku urut pelan-pelan sembari kuremas-remas penisku, makin lama terasa nikmat sekali. Namun baru beberapa urutan genggaman tanganku pada penis terasa mulai seret dan panas karena ludahku mengering. Disamping ranjangku diatas meja belajar ada sebotol handbody lotion yang selalu kupakai sehabis mandi, ku ambil dan kutuangkan dipermukaan tanganku, ku oleskan diseluruh batang kemaluanku setelah itu ku genggam seraya kemudian posisi tubuh kuberbalik dan sekarang aku tengkurap sembari menggenggam batang kemaluanyang makin membesar kupejamkan kedua mataku seolah ? olah aku sedang menindih Mbak tiyah, kutekan perlahan-lahan pantatku sangat teratur naik turun, tanganku kubiarkan saja menempel dikasur sembari tetap menggenggam batang penisku.

Napasku mulai tersengal gerakanku semakin cepat ku kuremas ? remas batang kemaluanku kubayangkan kalau kemaluanku terjepit diantara selangkangan Mbak tiyah yang berbulu halus itu makin lama kurasakan makin “nikmat oughh.. Mbak tiyah.. enaakk..” desahku ada sesuatu yang terasa makin memuncak makin dekat kelubang penisku dan akhirnya “oughh..croott.. crott.. enakk Mbak tiyahh..”segumpal cairan warna kuning-kecoklatan agak kental keluar mengalir dari ujung penisku, aku terkulai lemas, kubalikkan tubuhku sekarang aku terlentang keringat mengucur disekitar dada dan wajahku, pelan ?pelan ku urut batang kemaluanku ke arah atas ku peras sisa ? sisa buih kenikmatan yang masih tersisa, mungkin aku lelah karena kegiatan itu ku ulangi sampai tiga kali malam itu sampai-sampai handbody lotionku habis..akhirnya ku tertidur pulas..

Tepatnya malam tanggal 17 Agustustus 1995 wawan datang kerumahku, lalu mengajakku main kerumahnya tujuannya untuk menyelesaikan pe-er bahasa inggris dari Bu guruku, memang pelajaran yang paling kusuka disekolah adalah bahasa inggris. Sesampai dirumahnya kulihat diruang tamu Mbak tiyah sedang tidur terlentang sambil menonton TV, ” kok sendiri mbak, Bapak sama Ibu pada kemana?? tanya ku kepadanya sembari kulirik buah dadanya menonjol dibalik t-shirt warna ungu yang sangat ketat melekat ditubuhnya serta memperlihatkan lubang pusarnya. ” lagi ke rumah saudara ko, ada yang nikahan di Jakarta ” ujarnya ” ada pe-er malem ini ko?”, tanya dia” iya mbak, pe-er bahasa inggris, Mbak mau bantuin??, ku pancing dia. ” nggak ah, filmnya bagus entar aja ko, coba aja dulu entar kalo nggak bisa Mbak bantuin deh ” jawab Mbak tiyah, ” iya deh mbak, saya permisi dulu kekamar wawan nggak enak sama wawan udah nungguin” kataku, padahal aku masih ingin mengobrol bersamanya. Dikamar aku sibuk menyelesaikan pe ?er dimeja belajar wawan sementara wawan malahan baca majalah diatas ranjang yang terbuat dari papan tapi diatasnya ada kasur busanya, pe-er kali ini membuat kepalaku benar-benar pusing, akhirnya setelah pukul 11 malam baru pe-er itu dapatku selesaikan, karena asiknya membuka dan menutup kamus sampai-sampai aku lupa pada wawan, kutengok kearah ranjang kulihat ia telah terlelap tidur. Kututup kamus dan kurapikan meja belajar wawan.

Kuselimuti dia, ahh lebih baik aku kedapur cari makanan pikirku karena rumah wawan sudah seperti rumahku sendiri, ketika ku melintas ruang tamu kulihat Mbak tiyah masih tidur terlentang didepan TV, hanya saja kini ia telah berganti pakain memakai baju tidur longgar bercorak bunga-bunga. ” Mbak belum tidur “, tanyaku ” belum ko, habis filmnya bagus, udah beres pe-ernya?” Mbak tiyah balik bertanya seraya ku duduk disampingnya tetapi aku menghadap ke TV sementara ia masih tidur-tiduran. ” mana wawan? “, tanya Mbak tiyah ” udah tidur dari tadi mbak, mungkin capek?” jawabku. ” ko kata wawan kamu pintar ngurut kepala ya?”, sembari Mbak tiyah menekan kepalanya seolah ? olah sedang pusing, atau memang pusing beneran aku tak tahu waktu itu. ” tolong pijitan kepala Mbak ko ” pintanya ” bisa sih sedikit mbak, kenapa?, kepala Mbak sakit, yang sebelah mana yang sakit Mbak ” sembari mulai kupegang kepalanya tepat diatas jidatnya, kutekan perlahan-perlahan.

Tapi pandanganku tetap ke arah TV, tapi sumpah enggak tahu pikiranku mulai porno, sementara dibalik celana hawaiku, penisku nggak bisa diajak kompromi makin menegang. Aku tetap memijat disekitar kening Mbak tiyah, kulirik ia ternyata matanya tertutup mungkin menikmati pijitan tanganku. ” enak ko, kamu pintar mijatnya” kata Mbak tiyah. Aku hanya tersenyum. ” udah ko, pijitin pinggang Mbak iya” tanpa menunggu persetujuan dari ku kemudian ia membalikan tubuhnya. ” sebelah sini ko ” Mbak tiyah memegang pinggangnya menjelaskan letak yang harus ku pijat. Ku pegang pigangnya, ku urut dari mulai dari atas kebawah sambil ku tekan perlahan-lahan permukaan pigangnya tapi hanya sebatas pinggulnya tak lebih dari itu, aku takut dibilang kurang ajar. Tapi beberapa kali tanganku tersangkut baju tidurnya. ” susah ya ko, kamu ngurutnya, sebentar ko biar bajunya Mbak angkat keatas ” Mbak tiyah pegang ujung bajunya yang menutupi punggungnya hingga pinggulnya kemudian ia tarik hingga sebatas tali branya, tapi Mbak tiyah masih dalam posisi tengkurap. Ia letakkan tangan yang sebelah kiri diatas punggungnya.

Aku benar-benar terpesona melihat permukaan kulit pinggul Mbak tiyah yang kamarin lusa hanya mampu kupandangi dari jauh kini ada di depan mataku, dapat ku sentuh dan kuraba. ” cepatan ko ” suara Mbak tiyah mengagetkanku. ” iya Mbak ” aku tergagap, kucoba tetap bersikap wajar ku tekan sebisa mungkin pikiran pornoku setelah sekian menit aku dan Mbak tiyah hanya diam sementara aku hanya mengurut dan Mbak tiyah sesekali mengeluh menahan tekanan tanganku, kucoba membuka pembicaraan ” kulit Mbak putih ya ” pujiku tetapi aku tetap mengurut dibagian pinggang Mbak tiyah pelan-pelan. Pijatanku kuarahkan kebagian bawah pertama kuberanikan memijat gundukan daging pantatnya, rasanya padat dan kenyal lalu kupegang dengan kedua tanganku kuremas-remas, aku hampir nggak bisa menguasai diri sepertinya Mbak tiyaHPun menikmati pijatan-pijatanku, desahan nafas Mbak tiyah makin jelas kudengar iramanya seperti orang sehabis lari pagi.

Tiba-tiba Mbak tiyah berbalik kini ia terlentang. Aku kaget setengah mati, mati aku..pikirku aku pasti akan dicaci oleh Mbak tiyah atas ulahku yang kurang ajar. Tapi aneh Mbak tiyah justru tersenyum melihatku. Mbak tiyah bangun dari tidurnya, kulihat matanya sayu, dan bibirnya setengah terbuka dan basah sangat mengoda. ” sini tanganmu ko ” Mbak tiyah meraih kedua tanganku, aku diam saja aku bagai terhipnotis hanya desah napasku makin tak teratur. Diletakkannya kedua tanganku diatas payudaranya, ia bimbing kedua tanganku untuk meremas kedua payudara dibalik bajunya. Aku tak tahan ku angkat ujung bajunya lalu aku berdiri dan kutarik keatas melewati kepalanya hingga akhirnya bajunya terlepas dari tubuhnya, aku duduk lagi dihadapannya kupeluk dia, kupegang tali pengait BH warna ungu dipunggungnya, kutarik secara paksa, “aduhh, pelan-pelan ko sakit” ketika tali BH itu terlepas secara paksa.

Kini payudara itu menyembul keluar, membusung indah ku pegang perlahan-lahan lalu kuremas-remas, “aughh..geli..enak..ko, auhghh pelan-pelan ko..” Mbak tiyah memegang lenganku semakin kecang pegangannya, mata Mbak tiyah kadang terbuka kadang tertutup. Ku pegang bagian bawah payudaranya kuangkat lalu kuarahkan mulutku kebagian puting payudara Mbak tiyah sebelah kiri, kumasukan kemulutku lalu ku gigit pelan-pelan, ” auhghh..enakk..ko..geli..ko, terus teruss enakk koo “, Mbak tiyah memeluk kepalaku, ia tarik rambutku sementara tangan kanannya membuka kancing celanaku lalu trus kebawah hingga masuk kebalik celana dalamku dan..auhh..ia pegang batang kemaluanku yang dari tadi telah menegang. Ia tarik kebawah celana hawaiku hingga terlepas, akupun tak tinggal diam ku pegang celana tidur Mbak tiyah kutarik hingga terpelorot sampai bawah.

Ku baringkan Mbak tiyah diatas tilam warna ungu kemudian kepalanya kuangkat lalu kuselipkan bantal dibawah kepalanya. Tubuhku merosot kesebelah bawah sementara kini posisiku diatas Mbak tiyah sedangkan kedua pahanya mengapit pinggangku, tubuhku makin kebawah. Kusentuh bagian vital Mbak tiyah trus kubelai rambut ? rambut halus disekitar lubang kewanitaanya kucium perlahan lalu kugigit bagian daging yang menyembul keluar sebesar biji sirsak berwarna merah, Mbak tiyah merintih..uaghh..kamu pintar koo.. sementara kedua pahanya mengapit kepalaku menahan geli bercampur nikmat, kurasakan kini liang yang ada dipangkal Mbak tiyah itu makin lama makin mengeluarkan cairan yang memenuhi lubang kemaluanya.

Posisiku kini berubah perlahan aku duduk didepan selangkangan Mbak tiyah ku pegang kedua pahanya Mbak tiyah kutaruh diatas lututku, kini didepanku terlihat jelas belahan liang kemaluan Mbak tiyah makin membelah hingga didalamnyapun terlihat jelas olehku karena terpaan sinar lampu diruang tengah itu, perlahan-lahan kumasukan jari tengahku kedalam lubang kemaluan Mbak tiyah baru kira ? kira satu cm ku putar ? putar jari tengah ku didalam kemaluan Mbak tiyah tepat diatas daging yang menonjol didalam liang itu.” Aughh..truss..ko..enak sekali..koo”,
Mbak tiyah merintih-rintih semetara kedua tangannya berputar kesana kemari meraih apa yang bisa ia pegang, ku lihat Mbak tiyah bagai cacing kepanasan menggeliat kesana ? kemari. Ia berusaha meraih batang kemaluanku. ” Jokoo masukin punyamu ko” suara Mbak tiyah terdengar parau akibat tekanan birahi yang kian memuncak. Ku genggam batang penisku yang sudah mengencang dari tadi lalu tanganku yang sebelah kiri merenggangkan paha Mbak tiyah, terlihat jelas liang kemaluan Mbak tiyah makin menganga, batang kamaluanku makin dekat dengan lubang selangkangan Mbak tiyah lalu kuarahkan tepat ditengah dan bluuss..” aauu..sakit koo jangan kuat ?kuat nekannya,” teriak Mbak tiyah.
” enaakk mbak, aughh punya Mbak tiyah enakk.. aku tak menghiraukan lagi teriakan Mbak tiyah. Awalnya lubang kemaluan Mbak tiyah terasa serat tapi lama ? kelamaan ada cairan yang mengalir hangat mengalir keluar dari rahim Mbak tiyah, hingga kini batang penisku dapat lancar keluar masuk kedalam lubang kenikmatan itu.
Cepat..koo..tekan yang kuat punya Mbak mau keluar.. rintihan Mbak tiyah makin menjadi-jadi..sementara dekapannya dipunggungku makin kecang auhghh cepatt koo yang kuat nusukk nya..” rintih Mbak tiyah..”. “aughh..mbak punya saya mau keluaarr ..enaakk..enaakk..mbakk,..saya..sayang..mbak..auhg hh..mbak kerluarr..enakk..enakk..mbak..”kugigit payudara Mbak tiyah, lalu ku sedot-sedot puting Mbak tiyah..ada sesuatu yang kian memuncak mendekati..” enaakk koo truss koo Mbak sayang joko juga..” dan akhirnya crott..crott..air maniku tumpah diatas perut Mbak tiyah..aku terkulai lemas ku kecup lembut bibir Mbak tiyah..mbak tiyah hanya diam dan tersenyum..puas walau disela matanya kulihat ada air mata.

Kulirik jam dinding ternyata tengah malam telah terlewati, ku kenakan kembali celanaku, sementara Mbak tiyah habis membenahi pakaian dan rambutnya yang acak-acakan lalu menuju makar mandi. Ku langkahkan kaki menuju kamar dan aku tidur disamping sahabat karibku wawan.

Sebulan setelah kejadian itu Mbak tiyah lulus sekolah kemudian atas saran kedua orang tuanya ia melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta. Salam sayang ku buat Mbak tiyah yang cantik jika sempat baca cerita ini semoga engkau tetap sayang padaku “melati”mu.

Demikianlah cerita joko yang mungkin biasa dalam cerita tante girang, tap[i tentu sangat berkesan bagi joko sendiri.

Antara aku dan dua Pembantuku

Ini cerita seks bukan tentang tante girang dengan brondong, hanya cerita dewasa seorang om dengan pembantunya yang berumur, karena sama-sama dewasa, masuklah ke dalam cerita setengah baya alias tante. berikut nih kisahnya.


"saya sudah berkeluarga dan saya juga seorang pengusaha,dalam kehidupan kami serba cukup,saya tinggal di daerah jakarta barat,tepatnya kami tinggal daan mogot di komplek c (nama komplek tidak saya jelaskan)dalam keluarga kami ada dua pembantu yang satu mengurus anak2,saya mempunyai 4 anak2 yg cantik,

"pembantu saya bernama u dan biasanya kami panggil nama mbak urip dan yang satu lagi bernama mbak siti,dan mbak urip dulu sudah pernah berkeluarga,sekarang mbak urip sudah cerai dengan suaminya dengan setatusnya janda dan dengan body yang luar biasa seksi,kalau dilihat dari depan buah dadanya serasa mau loncat keluar saking besarnya sampai mangkok bh aja tidak cukup,dan kalau nampak dari
belakang terlihat pantat nungging bulat besar kalau ia sedang jalan pinggul nya bro bisa bikin si ntong berdiri",

"sedangkan mbak siti masih gadis berambut panjang buah dada tidak begitu besar paling ukurannya bh32 pinggulnya biasa2 aja,kalau dibanding antara mbak urip dan siti masing2 ada daya tarik tersendiri,masalah dalam keluarga saya, mbak urip lah selalu mengurus anak kami karena dia lebih berpengalaman dalam mengasuh anak2,dan mbak siti bagian mengurus rumah tangga kerjanya mencuci dan memasak,

"dalam kehidupan keluarga kami rukun2 saja , saya boleh dikata adalah suami yang belibido cukup tinggi,sewaktu saya masih lajang aja saya sudah mengenal namanya seks,saya semasa lajang aja sering berhubungan seks dengan teman wanita yang kerja sekantor,setelah punya usaha dan menikah aku masih juga suka namanya seks, ini juga sudah kebiasaan,sudah tabiatnya ya susah untuk berobah,kadang2 kalo lagi ngumpul dengan teman ke pub minum2,dan ujung2nya pasti cari bookingan,

"dalam kehidupan seks dengan istri saya pasti kami lakukan semingu tiga atau empat kali,setiap hubungan dengan istriku pasti istriku selalu mendapat kepuasan,dan selalu melakukan dua atau tiga ronde,ya namanya juga libido tinggi,selebihnya pasti curi2 cari wanita diluar, yang gak tau libido cari aja di google, nanti pasti nemu jawabannya.

,dan pada malam minggu saya sedang menonton filem bokep dan istri saya mulai bergairah dia langsung buka seleting celanaku dan akupun membantu membuka seluruh pakaianku,batang kemaluanku digenggam istriku ,lalu elus dan dikocok halus lalu dia menciumku dan membisik pa..aduh ..ma lagi kepengen banget , liat tuh punya papa sudah bangun, keras lagi,dan maunya papa di apain,


"lalu saya menjawab diisap aja ma,,papa..lagi kepengen nih,dan..istri saya langsung kepalanya menuju turun keselangkang lalu dijilat bijiku lalu lidahnya kembali menuju batang kemaluanku dan di jilat di ujung kemaluaan saya dan mengulum sambil menyedot sehingga batang kemaluanku berdenyaut2 sampai membuat saya melayang2, saking nikmatnya aku mendesisi sstt... ssttt.....okkhh...".

"pada saat istri saya sedang isap batang kejantannanku tiba2 tampa sengaja saya menengok kepintu, lupanya pintu kamar saya lupa konci terbuka sedikit, saya melihat ada sesosok bayangan sedang berdiri didepan pintu kamar tidur kami,saya sudah tahu dia tak lain adalah mbak urip sedang mengintip saya lagi brhubungan dengan istri saya,dan saya sengaja makin menjadi2 dengan suara erangan yang bikin mbak urip makin gak tahan, setelah gak lama batang saya di jilat istriku lalu saya buka seluruh pakaian istriku,

"lalu kami melakukan kiss yang cukup lama sambil menonton bokep,lalu gantian saya menjilat vagina istri,lidah saya terus berputar disekitar itil kemaluan,ternyata usaha saya menjilat di sekitar itil istriku membuat dia mengangkat dan menyongsong pantatnya lebih kemuka saya,akhir banjir lendir okhhh....pa...duh....akhhh.... dan istri saya dengan suara rintihan,suara desahan itulah benar2 membikin si pengintip makin salah tingkah,

"lalu istri saya meminta saya untuk memasuki batang kejantanan saya ke vaginanya yang ternyata sudah sangat basah dengan dipenuhi lendir2 di permukaan lubang vagina istri saya, dan batang kemaluanku segera kuancang ke gerbang vagina,pelan2 kutekan sampai masuk,terdengar bunyi blesssss...segera pantatku kuayunkan maju mundur dengan bergerak seiring suara rintihan dari tayangan filem bokep kocokan yg sebentar pelan dan sebentar kencang dengan iringan ayunan pantat istriku,dan tidak
berselang beberapa lama lalu istri saya berkata,pa koq punya papa enak ya...lubang vagina mama geli banget..okhhhh...ssstttt....pa ...mama gak tahan,kemmbali saya juga sengaja mengeluarkan desahan membuat istriku dan si pengintip tambah keberingsetan,

hampir satu jam lebih kami bersetubuh akhirnya istri saya berteriak...pa,,,mama...dah sampe ssttt...okhhhh...akhhh.....akh hh...sambil melepaskan orgasme,saya sendiri masih belom keluar,dan terus aja batangku menkocok di dalam lubang kenikmatan,dan istri saya berkata udah ya pa...mama...ngilu banget papa kuat banget sih,mama jadi kewalahan nih istilahat dulu ya pa...dan saya menurut lalu kucabut batangku dari vagina istri saya, dalam keadan berlumuran lendir sperma istriku

"sembali istilahat mata saya mengeling kepintu kamar,dan saya sudah tidak melihat lagi sipengintip didalam pikiranku sedang berpikir apa yang sedang diperbuat setelah mengintip kejadian tersebut,kurang dari lima menit kulihat istriku terbaling dengan pulas,tampa memikir kalo suaminya belom keluar,batang kemaluan saya masih berdiri kaya tuguh monas,tampa memakai celana saya langsung keluar dari kamar mau menuju dapur untuk minum.

"tiba2 saya mendengar suara rintihan dari kamar mandi,lalu kuhampiri dan ternyata pintu kamar tidak terkunci lalu mata langsung melihat tangan kanan mbak urip sedang mengosok2 itil kemaluannya dengan kaki kiri di tumpang ke bak mandi ,kelihatan mulut vaginanya mengaga dan satu tangan lagi memegang dadanya,dan ku taksir dadanya pasti ukuran 36 wah...besar sekali,dan saya gak tahan lalu saya langsung masuk kekamar mandi,kupeluk mbak urip dari belakang dia kaget hampir teriak,

saya langsung mecium bibirnya,mbak urip sempat berontak dia berkata tuan....jangan tuan...dalam hatiku berkata perduli setan,terus saya tarik tangannya untuk pegang batang kemaluan saya yang sedari tadi tidak memakai sehelai benangpun ditubuh saya,

"tetap saja di berontak jangan tuan..nanti ketahuan nyonya bisa berabe,urip masih pengen kerja.urip gak mau sampe ketahuan nyonya lalu diusir,kasian saya tuan.lalu saya berkata gak apa2 gak ketahuan sama nyonya kalo gak dikasih tahu, tadikan tuan liat kamu ngintip ngaku gak,kalo gak biar saya kasih tahu sama nyonya,ayo pilih mau di kasih tahu atau turut aja,biar kamu juga berasa enak kaya nyonya,akhirnya dia diam pasrah tapi tangan nya tetap genggang batang saya.

"saya sudah gak tahan melihat mulusnya body pembantuku,dan saya mulai mencium bibirnya dan tengkuknya sehingga bikin mbak urip kegelian terus turun kebuah dadanya yang berukuran super besar,lidahku menari2 diatas dua bukit sambil jilat dan isap,tidak lupa tanganku turun kebawah sambil meraba didepan lubang vaginanya,ternyata mbak urip didepan kemaluan ditumbuhi semak2 yang
lebat,tanganku tetap gak lepas sambil menggosok lalu satu jariku menyentuh lubangnya ternyata sudah banjir dengan lendir2 pertanda sudah nafsu.

"saya berkata mbak sudah napsu ya habis ngintip aku maen sama nyonya ya,dan dia berasa malu dan genggaman tangan dikemaluan saya makin kencang aja,lalu dia langsung jongkok dan menjilat batang kemaluanku sambil mengulum yang dalam sampai mencapai tenggorokan,dan apa yang saya rasakan bibirnya sampai pangkal kemaluanku membuat saya keenakan sambil mendesah agkh....mbak....enaaaakkkk...b anget mbak .terus jangan berhenti.[ "kalo berhenti aku kasih tau nyonya hehehe kalo ketahuan bisa suaminya dipecat..pembaca jangan serius hanya bercanda"}

dengar desahanku mbak urip makin bernapsu aja menjilat dan menghisap membuat batang kemaluanku dan hampir membuat aku muncrat didalam tengorokanya( "perlu diketahui pembaca kalau batang kemaluan kita diisap sapai kepangkal kemaluan itu nikmatnya luar biasa,dan pembaca boleh mencoba dan merasakannya

ini adalah kenyataan yang pernah saya alami tetapi tidak semua wanita bisa melakukan" ) segera aku mencabut dari dalam mulutnya,untuk menunda muncratnya peju saya.lalu langsung saya angkat kaki sebelahnya ke bak mandi,kuturunkan kepalaku menghadap keliang vagina mbak urip,lidahku langsung menjilat bibir kemaluannya,sambil menghisap dan mejilat lidahku berputar disekitar kelentitnya,

mbak urip mendesis keenakan sambil memejamkan matanya dan tangan menjambak2 rambutku sambil menekan."kepala saya ditekan kekemaluannya hingga membuat saya untuk susah bernapas upppsss....saya gak bisa napas sewaktu mau mendapat udara yang adalah lendir kenikmatan mbak urip masuk kehidungku,mbak urip sekarang dibakar oleh napsu yang gak bisa bertahan,dia terus aja menekan kepala saya tampa perduli

apakah saya bisa bernapas,hingga saya mendorongnya,dia berkata tolong tuannnn jangan berhenti mbak hampir dapet , okhhhhh.......aduhhhhhhh.....k eluar aku tuan.....akhhhhh........akhir banjir lahar yang lobang vaginanya,banyak sekali hampir tersendak2 aku menelannya,dan saya gak mau berhenti sampe disitu aja,saya tetap menyedot dan kembali mbak urip berteriak lagi aduh tuannnn ....keluar lagi...urip.....sudah tuan....aammmpppunnn.....aduh. ..ngilu urip tuannnn...

"saat itu juga aku langsung menghujani senjataku ke lobang vaginanya dengan gaya doggie style,kuarah kan senjataku ke gerbang kenikmatan dan kubenam sedalam2nya kemudian kudiamkan dilobangnya,apa yang kurasakan adalah jepitan dan sedotan didalam lobang vagina mbak urip,setelah berikutnya kembali aku
memaju mundur pantatku sembali jari tanganku menusuk dan menengorek2 lobang duburnya yang terpampang dihadapanku,mbak urip kembali napsu lagi,dan dia berkata tuannnn terus,,jangan berhenti,urip geli lagi,ssttt....okhhhh.......ena k tuaannn....sambil mendesis, pinggul mbak urip memutar kaya ayakan,hingga membuat batang kemaluanku menancap lebih dalam lagi

pompa dan goyangan pinggul terus berlanjut desahan dari mbak urip tiada berhenti,aku tambah bersemangat ku goyang pantatku bagaikan piston mobil,kemudian saya berkata pada mbak urip,pelan2 suara nanti nyonya bangun,dia langsung diam sambil menikmati senjataku,tetapi untuk menahan suara dia menggigit bibir bawahnya,yang kurasakan goyangannya makin kecang akhirnya jebol kembali pertahan mbak urip orgasme datang kembali,mbak urip kembalik berdesah ohkkhhhh....aduhhhh.....tuan urip....nyampe lagi....tuan ohhh tuan.....enak banget punya tuan..akhirnya akupun mau nyampe juga dan aku mendesis sssstttt.......duh.... enakkkkk....lalu segera kucabut kuarahkan batang kemaluanku kemulutnya lalu kutekan sedalam2 hingga ketengorokannya,akhir batang kemaluanku berdenyut2

"seluruh tubuhku kejang2 menahan tumpahan lahar kenikmatan, sambil memuntah lahar, kubenamkan lagisedalam2nya,dan mbak urip menerimanya sambil memeram matanya crooottt....crootttt....croott t....keluar sudah spermaku dan disedot dengan kencang lalu ditelan

sambil bersih,dan lidah nya menyapu bersih disekitar bibirnya.mmmmhmm tuan koq asin bergetil sih peju tuannnn lalu mbak urip istirahat,dan kembali mbak urip bercerita gara nyonya berteriak aduh2 mbak buru kekamar tuan maksud mbak mau nolong,eh...gak taunya tuan lagi enak2 sambil meram,jadi mbak liatin terus aja dan lama2 bikin mbak jadi kepengen setelah tuan selesai mbak langsung kekamar
mandi,dan eh tiba2 tuan ada dibelakang mbak bikin kaget aja,soalnya mbak sudah lama gak ngerasa yang kaya gitu lagi,

aku berkata kamu suka gak kalo tuan masukin punya tuan ke...sambil menunjuk ke lobang pantatnya,akh..tuan macem2 aja itu kan buat buang kotoran masak dimasukin,saya berkata mbak apa belom pernah dimasukin? belon lah tuann,lah wong kampung manasih pernah macem2 kaya orang kota,aku berkata yah ngak sekarang nanti besok malam lagi ya,mau gak..tiba mbak diam sebentar lalu berkata yah deh tuan, asal gak sakit ya,kalo sakit gak jadi.lantas saya menjawab kalo enak kamu minta terus hehehe,setelah itu saya segera kembali kekamar,

baru saja saya mau melangkah batang kemaluan saya ditarik oleh mbak,sini tuan mbak mau cium sekali lagi yang bawah ini,lantas dicium dijilat sampe bersih dan mbak berkata sudah bersih tuan gak usah cuci lagi.

"pelan2 aku kembali masuk kamarku kulihat istri masih tidur nyenyak,dan aku berbaling disamping istriku dan mbak urip juga kembali kekamarnya,saya belom bisa memeram mataku selalu kebayang kejadian yang baru berlanjut tadi,dan kembali otak merencana permainan berikut dengan mbak urip

"pada esok malam,setelah bolak balik badanku tiba2 istriku bangun lalu dia meraba bawahku lalu dia berkata papa gak pake celana udah tidur tuh punya papa,dan istriku kembali berkata mama ketiduran besok2 lagi ya pa..mama...capek banget dikerjain sama papa sih,ya udah gak apa ma...besok juga gak apa2 mama tidur aja.

"jam dinding menuju jam tiga pagi aku masih belom bisa memeramkan mataku,dan saya bangun kembali dalam keadaan tidak berpakaian menuju dapur mau inum,tiba2 seseorang memeluku dari belakang, saya kaget langsung menengok kebelakang ternya mbak urip lagi,saya berkata koq belom tidur,mbak urip menjawab gak bisa tidur mbak ngepikir terus yang tuan ngomong itu,

apa yang aku ngomong menjawab pertanyaan mbak urip,sambil senyum2 dia kembali berkata itu tuh sambil tangan mbak urip menunjuk kearah pantatnya ,oh...aku mengerti maksudnya anal.ohhh jadi mbak pengen nyoba ya,iya tuann... te te..ta a a.pi...enak ya...tuaannn sambil senyum menundukkan kepalanya,lalu tanganku iseng meraba eh,,rupanya mbak ngak pake celana sama sekali dan bh....wah..ketaun nih mbak ini kepengen lagi,dalam hatiku berkata dasar pembantu janda ini pertama tadi pura2 berontak gak taunya nagih ama batang gwa lagi,dasar sekali kena enak aja elo nambah lagi,

saya terus aja meraba,dari atas bukit turun sampe kebukit tembakau,dan akhirnya mbak urip menarik tanganku ke arah samping meja makan kami bermain di lantai dapur,lalu dia kembali mengisap dan mejilat batang kemaluanku dan kami lakukan posisi 69 saya menyibak bulu jembutnya dengan jari tangan sembali lidahku menjilat dibibir kemaluan dan lidahku berputar disekitar clitorisnya,

mbak urip mengangkat2 pantatnya dan memberi kesempatan jariku untuk menusuk lobang pantatntya,wah peret banget gak bisa masuk,lalu saya beli ludah supaya memperlancar jari tanganku,tetapi masih aja peret lalu terpikir olehku,dan mbak tolong ambilin mentega diatas meja makan,dan mbak urip bertanya buat apa
tuan,ada deh,ayo dong isep lagi koq kamu diam.

kembali mbak urip menghisap mengulum maju mundur batang kemaluanku, sedangkan saya ambil mentega blue brand yang di atas meja lalu kuoles ke lobang analnya untuk memperlancar jari tanganku masuk ke dalam duburnya,setelah ku oles kumasukin jari terunjuku lalu jari tengahku dan tiba2 mbak urip menahan tanganku melepas kulumanya dan dia berkata aduhhh...tuaaaann...... pelan2 sakit,saya
menjawab bentar lagi juga enak dan kembali mbak urip mengulum batang kemaluanku,

sedangkan jariku keluar masuk licin dan lancar di lubang duburnya.tanganku tetap berkerja sembali mulutku menyedot itilnya mbak urip,setelah cukup lama mulut dan
lidahku berkerja di sekitar mulut kemaluannya,kembali dibanjir lendir nafsu dari mbak urip dan dia mengerang ...ssstttt aaagghh....ohh....duh..geli banget tuaaannnn....hampir nyampe tu..tuaannn...lalu saya stop menjilat dan kudorong pantanya,lalu saya berkata mbak mau masukin gak?ma...mauuuu,,,tuaannn,,

lalu mbak urip mengangkangi saya di pegang batang kemaluanku lalu dituntun ke mulut vaginanya dan di tekan,terdengar bunyinya blesss...dan kembali mbak mendesah oh,,,,,setelah masuk dia lalu mengayak menaik turunkan pantatnya,aku tidak tinggal diam satu tanganku memegang pinggulnya satu lagi meremas buah dada yang besar dan kelihatan berayun2 buah dadanya,mbak urip kembali berkata tuannn...remesin...yang keceng tuaaannn...pantat bergoyang lebih cepat,dan merasakan pangkal pahaku penuh banjir air lendir mbak urip,

karena mbak urip terlalu nafsu kembali mengerang...tuaaannn.....nyamp e.....aghh...aagghhh .....oohhhh..... mbak
keluar.. tuuaaannnn.........duhhh..duhh h....enak banget....orgasme sudahlah mbak urip...

setelah mbak urip selesai orgasme saya belom apa2 ,batang kemaluan masih mengacung kaya tugu monas,lalu aku bangun dan berkata mbak kamu nungging dong,lalu mbak urip berkata ntar tuannn cape...lagi ngilu banget lobang mbak..., aku berkata tenang aja mbak tuuaann ngak masukin kelobang itu tapi lobang ini sembali jariku menoel lobang pantatnya,dan mbak berkata tuan mau masukin ya ke
lobang pantat mbak,tapi2 pelan2 ya tuan takut sakit,aku berkata lah..kamu juga pengen nyobakan,,iiiyyaa,,,tuan mbak urip menjawab sambil senyum.

batangku masih berlumuran lendir orgasme dari mbak urip,lalu aku menyuruh mbak urip menungging dan dia menurut sambil melebarkan kedua kakinya ,lalu kuambil mentega blue brand lalu ku oles yang banyak sekali ke lobang duburnya,sembali jari tanganku mengowek lebih lebar,setelah kelihatan agak terbuka lobang pantatnya lalu kuancang batang kemaluan yang masih berlumuran lendir dari mbak urip

lalu kutekan masuk pelan2 kelobang pantanya,satu lagi tanganku mengosok itil mbak urip,dia lalu mengerang aghh....pelan tuann enak,,,ngilu memek mbak...aduh beda ya tuan rasanya...mbak berasa penuh lobang pantat mbak,terus tuan masukin lebih dalam lagi dan aku mendengar komando dari mbak urip tampa menunggu lebih lama lagi ku tekan dan masuklah semua batangku lalu ku diam sebentar lalu ku maju mundur batangku,aku merasa batangku seperti sedang merasakan
perawan lagi,

aku berasa banget karena cengkraman pantat begitu kencang dan berasa dan lebih enak dari lobang kemaluan yang becek,aku memaju mundur pantatku lebih kenceng lagi,mbak makin kencang desahannya dan tangan ku tidak berhenti makin cepat mengosok itilnya,sudah 20 menit lebih batangku dilobang duburnya mbak urip,

akhirnya kembali mbak mendesah lebih kencang tuan aduh....eeennnak...banget...ce pet tuann...ampir nyampe lagi..lalu, aku mencabut dan kuarahkan batang kemaluanku kelobangnya lalu masuk blessss...dia kembali
berteriak.. agghhh.... enak,,,,,okhh.....dan ku pompa lebih cepat lagi akhirnya mbak urip orgame dan di susul dengan berdenyut2 batang kemaluanku dan orgasmeku kembali..crooottt ....crooottt....crroottt.....k utumpahkan cairan peju kelobang memeknya,,

dan aku mendesah...mmbbakkkkk.....tuan ...dah..keluar...say a langsung rubuh kepunggung mbak urip,kupeluk dia dan badangnya penuh dengan keringatnya mmmhhh... bau badan mbak2...yang abis ditunggangi,aku lalu
memejamkan mataku beristirahat sejenak dan merasakan kenikmatan tiada tara

"mbak juga memejamkan matanya sejenak,setelah itu mbak urip berkata urip dah lama ngak main sama lelaki/suami,sekarang urip sangat bahagia ada tuan yg bisa memuaskan mbak,mbak kepengen deh tuan tiap hari maen sama mbak,mbak seneng banget lalu aku berkata ya kalo ada kesempatan pasti tuan kasih
lagi,dan pas aku mau beranjak bangun menuju kamar mandi untuk mencuci,tiba ditahan oleh mbak,dan dia berkata sini tuan biar mbak aja yang bersihin gak usah kekamar mandi,lalu mbak menurunkan mukanya ke pangkal pahaku menuju ke batang kemaluanku lalu di jilat sampai bersih dan kembali mbak urip berkata
batang tuan sudah bersih tapi rasanya asin dan rasa mentega.

aku kembali kekamarku, mbak urip juga kembali kekamarnya pas aku mau masuk kamar aku mendengar mbak siti sedang berjalan menuju kedapur untuk mencuci pakaian dan memasak karena waktu menunjukan jam empat pagi lebih,setelah beberapa ronde aku berhubungan istriku dan pembantuku mbak urip,aku baru
bisa tidur pulas,

esok pagi aku bangun kesiangan,itu juga dibanguni istri untuk berangkat kekantor,sarapan sudah tersedia oleh istriku dimeja aku sarapan dengan rahap setelah sarapan aku langsung mau berangkat kantor,sampe didepan pintu tiba2 mbak siti senyum2 aku jadi terheran2 ada apa koq tiba2 mbak siti biasanya diam bisa tersenyum.

Tamat dan sampai cerita tante girang selanjutnya ya!!

Ibu Kostku Pacarku

Ini pengalaman benar-benar asli, gak rekayasa, karena ini terjadi beberapa tahun yang lalu, saat dimana saya menjadi anak kost, biasa khayalan anak kost yang berharap kiriman dari orang tua, pengen punya tambahan duit. akhirnya pun saya menghayal bisa jadi brondongnya tante girang, tapi apalah daya, ibu kost yang justru jadi pacarku.


nama saya sebut saja Yandi dan berasal dari Banjarmasin an waktu itu saya kost didekat daerah dago.
Tempat kostnya lumayan bagus dan ibu kos saya waktu itu berumur sekitar 28 tahun. suaminya sudah meninggal karena kecelakaan lalu linta dan dia belum sempat dikarunia anak..... untuk membiayai kehidupan sehari - hari dia bekerja di bank swasta di bandung....

Sebelumnya saya kost di daerah Cihampelas dan karena ribut dengan salah satu anak kos,saya coba cari tempat kos lain. Rumah kos baru ini saya ketahui ariu salah seorang teman yang masih sodara sepupu ibu kos saya. waktu pertama kali saya datang ketempat kos,ibu kos saya (sebut saja namanya Icha)agak ragu-ragu karena dia sebenarnya berencana untuk menerima wanita. maklum dia hanya tinggal sendiri ditemani seorang pembantu. untung akhirnya Mba icha mau menerima saya karena tahu saya adalah teman baik sodara sepupunya.

Sebagai gambaran,mba icha tingginya 165 cm,dengan wajah yang cantik. kulitnya putih dan badanya juga sangat seksi dengan ukuran payudara yang lebih besar dari wanita indonesia pada umumnya. belum lama saya tinggal disana saya mulai tahu kalau mbak icha dibalik penampilan luarnya yang cukup alim,ternyata mempunyai libido seks yang cukup tinggi. Waktu itu saya sedang dirumah sendiri dan saya suruh pembantu untuk membelikan makanan diluar,saya iseng dan masuk kekamarnya dan membuka lemari pakaiannya,di lacinya,dibwah tumpukan pakaian dalamnya ternyata terdapat 2 buah vibrator yang mungkin sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.Mbak Icha juga mempunyai beberapa pakaian dalam dan baju tidur yang sangat seksi.Hal ini sebenarnya sudah saya ketahui dengan memperhatikan pakaian-pakaian dalamn ya bila dijemur di halaman belakang rumah.

Dirumah pun mba icha cukup bebas,dia hampir tidak pernah menggunakan bra bila dirumah walaupun dia tahu saya ada di dirumah. di balik baju kaos ketat atau baju tidur yang dikenakannya seringkali putingnya terlihat menonjol dan saya sendiri kadang kadang risih untuk melihatnya. kalau keluar kamar mandipun mba icha biasanya hanya mengenakan handuk yang tidak terlalu besar dan dililitkan di badannya sehingga kemontokan buah dadanya dan kemulusan pahanya terlihat jelas.

Suatu pagi waktu saya sedang sarapan mbak icha masuk keruangan makan sehabis melakukan senam aerobik dihalaman belakang. dia mengenakan baju senam berwarna merah muda dengan bahan yang cukup tipis tanpa lapisan dalam lagi. Karena bajunya basah oleh keringat,waktu dia masuk saya cukup kaget,karena buah dada dan putingnya terlihat jelas sekali dibalik baju senamnya. Saya yakin dia sadar akan hal itu dan sengaja mengenakan baju senam itu untuk menggoda saya. waktu saya menoleh kedadanya,mbak icha langsung bertanya " hayo,lihat apa kamu??" saya sendiri hanya tersenyum dan berkata,"Ngga lihat apa - apa kok,lagian mba pakai baju kok transparan betul sih?". Mbak icha balik bertanya"memangnya kamu gak suka lihat yang begini?". "Ya saya suka dong mba namanya juga laki-laki". waktu itu saya malu sekali dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan ke hal yang lainnya,tetapi sepanjang sarapan harus diakui klw saya berkali-kali mencoba untuk mencuri pandang ke arah dadanya..

Malam harinya ketika saya sedang menonton TV di ruang depan mbak icha menghampiri saya dengan menggunakan baju tidurnya yang berwarna putih.dia ikut menonton TV, dan selang beberapa lama dia berkata kepada saya,"Yan,aku pegal-pegal semua nih badannya,mungkin karena aerobik tadi pagi,bantu pijitin mbak yah?". Dengan spontan saya berkata "boleh mbak,dimana??","ke kamar mbak aja deh",katanya. Sebenarnya saya sudah menunggu kesempatan ini sejak lama,tetapi memang karena saya pemalu, saya tidak pernah berani coba-coba mengutarakan hal ini ke Mbak icha. Saya mengikuti mbak icha kekamarnya dan dia menyuruh saya duduk ditempat tidurnya.mbak icha kemudian mengambil baby oil dari laci sebelah tempat tidurnya dan memberikan kesaya.Saya bilank klw bajunya nanti kotor klw pake baby oil,tujuan saya sebenarnya adalah supaya mba icha mau melepaskan baju tidurnya.Mba icha langsung mengangkat baju tidurnya dihadapan saya,dan yang mengejutkan,dia hanya mengenakan celana dalam G-String berwarna putih yang tidak cukup untuk menutupi bulu kemaluannya yang lebat. Di kiri kanan celananya masih tampak bulu kemaluannya,tubuhnya inda sekali,payudaranya besar dan bentuk yang indah dan puting berwarna coklat kemerahan.

"Bagaimana Yan,menurut kamu badanku bagus?"
sayapun mengangguk sambil menelan ludah.Baru pertama kali ini saya melihat tubuh wanita dalam keadaan yang hampir telanjang bulat. biasanya saya hanya melihat di film(waktu itu belum ada internet seperti sekarang). mba icha kemudian merebahkan badannya dan saya mulai memijitnya dari belakana setelah terlebih dahulu mengoleskan baby oil. Luar biasa,kulitnya mulus sekali dan sekujur tubuhnya ditumbuhi oleh bulu - bulu halus yang menambah keseksiannya. Pada waktu saya memijit kaki dan pahanya,mba icha membuka kakinya lebih lebar,dan saya dapat melihat kemalluannya yang tercetak jelas pada celana dalamnya yang kecil itu.Belum lagu bulu kemaluannya yang keluar menambah indah pemandangan itu. saya terus memijit paha bagian dalamnya dan saya sengaja untuk tidak sampai keselangkannya agar dia terangsang secara perlahan-lahan.Mba icha mengeluarkan lenguhan-lenguhan lembut dan saya tahu dia menikmati pijitan saya.kakinya juga dibuka lebih lebar dan mengharapkan tangan saya menyentuh kemaluannya,tetap saja saya sengaja untuk tidak menyentuh kemaluannya.Dari kemaluannya sudah mulai keluar sedikit cairan yang membasahi celana dalamnya,saya tau dia klw dia sudah terangsang....

Saya minta mba icha membalikkan badannya,dia langusng menurut dan saya usapkan baby oil di dada dan perutnya.Payudaranya cukup kenyal dan waktu saya memainkan jari-jari saya diputingnya dia menutup matanya dan terlihat benar-benar menikmati apa yang saya lakukan.Kemudian mbak icha bangun dan meminta saya membuka pakaian saya. dia berkata klw dia sudah benar-benar terangsang dan sejak kematian suaminya dia tidak pernah tidur dengan seorang priapun.Aku minta mbak icha yang melucuti pakaianku,dengan cepat mbak icha membuka baju kaos yang aku kenakan dan kemudian celana pendek dan celana dalamku."Kamu juga sudah terangsang yah Yan?". "ia dong mbak,dari tadi juga sudah berdiri begin",kataku sambil tertawa.Mbak icha pun kemudian memegang kemaluanku dan mulai melakukan oral seks kepadaku.Terus terang itu adalah hal pertama kali seorang perempuan melakukan hal itu kepada saya.waktu SMA saya pernah punya pacar tapi tidak pernah melakukan hal-hal sejauh itu,paling-paling juga kami hanya gandengan tangan dan berciuman.mbak icha ternyata ahli sekali dan saya merakan kenikmatan yang luar biasa.

Selang beberapa lama kemudian,mbak icha melepaskan celana dalamnya dan menyuruhku tiduran di ranjang dan dia naik diatasku. kakinya dibuka lebar di atas kepalaku sambil llidahnya menjilati kemaluanku. pinggulnya diturunkan dan kemaluannya hanya beberapa senti diatas mukaku.Sungguh pemandangan yang sangat indah,langsung saja aku menjilati kemaluan dan clitorisnya dari bawah.ternyata rasanya tidak jijik seperti yang aku bayangkan sebelumnya.cairannya sedikit asin dan tidak berbau,aku tahu kalau dari kesehariannya yang resik,mbak icha pasti juga rajin menjaga kebersihan kemaluannya.
Aku terus menjilati kemaluannya dan mulai memeberanikan diri menjilati bagian dalamnya dengan membuka kemaluannya dengan jariku lebih lebar.Mbak icha sangat menikmati dan dia juga menjilati kemaluanku dengan lebih ganas lagi. Kemudian dia bangun dan memintaku memasukkan kemaluanku kedalam vaginyanya."ayo dong yan,aku sudah tidak tahan lagi nih". aku bilank kalau aku belum pernah melakukan hal ini dan mbak icha berkata"Kamu tiduran aja,nanti mba yang ajarin kamu." Kemudian mbak icha duduk diatas ku dan dengan perlahan memasukkan kemaluanku.Rasanya nikmat sekali dan mbak icha mulai menggoyangkan pinggulnya.aku memejamkan mataku dan berpikir kalau beginilah rasanya berhubungan dengan wanita. kalau sebelumnya hanya imajinasi semata,sekarang aku merasakan bagaimana nikmatinya berhubungan dengan wanita secantik mbak icha.
Malam itu kami berhubungan badan dua kali,setelah kami selesai yang pertama,mbak icha mengajak saya mandi dan kemudian mengganti seprei dengan yang baru karena kotor oleh keringat dan baby oil yang digunakan tadi.kemudian kita lanjut lagi dan saya mencoba gaya-gaya lainnya.

Setelah kejadian malam itu,mbak icha sering mengajak saya tidur dikamarnya dan hubungan seks diantara kami menjadi hal yang rutin kami lakukan.Mbak icha juga mengajak saya melakukannya diseluruh bagian rumah,dari ruang tamu sampai halaman belakang.biasanya bila melakukan di luar kamar, kami melakukannya malam hari setelah pembantu tidur.Pernah sekali pembantu rumah tangga memergoki kami diruang tengah waktu dia mau mengambil minuman di dapur. cepat cepat dia memalingkan mukanya dan balik kekamarnya. setelah itu dia tidak pernah keluar malam-malam dan itu lebih membuat kami lebih bebas melakukkanya di rumah.Sewaktu pembantu mudik pada saat lebaran kami menghabiskan waktu dirumah tanpa mengenakan pakaian selembarpun.Mbak icha yang mengusulkan hal itu dan begitu sampai rumah mbak icha langsung melucuti semua pakaian yang dikenakannya sepulang dari kantor...
saya juuga mulai sering pergi dengan mbak icha dan waktu itu hubungan kami sudah layaknya seperti orang pacaran. diapun sudah tidak mau disapa dengan mbak,dan dia minta saya memanggilnya dengan nama depannya sendiri.Dia juga tidak mau lagi menerima uang kos dari saya dan uang kiriman dari orang tua dapat saya gunakan untuk bepergian dengan dia.satu hal yang ingin saya ceritakan,dia jarang sekali mengenakan celana dalam bila pergi keluar rumah,kecuali kalau kekantor.Pernah juga beberapa kali saya minta dia ke kantor dengan tidak mengenakan celana dalam dibalik roknya,dan dia menuruti,kalau saja karyawan laki-laki di bank tempat dia bekerja tahu kalau dibalik roknya yang lumayan pendek itu tidak ada apa-apanya lagi...Kalau bra,biasanya dia kenakkan bila tidak akan terlihat jelas dan di risih bila banyak lelaki memandang ke arah dadanya...

HUbungan kami masih berlangsung sampai sekarang walaupun orang tuaku tidak menyetujui karena usianya yang jauh lebih tua dan statunya yang janda.Saya sekarang bekerja di Banjarmasin dan bila akhir pekan saya selalu menghabiskan waktu saya di bandung.

Sebenarnya merasa bersalah dan bodoh, karena bisa merusak masa depan saya, dan saya bisa saja jadi gak niat menikah, karena ibu kost bisa menjadi pelampiasan seks ku, sampai saat ini tante girang tetap jadi khayalanku, tapi ibu kost juga gak masalah.

Tante dan Mantan Atasan

Ini kisah nyata dari seorang tante, agak mengherankan karena dia justru ml dengan amntan atasannya, namun inilah seks, semua bisa terjadi dan ini terjadi pada tante berikut ini.


Ilustrasi

Suatu pagi, setelah aku didrop dikantor oleh suamiku, aku sangat terkejut melihat seorang lelaki yang ada diberanda kantorku. "Sin, apa kabar, long time no see ya". Dia ternyata Deni, mantan atasanku dikantor sebelumnya. Aku sempat bikin affair dengannya ketika itu walaupun aku tidak sampe ngeseks dengannya, cuma petting aja.

Maklum deh ketika itu kami sama2 masih bujangan. "Wah mas, surprise sekali ketemu mas lagi. Darimana mas tau Sintia sekarang kerja disini". Aku sekarang kerja diperusahaan travel dibilangan Juanda. "Tau aja, dah berapa tahun ya kita gak ketemu. Kamu makin cantik dan bahenol aja. Tadi diantar siapa, suamimu ya. Aku denger kamu dah kawin". "Dah nikah, mas". "O iya ya, kawin ama nikah beda ya. Hayo apa bedanya, dulu kamu pernah aku kasi tebakan ini". "Tau kok jawabannya, masih inget, bedanya huruf S kan. Kalo nikah pake surat, kalo kawin buang aja S nya, pake urat", jawabku sambil tertawa. "Sin, kamu sibuk gak hari ini, kalo enggak mending kita jalan yuk, gak enak ngoborol disini". Memang sih di perusahaan travel, aku kerja gak dibatasi jam, mo masuk atau enggak tidak dipersoalkan perusahaan asal kerjanya beres dan selalu mencapai target tugasnya. "Enggak sibuk kok mas, kemarin tugasku untuk bulan ini dah selesai semuanya. Sekarang malah bingung mo ngerjain apa". "Ya udah, aku yang ngerjain kamu ya". "Ih si mas, makin genit aja". Dia mengajakku ke bilangan ancol, ke pasar seni. Pagi gini pasar seni di Ancol sepi, ya siapalah yang pagi2 mo kencan.

Kami jalan2 aja menelusuri sanggar para seniman yang banyak bertaburan disitu. Dia menggandeng tanganku, mesra banget rasanya. "Sin, napa sih kamu keluar. aku kehilangan kamu". "Ya gimana lagi mas. Sintia kan dipanggil bos, ditegur karena terlalu akrab ama mas. Sepertinya ada yang lapor ke bos deh mas, gak tau siapa, soal kita petting di mobil ditempat parkir ketika itu. Sintia malu, jadi minta brenti deh. Mas sih, ngajakin petting kok diparkiran, ya keliatan orang lah". "Abis dah ngebet tapi kamu gak mau jalan ama aku after office hour". "Sekarang mas emangnya gak dicariin bos, pagi2 dah ngelayap ama Sintia". "Gak, harusnya aku ada seminar, tapi aku mbolos aja, ikutnya besok aja, lagian topik hari pertama ngebosenin banget, aku dah tau isinya". "Terus kita mo ngapain disini mas". "Kita ngelanjutin yang dulu yuk Sin". "Ngapain, petting dimobil lagi". "Ya enggak lah, kan disini ada motel, kita kesono yuk". Aku sih nurut aja diajak ke motel. Mobilnya masuk kegarasi dan rolling doornya ditutup petugas motel. Aku nurut aja digandeng masuk kemotelnya. Belum pernah aku ke motel sebelomnya. Ruangannya ya standard kamar hotel lah, cuma ada cermin besar yang dipasang disebelah ranjang. "Besar amat sih cerminnya mas". "Iya biar kita bisa ngeliat diri sendiri kalo lagi maen". "Maen apaan mas". Dia tidak menjawab karena petugas datang lagi menagih biaya sewa kamar. Dia membereskannya, aku duduk di kursi yang ada dikamar.

Dia mengambil minuman dari lemari es, membukakan kalengnya, memasukkan sedotan dan memberikannya ke aku. "Sin, enak gak kawin", tanyanya. "Enak apaan, suami Sintia cepet mas, baru masuk sebentar dah keluar", jawabku. "Kasian deh kamu, coba kamu dulu gak keluar, kamu gak kecewa seperti sekarang deh", katanya lagi. "Emangnya mas lama ya kalo maen". "Dulu kamu aku ajak maen gak mau, jadilah kita cuma petting dimobil. Eee ketauan lagi. Aku kan dah napsu banget Sin, kalo udah napsu kan harusnya terus maen supaya gak jadi odol", katanya sambil tersenyum. "Apanya yang jadi odol", tanyaku gak ngerti. "Kalo udah napsu, terus gak dikeluarin kan lama2 bisa jadi odol didalem", jawabnya sambil tertawa. "Dasar", jawabku sambil mencubit pinggangnya. "Dulu kan pacarannya pasfoto doang", katanya lagi. "Kok pas foto", tanyaku gak ngerti. "Iya, yang dipegang kan cuma dada keatas seperti pasfoto, gitu", jawabnya. "Ya dimobil mo gimana lagi, kan mas juga ngeraba2 sampe kebawah juga sampe cd Sintia basah kuyup. Mas ndiri udah nikah" jawabku membelokkan pembicaraan. "Kamu sampe basah, wah keenakan dong. Aku masih sendiri, menclok dari satu kembang ke kembang lain", jawabnya. "Terus ke semua kembang mas minta kenikmatan dong", tanyaku lagi. "La iya lah, soalnya kalo dapet kan nikmat", jawabnya. "Terus mas dikasi", tanyaku lebih lanjut. "Seringnya sih dikasih, kalo sekarang aku minta ke kamu dikasih gak Sin, Kamu kan jablay", katanya sambil memelukku. Wajahnya dengan sangat perlahan-lahan didekatkan wajahku.

Tanpa menunggu jawabanku, dia nekat mencium bibirku dengan penuh napsu. Aku kaget tapi tidak menolak malah menyambut ciumannya, tangannya segera menyambar toketku dan diremas2nya dengan gemas. "Sin, katanya lagi "aku pengen ngent0t sama kamu", katanya terus terang sambil terus meremes2 toketku. Kancing bajuku mulai dibukanya satu persatu, kemudian tangannya merogoh masuk kedalam braku. Toketku langsung diremesnya lagi, jari2nya kemudian memlintir pentilku. Aku menjadi terangsang karena ulahnya. "Ah, mas nakal ih", kataku manja. "Tapi kamu suka kan diremes2 begini. Aku pegang non0k kamu ya Sin, udah kepengin nih aku", katanya sambil membuka retsluiting celanaku. Dia tidak menunggu lampu hijau dari aku tapi langsung action saja. Aku membiarkan tindakannya. Celanaku malah diplorotkan sampe kepaha sehingga kelihatanlah CDku yang tipis dan minim.

Dengan penuh napsu langsung tangannya menerobos ke sela2 pahaku dan menggosok non0kku yang masih dilapisi CD. "Sin udah basah banget non0k kamu, kamu udah napsu ya, jembut kamu lebat banget Sin, nggak heran napsu kamu cepet banget basahnya, napsu kamu besar", katanya lagi. Aku bingung apakah membiarkan dia mengent0ti aku atau tidak, dalam hati sih aku kepengen ngerasain kenikmatan ketika dient0t. Akhirnya aku membiarkan dia meraba seluruh tubuhku. Aku buka retsluiting celananya juga, menurunkan celananya, kemudian aku merogoh masuk CDnya, wow kont0lnya ternyata lebih besar dan lebih panjang dari kont0l suamiku, ngacengnya sudah keras sekali. "Gede amat kont0l mas" kataku. "Emangnya kamu belum pernah ngerasain kont0l segede punyaku", jawabnya bangga. "Gak segede kont0l mas", jawabku terus terang. "Wah kalo gitu non0k kamu masih sempit dong, cuma kelewatan kont0l yang kecil. Kamu mau kan aku ent0t", katanya sambil tertawa. Kont0lnya tergolong besar juga, keker, melengkung keatas dan urat-uratnya nonjol-nonjol. "Wah!... pasti cewek mas ngejerit kalo mas ent0t dong". "Iya, ngejerit keenakan. sebentar lagi kamu juga jerit2, cewek yang jembutnya lebat kaya kamu kan binal banget kalo lagi dient0t", jawabnya.

Baju dan celanaku dilepaskan dan dia langsung saja meremas2 kembali toketku. Nggak lama kemudian braku sudah dilepasnya. Dia mencium keningku, kemudian mataku. Aku terpejam menikmati ciuman dan remasannya ditoketku. Ciumannya turun ke hidungku, pipiku dan akhirnya mendarat di bibirku. Nafasku mulai agak memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat. Dia mengarahkan mulutnya ke leherku, ke pundak, lalu turun ke toketku yang sudah mengeras. Dia memainkan lidahnya dipentilku yang juga sudah mengeras, yang kiri dan kemudian yang kanan. "Aah enak", kataku terengah karena napsuku yang sudah berkobar2. Dia terus menciumi pentilku, kemudian turun ke perutku dan menciumi puserku, aku selalu kegelian kalo puserku dicium. Sambil mencium puserku, tangannya nyelip ke balik CD mini ku dan meraba non0kku. otomatis pahaku mengangkang supaya dia mudah mengakses non0kku. "Sin, ni jembut, lebat amat," katanya sambil mengelus2 jembutku.

Kemudian jarinya terbenam dinon0kku dan terus mengilik2 it1lku. "Sin non0kmu udah basah banget, kamu udah napsu sekali ya", katanya. Aku tidak menjawab perkataannya hanya mengerang keenakan karena kilikan jarinya ke it1lku makin cepat. Mulutnya kemudian menciumi jembutku dan kemudian lidahnya menggantikan fungsi jarinya mengilik it1lku. Aku semakin tidak dapat menahan napsuku dan eranganku semakin keras. Dia langsung meremas kedua toketku dan memlintir2 pentilku. "Sintia udah pengen dient0t nih, masukin dong kont0l mas", kataku minta. Lidahnya terus saja menjilati it1lku sehingga kembali aku mendesah keenakan. "Aah enak banget, padahal baru dijilat. Apalagi kalo disodok pake kont0l gede mas, lebih enak lagi, ayoo dong Sintia udah gak tahan nih", aku terus merengek2 minta segera dient0t.

Dia merebahkan aku diranjang. Dia segera memposisikan dirinya kedekat kepalaku "Sin, aku pengen ngerasain dulu diemut sama kamu", katanya sambil mendekatkan kont0lnya ke mulutku. Segera kugapai CDnya, kuplorotkan, kemudian kont0lnya yang sudah ngaceng dan melengkung keatas kumasukan kedalam mulutku. Langsung kuemut dengan keras. Dia mendorong kont0lnya keluar masuk pelan ke mulutku sambil mendesis. Aku emut kont0lnya terus. "Sin diemut mulut kamu aja nikmatnya kaya begini, apalagi kalo diemut non0k kamu ya", katanya sambil mempercepat enjotan kont0lnya keluar masuk mulutku. "Sin, aku ngecret dimulut kamu ya", katanya. "Jangan, dinon0k Sintia aja, Sintia udah pengen ngerasain kont0l mas keluar masuk non0k Sintia", jawabku. Dia melepaskan semua pakaiannya dan kemudian menarik CDku sampe lepas, kami sudah bertelanjang bulat. Dia memposisikan tubuhnya diantara kedua pahaku dan mengarahkan kont0l gedenya ke non0kku. Aku rasakan kepala kont0lnya mulai masuk perlahan, ditekannya lagi sedikit sehingga kont0lnya mulai menyeruak sdikit2 ke dalam non0kku. Bentuknya yang melengkung keatas membuat titik sensitif didalem non0k ku tergesek2 kont0lnya, membuat aku menggelinjang gak karuan.

Perlahan tapi pasti kont0lnya nancep makin dalam ke non0kku. Kurasakan non0kku udah mulai basah karena gesekan kont0lnya yang hampir masuk semua itu. Akhirnya dia mendesakkan kont0lnya dengan cepat dan tiba-tiba sehingga nancap semuanya di non0kku. "ssshhhhh.....", erangku sambil terpejam. Dia mulai mengenjot kont0lnya keluar masuk non0kku dengan cepat dan keras. Aku merasakan nikmat yang luar biasa karena gesekan yang makin sering di titik sensitif di dalam non0kku. Aku mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku kekiri, lalu kekanan, memutar, mengiringi enjotan kont0lnya di non0kku. Aku meremas rambutnya, sesekali badannya kupeluk erat2. Tubuhku dan dia berkeringat , namun aku tidak perduli karena sedang merasakan nikmat. Dia terus mengenjotkan kont0lnya dengan cepat dan keras. Aku merasa sudah mau nyampe, "cepetean ngenjotnya, lebih keras lagi, enak banget kont0l mas", Kakiku kuangkat ke atas melingkari pinggangnya sehingga rasanya kont0lnya nancep makin dalem di non0kku. Akhirnya "aahhhh", kurasakan non0kku menegang dan mengejut-ngejut menjepit kont0lnya. "Sin, non0kmu nikmat bangetnya bisa ngempot, baru kali ini aku ngerasain empotan non0k senikmat empotan kamu", katanya sambil terus mengenjotkan kont0lnya. "Aaahhhhh.... gila.... ini nikmat sekali... ", dia menancapkan kont0lnya sedalam2nya ke non0kku dan ngecretlah pejunya. Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam non0kku, pejunya muncrat banyak sekali. Aku terkulai lemes, kupeluk dia "Sin, enak banget ngent0t sama kamu, rasanya beda sama cewek lainnya yang pernah kuent0ti", katanya. "Sintia juga nikmat, abis kont0l mas gede banget. Sintia pengen lagi deh". Dia mencabut kont0lnya, dan
menghidupkan TVnya, ternyata motelnya menanyangkan film biru, perempuan dengan wajah asia sedang nungging dient0t sama bule. kont0l si bule yang besar dan panjang keluar masuk non0k sicewek, dan ceweknya ber ah uh, seperti lazimnya film biru. Aku kembali terangsang melihat tayangan itu. Aku merapatkan badanku ke badannya, toketku sebelah kiri udah nempel di badannya. kont0lnya kuraba, ternyata sudah ngaceng lagi dengan kerasnya. Dia membalas meremes toketku sambil mencium bibirku. Dia mulai menciumi toketku dan menghisap pentilku. Tangan satunya menjalar kebawah dan mengkilik2 non0k dan it1lku. Aku merintih2 karena napsuku sudah naik lagi. Kont0lnya yang sudah keras sekali kuremes2 dan kukocok2. Dia memutar badannya ke posisi 69 dan mulai menjilati non0k dan it1lku diantara pahaku yang sudah mengangkang lebar2. Jembutku dielus2nya sambil terus mengemut it1lku. Aku sudah tidak dapat menahan napsuku yang sudah berkobar2. kont0lnya segera kuemut2.

Akhirnya aku mengambil inisiatif menaiki badannya, menduduki kont0lnya sehingga kont0lnya kembali menyusup ke dalam non0kku, kutekan dengan keras sehingga sebentar saja kont0lnya sudah nancep semuanya ke non0kku. Aku mulai mengenjot kont0lnya dengan menaik-turunkan pantatku. kont0lnya keluar masuk non0kku seirama dengan enjotan pantatku. Aku udah nggak tahan lagi, sehingga enjotanku makin cepet dan keras. Toketku diremas2nya, dan pentilku terkadang diemut2nya. "Sintia dah mau nyampe, enak banget kont0l mas deh", erangku dan akhirnya aku ambruk diatas badannya. Terasa non0kku kedutan meremes2 kont0lnya.
Dia segera berguling sehingga aku telentang dibawahnya. Dia meneruskan permainan dengan mengenjotkan kont0lnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Nikmat sekali, baru nyampe sudah dienjot dengan keras. Dia terus saja mengenjot non0kku dengan cepat dan keras, "Sin, tadi empotan non0kmu kerasa banget deh. Nikmat banget deh Sin ngent0t sama kamu". Nggak lama lagi akhirnya dia pun hampir nyampe, "Sin keluarin sama2 ya, aku hampir ngecret nih". Aku tidak menjawab, kakiku melingkari pinggangnya dan kuteken keras2 sehingga kont0lnya nancep dalem sekali di non0kku, sampai akhirnya aku bergetar karena nyampe lagi "nikmat banget, teken yang keras dong". Dia mengenjotkan kont0lnya sedalam2nya di non0kku dan melenguh "Sin, aku ngecret". Terasa pejunya muncrat beberapa kali didalam non0kku. Oh nikmat banget rasanya, lemes banget badanku, aku memeluk dia erat2, dan dia akhirnya berbaring disebelahku, kont0lnya berlumuran peju dan cairan non0kku. "lemes banget deh Sintia, ngent0t sama mas menguras tenaga ya", kataku. "Ya udah, tidur aja dulu, nanti bangun tidur kita ngent0t lagi", jawabnya sambil memelukku. Karena lelah, aku tertidur dipelukannya.

Aku tidak tau berapa lama tertidur dipelukannya. Ketika aku terbangun, dia sedang memandangi wajahku yang masih ngantuk itu. "Sin, kamu cantik sekali kalo sedang tidur, sayangnya kamu bukan istriku ya". "Enggak jadi istri tapi kan udah melayani napsunya mas", jawabku tersenyum. Dia bangun dan masuk kamar mandi, keluar dari kamar mandi, dia membawa gayung, sabun dan handuk. Dia mulai membersihkan non0kku yang belepotan pejunya dan lendirku sendiri. Setelah bersih, dia masuk ke kamar mandi lagi, terdengar suara air yang dibuang dan keran yang dibuka. Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi membawa gayung yang tadi, lengkap dengan sabun dan handuk. Rupanya dia mengganti air digayung. Dia duduk disebelahku dan mulai menyeka wajahku, terus kebawah, ke toketku, perutku, non0kku lagi, pahaku sampai ke telapak kakiku. Aku jadi merinding, apalagi ketika toket, puser, non0k dan pahaku dielus2nya dengan handuk basah. Apalagi ruangan dingin karena AC tetap menyala. Aku hanya terpejam saja, menahan gelinya usapan handuk. Selesainya dia berkata, "Gantian dong". Aku segera membuang air yang ada digayung dan mengisinya dengan air yang baru. Aku kembali ke tempat tidur dan mulai mengelap wajah, leher, dada dan perutnya dengan handuk basah. kont0lnya kukocok2 dan kepalanya kuemut2. "Enggak dilap malah diemut", katanya. Aku tidak menjawab karena kepalaku sedang mengangguk2 sehingga kont0lnya keluar masuk di mulutku. Cukup lama aku mengemut kont0lnya, sampe pelan2 kont0lnya mulai mengeras lagi. Segera kont0lnya kukocok2 dengan cepat sehingga ngaceng sempurna. "sudah siap tempur lagi nih kont0l mas, kuat banget sih mas, dah ngecret 2 kali masih aja ngacengnya keras gini". Dia tidak menjawab, tapi segera memeluk dan mencium bibirku. Tangannya segera meremas2 toketku dan kemudian kembali mengilik2 it1lku. Dia tau bahwa napsuku akan cepat berkobar kalo it1lku dikilik2, dia benar - nggak lama kemudian aku sudah napsu kembali dan pengen segera dient0t. "Sintia udah pengen ngerasain kont0l mas keluar masuk non0k Sintia lagi, masukin dong", aku merengek2.

Dia akhirnya menaiki aku dan segera menancapkan kont0lnya ke non0kku. Nikmat banget rasanya ketika kont0lnya yang besar itu segera menyesaki non0kku karena sudah nancep semuanya kedalam non0kku. Dia mulai mengenjot kont0lnya keluar masuk non0kku dengan cepat dan keras. Aku mulai mengerang2 keenakan. Pantatku bergerak kekiri dan kekanan mengimbangi enjotan kont0lnya. Toketku diremas2nya dengan kedua tangannya, dia bertumpu dengan sikutnya, hal ini menambah rangsangan buatku. "Akhhh... Oukkkhhh" seruku kenikmatan. Dia memelukku erat dan mempercepat enjotan kont0lnya, makin lama makin cepat dan keras. Aku tidak dapat menahan serangannya lagi, sehingga akhirnya aku melolong "Sintia nyampe lagi, nikmat banget ngent0t sama mas deh". non0kku terasa berdenyut2 meremas kont0lnya sehingga dia pun meringis keenakan "Aah Sin, empotan non0k kamu kerasa banget. kont0lku kaya sedang diemut dan diremes. Empotanmu hebat banget Sin".

Dia mencabut kont0lnya dari non0kku, aku ditunggingkannya dan dia menancapkan kont0lnya ke non0kku dengan keras, sekali enjot kont0lnya sudah masuk semua. Kemudian dia mulai lagi mengenjot non0kku dari belakang. Aku nelungkup ke bantal menahan rasa nikmat yang luar biasa ketika dienjot kont0lnya. Dia memegang pantatku sambil mengenjotkan kont0lnya dengan cepat dan keras. Aku nggak tahan untuk nyampe lagi, luar biasa enjotannya yang begitu merangsang aku sehingga aku cepat sekali nyampe. "Sintia mau nyampe lagi, aakh", seruku dan aku ambruk ke tempat tidur. "Sin, kamu cepet banget nyampenya, aku belum kerasa mau ngecret", katanya. "Abis kont0l mas enak banget, mas pinter banget ngenjotnya, bisa ngilik titik sensitif Sintia. Terusin aja sampe mas ngecret lagi dinon0k Sintia", jawabku.

Dia menelentangkan ku dan segera dinaikinya tubuhku. kont0lnya kembali ambles dinon0kku dan dia mulai mengenjotkan keluar masuk dengan cepat. Kalo ditekan, kont0lnya ambles semua di non0kku, ooh nikmat banget rasanya. Dia dengan perkasa terus mengenjotkan kont0lnya keluar masuk. Setelah ngecret 2 kali dinon0kku, ternyata dia bisa bertahan lebih lama. Kadang kont0lnya dicabut dari non0kku, dan sebentar kemudian ditancepkannya kembali dengan keras sehingga dengan sekali sodok langsung nancep semuanya ke non0kku. "nikmat benget enjotan mas yang barusan, terus, yang keras", aku merintih2. Dia meneruskan cara enjotannya. Aku kembali berteriak2 keenakan. Aku menggoyangkan pinggulku kekiri dan kekanan,.ketika kont0lnya dicabut, pantatku refleks mengangkat keatas untuk mencegah kont0lnya lepas dari non0kku. Dia mengubah gaya enjotannya,sehabis menjotkan kont0lnya hingga masuk semua, dia menarik kont0lnya separuh beberapa kali kemudian digentakkannya kembali sehingga nancep kebagian paling dalam dari non0kku. "Aaakh, makin lama dient0t mas makin nikmat rasanya, Sintia lemes banget deh", kataku kepayahan. Dia terus mempermainkan non0kku dengan cara itu. Kemudian dia memelukku erat2, menciumi wajah dan bibirku. kont0lnya tidak dienjotkan karena sudah nancep dalam sekali, tetapi digerak2kan. Lebih nikmat lagi rasanya karena seakan2 kont0lnya sedang menggaruk2 non0kku. "pinter banget sih mas kasih kenikmatan sama Sintia", teriakku. Dia mulai lagi mengenjotkan kont0lnya keluar masuk dengan keras dan cepat. Aku menggeliat2 keenakan sambil mengerang2. Aku membelitkan kakiku ke pinggangnya, supaya dia cuma bisa mengeluar-masukkan kont0lnya ke non0kku tanpa bisa mencabutnya. "Sin, aku udah mau ngecret", akhirnya dia melenguh. Kakiku yang melingkar dipinggangnya kuturunkan, aku mengangkang selebar2nya karena aku yakin dia akan mengenjotkan kont0lnya lebih cepat dan keras lagi. Dia dengan terengah2 terus mengenjot non0kku, sampai akhirnya "Sin, aku ngecret". Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam non0kku, dan bersamaan dengan itu akupun nyampe lagi "aakh nikmat banget ari ini, mas luar biasa sekali sehingga Sintia nyampe 3 kali baru mas ngecret". non0kku terasa berdenyut2 meremas2 kont0lnya. Keringatku bercampur dengan keringatnya yang membanjir walaupun AC dalam kamar menyala.

Setelah denyut jantung kembali normal, kami masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Dia menelpon room service pesan makan. Tidak lama kemudian, pesanannya datang. Aku segera masuk ke kamar mandi dan dia dengan hanya balutan handuk menerima dan membayar pesanan makanan itu. Setelah itu, segera makanan kusantap dengan lahap. Sehabis makan aku masuk kekamar mandi membersihkan diri. "Sin, ngapain bebersih, kan sebentar lagi keringatan lagi", katanya dari ranjang.

Ketika keluar dari kamar mandi, dia sudah berbaring di ranjang sambil mengelus2 kont0lnya. Aku berbaring disebelahnya dan segera mengelus2 kont0lnya juga. Dia membiarkan aku mengelus2 kont0lnya, kuremas2 dan mulai kukocok2. Nggak lama kemudian kont0lnya mulai mengeras. Dia mulai mencium bibirku dengan napsu, toketku pun diremas2nya dengan gemas. Perlahan dia mulai menciumi toketku, pentilku menjadi sasaran emutannya, aku mendesah2 keenakan. "Terus dong, enak", erangku. Bibirnya terus menjelajah kebawah, ke non0kku. Pahaku dikangkangkannya, sehingga belahan non0kku menganga. Dia mulai menjilati non0kku yang sudah basah. Aku tambah melenguh2 ketika it1lku menjadi sasaran jilatannya yang berikut. "enak banget, Sintia dah napsu nih. Dient0t dong", pintaku. Dia tidak memperdulikan eranganku, malah it1lku diemutnya, sementara tangannya terus meremas2 toketku dan memlintir2 pentilku. Rangsangan yang aku terima pagi buta itu makin besar sehingga akhirnya aku tidak dapat menahan diriku lagi, "Sintia nyampe aah". "Cepat banget Sin, belum dient0t", jawabnya. Aku terkulai lemas karena sudah nyampe, kont0lnya segera kuremas2 lagi. Dia kembali mencium bibirku dengan ganas, aku menyambut ciumannya. Lidahku segera melilit lidahnya dan dia menghisap lidahku yang masuk kemulutnya. Toketku terus diremas2nya. "Sin, isep kont0lku dong", pintanya, segera saja aku merubah posisi dan mulai menjilati kont0lnya yang sudah keras banget ngacengnya. Kepala kont0lnya mulai kuemut dan tak lama kemudian kepalaku mulai mengangguk2, mengeluar masukkan kont0lnya ke mulutku. Gilirannya yang melenguh, "Enak banget Sin". non0kku yang berasa dekat mulutnya kembali menjadi sasaran, Lidahnya segera menyerbu masuk dan mulai menjilat it1lku lagi. Napsuku dengan cepat berkobar kembali.

Aku direbahkannya dan tubuhnya langsung menindihku sembari menciumi bibirku. kont0lnya diarahkan hingga berada tepat di depan mulut non0kku, digosok-gosokkannya kont0lnya di lipatan non0kku. Sensasinya sangat mengenakkan, aku memeluknya erat sekali sambil terus mengerang nikmat. non0kku semakin basah dan perlahan kont0lnya yang besar mendesak masuk ke dalam non0kku. Aku mengangkat kedua kakinya hingga selakanganku lebih terbuka lebar sehingga kont0lnya dengan leluasa menerobos masuk non0kku. Aku mengeluh, "Aduh.., enak banget deh". Saat itu kont0lnya telah masuk semua, dia diam sejenak dan kemudian dengan perlahan mulai mengenjotkan kont0lnya keluar masuk, semakin lama semakin kencang hingga memasuki non0kku sampe mentok. Dia terus mengenjotkan kont0lnya dengan penuh napsu sambil melumat habis bibirku dan meremas toketku yang mengeras. Ciumannya mulai turun ke leherku, aku mendesah kenikmatan. "Sintia hampir.." aku makin mendesah nggak karuan. Dia tidak memperdulikan eranganku, kont0lnya terus dienjotkan keluar masuk non0kku dengan keras dan cepat. Aku terus mendesah desah, sementara enjotan kont0lnya makin cepat saja kedalam non0kku. "Sintia mau nyampe lagi.. Ahh..", rintihku. "Aku juga Sin..", balasnya. Enjotannya dipercepat dan akhirnya pejunya muncrat memenuhi non0kku. Bersamaan dengan itu, aku mengejang keenakan. Aku nyampe berbarengan dengan dia. non0kku terasa berdenyut2 meremas2 kont0lnya. "Enak banget Sin", erangnya. Aku dipeluknya sambil mencium keningku, kon tolnya masih tertanam di non0kku sampai mengecil dengan sendirinya. Dia akhirnya mencabut kont0lnya. Ranjang telah sangat basah oleh cairan kami berdua. Lalu kami berdua kembali membersihkan diri, berpakaian dan cek out. Luar biasa napsu dan kekuatan dia, aku lemes banget deh. Dia ngentotin aku sampe 4 ronde, gak ada matinya tu orang.

Sampai disitulah cerita gue, moga bermanfaat buat lo semua ya, tapi inget gue bukanlah tante girang, gue hanya istri seorang pria yang kebetulan salah ...

Bayar Hutang Pake Istri

Komunitas Tante Girang. Kesetiaan seorang istri memang bisa diuji dengan apapun , termasuk cerita tante girang kali ini, karena suami berhutang pasa seseorang, akhirnya istri membayar dengan seks, permainan seks yang menegangkan. Berikut cerita lengkapnya. Aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Namun, karena keadaanku juga sangat mendesak, aku memberanikan diri dengan harapan temanku bisa membayar; minimal separuhnya dulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak bisa membayar barang sedikit pun. Memang aku mengerti keadaannya. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan.

Karena hari sudah larut, aku tahu diri, segera permisi pada Darta.

"Gua jadi enggak enak nih.."
"Sudahlah Ta. Gua gak apa-apa koq. Gua cuma nyoba aja, barangkali ada," aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran.
"Ma, gua mau bisikin sesuatu..' tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. Dan aku benar-benar terkejut, ketika Darta menawarkan istrinya untuk kutiduri.
"Gila lu.. Sialan.." ucapku.
"Sstt.. Jangan berisik. Gua juga kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu udah banyak berbuat baik sama gua. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan.." begitulah ucap Darta dengan serius.

Memang diam-diam sudah sejak lama aku selalu memperhatikan Mila. Bahkan aku pun memuji Darta, bisa mendapatkan gadis secantik Mila. Selain posturnya yang tinggi, Mila memiliki kulitnya yang putih dan mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang selalu terbungkus rapat, dengan baju yang longgar. Namun aku dapat membayangkan, betapa kenyalnya tubuh Mila.

Baru melihat wajah dan jemari tangannya pun, aku memang suka langsung berpantasi; membayangkan Mila jika berada di hadapanku tanpa busana. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Karena aku sangat tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Lihat saja penampilannya, yang selalu terbungkus sopan dan rapi.

"Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apa dia mau?" aku pun akhirnya mulai terbuka.
"Kita pasang strategi, donk! Kalau secara langsung, jelas istri gua kagak bakalan mau," jawabnya.
"Gimana caranya?" aku penasaran.

Darta kembali membisikan lagi rencana gilanya. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Sudah kubayangkan, betapa nikmatnya bersetubuh dengan perempuan aduhai seperti Mila.

"Mila..! Mila..! Milaa..!" Darta memanggil istrinya.

Dan tanpa selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang tetap rapat.

"Ada apa, Bang?" tanya Mila.
"Tolong belikan rokok ke warung..!" kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya.
"Baik, Bang," Mila menerima uang itu, lalu ke luar.

Darta segera menyuruhku masuk ke dalam kamarnya, seraya masuk ke kolong ranjang. Aku mau saja, berbaring di tembok dingin, di bawah ranjang. Lalu Darta ke luar lagi. Pintu kamar, tampak masih terbuka.

Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Mereka bercakap-cakap di ruang tamu. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya tidak banyak tanya. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Hingga suara pintu yang dikunci pun, bisa terdengar dengan jelas.

Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Pintu ditutup. Dikunci pula. Bahkan termasuk lampu pun dimatikan, sehingga mataku tak melihat apa-apa lagi. Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Lalu ada juga yang terdengar suara seleting celana, dan nafas Mila yang mulai tak beraturan. Pluk, pluk, pluk.. Sepertinya pakaian mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu persatu.

"Emh.. Ah.. Uh.. Oh.." Jelas, itu suara milik Mila.
"Euh.. He.. Euh.." nah kalau itu, suara Darta.

Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat.

"Emh.. Akh.. Ayo Bang.. Aduuh ss.." suara Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari biasanya.

Aku bisa merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Aku sudah tidak tahan mendengar suara dengusan nafas kedua insan yang tengah memadu berahi ini. Hingga aku mulai membuka celanaku, bajuku dan celana dalamku. Aku sudah telanjang bulat. Lalu aku bergerak perlahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur.

Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul. Terutama tubuh Mila, yang putih mulus. Darta sudah memasukan penisnya, dan sedang memompanya turun naik, diiringi desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila sepertinya lebih menikmati berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku mulai tidak tahan.

Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Dan suara erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi.

"Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh.." Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Dan akhirnya.
"Agh.. Agh..!" suara Darta mengakhiri pendakian itu.

Namun tampaknya Mila belum selesai. Terbukti, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, agar tak segera mencabut penisnya. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Ia tergolek dengan nafas yang lemah-lunglai.

Kesempatan inilah, saatnya aku harus masuk. Demikian yang direncanakan Darta tadi. Maka tanpa ragu lagi, aku segera melompat ke atas ranjang. Meraih tubuh Mila dan langsung menindihnya. Tentu saja Mila terpekik kaget.

"Siapa Kau..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! jangan..! setaan..!" Mila berontak. Ia sangat marah tampaknya.
"Mila, aku punya hutang pada kawanku. Berilah ia sedikit kesempatan.." Darta yang menjawab, sambil mengelus rambutnya.
"Biadab..! Aku tidak mau..! Lepaskan..! bangsat..!" Mila mendorong tubuhku.

Namun karena nafsuku sudah memuncak, aku tak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya, sambil tanganku berusaha menuntun agar penisku segera masuk. Mila tetap meronta. Mila berkali-kali meludahi mukaku. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Bahkan ludahnya malah kusedot dari bibirnya, dan kutelan.

Meskipun liang vagina Mila sudah licin, namun penisku tetap agak seret untuk segera menembusnya. Mila terpekik, ketika aku menekan dan memaksakannya sekaligus. Bles..! Akhirnya masuk juga. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Mila tetap berontak, sampai akhirnya kehabisan tenaga. Akhirnya ia hanya diam.

Kurasakan ada air mata yang mengalr dari kedua kelopak matanya. Tetapi aku semakin bernafsu. Kuremas-remas payu daranya yang ternyata memang cukup besar dan begitu kenyal. Lalu aku mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan juga, aku melihatnya. Sehingga aku bergerak perlahan-lahan, sampai akhirnya vagina Mila bisa beradaptasi dengan penisku. Mila tidak bereaksi. Ia diam saja. Namun aku sangat menikmatinya.

Walaupun Mila diam, tentunya jauh lebih nikmat dari pada melakukannya dengan patung. Aku terus memompanya, sampai napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Dan hasilnya cukup bagus. Lama kelamaan, di sela isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Tentu saja aku semakin bersemangat. Kupompa lebih cepat lagi. Tiba-tiba isakan tangisnya berhenti, diganti dengan nafasnya yang kian memburu. Dan yang lebih mengagetkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Aku tersenyum, sambil mencumbui telinganya.

"Kau menikmatinya, sayang?" bisikku.
"Diam..!" dia membentakku. Namun aku yakin, Mila hanya tidak mau mengakui kekalahan dirinya. Buktinya, ketika penisku kucabut, Mila menekan pantatku. Tangannya pun memeluk tubuhku, agar aku merapatkannya kembali.

Lalu ada suara erangan dari bibirnya yang tertahan. Bersamaan erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Dan vaginanya ditekan pula ke atas. Aku pun sangat terangsang. Hingga detik-detik akhir pun akan segera tiba. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kugenjot lebih cepat dan lebih keras. Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Aku tekan sangat kuat. Kugigit pelan lehernya.

"Agh.. Agh.. Agh.." Maniku keluar di dalam vaginanya. Begitupun Mila.
"Akh.. Akh.. Akh.. Ss.." begitulah yang keluar dari mulut Mila.

Lalu kemudian Mila mendorong tubuhku dan seakan menyesali dan tak mau lagi bersentuhan denganku.

Selesai cerita tante yang setia terhadap suaminya ini, namun harus rela menjual tubuh untuk membayar hutangnya.

Ngeseks gara-gara Konser

Bukan Cerita tante girang, tapi cerita seks anak muda yang usai nonton konser, langsung ngecrot dengan cerita seks berikut ini. Bugi, Gono, Adon, Feri dan Coki baru saja menggelar ‘konser’ di kamar Coki. ‘Konser’ menurut kamus mereka adalah menonton setumpuk DVD porno.

“Sialan, kenapa lu ngajak ‘konser’ pas gue lagi jomblo? Mana di sini sama sekali gak ada cewek,” gerutu Adon sambil mengelap jidatnya yang berkeringat. “Gue butuh pelampiasan nih,” tukasnya lagi sambil mengelus kont*lnya yang ngaceng di balik celana bermudanya.

“Sayang Mbak Suti udah pulang,” desah Coki. “Biar cuma babu cuci dan giginya berantakan, tapi bodinya mak! Gak kalah sama J-Lo. Pantatnya itu lho kalo jalan megal-megol!”

“Yah, selera lu kok gak mutu gitu,” cela Gono sambil pringas-pringis. “Gue mana bisa nafsu sama cewek jelek.” Cowok paling ceking ini sedang berusaha mengecilkan kont*lnya yang membengkak dengan menempelkan bagian depan celananya yang menggembung pada sekaleng bir Guiness hitam dingin.

“Eh, kalo lagi nafsu gini mau cewek kayak apa kek yang penting dia punya lobang yang bisa dimasukin,” sahut Bugi sambil ngiler usai melihat-lihat cover DVD yang seronok.

“Tul, biar muka kayak setan yang penting legit kayak ketan,” timpal Coki mencoba sedikit bertamsil.

“Lha, trus sekarang kita kudu ngapain? Ke diskotek, panti pijat atau lokalisasi? Gue lagi bokek. Lagian kalau pas ada razia kan konyol. Pokoknya malam ini gue kudu nyolok,” ujar Adon.

“Oh, gue tahu! Lu pada inget sama cewek yang tinggal di rumah belakang gak? Yang sombong itu lho. Yang gue panggil tapi dia malah melengos.”

Karena masih mabuk film porno, empat temannya hanya manggut-manggut tanpa tenaga. Feri yang pendiam malah masih merengut. Ia tidak puas dengan enam film yang mereka tonton. Bukan karena cerita atau pemainnya – buktinya kont*lnya paling mekar diantara yang lainnya, tapi sudut pengambilan gambar yang membuatnya jengkel. Maklum, si bongsor ini adalah mahasiswa IKJ jurusan penyutradaraan.

“Namanya Nina. Sebenarnya mukanya sih nggak cantik-cantik amat, tapi bodinya seksi. Kulitnya putih mulus. Pahanya jenjang en payudaranya sekel. Eh, pas tahu gue pelototin bodinya dia malah maki-maki gue. Heran, kalo nggak mau ditonton ya jangan ngasih kita tontonan dong. Dia jual mahal karena dulunya pernah jadi simpanan bule. Mending bulenya cakep. Udah tua, gendut, gundul lagi.”

“Wah, panjang umur dia,” gumam Bugi sambil melongok jendela. “Cok, itu kan yang namanya Nina?”

Keempat temannya segera menghambur ke jendela. Dari lantai dua, mereka bisa melihat gundukan kembar yang mengintip dari belahan blus rendah, paha mulus jenjang dan goyang pantat Nina yang membius. Jakun mereka naik turun dan menghasilkan bunyi glek keras. Lalu semuanya saling pandang. Seakan memiliki kemampuan men-scan isi otak empat sohibnya yang kotor, Coki langsung mengajak mereka menyelinap ke rumah kontrakan di belakang. Kebetulan Nina memang tinggal sendirian. Tapi ada syaratnya…

“Gue gak mau masuk penjara. Jadi kita harus bikin dia mau main karena suka sama suka.”

“Yaa repot amat. Masa kudu pake rayuan dulu?” omel Adon.

“Gak repot asal ngikutin cara gue. O, ya satu lagi. Karena gue yang kasih tahu kalian, berarti gue dapat giliran pertama. Dan lu, Fer, lu bisa mewujudkan impian lu. Bawa handycam lu.”

Feri memang tak pernah lepas dari handycamnya. Wajahnya yang berjerawat langsung berseri-seri. Ia mendekati Coki lalu berbisik-bisik seperti seorang sutradara yang sedang berdiskusi dengan penulis skenario.

Setelah celingukan ke sana-kemari, mereka memanjat pagar kecuali Gono. Ia tetap berada di luar pagar untuk membunyikan bel agar Nina mau keluar. Mulanya Gono enggan, takut dirinya dilupakan dan ditinggal oleh teman2nya. Tapi setelah Coki meyakinkannya, ia mau juga menjadi pancingan.

Ting Tong. Ting Tong. Ting Tong. Ting Tong.

Nina mengintip dari balik korden. Ia mengerutkan keningnya melihat cowok tak dikenal memencet bel rumahnya dengan getol. Dengan jengkel ia membuka pintu, mulutnya baru saja membuka untuk mengomeli Gono saat sebuah tangan membekap mulutnya dan ada tangan-tangan lain meringkus tangan dan kakinya. Dalam waktu singkat, Nina sudah digotong masuk ke dalam kamar tidurnya sendiri. Sedangkan sesuai janjinya, Coki tak lupa membukakan pintu untuk Gono. Kerjasama Coki dan kawan-kawan tak kalah baik dengan kawanan tentara bayaran di film-film Hollywood saat menjebak teroris. Nina mendelik begitu mengenali Coki. Berbagai makian terlontar, tapi tak jelas terdengar karena mulutnya dibekap.

“Diam, sayang. Kalau lu terus memaki-maki gue, nanti akibatnya tambah fatal,” ujar Coki sambil mengunci pintu kamar.

Kemudian Coki meminta teman-temannya untuk menelanjangi Nina biar mirip pesta seks. Bugi yang kesal karena tangannya digigit Nina hingga berdarah langsung menjejalkan celana dalam nylon putih berenda ke dalam mulut sang empunya celana. Gadis itu tidak diikat karena kedua tangan dan kakinya terus dipegangi. Bugi yang duduk di dekat kepala Nina memegangi kedua tangan Nina, sedang Adon dan Gono duduk di samping kiri-kanan Nina sambil mementangkan kaki gadis itu dengan selebar mungkin. Usaha mereka tidak mudah karena gadis itu terus meronta-ronta. Sementara itu Feri sudah sibuk dengan handycam-nya, lensa handycam terus terarah pada lekuk tubuh Nina.

“Begini, kita punya penawaran. Kita kasihan melihat lu tinggal sendirian tanpa pacar apalagi suami. Lu pasti sering masturbasi kalau lagi kesepian. Apalagi umur lu masih muda, belum nyampe tiga puluh. Cewek umur segitu kan lagi horny-hornynya,” ujar Coki sambil mengelus selangkangan Nina yang tak berambut, sepertinya habis di-wax. “Jadi kita bisa saling memuaskan. Win-win solution lah.”

Nina menggeram marah. Ia melotot sambil menggeleng keras saat payudaranya diremas-remas Adon dan Gono.

“Kalau kami nggak bisa membuat lu orgasme dalam waktu sepuluh menit, kami akan minta maaf, keluar dari sini dan nggak bakalan ganggu lu lagi selamanya. Lu sendiri nggak boleh bilang siapa-siapa tentang kejadian ini atau rekaman gambar bugil lu akan nongol di internet. Tapi kalau lu sampai teriak-teriak enak, maka lu harus mau melayani kami berlima,” ujar Bugi sambil memiting kedua tangan Nina.

“Pelan-pelan. Kalau tangannya sampai keseleo atau patah kan nggak seru,” tukas Coki menyabarkan Bugi. Bugi menurut dan mengendorkan pitingannya.

Nina mulai gemetar. Sorot matanya tak segarang tadi. Agaknya ia tidak yakin bisa melewati sepuluh menit dengan selamat. Jujur saja apa yang dikatakan Coki tadi benar. Ia memang kesepian dan hampir tiap malam bermasturbasi, kadang sekali, kadang sampai tiga kali. Ia ingin bercinta lagi, tapi hanya dengan orang yang benar-benar dikenalnya.

Tanpa menunggu jawaban Nina, Coki mengambil posisi di depan selangkangan Nina. Tubuh Nina mengejang saat lidah Coki mulai menjilati klitorisnya. Tapi sesudahnya ia diam, meronta pun tidak. Ia hanya merintih pelan sambil berusaha menahan agar nafsunya jangan sampai meledak. Namun bukan hanya Coki yang bekerja, Adon dan Gono terus meremas dan melumat buah dada bulat kenyal dengan lapar. Sesekali keduanya memuntir dan menggigiti puting cokelat muda yang menggemaskan itu. Sedangkan Bugi menggesek-gesekkan kont*lnya yang keras di balik celana selututnya pada ubun-ubun Nina.

Dada Nina naik-turun. Nafasnya mulai memburu. Dengan lembut dan tak terburu-buru Coki melumat bibir bawah Nina. Dijilatinya klentit yang sudah mengeras itu dengan perlahan, sesekali menelusurinya dengan ujung lidahnya. Coki pernah membaca di sebuah majalah kalau klentit sisi sebelah kanan lebih sensitif dari sebelah kiri karena syaraf pada pada sisi kanan berhubungan langsung pada kandung kemih. Jari telunjuk Coki juga sudah mengelus dan menekan dinding atas vagina, persisnya pada permukaan halus yang mirip spons. Menurut buku seks yang dibacanya, tempat itu yang dinamakan G-spot.

“Lima menit lagi,” ujar Feri dengan suara serak. Tangannya yang memegang handycam sudah berkeringat. Ia ingin sekali ikut meremas dan menjilati tubuh Nina, tapi merekam dokumentasi langka seperti ini lebih penting baginya. Toh nantinya ia juga dapat giliran.

Nina memandangi jam dinding dengan pasrah bercampur cemas. Kalau saja ia punya kemampuan untuk memajukan jarum menit dari jarak jauh, tapi yang bisa dilakukannya hanyalah terkapar tanpa daya. Payahnya lagi tubuhnya mulai menggigil oleh hujan serangan dari cowok-cowok yang usianya sekitar sepuluh tahun lebih muda darinya. Sudah lama ia tidak disentuh laki-laki, sekarang malah ada lima meski yang satu sibuk dengan handycam. Astaga! Nanti rekaman itu akan dikemanakan? Eh, apa mereka membawa kondom? Kalau dia sampai hamil gimana? Untung saja hari ini sudah lewat masa suburnya.

“Dua menit lagi,” ujar Feri sambil merekam kehebatan kerja lidah Coki dari jarak dekat. “Lu benar-benar hebat, man. Belajar dari mana sih? Tapi jangan lama-lama nanti sepuluh menit keburu lewat,” bisiknya.

Coki hanya melirik dan mengedipkan matanya. Mendadak ia mempercepat gosokan sambil sedikit menekan G-spot dan mengenyot kacang basah itu dengan mantap. Nina mengerang dengan mata terpejam lekat sehingga dahinya berkerut dan kedua alisnya menyambung jadi satu.

“Suara lu seksi. Bikin adik gue tambah gede,” bisik Bugi sambil menyeringai.

Nina menggigit bibirnya untuk menahan teriakan-teriakan keluar dari mulutnya. Namun rasa nikmat sudah menguasai sekujur syaraf tubuhnya. Kakinya yang sejak tadi diam mulai kembali bergoyang-goyang. Begitu pula tangannya.

“This is it, Cok! She’s coming!” seru Bugi riang.

Mendengar kata ‘coming’, Nina berusaha mengendurkan syaraf-syarafnya, tapi Coki sudah membuatnya gila. Perut bawahnya mulai mengejang dan rasanya ingin meledak. Ia menggeliat untuk menahan ledakan, tapi terlambat. Seiring erangan keras, matanya melotot dan kedua kakinya menjejak ke udara dengan keras hingga nyaris terlepas dari cekalan Adon dan Gono. Bugi mencopot sumbatan mulut Nina dan berbisik, “bilang enak dulu kalau nggak, dia nggak akan berhenti ngemut klentit lu.”

Namun Nina hanya mengerang-erang sambil menggelinjang ke sana-kemari. Ia berusaha melepaskan diri dari Coki, tapi lidah dan jari Coki terus melekat dengan mantap.

“Ss… sudah… su… dah… please… tol…long…,” desis Nina setengah menangis.

“Bilang enak dulu,” perintah Bugi.

“E… enak… en…nak…”

“Yang keras!”

“Enak! Enaaak!”

Baru Coki berhenti. Sekitar bibir dan hidungnya basah mengkilap, tapi ia tampak senang. Dengan wajah berseri-seri, ia membuka pakaian hingga telanjang. Begitu pula yang lainnya termasuk Feri yang akhirnya mau juga menaruh handycam-nya.

Dengan napas tersengal-sengal Nina terbaring lemah. Ia hanya bisa melihat Coki merangkak mendekatinya dan langsung menghujamkan kont*lnya ke dalam vagina yang basah dan licin. Nina merintih saat klentitnya yang bengkak dan masih sensitif terasa pedas tergesek rambut kemaluan Coki yang tajam. Coki sendiri terus menghantam pantatnya ke selangkangan Nina sambil melumat bibir Nina dengan rakus. Nina memalingkan wajahnya begitu merasakan lendir vaginanya sendiri, tapi Coki memegangi pipinya dengan erat dan terus mengobok-obok gusi dan dinding mulut Nina dengan lidahnya. Setelah puas mentransfer ludah mulut bawah Nina ke mulut atasnya, kedua tangan Coki sibuk meremas pinggul dan payudara gadis itu dengan keras hingga Nina kesakitan. Sepertinya kesabaran Coki dalam menghadapi klentit, hilang tak tersisa.

Bugi, Adon dan Gono asyik menonton sambil mengelus-ngelus kont*l mereka. Bugi yang mendapat giliran kedua sudah siap di samping ranjang sambil menyuruh agar Coki jangan lama-lama. Coki yang memang sudah hampir selesai segera mempercepat kayuhan pantatnya dan ia menggeram sambil meremas buah dada Nina dengan keras. Crot! Crot! Crot! Nina begitu kesakitan hingga air matanya menggenang. Ia tidak mengalami orgasme lagi karena tubuhnya belum pulih dari ledakan kenikmatan tadi apalagi remasan tangan Coki menyakitinya.

Bugi langsung maju menggantikan tempat Coki. Ia menyeringai melihat Nina menggeleng pasrah.
“Jangan takut, sayang. Biarpun tangan gue lu gigit sampe berdarah, gue bakal bikin lu menjerit-jerit keenakan.”

Nina memang langsung menjerit kecil saat kont*l Bugi menerobos masuk dengan paksa. Apalagi setelah kedua kakinya yang panjang diangkat dan disampirkan pada pundak Bugi. Kont*l Bugi langsung melesak masuk menumbuk G-spotnya dengann telak. Teriakan kesakitan Nina berubah menjadi lolongan nikmat saat Bugi menghentak-hentakkan pantatnya. Kedua tangan Nina menarik-narik seprai hingga hampir robek.

Feri terus merekam dari berbagai sisi. Sedangkan Adon dan Gono mengomentari gaya Bugi dengan kagum seperti komentator yang sedang memuji-muji gocekan Ronaldinho di depan gawang lawan. Coki tampak sirik dengan keberhasilan Bugi merangsang Nina. Gadis itu seperti lupa kalau sedang diperkosa. Ia tampak begitu menikmati kocokan Bugi hingga ikut menghentakkan pantatnya dan berulang kali berteriak ‘Yes! Oh, yes! More… more!! Ughh! Enaaak! Agh… Yes! Enaaak!!”

Akhirnya dengan kepala mendongak, Bugi menggeram seperti anjing herder milik Pak RT. Cairan hangat menyembur-nyembur dari kont*lnya ke dalam rahim Nina dan kedua tangannya mencengkeram payudara sambil memuntir puting Nina. Pinggul Nina masih terus bergoyang, teriakannya juga masih jalan terus. Rupanya kont*l Bugi yang tinggal setengah mekar masih cukup keras menyodok-nyodok G-spot nya. Selang sepuluh detik kemudian giliran Nina mengerang panjang lalu tubuhnya terkulai lemas. Ia mengangguk pelan pada Bugi sebelum memejamkan matanya.

“Eh, siapa yang suruh lu tidur. Belum selesai, sayang,” tukas Adon sambil menarik Nina bangun.

Adon si gempal menyuruh Nina duduk di pangkuan menghadapnya. “Busyet! Lu becek banget,” tukas Adon setengah mengeluh saat cairan vagina bercampur sperma dua temannya tumpah membasahi paha dan buah zakarnya. Kont*l Adon sudah berdiri dengan kerasnya hingga tak perlu bantuan tangan lagi untuk memasuki lubang vagina Nina.

Nina menahan napas saat vaginanya kembali ditembus kont*l sekeras kayu. Anak-anak kuliahan ini benar-benar berbeda dari Albert Withers, expat Aussie yang dulu memeliharanya. Kont*l Albert memang besar, tapi tidak sekeras milik mereka. Mungkin karena sudah berusia lima puluh tahun maka kont*l bule itu tidak lagi mengacung ke langit tapi membentuk sudut sembilan puluh derajat dari paha.

Adon memegangi pantat Nina dan menaik-turunkannya seiring ia menggoyang pantatnya. Nina yang lemas berusaha bersandar pada tubuhnya, tapi malah didorongnya menjauh hingga kepalanya terayun ke belakang. Satu tangan Adon melepas pantat Nina untuk menyangga punggung Nina. Bibirnya yang tebal menyelomot payudara Nina yang berayun di depan wajahnya. Mata Nina kembali terpejam dan ia mengerang. Semua rangsangan ini membuat liang senggamanya berkedut dan mengeluarkan cairan lagi. Tapi erangannya lembut setengah mendesah, tak sekeras saat kont*l Bugi mengocoknya. Tapi lama kelamaan ia mulai merintih nikmat karena klentitnya kembali mengembang setelah tergesek dengan rambut kemaluan Adon. Ia mulai menggelinjang sehingga tubuhnya oleng dan hampir jatuh rebah ke kasur. Tapi Adon menariknya kembali dan tubuh mereka yang basah karena keringat saling menempel. Adon memeluk Nina dengan erat dan menekan tubuh Nina kuat-kuat sebelum menyemburkan spermanya.

Nina yang baru saja dibaringkan Adon langsung disuruh nungging oleh Gono. Dengan sekali hentak, kont*l Gono langsung masuk. Nina mengerang sambil meringis. Meski tidak begitu panjang, tapi kont*l buntek ini berdiameter cukup besar sehingga memenuhi liang vaginanya seperti lepet yang menuh-menuhin bungkusnya. Satu tangan Gono mengobel-ngobel payudara Nina dan yang satunya mengilik-ngilik klitoris Nina. Gadis itu terus menggelinjang dan merintih nikmat setelah mengalami lima orgasme kecil berturut-turut. Gono sendiri memejamkan mata menikmati kont*lnya dikenyot liang vagina yang tak henti berkedut.

Coki, Bugi dan Adon menggoda Feri yang terus saja asyik merekam. Seolah tak mendengar ejekan temannya, Feri malah mendekati Gono dan membisikinya sesuatu. Gono menoleh tanpa berhenti mengayun pantatnya. Pandangan takjub Gono membuat tiga penonton saling pandang dengan penasaran. Tapi Feri dan Gono tak mau menjawab pertanyaan yang diberondongkan mereka. Dengan santai Gono menarik tangannya dari klentit Nina. Tangannya mengkilat oleh cairan vagina bercampur sperma tiga temannya. Lalu ia mengoleskan cairan di tangannya ke bibir anus Nina. Nina yang sejak tadi mengerang-erang langsung terkesiap. Ia melonjak kaget bahkan berusaha melepaskan diri, tapi Gono memegangi pantatnya dengan erat. Dengan dua jari, Gono menguwek-uwek bibir anus berwarna merah muda itu hingga melembut. Anus Nina makin berkerut-kerut karena kegelian. Sentuhan pada anus rupanya membuat Nina semakin panas dan meremas kont*l Gono kuat-kuat. Bersamaan dengan jeritan Nina, Gono juga berteriak. Cairan hangat kembali membanjiri lubang vagina Nina.

Nina ambruk ke atas seprai yang bau dan basah kuyup oleh cocktail keringat, cairan vagina dan air mani. Matanya yang hampir terpejam segera melotot begitu melihat kont*l Feri yang berukuran super melintas di depan hidungnya. Tanpa disadarinya tubuhnya gemetar dan lubang vaginanya terasa ngilu sebelum ditembus kont*l pejantan terakhir. Feri menitipkan handycam-nya dulu pada Coki dan mulai mendekati Nina. Ia duduk bersandar di headboard ranjang dan menarik tubuh Nina yang tergolek di hadapannya. Dimintanya Nina duduk di pangkuannya, tapi tidak seperti Adon tadi kali ini Nina memunggunginya. Kaki Nina dipentangkan lebar dan ditaruh di atas kedua lutut Feri. Dengan perlahan, Feri memegangi pinggang ramping Nina. Diangkat dan diturunkannya tubuh gadis itu hingga kont*lnya menusuk masuk ke dalam vaginanya. Ninah mendesah puas. Namun baru saja mem*knya meremas-remas gada raksasa itu, ia kecewa. Tiba-tiba Feri saja mengangkat tubuhnya dan melepaskan kont*lnya. Apa karena terlalu becek? Nina ingin bertanya, tapi malu. Lagipula Feri kembali menurunkan tubuhnya.

Nina menjerit kesakitan. Ternyata kont*l besar itu menghujam lubang anusnya setelah mencelup lubang vaginanya untuk mendapat lubrikasi. Ia meronta dengan sisa-sisa tenaganya, tapi sia-sia. Feri terus menarik pundak Nina ke bawah. Tubuh Nina melengkung karena menahan nyeri saat seluruh kont*l Feri masuk ke lubang anusnya. Baru kali ini anusnya diperawani, sialnya dengan kont*l sebesar ini. Feri diam sejenak dan meremas-remas payudara Nina dengan lembut. Ia juga membisiki Nina dengan berbagai pujian dan rayuan. Usahanya menenangkan Nina berhasil, gadis itu akhirnya berhenti berontak dan menyandarkan tubuhnya dengan pasrah. Feri mulai menaik-turunkan tubuh Nina. Satu tangannya beranjak meninggalkan payudara dan menelusuri perut rata Nina menuju klitoris Nina yang sudah memerah.

Nina menggelinjang saat jari telunjuk Feri menggaruk sembari memutar-mutar kacangnya. Payudaranya berguncang sehingga membuat empat penonton kembali ngos-ngosan karena pemandangan merangsang ini membangunkan senjata pribadi mereka. Coki yang tidak tahan menyerahkan handycam pada Bugi dan merangkak maju mendekati Nina. Protes teman-temannya tidak dipedulikannya. Rupanya ia masih kesal mengapa Nina tampak begitu menikmati kont*l teman2nya, tapi tidak miliknya.

Telunjuk Coki menyelonong masuk ke dalam liang vagina Nina dan mengobok-obok G-spotnya dan mulutnya menerkam salah satu payudara Nina. Nina mendesis-desis sambil memandangi Coki. Pandangannya seperti orang fly, ya gadis itu sedang terbang di dunia fantasi. Cairan vagina yang terus keluar mengalir ke anus membuat gerakan kont*l Feri semakin lancar. Kaki Nina mengejang dan teriakan lantang pun menyusul hingga Coki harus membekap mulut Nina. Dua tangan Coki berada pada dua mulut Nina. Feri terus memompa lubang Nina tanpa ampun. Ia belum juga ejakulasi meski tubuh Nina sudah terkulai lemas. Akhirnya crrott…crott…crot…crot. Semburan panas mengisi lubang anus Nina hingga ia terlonjak.

Bermain selama lima ronde berturut-turut membuat tenaga Nina habis. Begitu Feri melepaskannya, ia roboh tanpa bisa berkata-kata lagi. Ia baru membuka mulutnya setelah Adon kembali meraba payudaranya. “Besok… besok lagi saja, ya…,” ujarnya memelas dengan lirih. Demikian cerita kali ini, walau bukan cerita tante girang tapi cukup menghibur bukan .

Unordered List